Elina gadis biasa dan lugu dari keluarga kurang mampu. Memutuskan untuk menjadi TKW di Negara Hongkong untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Siapa sangka, majikannya seorang ketua gangster yang di takuti, kejam dan tidak memiliki belas kasih.
Dalam sebuah pembicaraan di antara dua gangster yang sedang bertikai, Elina mendengar perbincangan mereka tentang rahasia besar aksi kejahatan yang akan mereka lakukan.
Elina hanya punya dua pilihan
1. Dia ikut terlibat
2. atau di lenyapkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SO 35
Entah sudah berapa lama Antonio tertidur, ia merasakan tubuhnya hangat karena tertutupi selimut yang Elina pakaikan untuk menutupi tubuh Antonio.
"Elina.." ucapnya pelan.
Antonio menyibakkan sekimutnya, sesaat ia diam lalu bangun dan melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Elina. Namun baru saja ia hendak ke kamar Elina untuk memastikan gadis itu sudah tidur atau belum. Nampak Alan dan seorang pria tinggi besar, tengah berjalan menghampirinya.
"Bos! sapa Antonio pada pria tinggi besar itu. " Alan, kau-?"
"Antonio!" potong pria tinggi besar yang di panggil 'Bos'.
"Ada hal apa, yang membuat Bos datang ke sini? Apakah ada pekerjaan serius?" tanya Antonio.
"Aku sudah mendengar apa yang terjadi di antara kalian."
"Alan, kau-?" ucapan Antonio kembali di potong.
"Ya! Alan sudah mengatakan semuanya. Ingat Antonio, banyak wanita yang bisa kau permainkan sesuka hatimu. Tapi jangan sampai membuat kalian lalai dalam pekerjaan yang sudah kita sepakati. Ingat! Rayden aset berharga kita, aku tidak mau hanya karena gadis bodoh itu, kita gagal dalam pemilu kali ini." Pria itu berkata panjang lebar.
"Tapi, Bos. Gadis itu hanyalah seorang pembantu," bela Antonio, sementara Alan hanya diam mendengarkan.
"Aku tidak mau tahu, gadis itu harus di lenyapkan sebelum Rayden menikahi gadis itu, apa kau paham!"
"Ta-?"
"Cukup Antonio! potong pria itu. "Jika kau tidak mau melakukannya, tahu sendiri akibatnya!" ancam pria itu.
"Alan! pastikan dia melenyapkan gadis bodoh itu!" perintahnya.
"Baik, Bos!" sahut Alan.
"Ayo kita pergi!"
Alan dan pria tinggi besar itu berlalu dari hadapan Antonio yang masih tertegun di tempatnya. Ancaman pria itu tidak bisa di abaikan Antonio. Bertahun tahun ia menjadi kaki tangan pria tersebut, membuat Antonio sangat mengenali perangai Bos nya itu.
"Tidak akan kubiarkan kalian menyentuh Elina, apapun akan kulakukan untuk melindunginya." Gumam Antonio.
Pria itu menarik napas dalam dalam, lalu ia mendekati pintu kamar Elina. Namun saat ia membuka pintu kamar, ia tidak melihat Elina ada di dalam kamarnya.
"Elina!
Antonio masuk ke dalam kamar dan memeriksanya, tapi Elina memang tidak ada di kamar itu. Ia kembali bergegas keluar dari dalam kamar.
" Elinaa!!
Antonio memeriksa seluruh ruangan dan bertanya pada setiap penjaga rumah. Namun tidak ada yang tahu, kemana perginya gadis itu.
"Elina, apa kau di bawa mereka? Ah tidak mungkin."
Antonio melupakan satu ruangan, yaitu dapur. Seketika Antonio terjngat, lalu ia bergegas menuju dapur. Namun Elina tidak ada di sana, tempat di mana gadis itu duduk di kursi.
"Elinaaa!" seru Antonio semakin khawatir.
"Ssst, Tuan! Tuan!"
Terdengar suara pelan memanggil nya. Antonio menoleh ke arah suara di bawah meja. Ia jongkok melihat apa yang terjadi, seketika ia menepuk keningnya sendiri karena melihat Elina tengah duduk di bawah meja sembari mengunyah makanan.
"Elina, kau membuatku khawatir. Ayo keluar!" perintah Antonio.
Elina tertawa kecil, lalu ia merangkak keluar dari bawah meja.
"Maaf, Tuan," ucap Elina sembari bangun dan berdiri di hadapan Antonio dengan mulut penuh makanan.
"Apa kau masih kelaparan. Elina?" tanya Antonio heran, tubuh Elina yang mungil mampu menampung begitu banyak makanan.
"Tuan, bukan aku yang lapar. Tapi cacing dalam perutku yang kelaparan. Aku sudah kenyang."
Antonio menggaruk kepalanya yang tak gatal, mendesah kesal. Namun ia tidak bisa sedikitpun untuk memarahi Elina.
"Habiskan makanan di mulutmu, setelah itu kau tidur."
"Siap Tuan!" sahut Elina tertawa kecil.
Antonio hanya menggelengkan kepala memperhatikan gadis itu habiskan makanannya lalu minum air mineral satu gelas hingga tetesan terakhir.
"Aku mengantuk Tuan!"
"Aku sudah memintamu untuk tidur, bukan?"
Eljna hanya tertawa kecil, lalu melangkahkan kakinya mendahului Antonio.
"Gadis aneh," ucap Antonio dalam hati, melangkahkan kakinya, mengikuti langkah Elina dari belakang.
"Elina!
Mereka berdua menoleh ke arah suara, nampak Rayden berlari mrnghampirinya.
"Tuan!" sapa Elina tersenyum, lalu berjalan mendekati Rayden.
"Apa kau baik baik saja, El?" tanya Rayden hendak memeluk Elina. Namun gadis itu mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kenapa Elina?" tanya Rayden. "Ayo kita pulang, Elina."
"Tuan, kau tidak perlu memelukku. Aku pasti ikut pulang."
Elina berjalan mendekati Antonio yang hanya diam memperhatikan.
"Elina."
"Tuan, terima kasih sudah menolongku dan semua makanan yang Tuan berikan. Sekarang perutku kenyang," ucap Elina tertawa kecil sembari mengusap perutnya yang rata. "Sekarang aku mau pulang."
Elina membungkukkan badannya sesaat, tersenyum manis pada Antonio. Membuat hati pria itu terkesiap, ada rasa hangat menjalar ke dalam hatinya.
"Baik baik kau di sana."
Antonio mengusap puncak kepala Elina sesaat, lalu ia beranjak pergi sebelum Elina dan Rayden berlalu dari hadapannya.
"Elina, ayo kita pulang." Perintah Rayden.
"Baik Tuan!"
semisalnya suami kasar pada mu tapi lembut pada wanita lain, suami pergi dengan pria lain tampa meperdulikan kau yang menderita
apakah kau masih mau menerima nya begitu saja
jawaban ada pada mu thor
dan kau nilai sendiri sikap mu dalam novel ini
😂😂
untung nya elina cuma ada di novel
sekareep muu deehh elina