Kisah tentang dunia yang tiba-tiba saja diserang oleh iblis, dan tak ada cara untuk mengatasinya. Tapi, terdapat orang yang bisa mengalahkan sang iblis yang disebut Guardian.
Berfokus pada seorang remaja bernama Koujo Kotaro, yang dipilih untuk menjadi seorang penyelamat... Menyelamatkan dunia? Mungkin saja, tapi ini adalah sesuatu yang sangat berharga baginya.
Story bergaya anime
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RGC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
01, Januari.
Di pagi hari yang masih dingin.
“Haa, hari ini sudah tahun baru, ya.”
“Kotaro, aku dengar ada toko kue yang baru buka hari ini.”
“Huh? Toko kue?”
“Iya, karena hari pertama buka jadi kue yang dijajakan disana digratiskan.”
“Hmm, kau ingin pergi?”
“Aku ingin, tapi…” Sylvi melihat kearahku yang masih terbaring.
“Pergilah, jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.”
“Tapi, jika kau butuh sesuatu bagaimana? Siapa yang akan…”
“Pergilah, aku sudah bisa sedikit menggerakkan tubuhku. Jika aku butuh sesuatu aku akan mengambilnya sendiri.”
“Kau serius?”
“Iya. Pergilah, lakukan apa yang ingin kau lakukan.”
“Kotaro, terimakasih. Aku sayang kamu.” Dia pergi.
‘Aku sayang kamu, ya.’ Ini pertama kalinya dia mengucapkannya kata itu padaku. “Aku juga.”
Beberapa jam setelah itu.
Tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain berbaring disini.
Tinggg.
‘Huh, sepertinya Sylvi sudah pulang.’ Tapi, saat itupula aku merasakan sesuatu yang aneh. ‘Siapa? Setidaknya jika itu Sylvi dia tidak akan menekan belnya, itu pasti orang lain. Tapi, siapa?’ Seseorang datang ke apartemenku. “Cih, ini menyebalkan.” Aku memaksakan tubuhku untuk bergerak, meskipun setiap aku menggerakkan tubuhku rasanya sangat menyakitkan tapi aku harus bersiaga.
Aku perlahan berhalan menuju ke depan pintu. “Siapa itu?” Tak ada jawaban. ‘Ini gawat.’Entah kenapa aku merasakan kalau sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Ditengah keadaan tubuhku yang masih belum pulih seutuhnya, aku tak bisa melakukan banyak hal. ‘Ini menyebalkan.’
“Huh?” Secara tiba-tiba lambang guardianku muncul. ‘Monster muncul.’ Beberapa saat setelah itu.
Krrrriiiiiinnnnggggggg krrriiiiinnnngggggg.
Alarm munculnya iblis berbunyi. ‘Apa mereka sudah pergi?’ Aku tak tau siapa tapi sepertinya jumlahnya lebih dari 1 orang. ‘Apa tujuan mereka?’ Mendatangiku. “Tunggu.” Aku menyadari sesuatu. “Sylvi.”
Beberapa lama setelah itu.
“Ha ha ha ha, ini sangat menyakitkan.” Di hari yang dingin ini aku memaksa tubuhku yang kesakitan ini untuk bergerak. “Sylvi, semoga kau baik-baik saja.” Kemungkinan tujuan orang yang tadi datang ke apartemenku adalah untuk mencari Sylvi, aku tak bisa memastikannya tapi setidaknya aku harap Sylvi baik-baik saja.
Beberapa saat berjalan, suasana disini sangat sepi karena alarm monster yang sudah berbunyi. “Aaagghhkkk..” Rasa sakit menjalar keseluruh tubuhku. “I-Ini, menyebalkan.” Rasa sakitnya tidak begitu menyakitkan seperti biasanya, karena hal itu aku putuskan untuk menahan rasa sakit itu dan segera mencari Sylvi.
Beberapa lama kemudian.
Sfx : jatuh tekapar.
“Gwaaahhh.” Aku memuntahkan darah dari mulutku. ‘S-sial, sudah batasnya, ya.’ Tubuhku sudah mencapai batasnya, sekarang aku bahkan tak bisa menggerakkan 1 jaripun sekarang. “Syl- gwaaahhhh.” Aku kembali memuntahkan darah.
‘Apa aku akan mati disini? Ini tidak lucu, seharusnya aku tak pergi keluar dari apartemen tadi. Ini menyebalkan, sangat menjengkelkan. Setidaknya, jika memang harus mati, aku ingin melihatnya sekali lagi. Sylvi yang ada didunia ini…’
-----------------
Aku perlahan mulai membuka mataku. ‘Apa aku sudah mati?’
“Kotaro, kau sudah sadar. Syukurlah.” Aku melihat Sylvi duduk tepat disampingku.
‘Aku tidak mati, ya.’ Ini ke-2 kalinya aku bisa bertahan dari kematian dan aku sangat bersyukur dengan hal itu. “Sylvi, sudah berapa lama aku tak sadaran diri?”
“5 hari, sebaiknya kau tidak banyak bergerak. Lagipula kau sedang demam.”
“Begitu.” Dan lagi, Sylvi kembali merawatku. “Maaf, lagi-lagi aku merepotkanmu.”
“Tidak apa-apa. Kau pasti lapar, tunggu sebentar aku akan memasakkan makanan untukmu.”
“Terimakasih.”
Beberapa lama setelah itu.
“Kotaro, buka mulutmu.” Aku menuruti ucapannya dan Sylvi mulai menyuapiku.
“Sylvi, bagaimana dengan kegiatan sekolah?” Sudah terlewat beberapa hari dan pastinya sudah terjadi sesuatu di sekolah yang tidak aku ketahui.
“Semuanya berjalan seperti biasa, tidak ada yang berubah.”
“Begitu.”
“Kotaro, Aaaaa..” Sylvi kembali menyuapiku.
Setelah selesai makan.
“Sylvi, saat aku sembuh. Mau kau ikut denganku pergi ke toko kue yang kau bilang beberapa hari lalu?”
“Eh, benarkah?”
“Iya, setidaknya aku juga ingin mencoba beberapa kue yang ada disana.”
“Jika seperti itu, aku akan memberitahumu kue yang sangat enak dan juga pas dimulut. Aku yakin kau pasti akan menyukainya.”
“Aku sudah tidak sabar dengan hal itu.”
“Aku juga.” Aku tak tau kapan aku akan sembuh, tapi aku pikir ini tidak akan memakan waktu lama.
Beberapa hari setelah itu.
Sore hari.
“Sylvi, bagaimana dengan pelajaran disekolah?” Sudah beberapa hari berlalu tapi tubuhku masih belum juga bisa bergerak.
“Tunggu sebentar, aku akan membuatkanmu catatan tentang pelajaran sekolah, dengan begitu kau bisa tau apa yang dipelajari disekolah meskipun tidak masuk sekolah.”
“Sylvi, terimakasih.”
Entah sudah berapa kali dia membantuku, aku sangat bersyukur dia selalu ada untukku. “Kotaro, aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Bagaimana kalau nanti kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu.”
“Itu tidak perlu, lagipula aku kemungkinan besar akan tau respon dari dokter atau perawat yang ada disana saat memeriksaku nanti.”
“Tapi, setidaknya kau harus diperiksa terlebih dahulu.”
“Baiklah.” Jika aku menolaknya aku yakin dia akan terus memaksa, meskipun begitu aku sudah tau apa yang akan dikatakan oleh dokter saat pemeriksaanku selesai nanti.
Dirumah sakit.
“Angelia-san, Kotaro, bagaimana?” Yu ada disini, Sylvi menelponnya untuk datang dan membantu membawaku ke rumah sakit.
“Dokter tidak tau apa penyakitnya, bagian dalam tubuhnya tidak ada masalah. Semuanya terlihat sangat sehat.“
“Ha, begitu.”
“Sudah-sudah, ayo kembali.” Ini bukanlah hal yang normal, jika membawa hal ini ke dokter sudah pasti mereka juga akan ikut kebingungan.
Beberapa hari setelah hari itu.
Sore hari.
“Yo Kotaro.” Yu datang ke apartemenku secara mendadak.
“Ada apa? Tidak biasanya.”
“Ehh? Dimana Angelia-san?”
“Dia sedang berbelanja, katanya bahan masakan sudah hampir habis.”
“Begitu. Haa, melihat sarang cinta kalian berdua kenapa membuatku begitu iri.”
“Jika kau datang kemari hanya untuk membual, pergilah. Aku ingin istirahat.”
“T-tidak, ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“Mengenai apa?”
“Aku menyadarinya beberapa hari yang lalu, butuh sebuah penelitian untuk membuktikan dugaanku benar atau tidak. Ini sedikit menghabisk…”
“Langsung keintinya.”
“Haa, kau tidak asik. Baik-baik. Intinya, sepertinya bangkai monster yang aku temukan itu adalah monster yang berbeda.”
“Begitu.”
“Aku tak tau stukurtur gen monster yang asli, tapi aku pikir monster yang aku temukan itu hanyalah sebuah kloningan dari monster yang asli. Aku juga sedikit curiga kalau monster ini ikut terlibat dalam insiden pembunhuan yang terjadi beberapa bulan terakhir ini.”
Aku cukup terkejut melihatnya mengetahui sebanyak itu hanya dengan menganalisa sedikit informasi. “Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?”
“Aku akan melanjutkan penelitianku, kemungkinan kloningan itu dibuat oleh seseorang dan dia yang mengendalikannya.”
“Hoy hoy, aku harap apa yang ada dipikiranku tidak kau lakukan.”
“Tenang saja, aku memang akan melakukan apa yang kau pikirkan. Membuat monster. Ya, meskipun aku tak tau akan berhasil atau tidak tapi setidaknya aku ingin mencobanya. Jika dia bisa membuatnya, aku pasti juga bisa melakukannya.”
“Saat itu tiba aku akan diam dan pura-pura tidak mengenalmu.”
“Hoy hoy, ayolah itu terlalu kejam.”
“Jika sampai gagal aku tak tau bencana apa lagi yang akan terjadi.”
“Tapi jika berhasil, maka ini merupakan sebuah awal dari kebangkitan.”
“Haa, Yu kau itu masih duduk dibangku sekolah. Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu.”
“Entahlah, mungkin karena aku sudah bosan dengan kehidupan yang seperti ini dan lagi… Sudahlah, aku tak ingin membicarakannya.”
Masa lalu Yu, itulah yang masih belum aku ketahui tentangnya. Kehidupan apa yang sudah membuatnya berubah menjadi seperti saat ini, itulah hal yang masih misterius.
Baca novel kakak ku ya...
Novel nya Rena (mysterious frame)
Ditunggu ya kak!
Mampir Juga Yaa di This Is My War And My Love Story ikutin kisah petualangan bisnis Ken dan Kisah cintanya sama Kiichan
semoga sukses 👍
lelaki Berkacamata 🤗🙏