NovelToon NovelToon
DEAK PARUJAR (Putri Langit Yang Menciptakan Dunia)

DEAK PARUJAR (Putri Langit Yang Menciptakan Dunia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Ruang Bawah Tanah dan Naga
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sasip

Sebuah novel fantasi mitologi Nusantara (Batak). Berikut salah satu petikannya:

"Sebelum matahari mengenal pagi, langit telah lebih dahulu mengenal doa. Di Banua Ginjang, doa tidak diucapkan melalui bibir, melainkan tumbuh menjadi bunga-bunga cahaya yang bermekaran di antara akar bintang. Setiap kelopaknya membawa harapan, dan setiap harapan akan jatuh ke dunia bawah sebagai embun kehidupan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. Sahabat Pertama di Dunia yang Sepi

..."Kasih tidak menunggu dunia menjadi ramai. Ia selalu memulai pekerjaannya ketika hanya ada dua hati yang saling menemukan."...

Fajar pertama di Banua Tonga datang tanpa nyanyian. Tidak ada Burung Erung yang membangunkan pagi. Tidak ada denting Lonceng Angin dari cabang-cabang Hariara Bolon.

Hanya sinar Matahari yang perlahan muncul dari balik cakrawala, memantulkan warna keemasan di permukaan Samudra Purba.

Deak berdiri di atas Batu Sipangoluon. Satu malam yang sunyi telah berhasil ia lewati. Kini ia memandang dunia yang masih kosong dengan sendu. Tidak ada pohon. Tidak ada bunga. Tidak ada bayangan dedaunan yang menari diterpa angin.

Hanya batu, air dan langit.

Namun ia telah menyadari, bahwa sejak tiba di Banua Tonga, ia tidak lagi merasa asing. Ia mulai mengenali irama ombak. Mulai memahami arah angin. Mulai mengerti bahwa kesunyian pun memiliki bahasanya sendiri. Bahasa Alam.

...****************...

Saat matahari semakin tinggi, terdengar suara lirih. Sangat pelan. Hampir teredam dan tenggelam oleh debur ombak.

Deak menoleh untuk mencari sumber suara. Suara itu datang dari celah batu karang yang dipenuhi rumput laut. Ia mendekat dengan perlahan.

Di sana, terbaring seekor makhluk kecil. Tubuhnya tidak lebih besar dari kedua telapak tangan Deak yang dirapatkan. Bentuknya menyerupai perpaduan antara anak kura-kura dan ikan.

Kulitnya bening kebiruan, sehingga aliran cahaya halus di dalam tubuhnya tampak berdenyut. Di punggungnya tumbuh tiga sirip tipis menyerupai daun muda. Matanya bulat besar, penuh ketakutan. Salah satu siripnya terluka, mungkin karena terhempas ombak ke sela-sela batu yang tajam dan keras.

Makhluk kecil itu berusaha mundur menghindar ketika melihat Deak. Namun tubuhnya terlalu lemah. Ia hanya mampu mengeluarkan suara lirih yang terdengar seperti desir air.

Deak berlutut. Ia tidak segera menyentuhnya. Ia hanya duduk diam. Seakan membiarkan makhluk kecil itu mengetahui bahwa ia tidak datang sebagai ancaman.

"Aku tidak akan menyakitimu." Bisiknya lembut.

Makhluk itu masih gemetar.

Deak tersenyum. Lalu ia pergi sebentar dan ketika kembali, ia membuka telapak tangannya perlahan. Beberapa tetes air dari mata air kecil yang mulai muncul di Batu Sipangoluon ia biarkan mengalir ke luka makhluk itu.

Lama-kelamaan, gemetarnya mulai berkurang. Dengan ragu-ragu, makhluk kecil itu maju selangkah. Kemudian, untuk pertama kalinya, ia menyentuhkan ujung kepalanya ke telapak tangan Deak.

Terasa hangat dan lembut. Seperti menyampaikan salam. Air mata tipis tiba-tiba menggenang di mata Deak.

Sejak meninggalkan Banua Ginjang, inilah sentuhan pertama yang ia rasakan dari makhluk lain.

"Aku juga sendiri." Katanya lirih, "Kalau engkau mau... kita bisa belajar untuk hidup bersama."

Makhluk kecil itu mengeluarkan bunyi pelan. Bukan suara yang dapat dimengerti Deak, seperti ucapan makhluk-makhluk di Banua Ginjang.

Namun bunyi sang makhluk kecil itu cukup untuk membuat Deak tersenyum.

Ia lalu memberinya nama, "Siula."

Dalam bahasa para tetua, nama itu berarti "teman yang datang tanpa diminta, tetapi tinggal karena kasih."

Sejak hari itu, ke mana pun Deak berjalan di sekitar Batu Sipangoluon, atau daratan tanag di sekitarnya, Siula selalu mengikuti.

Terkadang ia berenang di genangan air laut, namun terkadang juga ia bersembunyi di balik batu, bahkan terkadang ia bisa tertidur di lipatan Ulos Cahaya yang dikenakan Deak.

Banua Tonga masih tetap sunyi. Namun dengan kehadiran Silua, kesunyian itu kini tidak lagi terasa begitu kosong. Karena kehidupan pertama yang hadir di kehidupannya di Banua Tonga ini, telah memilih mempercayai Deak. Dan deak dapat menyebutnya sebagai sahabat.

...****************...

Jauh di dasar Samudra Purba, dua mata hijau kebiruan kembali terbuka. Makhluk purba yang selama ribuan musim menjaga kedalaman memandang ke arah Batu Sipangoluon.

Ia melihat seorang Putri Langit yang sedang mengobati makhluk kecil tanpa meminta imbalan.

Gelombang laut berdesir perlahan ketika untuk pertama kalinya sejak musim pertama keberadaanya, penjaga kedalaman itu merasakan sesuatu yang telah lama hilang. Sebuah harapan.

Ia kembali memejamkan mata. Belum saatnya untuk muncul. Namun ia mulai percaya, bahwa mungkin saja, anak langit itu benar-benar datang bukan untuk menguasai dunia. Melainkan untuk mengasihinya.

...****************...

Horas! 🌿

Mauliate godang.. 🤎

📖 Bersambung ke BAB 18. Mata Air yang Menjawab Air Mata.

1
MayAyunda
mampir kak ..cerita bagus ..lanjut
B042
unyu² sekali siula yak.. 😍
sasip
mohon maaf kalau terasa aneh, namanya jg imajinasi penulis.. semoga suka ya walau aga aneh.. 🙏🏻
Zed Analytical Number Nine
warna kelopak nya indah
sasip: terima kasih.. seindah dukungan kakak loh.. 😍
total 1 replies
Tio Buki
Moga lancar ya thor🙏🙏🙏
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Siapakah dia, siapa namanya?????
Tio Buki: Kisah Sumatra ya. Tapa nuli, atau Toraja nih.
total 2 replies
Tio Buki
Iya, seperti itu
Tio Buki
Oh, begitu ya
Tio Buki: Oke dek. Semangat ya🙏
total 2 replies
Tio Buki
Aneh
Tio Buki
Kok begitu
Tio Buki: Oh begitu ya dek
total 2 replies
MayAyunda
lanjut kak keren
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
B042
cakep² ish gambarnya.. 😍
B042
ternyata bukan manusia yg mempunyai perasaan, tapi perasaanlah yg mempunyai pemilik.. seperti kesunyian atau kesendirian, apakah bisa dimiliki bersama² yak? secara kalo bareng² memilikinya, enggak sendiri dunks ya itu artinya..
😏/CoolGuy//Casual//Shhh/
B042
bagus banged ya kalau manusia bisa berkomunikasi dg alam.. jadi keinget sama mba rara neh.. wkwkwkwkwk..
/Grin//Tongue//Facepalm//Joyful/
B042
wow banyak mahluk² ajaibnya.. 😍🥰😘
B042
KEREN..
B042
Ulos adalah kain tenun tradisional Batak (Sumatra Utara) yang melambangkan kehangatan, perlindungan, dan kasih sayang. Dikenal sebagai "pengikat kasih sayang," kain ini sakral dalam budaya Batak karena mendampingi setiap fase kehidupan manusia—mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. (mbah google) 😉
B042
part ini mengingatkan pada sekolah alam yg sempet hapapening beberapa waktu yg lalu itu ya.. 😆😋😏
B042
"air menyimpan kenangan dan ia akan selalu mengingat", jadi kebayang film Frozen 2 yak? macam dengar kata² Olaf gitu deh.. 😋😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!