NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:109.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Rukayyah membuka matanya, menatap Diana dan Eliza bergantian dengan binar mata yang melunak. "Secara medis, saraf Ibu memang divonis mati permanen. Tapi di mata Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Sumbatan energinya sangat tebal karena tekanan batin yang Ibu pendam terlalu lama, tapi jalurnya belum sepenuhnya mati."

Rukayyah menegakkan tubuhnya, menatap Faas dan Eliza dengan mantap. "Insya Allah, dengan beberapa kali terapi khusus dan ramuan herbal yang akan saya racik, Ibu Diana bisa berdiri dan berjalan lagi. Jangan menyerah, jalan kesembuhan itu sudah dibuka oleh doa tulus anak dan menantu Ibu pagi ini."

Mendengar mukjizat kecil itu langsung di depan mata mereka, Eliza tidak bisa lagi membendung air mata harunya. Ia langsung memeluk Diana erat-erat, ikut menangis bersyukur, sementara Faas memalingkan wajahnya ke jendela, menyembunyikan matanya yang ikut berkaca-kaca. Harapan yang dulu mati di mansion Abrari, kini perlahan-lahan mulai bersemi kembali di tangan sang Singa betina.

Sembari menunggu Diana beristirahat sejenak setelah sesi pemeriksaan pertama yang menguras emosi itu, Faas melangkah ke sudut ruangan dekat jendela besar hotel. Jantungnya masih berdegup karena keharuan yang baru saja terjadi. Dengan gerakan cepat, ia merogoh ponselnya dan mengirimkan pesan singkat namun sarat akan rasa penasaran kepada kakak Maudi.

Faas: Assalamualaikum Maudi, terima kasih atas informasinya. Kami sudah bertemu dengan Nyonya Rukayyah. Tapi, kenapa baru memberi tahu Aku sekarang? Kenapa dari dulu Maudi tidak pernah bilang kalau punya kenalan sehebat beliau?

Di kediaman Alvarel Maudi yang baru saja menyelesaikan urusannya langsung tersenyum membaca pesan dari rekannya yang biasanya kaku dan irit bicara itu. Ia pun segera membalasnya dengan pesan suara panjang untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya.

"Waalaikumsalam..... Faas, sejujurnya aku sendiri pun baru tahu tentang Nyonya Rukayyah beberapa hari yang lalu," suara Maudi mengalun dari ponsel Faas.

"Semua ini berkat suamiku, Mas Rasya. Kamu tahu sendiri kan, Mas Rasya itu pengusaha di bidang farmasi dan jaringan medisnya sangat luas. Nah, saat akad nikah kamu dan Eliza hari Kamis kemarin, itu adalah pertama kalinya Mas Rasya melihat kondisi Ibu Diana secara langsung. Mas Rasya yang punya insting tajam di bidang kesehatan langsung merasa kalau kelumpuhan Ibu Diana itu masih punya harapan untuk disembuhkan."

Maudi menghela napas pendek di dalam rekaman suaranya sebelum melanjutkan, "Malamnya, Mas Rasya bercerita kepadaku. Dia bilang ada seorang Nyonya, istri dari pengusaha nomor satu di negeri ini, yang memiliki keahlian pengobatan alternatif , dan beliau mungkin bisa membantu menyembuhkan kondisi Ibu Diana. Wanita itu adalah Nyonya Rukayyah."

"Sebenarnya, aku berniat memberi tahumu beberapa hari lagi karena aku tidak mau mengganggu waktu kalian sebagai pengantin baru. Aku pikir kalian butuh privasi di malam-malam pertama. Tapi karena tadi pagi Eliza mendadak meneleponku dengan suara yang begitu khawatir memikirkan Ibu Diana, ya sudah, sekalian saja aku berikan kontaknya sekarang. Maaf ya kalau membuat kalian terburu-buru, Faas."

Mendengar penjelasan dari pesan suara Maudi, Faas tertegun. Ia menatap layar ponselnya dengan rasa syukur yang mendalam. Ternyata takdir Allah begitu indah. Pernikahannya dengan Eliza bukan hanya membawa kebahagiaan untuk dirinya sendiri, melainkan juga menjadi pembuka pintu kesembuhan bagi ibunya melalui perantara keluarga istrinya dan ketajaman mata seorang Rasya Alvaro, sang Tuan Higienis.

Faas mengetik balasan singkat dengan senyum tipis di bibirnya.

Faas: Tidak apa-apa, Maudi. Justru ini waktu yang paling tepat. Terima kasih banyak untuk mu dan tuan Rasya. Utang budi ini akan selalu Aku ingat.

Faas memasukkan kembali ponselnya ke saku celana setelah mengucapkan salam . Ia berbalik dan berjalan menghampiri Eliza yang sedang mengusap keringat di dahi Diana dengan penuh kasih sayang. Faas merangkul pundak istrinya dari samping, menyalurkan rasa terima kasih yang tak terhingga melalui kehangatan tatapannya. Langkah mereka hari ini telah direstui oleh semesta, dan di dalam hati Faas, ia semakin bertekad untuk melindungi Eliza dari duri-duri tajam yang menanti mereka di mansion Abrari.

____

Setelah memastikan Diana kembali dengan selamat di kamarnya di lantai bawah kediaman Abrari untuk beristirahat, Faas dan Eliza mengatur jadwal rahasia. Setiap hari Sabtu, mereka akan membawa Diana secara diam-diam ke hotel milik Nyonya Rukayyah untuk menjalani terapi saraf berkala demi menjemput kesembuhan yang sempat hilang.

Melihat urusan ibunya selesai dengan baik, Faas menoleh ke arah Eliza. Ketegangan beberapa hari ini membuat istrinya harus menguras banyak energi mental. "Eliza, ayo pergi. Hari ini aku mau mengajak istriku yang cantik ini berkencan," ucap Faas, suaranya yang berat melembut khusus hanya untuk Eliza.

Eliza seketika tersenyum lebar."Ahhh suamiku , itu ide yang sangat bagus, ayo, dengan senang hati" balasnya manja, Ia dengan sengaja menggandeng lengan kokoh Faas, berjalan dengan gaya manja yang dibuat-buat saat mereka melintasi ruang tengah menuju pintu utama.

Di sofa ruang tengah, Megan duduk mematung dengan tatapan mata yang memancarkan kebencian mendalam. Dadanya bergemuruh panas menyaksikan bagaimana Eliza diperlakukan bak ratu oleh Faas yang memiliki ketampanan dan bentuk tubuh sempurna.

Ditambah lagi, kondisi Megan saat ini tidak ubahnya seperti seekor burung yang terkurung di dalam sangkar emas. Sejak Gavin berubah menjadi sangat dingin, acuh tak acuh, dan menjaga jarak setelah pernikahan siri mereka, kehidupan Megan benar-benar terkekang. Jihan yang sangat protektif terhadap calon cucu pembawa ahli waris itu menerapkan aturan yang luar biasa ketat. Megan dilarang keras melangkah keluar dari mansion tanpa izin, tidak boleh bepergian, dan ruang geraknya diawasi penuh. Setiap hari Megan hanya bisa bersantai, tidur, dan makan sesuai menu yang ditentukan Jihan, sebuah kemewahan yang justru terasa seperti penjara bagi jiwa predatornya yang hobi keluyuran.

Menyadari Megan sedang memperhatikannya dengan mata yang menyala penuh rasa iri, Eliza menghentikan langkahnya sejenak. Ia melirik Megan dari balik pundak Faas, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kemenangan.

"Kami pergi kencan dulu ya, Megan. Jaga kandunganmu baik-baik di rumah. Jangan bosan bersantai di dalam sangkar emas ini, nikmati lah hidup mu yang kamu impikan selama ini " sindir Eliza dengan nada manja yang sengaja memancing emosi.

Megan mengepalkan jemarinya kuat-kuat hingga kukunya memutih. Gigi-giginya bergemertuk menahan luapan amarah yang tertahan di tenggorokan. Ia ingin berteriak dan menjambak Eliza, namun tatapan mata elang Faas yang langsung mengunci pergerakannya membuat Megan menciut seketika. Ia hanya bisa menatap kepergian mobil sedan hitam Faas yang membawa Eliza pergi bersenang-senang menikmati indahnya hari Sabtu, sementara dirinya harus mendekam stres di bawah pengawasan ketat Jihan.

"kurang ajar, untuk apa aku hidup mewah seperti ini,tapi kebebasan ku terkekang " gumamnya sambil meremas bantal sofa yang ada didekatnya.

Sarang serigala keluarga Abrari kini perlahan-lahan mulai kehilangan taringnya di hadapan ketangguhan Eliza dan perlindungan mutlak dari Faas.

1
Sri Supriatin
hebat Fadil melindungi Noval 👍😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
ditunggu upnya n pasti saran2 pembaca.bakal mbludak... sy nenek2 nunggu dgn sabar🤭🤣🤣
Lovita BM
jadikan dia orang abnormal Thor 😆
Sukarti Wijaya
semedi dulu thior buat nyari ide pembalasannya, ayyooo semangat💪💪💪💪💪
suti markonah
part ini kok melani semua sih thor ?
Sri Supriatin
untung cemburu fadil blm mendarah daging, semoga selalu rukun💪💪💪
Sri Supriatin
eleuh2 kecil2 sdh cemburu🤭🤭
Sapna Anah
pedil keci kecil otaknya Uda licik
suti markonah
nah gitu dong fadil, kamu harus jadi sepupu yg baik untuk aufal👍👍👍👍👍
suti markonah
fadil kamu kan dr kecil dpt ksh syg dan kemewahan materi..kenapa mesti cemburu sm aufal yg notabene hidup serba kekurangan dan penyiksaan...
Sukarti Wijaya
waaduhh kasihan dong aufalnya kalau nanti di buly sama fadil/Frown/
Sri Supriatin
tks upnya thor, semoga kemahnya menyenangkan 👍👍😍
Sapna Anah
katanya diki ga perna nidurin regina , regina lebaran h banyak tidur sama rshan ko bisa mirip
suti markonah
aufal umur 10th masih di kasih bola warna warni sm prosotan thor🤭🤭🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: kam Aufal belum pernah 😄
total 1 replies
suti markonah
weleh" rehan ngajak melani ke grand indonesia emang bisa bayar?.
suti markonah
ayo dong kakak² yg cantik jelita semua nya~ bantu author kasih vote dan hadiah nya biar author tmbh semangat update nya 🙏🙏🙏
Cica Aretha
semangattt thor..kok up nya cuma satu bab thor🤭💪
Sri Supriatin
sehat thor kok belum up?🤭 ditunggu yah 👍😍😍
suti markonah
author nya kemana yo~
Sukarti Wijaya
èhm...ehm...ehmm...MP diki dan jenita🤭👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!