NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 - Penjelasan

Wanqing tidak pernah meninggalkan kasur Jingyuan sedikit pun, ia tidak tahu sudah berapa jam suaminya tertidur, jam di bawah sini tidak ada, waktu terasa samar. Terakhir kepulangan mereka adalah malam hari, larut malam bahkan, kemungkinan setelah berjam-jam bisa jadi sekarang bahkan sudah masuk jam subuh atau pagi hari.

Bangkit dari tempatnya duduk, Wanqing berjalan menuju rak-rak yang berisi penuh makanan dan supply yang tak terhingga. Wanqing meraih kaleng-kaleng makanan yang ditutup rapat dengan air mendidih untuk menjaga kualitas makanan di dalamnya. Di atas kaleng-kaleng itu terdapat tanggal-tanggal yang sudah lama, jaraknya dua sampai tiga tahun lalu.

Wanqing melihat sistem penataan rak yang sangat bagus. Isi makanan kaleng yang lebih tua berada di paling depan di bandingkan makanan yang lebih baru dikalengkan.

Wanqing meraih acar sayur lobak, sawi, kol, dan wortel, ia juga meraih kaleng cabe bubuk dan bawang putih bubuk, ia mengecek isi gentong berisi daging diasinkan dan mengambil beberapa potong yang cukup.

Perlahan Wanqing juga memetik daun-daun aroma dan rempah segar yang ditanam di bawah tanah ini. Entah bagaimana tanaman ini bisa tumbuh subur. Wanqing berjalan menuju kompor kayu bakar yang dibuat masuk ke dalam tembok, jadi asap kayu pembakarannya langsung dibuang entah ke bawah tanah, atau ke luar lewat belakang bangunan, yang jelas tidak mungkin dibuang ke atas karena pasti sangat memberikan sinyal bahwa villa itu berisikan orang-orang.

Wanqing mulai memasak makanan seadanya, beras jadi nasi, daging di tumis, sayur pun ditumis. Wanqing menyajikan makanannya di atas meja makan tepat saat Ibu Yunting datang. "Kau bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan?"

Wanqing mengangguk, "Iya dan juga tidak, Aku tidak tidur, Aku masak karena merasa bahan masakan di sini akan sangat sayang kelak ketika kita di evakuasi, jadi kucoba masak banyak, sekalian untuk menambahkan stamina dan darah bagi ketiga pria itu." Ujarnya seraya mulai menuangkan satu mangkuk besar nasi, tumisan daging dan sayur untuk Ajudan Han.

Ia berjalan menuju ranjang Ajudan Han yang jelas-jelas sudah kosong, pria itu baru saja keluar dari kamar mandi ketika melihat makanan yang disajikan Wanqing di samping kasurnya.

"Terima kasih." Ujarnya pada Wanqing tepat saat wanita itu sedang menyajikan makanan untuk Ajudan Xien.

"Sama-sama." Jawabnya lembut, ia langsung mencoba membangunkan Ajudan Xien yang tidur telungkup seperti suaminya karena luka di belakang.

"Bisa makan sendiri?" Tanyanya ketika Ajudan Xien bangun.

Pria itu mengangguk lemah, bibirnya sangat pucat. "Makanlah yang banyak, banyak sekali daging dan sayur di sini, nanti kalau kurang bilang ya, Aku masih punya banyak."

Ajudan Han dan Xien mengangguk bersamaan, dengan itu, Wanqing berjalan kembali ke meja makan. Ibu Yunting tengah menyantap masakan Wanqing. "Masakanmu rasanya enak sekali, mirip masakan pelayan Jing yang telah lama melayani keluarga Su." Ujarnya sambil terus menyantap habis makanan Wanqing.

Wanqing tersenyum lirih sambil berjalan membawa mangkuk makanan untuk suaminya, "Andai Ibu tahu betapa setiap hari Aku makan, masak, dan bercanda bersama mereka di dapur."

Wanqing menyingkap tirai perlahan, ia duduk dan menuangkan air hangat perlahan. Wanqing mencoba membangunkan suaminya perlahan, tanpa menyentuh tubuhnya.

Pria itu langsung terbangun dengan mata melotot dan nafas tersengal. "Ada apa?" Wanqing bertanya sembari membantu suaminya bangkit dan duduk perlahan.

Pria itu menggeleng, "Mimpi buruk."

Wanqing mulai menyuapkan makanan yang ada di atas mangkuk untuk suaminya perlahan-lahan. Pria kekar itu, meskipun dipenuhi balutan perban, tetap bisa mengunyah dan tersenyum sumringah seolah tidak merasakan nyeri luar biasa di tubuhnya.

"Apakah masih sakit?" Wanqing bertanya sembari kembali membawa masuk mangkuk kedua, suaminya itu sangat senang makan masakan istrinya yang menurutnya sangat lezat, apalagi sampai disuapi penuh cinta.

Pria itu menggeleng sebentar lalu mengangguk, "Sedikit, tapi sepertinya masih bisa dipakai berjalan."

Wanqing mengangguk, "Jangan berjalan-jalan kemana-mana, nanti kalau memang ingin ke toilet bilang ya, biar Aku bantu."

Jingyuan mengangguk, "Darimana Kau belajar memasak seenak ini?"

Wanqing tersipu malu sambil terus menyuapi Jingyuan, berusaha tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.

Setelah selesai, Wanqing melihat ternyata Ibu Yunting juga membantu dua ajudan Jenderal untuk menambah porsi mereka, piring-piring mereka diambil lalu mulai dibersihkan olehnya, sementara Wanqing mulai melahap sisa makanan yang pas sekali hanya bersisa untuk satu porsi.

Selesai makan, Ibu Yunting juga telah selesai memberikan obat pada masing-masing pasien dan ikut duduk di atas meja makan bersama Wanqing.

"Sejak kapan Ibu belajar mengalengkan makanan?"

Ibu Yunting menatap jauh ke belakang. "Entahlah, sejak musim dingin pertama mungkin? Saat-saat dimana Ibu kesulitan untuk membeli makanan keluar, jadi Ibu belajar dari sana." Jawabnya santai sambil menuangkan seduhan teh racikan yang menurut sang Ibu bisa memperlancar peredaran darah dan membangun rasa relax.

Wanqing menyesap tehnya pelan-pelan. "Tim evakuasi yang ibu bilang, itu siapa? Lalu apakah benar musuh Jenderal lah yang sebenarnya menyanderaku?"

Ibu Yunting mengangguk. "Iya, kelihatannya memang seperti itu, tapi sebenarnya, kenyataannya jauh lebih rumit. Target mereka ya memang kalian berdua."

Wanqing mengangguk, "Orang-orang yang di hari pertama membawaku kemari, itu orang Ibu?"

Ibu Yunting mengangguk, "Sebelum mengasingkan diri ke sini, Ibu menandatangani kontrak dengan seorang pebisnis medis luar biasa terkenal di negeri ini, Ibu jadi terus melayani dia dengan mengasingkan diri dari satu wilayah ke wilayah lain, wilayah-wilayah yang memang tidak dijajah oleh tentara revolusi."

Wanqing menatapnya bingung, "Tapi kenapa wilayah-wilayah itu yang Ibu pilih?" Tanyanya bingung.

Ibu Wanqing menghela napas panjang, ia berjalan meraih satu kotak berdebu dari rak peralatan. Ia lalu membuka kotak itu dan menyerahkannya pada Wanqing.

Wanqing yang segera meraih isinya mendapati satu foto lagi. Namun kali ini, isi fotonya adalah seorang pria yang tak ia kenal dengan sang Ibu. Ibu tersenyum dan terlihat sangat muda sekali, tangannya memegang perutnya yang mulai menonjol, sementara pria disampingnya hanya menatap kamera dengan datar.

"Siapa ini Bu?" Tanya Wanqing bingung, "Apakah pria ini ayahku?"

Ibu Yunting mengangguk.

"Ibu dulu adalah dokter militer perempuan ternama pertama yang dikenal dan diakui oleh militer serta negara, jasa ibu terhadap ilmu kedokteran dan ilmu riset sangat berharga. Kala itu, Ibu tidak sadar bahwa telah bermain dengan api. Singkatnya, ibu dihamili oleh salah satu pejabat tertinggi di tentara revolusi. Pejabat yang juga menjabat sebagai orang penting di negara saat itu. Ibu sering diajak pergi berbelanja, main, dan bahkan pergi ke luar negeri. Ibu sadar dan tahu pria itu punya istri, anak, dan keluarga yang bergengsi, keluarga yang tak boleh Ibu singgung. Namun.. sayangnya, Ibu tetap bermain dengannya sampai hamil. Tidak ada yang tau kehamilan Ibu selain dia, dan keluarga Lu Tua. Lu Tua lah yang merupakan sahabat sejati Ibu. Kala itu, Ibu Jingyuan juga lah yang selalu menemani dan menjaga Ibu yang dikurung di dalam rumah tanpa diizinkan keluar oleh ayahmu. Ayah kandungmu takut bahwa identitas ibu dan dirimu akan terbongkar. Sampai suatu hari, Ibu sudah tidak tahan lagi, Ibu memohon pada Lu Tua untuk membantu Ibu. Dialah yang membantu Ibu kabur, membuat seolah dirimu meninggal dalam kandungan karena Ibu terjatuh, memalsukan banyak dokumen. Ibu akhirnya bisa terlepas dari jeratan pria itu dan membesarkanmu dengan tangan Ibu sendiri. Namun, saat usiamu satu tahun, pria itu entah dapat informasi dari mana, mulai mengintai Ibu dan dirimu lagi, ketakutan, Ibu berusaha menggoda Su Gongqi dan memintanya membantu Ibu seolah menjadi suami dan ayah darimu. Su Gongqi yang kala itu juga sedang ditekan dengan berbagai pejabat jahat terhadap bisnisnya, berpikir apa yang Ibu tawarkan menarik. Karena Ayahmu menjamin, semua yang berani mengganggu Ibu atau pun pasangan Ibu kelak akan hancur. Su Gongqi tergiur, dan ayahmu menepati janjinya. Semuanya berjalan lancar sampai akhirnya di usianya yang ke 6, dia entah dari mana berhasil mendapatkan hasil tes DNA mu, dan cocok dengannya. Di saat itulah, Ibu merasa hal terbaik yang Ibu lakukan adalah kabur, menghilang, agar fakta itu ia rasa aman, mati bersama Ibu. Namun, lagi dan lagi, pria itu berhasil menemukan Ibu."

*BERSAMBUNG*

1
Hinari
sok akrab benerr
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!