Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SPEECHLESS
Sementara itu di benua bagian Timur, di dalam Hutan Kabut, raungan binatang terdengar bersahutan, api berkobar dimana-mana.
Arvello membunuh dengan sangat brutal. Yang ada di kepalanya hanyalah: bunuh lebih banyak, bunuh secepat mungkin, lalu cepat pulang.
Dari pagi hingga menjelang sore, ia terus membunuh tanpa henti, hingga ruang penyimpanan hampir penuh barulah ia berhenti.
Selina sendiri yang masih berada di dalam ruang penyimpanannya, setelah berlatih di atas batu hitam yang ada di tengah-tengah akr kolam spiritual, ia merasa kekuatan dalam tubuhnya telah meningkat pesat.
Kini, tunas dalam dantian tubuhnya sudah berdiri kokoh dan kuat, membuat semua indera tubuhnya terasa lebih tajam dari sebelumnya.
"Kurasa, aku harus mencoba kekuatan ini disini agar tak menimbulkan kehebohan", guman Selina pelan.
Iapun segera berjalan cepat diatas air sambil mengayunkan kedua tangannya secara alami, seolah hal ini sudah biasa ia lakukan.
wushhh...wushhh...srakkk....
Dengan satu ayunan, satu batang pohon berhasil ia tebas dengan mudah, menggunakan elemen angin yang dimilikinya. Karena penasaran, Selina pun mencoba menggunakan kekuatan lainnya. Kali ini ia menggunakan elemen api dan membakar batang pohon yang telah tumbang tersebut dengan satu kali ayunan tangan.
"Wah, ini sungguh hebat!", ucapnya bersemangat.
Dengan penuh semangat, Selina pun mencoba kekuatan lain dalam tubuhnya, kali ini elemen air dan tanah. Semua Selina lakukan dengan cepat, seolah tubuhnya bisa merespon sendiri apa yang tengah dipikirkannya.
Bukan hanya memiliki empat elemen dalam tubuhnya, kekuatan penyembuh yang biasanya dimiliki oleh para betina di dunia beastman, ia juga memilikinya dan energi penyembuhannya ini sangat spesial. Jika biasanya kekuatan penyembuh mengeluarkan cahaya hijau yang menenangkan, energi penyembuhan milik Selina berwarna putih terang namun sangat kuat.
Beberapa luka gores yang sengaja ia dapatkan dalam mencoba kekuatannya tadi dengan mudah sembuh dan menutup kembali tanpa jejak, seolah luka tersebut tak pernah ada sebelumnya, membuat kedua mata Selina pun berbinar cerah.
"Nah, ini baru benar! sebagai pelintas waktu sepertiku, mendapatkan kekuatan hebat seperti ini sudah seharusnya", Selina berkata dengan nada penuh kepuasan, akhirnya apa yang selama ini hanya bisa ia baca dalam novel dan lihat didalam drama terjadi pada dirinya, dan hal itu sangat menakjubkan, membuat Selina merasa bahwa menaklukkan dunia tidaklah terlalu sulit asal ia mau berlatih keras dan mengasah kekuatannya.
Kini, rencana penyatuan semua suku di pegunungan Altic dibawah kekuasaan suku rubah, tampaknya tidak akan terlalu sulit.
Ketika Selina masih sibuk berada didalam rumah penyimpanan ajaibnya, Maria yang di beri amanah oleh Arvello untuk menjaga istrinya, melihat kondisi dalam gua milk Selina masih sunyi dan kain yang menutup kamar tidur perempuan itu belum terbuka, iapun tak berani menganggu.
Perempuan hamil, selain memiliki nafsu makan yang besar, jam tidur mereka juga bertambah. Apalagi Selina mengandung lima anak ular sekaligus, semakin banyak tidur merupakan hal yang wajar baginya.
Tak ingin menganggu istirahat Selina, Maria pun kembali kedalam gua batunya dan berencana akan kembali melihatnya lagi nanti ketika masakan yang dimasak oleh pasangannya sudah matang.
Selina yang merasa sudah terlalu lama berada dalam ruang penyimpanan ajaibnya pun memutuskan untuk keluar setelah ia mandi dan berganti pakaian.
Begitu keluar, Selina yang hendak membagikan buah strawberry yang baru saja ia panen dalam ruang penyimpanan ajaibnya terkejut melihat sosok pria yang tak asing berdiri didepan pintu gua batunya dengan perasaan rumit.
“Bukankah pria itu adalah putra mahkota dari klan elang emas, ada apa ia datang ke rumahku?”, batin Selina penasaran.
Merasa ada seseorang yang tengah menatapnya, Simurgh Khan berbalik dan kedua netranya langsung bertatapan dengan kedua bola mata Selina yang jernih, membuat semua kata yang hendak ia ucapkan tersangkut di tenggorokan.
Melihat tamunya sedikit ragu, Selina sebagai tuan rumah yang baik pun memecah keheningan yang kikuk itu.
“Maaf, anda siapa dan ada keperluan apa datang ke rumah saya?”, tanya Selina sopan.
Meski Selina tahu siapa tamunya itu, tapi karena keduanya tak pernah berkenalan secara langsung dan hanya ia yang pernah melihatnya sepintas didalam suku sehingga iapun tak berani sok kenal yang mungkin membuat tamunya itu merasa tak nyaman.
Mendengar suara merdu Selina, Simurgh Khan mulai tersadar dari lamunannya dan kembali menormalkan ekspresinya seperti semula.
“Perkenalkan nama saya Simurgh Khan. Saya Putra Mahkota dari Klan Elang Emas”, Simurgh Khan pun mulai memperkenalkan dirinya.
Melihat Selina menunggu ucapan selanjutnya, Simurgh Khan pun langsung berkata ke inti masalah kenapa ia datang kemari saat ini.
"Selina, apakah kamu menyukaiku?", Simurgh Khan bertanya dengan malu sekaligus penasaran akan jawaban betina cantik didepannya itu.
Selina langsung terperanjat. "Ini maksudnya apa?", batinnya bingung.
Masih dengan wajah terkejut dan bingung, Selina pun mengajukan pertanyaan "Aku tidak mengerti. Apa maksudmu?"
Melihat Selina tampak bingung, Simurgh Khan pun berusaha untuk menjelaskan. "Tadi pagi, ketika berkunjung kesini aku bertemu suamimu. Arvello menanyakan apakah aku bersedia menjadi suami keduamu. Selama perjalan pulang ke rumah, aku terus memikirkannya dan pada akhirnya akupun setuju untuk menjadi suami keduamu".
"Apa?!", Selina tercengang.
Meski keduanya telah membahas masalah ini semalam dan Selina mengiyakan, bukan berarti Arvello bisa langsung mengirim seorang suami langsung kerumahnya tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dirinya. Hal ini tentu membuatnya merasa tidak nyaman
Reaksi Selina membuat Simurgh Khan merasa sedih. “Apa maksudnya reaksi seperti itu? Apa ia tidak menyukaiku?”.
Setelah menenangkan pikirannya, Selina yang melihat Simurgh Khan sedang menatapnya dengan wajah sendu, merasa semakin tak nyaman.
"Kau... kenapa wajahmu begitu?", Selina berkata dengan tenang padahal hatinya tegah kacau balau saat ini.
Ia merasa ada sesuatu yang sangat tidak beres. Benar-benar tidak beres. Namun bagian mana yang sebenarnya salah, ia sendiri tak tahu.
Selina benar-benar hampir gila dengan kondisi ini!
Simurgh Khan menatap Selina dengan penuh keluhan dan berkata "Selina, apakah kamu tidak menyukaiku? Jika tidak menyukaiku, mengapa kamu meminta Arvello menanyakan apakah aku bersedia menjadi suami keduamu? Sekarang aku sudah setuju, mengapa sikapmu seperti ini?"
Selina : ?
Ia benar-benar dibuat gila dengan keadaan ini!
Jangan asal bicara! Kapan ia pernah melakukan itu?!
Selina hanya bisa berteriak dalam hati menghadapi situasi rumit seperti ini tanpa bisa langsung menyuarakannya didepan Simurgh Khan.
Setelah mengambil nafas dalam beberapa kali, Selina yang sudah merasa sedikit tenang, menatap kearah Simurgh Khan.
"Simurgh Khan, sebelum aku menjawab pertanyaanmu, ada hal yang lebih ingin aku ketahui terlebih dahulu. Mengapa kamu menyetujui permintaan Arvello padahal kita belum pernah bertemu dan tidak saling kenal?", tanyanya penuh selidik.
Tidak perlu membicarakan hal lain dulu, yang paling membuat Selina penasaran adalah kenapa Simurgh Khan yang tampan dan hebat bersedia menjadi suami keduanya padahal dengan wajah tampan, kekuatan hebat dan kedudukannya, ia bisa saja mendapatkan perempuan yang lebih baik darinya dan bisa menjadi suami pertama, bukan menjadi yang kedua seperti posisinya saat ini.
Selina memahami bahwa tujuan Arvello mendatangi Simurgh Khan untuk membahas hal ini adalah demi dirinya. Hanya saja, Arvello sama sekali tidak berdiskusi dengannya sebelumnya, sehingga kini ia berada dalam situasi yang serba canggung.
"Aku pun tak tahu, aku hanya mengikuti kata hatiku. Saat Arvello mengutarakan hal ini kepadaku, aku mendapati bahwa diriku tidak merasa menolak. Aku juga menyadari bahwa akhir- akhir ini aku selalu, entah bagaimana, selalu teringat akan dirimu, meski aku hanya melihatmu sekilas tempo hari ketika tengah berkunjung ke suku rubah. Setelah memikirkannya disepanjang perjalanan pulang tadi, akupun memutuskan setuju menjadi suami keduamu dan kedua orang tua ku pun sudah merestui keputusan ku ini", jawab Simurgh Khan jujur.
Jawab jujur dan polos yang Simurgh Khan berikan membuat Selina speechless, tak tahu harus berbuat apa lagi.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya