NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Roni

Hari sudah melewati tengah hari.

Darwin menutup pagar puskesmas setelah menyimpan kembali sapu dan ember. Matahari menyengat jalan kampung yang mulai lengang.

Di ujung gang menuju rumah kontrakan, ia melihat Kinan berjalan dari arah sekolah sambil membawa tas kain di bahu.

"Kebetulan pulangnya bareng," kata Kinan saat langkah mereka sejajar di mulut gang.

Darwin mengangguk kecil. "Iya."

Mereka melanjutkan perjalanan tanpa terburu-buru. Matahari siang masih menyisakan hawa panas yang memantul dari dinding-dinding rumah. Di beberapa teras, ibu-ibu sedang membersihkan sayuran. Seorang anak berlari membawa ban bekas, lalu menghilang di tikungan.

Darwin menepuk kaos yang dikenakannya. Debu tipis masih menempel di bagian depan. Kaos itu salah satu dari beberapa potong pakaian bekas yang dibelinya dari penjual loak kemarin. Warnanya memang sudah sedikit pudar, tetapi kainnya masih tebal dan jauh lebih nyaman dipakai bekerja.

"Kamu kelihatan capek," ujar Kinan sambil melirik sekilas.

"Seharian bersih-bersih gudang."

"Gudang di puskesmas?"

"Iya."

Jawaban itu berhenti di sana. Mereka kembali melangkah beberapa saat. Hanya suara sandal yang bergesekan dengan jalan semen.

Darwin menarik napas pendek. "Aku nemu sesuatu yang aneh."

Kinan menoleh. "Apa?"

"Beberapa hari ini banyak warga yang datang berobat. Katanya obat habis, jadi mereka disuruh beli di apotek."

Kinan tetap menunggu.

"Tadi waktu aku bersih-bersih gudang belakang, ada rak besi yang digeser. Di belakangnya ternyata ada pintu kayu. Pas kubuka, isinya ruang penyimpanan lain."

"Isinya?"

"Kardus-kardus obat. Masih utuh. Banyak yang bahkan belum dibuka."

Langkah Kinan melambat. "Kalau stoknya masih ada..." gumamnya, "...kenapa warga malah disuruh beli di apotek?"

Darwin menggeleng pelan. "Itu yang dari tadi membuatku kepikiran."

Mereka kembali melangkah beberapa saat.

"Lalu di sekolah bagaimana?" tanya Darwin.

Kinan mengembuskan napas pelan. "Sasa datang lagi dalam keadaan ketakutan."

Darwin menoleh.

"Katanya ayahnya muncul lagi."

"Ada apa dengan ayahnya ?"

" Roni nama ayahnya, dia meminta ibunya Sasa untuk tanda tangan."

Darwin mengangguk pelan.

Gang semakin sepi. Rumah kontrakan mereka sudah tampak beberapa meter di depan. Masing-masing membawa pulang cerita yang belum menemukan jawabannya.

Di tempat lain.

Roni berdiri di hadapan Tuan Sanjaya. Ruangan itu sunyi. Asbak kaca di atas meja sudah penuh puntung rokok.

"Aku sudah terlalu lama menunggu," suara Tuan Sanjaya datar. "Tanah itu belum juga jadi milikku."

"Linda masih keras kepala. Beri saya sedikit waktu lagi."

"Waktu?" Tuan Sanjaya menyandarkan tubuhnya. "Kau sudah meminta waktu berkali-kali."

Roni menelan ludah.

"Saya pasti bisa membujuknya."

"Tidak." Tatapan Tuan Sanjaya tetap dingin. "Kalau minggu ini gagal, aku beli tanah lain. Orang lain masih banyak."

Kalimat itu membuat dada Roni sesak. Kesepakatan itu satu-satunya harapan untuk melunasi utang-utangnya. "Saya akan selesaikan."

"Pastikan."

Roni mengangguk, lalu keluar tanpa berkata lagi.

Malam turun.

Lampu teras rumah Linda masih menyala.

Roni berdiri di balik pagar. Dari jendela ia melihat Linda sedang membereskan meja makan, sementara Sasa bermain sendirian di ruang depan.

Tatapannya berhenti pada anak itu. Rahangnya mengeras.

"Aku tidak punya pilihan..." Ia mendorong pagar perlahan.

Malam itu, Roni datang bukan lagi untuk membujuk. a sudah memutuskan memakai cara yang selama ini berusaha ia hindari.

Malam semakin larut.

Rumah kecil itu kembali sunyi. Setelah kejadian siang tadi, Linda memastikan seluruh pintu dan jendela sudah terkunci. Ia ingin percaya Roni tidak akan datang lagi.

"Sasa, Ibu cuci piring dulu, ya."

"Iya, Bu."

Sasa duduk di ruang tamu. Buku-buku sekolah yang tadi dipakai belajar ia susun kembali ke dalam tas.

Linda masuk ke dapur. Suara air keran mengalir memenuhi ruangan.

Di saat yang sama, pintu belakang terbuka perlahan. Roni masuk tanpa suara.

Rumah itu pernah menjadi tempat tinggalnya. Ia tahu pintu mana yang jarang diperiksa dan kunci cadangan masih tersimpan di mana.

Sasa mengangkat kepala. Wajahnya berubah kaget. "Ayah..."

Roni segera menempelkan telunjuk di depan bibir. "Ssst..."

Belum sempat Sasa berdiri, Roni sudah menarik tubuh anak itu ke pelukannya.

"Bu...!"

Suara itu membuat Linda menoleh. Piring yang dipegangnya terlepas dan pecah di lantai.

"Sasa!"

Linda berlari menuju ruang tamu. Langkahnya terhenti ketika melihat Roni berdiri di ambang pintu belakang sambil memegang erat lengan Sasa.

"Lepaskan anakku!"

Roni menatap Linda tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Kalau kau ingin anakmu selamat, jangan berani melapor ke polisi."

Linda menggeleng cepat.

"Maa Roni, jangan libatkan Sasa. Dia tidak tahu apa-apa."

"Aku tidak peduli."

Roni menarik Sasa semakin dekat. "Besok pagi aku datang lagi. Surat persetujuan penjualan tanah itu harus sudah kau tanda tangani."

"Jangan lakukan ini..."

"Kalau besok kau masih keras kepala..."

Tatapan Roni berubah dingin. "...kau tidak akan bertemu Sasa lagi."

"Mas Roni!"

Pria itu menyeret Sasa keluar.

"Ayah! Aku takut!"

Linda mengejar sampai halaman.

"Sasa tidak tahu apa-apa! Lepaskan dia!"

Roni tidak menoleh.

"Aku akan tanda tangan!" teriak Linda sambil menangis. "Aku akan tanda tangan! Tolong jangan sakiti anakku!"

Malam tetap sunyi.

Hanya tangis Linda yang memecah gelap, sementara bayangan Roni dan Sasa perlahan menghilang di ujung gang.

Linda tidak memejamkan mata semalaman.

Setiap suara kendaraan yang melintas membuatnya berlari ke jendela. Setiap kali itu pula harapannya pupus.

Kursi kecil tempat Sasa biasa belajar masih berada di sudut ruang tamu. Tas sekolah anak itu tergantung rapi di dinding.

Rumah terasa jauh lebih sepi.

Menjelang subuh, Linda hanya terduduk di lantai sambil memeluk lutut. Matanya bengkak. Suaranya habis karena terlalu lama menangis.

Ia tahu satu hal. Ia tidak bisa menghadapi Roni sendirian.

Pagi baru saja menyingsing.

Kinan mengunci pintu kontrakan. Tas kerjanya sudah tersampir di bahu.

Baru beberapa langkah keluar pagar, ia melihat seseorang berdiri di depan rumah.

"Bu Linda?"

Wajah Linda pucat. Rambutnya berantakan. Matanya sembab.

Begitu melihat Kinan, ia langsung menghampiri.

"Bu Kinan..." Suaranya bergetar. "Tolong saya."

Kinan langsung menangkap kedua bahunya. "Ada apa?"

Air mata Linda kembali jatuh. "Mas Roni... semalam membawa Sasa."

Kinan terdiam. Linda menggenggam tangan Kinan erat-erat. "Dia mengancam jangan lapor polisi jika tidak ingin melihat Sasa selamat. Dia menyuruh saya datang pagi ini... sendirian."

Linda menunduk. "Saya takut, Bu. Tapi saya lebih takut terjadi sesuatu pada Sasa."

Napas Kinan tertahan. Kinan menatap wajah Linda beberapa detik tanpa berkedip. Jemari wanita itu gemetar hebat. Matanya sembap karena menangis semalaman.

Di balik wajah tenangnya, pikiran Kinan berputar cepat.

Roni... Laki-laki itu tidak sekadar nekat. Ia sudah merencanakan semuanya. Mengancam Linda agar datang sendirian berarti ia curiga akan ada yang mengejarnya.

Rasa bersalah menyelinap di dada Kinan.

Seandainya ia masih memiliki ponsel khusus organisasi... seandainya ia masih bisa menghubungi anak buah Black, persoalan ini tak akan serumit ini.

Satu perintah darinya saja sudah cukup.

Orang-orang terbaiknya akan menutup seluruh jalan keluar desa, memeriksa setiap rumah kosong, gudang, hingga gubuk di tengah sawah. Dalam hitungan jam, Sasa pasti ditemukan.

Namun itu dulu. Sekarang ia bukan lagi bos mafia yang ditakuti banyak orang. Ia hanyalah seorang guru TK yang bahkan tidak membawa apa pun saat melarikan diri dari kehidupan lamanya.

Ia menarik napas panjang, memaksa pikirannya tetap jernih. "Kalau aku bertindak gegabah, Roni bisa panik. Orang seperti dia bisa melakukan apa saja saat terpojok."

Tatapan Kinan berubah tajam. "Tidak..." gumamnya pelan. "Aku masih punya cara."

Linda mengangkat kepala. "Maksud Ibu?"

Kinan menatapnya penuh keyakinan. "Kita ikuti kemauan Roni."

Tanpa anak buah. Tanpa senjata. Tanpa identitas lamanya. Kali ini, ia harus mengandalkan satu-satunya hal yang belum pernah hilang darinya. Yakni otaknya.

1
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
Kayla Rane
haha lucuu/Joyful/ darwin
Kayla Rane
keren lanjutkan k😇
Kam1la: siap..
total 1 replies
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Kayla Rane
lanjutkan k😍
Kayla Rane
😍🤭 Darwin kapan jatuh cinta sama Kinan nya?
Kayla Rane
yeey udah nikah juga 😍
SANG
Keren 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!