Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Nadila terbangun dari tidurnya dengan mata yang sembab setelah ia menangis semalam.
Fabian tidak pergi kemana-mana, ia menemani Nadila malam tadi.
Nadila pergi ke balkon kamarnya, menghirup dalam-dalam udara pagi ini.
Dari belakang Fabian tiba-tiba memeluk Nadila.
Nadila merasa lebih baik pagi ini, semuanya terasa tenang.
" Aku mau ketemu Mamah hari ini, Bian "
Fabian salah..
Ketenangan itu justru membuat Fabian khawatir.
" Sayang.. "
" Aku cuma mau denger semuanya secara langsung, Bian "
Fabian ingin melarang kekasihnya itu, ia hanya takut Nadila kembali terluka karena ucapan sang Mamah.
" Kamu yakin Dil ? "
" Yakin Bian "
" Yaudah, aku antar ya ? "
" Engga usah, Bian. Aku ga mau kalau nanti ada luka baru yang kamu terima "
" Kamu cukup tunggu aku pulang, Bian "
Fabian tak bisa memaksa, ia pun akhirnya mengiyakan ucapan Nadila.
....
Nadila mendatangi rumah orangtuanya, kehadirannya disambut oleh Papah tirinya.
" Masuk Nadila "
" Mamah ada ? "
" Ada, sebentar ya "
Nadila pun duduk, ia menunggu sang Mamah keluar dari dalam.
" Nadila, ada apa kamu kesini ? "
" Mamah ini maunya apa sih ? "
" Belum cukup Mamah hancurin hidup Nadila Mah ? "
" Belum puas Mamah liat Nadila hancur seperti ini ? "
Sang Mamah hanya diam, bahkan enggan menatap Nadila
" Nadila salah apa sih ? Nadila punya dosa apa sampai Mamah terus hancurin hidup Nadila ? "
" Sekali aja Mah, apa Mamah ga pernah bangga sama Nadila ? "
" Nadila ini anak mamah kan ? "
Sang Mamah pun langsung menoleh kearah Nadila.
" Maksud kamu apa nanya seperti itu hah ? '
Nadila tersenyum pahit
" Jawab aja Mah, Nadila ini anak Mamah atau bukan ? "
Nada bicara Nadila mulai meninggi, bahkan sang Mamah pun tanpa sadar menampar wajah Nadila.
Nadila tidak marah, justru ia tersenyum
Nadila memegangi pipinya yang terasa panas
" Jaga ucapan kamu ya Nadila, saya ini yang melahirkan kamu, yang merawat kamu tau ga " ucap sang Mamah dengan emosi
" Terus ? Kalau memang saya ini anak kamu, kenapa kamu tega menghancurkan hidup saya ? "
" Alasan apa sehingga saya di perlakukan seperti ini ? "
" kenapa anda tidak membunuh saya saja daripada menyiksa saya seperti ini "
Ucapan Nadila terus meninggi
Dan lagi satu tamparan sang Mamah berikan di pipi Nadila.
" Bunuh Nadila Mah, kalau memang itu bikin Mamah puas "
" Satu hal yang Mamah harus tau "
" Fabian itu bukan orang rendah yang mamah pikirkan selama ini "
" Bukan orang yang ga punya masa depan seperti apa yang Mamah katakan "
" Fabian ga bisa dibandingkan dengan Ernest , jauh sangat jauh. "
Nadila melangkahkan kakinya lebih dekat dengan sang Mamah.
" Ernest itu lebih pantas disebut iblis dibandingkan manusia "
" Sama seperti Mamah, hari Mamah sekarang seperti iblis "
Setelah puas meluapkan isi hatinya, Nadila pun pergi begitu saja meninggalkan rumah sang Mamah.
Nadila tidak menangis
Ia merasa air matanya tidak lagi pantas keluar untuk seorang yang ia panggil Mamah.
....
Saat ini Ernest sedang merasa panik
Rencananya gagal
Nia mulai menjauh
Fabian dan Teguh mengetahui banyak hal
Ernest mulai berpikir nekat
Ernest kembali memerintahkan seseorang mencari data tentang, Fabian.
" Kalau gue ga bisa nyerang Nadila.. "
" Gue bakal hancurin Fabian "
....
Saat malam hari Fabian pulang ke apartemen miliknya, ia kembali menerima sebuah amplop.
Penasaran Fabian pun langsung membuka isi amplop tersebut.
Wajahnya berubah saat melihat apa isi dari amplop tersebut.
Didalamnya berisikan foto kedua orangtuanya,
Dan secantik kertas bertuliskan :
" Sekarang giliran keluarga lo, Fabian "
lanjut ya thor👍😄