NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:119.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Dulu ia bersembunyi di balik masker karena dihina, kini ia berdiri di puncak dunia karena luka."

​Karline Dharmawijaya memulai segalanya sebagai gadis SMA yang pemalu dan selalu menyembunyikan wajah di balik masker. Ia menjadi sasaran empuk keangkuhan Dean, cowok populer yang menghinanya sebagai "kasta terendah" sebelum akhirnya terobsesi saat melihat kecantikan asli Karline.
​Namun, cinta masa SMA itu hanyalah racun yang berujung pengkhianatan pahit.
​Kini, Karline bukan lagi gadis lemah itu. Ia melarikan diri ke Paris, bertransformasi menjadi calon chef profesional yang dingin dan tak tersentuh. Di Le Cordon Bleu, ia harus bertarung melawan sabotase rekan kampus dan ujian mematikan dari koki legendaris untuk membersihkan nama besar ayahnya. Di saat ia hampir mencapai mimpinya, Dean kembali muncul dengan sejuta penyesalan di tengah hidupnya yang mulai hancur.

​Akankah Karline kembali pada luka lamanya, atau terus melangkah menuju masa depan yang jauh lebih bersinar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Dapur Panas dan Ujian Karakter

​Suasana di dapur utama Dharmawijaya Signature terasa sepuluh kali lebih panas dari biasanya. Dan itu bukan hanya karena deru kompor gas yang menyala serentak, melainkan karena hawa dingin yang dipancarkan oleh Andhika. Sejak pukul enam pagi, Dean sudah berdiri di sana, mengenakan seragam asisten dapur yang pas-pasan, bersiap menghadapi hari ketiganya bekerja di bawah pengawasan kakak Karline.

​Dean tahu Andhika itu tegas, tapi hari ini Andhika benar-benar terlihat ingin "menghancurkan" mentalnya.

​"Dean! Kamu ini memotong wortel atau menebang pohon? Semuanya harus julienne, ukurannya harus presisi! Buang semua ini, mulai dari awal!" bentak Andhika sambil membanting tumpukan wortel yang baru saja selesai dipotong Dean ke tempat sampah.

​Beberapa staf dapur yang lain hanya bisa menunduk, tidak berani bersuara. Mereka tahu Andhika sedang dalam mode "monster".

​"Maaf, Chef. Saya ulangi," jawab Dean pendek. Ia menarik napas panjang, mencoba meredam emosinya yang mulai mendidih. Sebagai kapten voli, Dean terbiasa memerintah, bukan diperintah dengan cara sekasar ini. Tapi di sini, dia bukan siapa-siapa.

​Sepanjang siang, Andhika sengaja memberikan tugas-tugas yang tidak masuk akal. Dean disuruh membersihkan gudang pendingin yang suhunya di bawah nol derajat, lalu lima menit kemudian dipanggil untuk mengurus penggorengan yang panas. Saat jam makan siang yang sibuk, Andhika bahkan dengan sengaja menjatuhkan nampan saus di dekat kaki Dean di depan staf senior lainnya.

​"Lihat ini? Kalau kamu tidak bisa menjaga kebersihan area kerjamu, lebih baik kamu pulang dan main voli saja. Di sini bukan tempat untuk anak manja yang hanya bisa tebar pesona di depan adikku," ucap Andhika dengan nada meremehkan yang sangat tajam.

​Dean terdiam. Wajahnya memerah bukan karena hawa dapur, tapi karena harga dirinya diinjak-injak. Ia bisa melihat beberapa pelayan berbisik-bisik di belakangnya. Rasanya ingin sekali Dean melepaskan celemeknya dan pergi dari sana. Namun, saat ia hendak membuka mulut untuk membalas, ia teringat wajah Karline yang tersenyum saat tahu Dean mau mencoba bekerja dengan kakaknya.

​“Kalau kamu menyerah sekarang, Rio dan Clarissa benar. Kamu cuma pecundang yang nggak pantas buat Karline,” batin Dean menyemangati dirinya sendiri.

​Sore harinya, saat restoran sedang dalam masa jeda sebelum jam makan malam, Andhika memanggil Dean ke ruangan pribadinya. Dean masuk dengan peluh yang bercucuran dan tangan yang lecet-lecet karena seharian memegang pisau dan alat pembersih.

​Andhika duduk di kursi kerjanya, menatap Dean dengan tatapan datar. "Masih mau lanjut besok? Atau mau menyerah saja? Aku bisa bilang ke Karline kalau kamu tidak kuat kerja di dapur."

​Dean berdiri tegak di depan meja Andhika. Ia menatap balik pria di depannya tanpa rasa takut. "Aku tahu apa yang Kakak lakukan hari ini. Kakak sengaja memperberat tugas aku, menjatuhkan aku di depan staf, bahkan membuat aku terlihat bodoh. Kakak sedang mengetes aku, kan?"

​Andhika menaikkan sebelah alisnya. "Oh, jadi kamu sudah sadar?"

​"Iya," jawab Dean tegas. "Ini bukan cuma soal kerja di restoran. Kakak mau lihat seberapa besar kesabaran aku, seberapa kuat mental aku kalau ditekan, dan apakah aku bakal tetap tinggal saat keadaan jadi buruk. Kakak mau tahu apa aku pantas menjaga Karline atau aku cuma cowok yang bakal lari saat ada masalah."

​Ruangan itu hening sejenak. Andhika kemudian berdiri, berjalan mendekati Dean hingga jarak mereka hanya sejengkal. Ia adalah pria yang sangat protektif, dan cara ia menguji orang-orang yang mendekati adiknya memang sangat ekstrem.

​"Bagus kalau kamu paham," ucap Andhika, suaranya kini lebih rendah, tidak lagi membentak. "Dunia luar itu jauh lebih kejam daripada dapur ini, Dean. Kejadian di gudang tempo hari itu baru permulaan dari kerasnya hidup. Kalau kamu cuma ditegur di depan staf saja sudah mau menyerah atau marah-marah, bagaimana mungkin aku bisa percaya kamu bisa melindungi Karline saat aku tidak ada?"

​Andhika menepuk bahu Dean dengan cukup keras bukan tepukan ramah, tapi lebih seperti pengakuan. "Aku tidak butuh orang yang pintar bicara soal janji. Aku butuh orang yang punya karakter kuat. Hari ini kamu lulus, tapi besok ujiannya akan lebih berat lagi. Bersiaplah."

​Dean hanya mengangguk pelan. Ia merasa sedikit lega. Meskipun Andhika terlihat dingin dan menyebalkan, Dean sadar bahwa itu adalah bentuk kasih sayang seorang kakak yang luar biasa. Andhika tidak ingin Karline jatuh ke tangan orang yang salah lagi.

​Malamnya, saat Dean pulang dengan badan pegal-pegal, ia mendapati pesan singkat dari Karline di ponselnya.

​“Semangat ya kerjanya! Kak Andhika bilang kamu lumayan bisa diandalkan hari ini, meskipun banyak salahnya hehe. Sampai ketemu besok!”

​Dean tersenyum lebar sambil merebahkan badannya di kasur. Ternyata, di balik sikap beringasnya di dapur, Andhika tetap memberikan laporan "kecil" yang manis pada adiknya. Ujian karakter ini memang berat, tapi Dean tahu, setiap tetes keringatnya sebanding dengan kepercayaan yang mulai tumbuh dari seorang Andhika Dharmawijaya.

1
Ariany Sudjana
asli part ini 🤣🤣😂😂
brawijaya Viloid
ceritanya bagus dan menarik author kesayangan
brawijaya Viloid
mantap thorr😎
brawijaya Viloid
aku udh ktinggln bnyk cerita
Lucyana H
setuju kak Andhika .hukum aja mereka,biar kapok....jd ikut kesel
Lucyana H
Rio..Arlan sm Clarissa harus di hukum thor,keluarin dari sekolah,kasian karline,
Ariany Sudjana
semoga hubungan Raka dan Teresa semakin membaik
Ariany Sudjana
kamu bodoh Raka, kamu dulu ga tegas, percaya penuh dengan omongan si pelacur murahan itu, sampai kamu kehilangan Teresa
Sunny Kwok
Ceritanya bagus
Ra H Fadillah: Terima kasih sudah memberi ⭐⭐⭐⭐⭐! Dukungan kalian membuat saya semakin semangat untuk terus menulis. Semoga cerita ini bisa menghibur dan berkesan untuk kalian. 💕
total 1 replies
Ariany Sudjana
ah ga seru jadinya, Teresa dan Raka jadinya bersaing karena bergabung dalam firma hukum yang saling bersaing
Ariany Sudjana
bodoh kamu Raka, kamu pengacara hebat, tapi dengan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu, dan mengakibatkan Teresa sakit hati
Ariany Sudjana
Amara Amara kamu ini istrinya konglomerat, tapi bodohnya kebangetan, dan kamu percaya begitu saja dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu ? bodoh kamu, kamu kan punya anak buah, kenapa kamu bukannya cari kebenarannya dulu, sebelum menelan mentah-mentah omongan si pelacur murahan itu?
Ra H Fadillah: sabar y kak 😉
total 1 replies
Ariany Sudjana
setidaknya Raka sudah meminta maaf, dan masih harus berjuang untuk memulihkan hubungan dengan Teresa 😄💪
Ariany Sudjana
Raka Raka kamu sudah kelewatan, kemarin ketemu sella, kamu diam dan tidak membela Teresa sama sekali, dan sekarang kamu salah langkah untuk memperbaiki kesalahpahaman kemarin
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Bagus lh, biar Raka tau rasax 'berjuang' biar gk nyesel sperti Dean dulu 👍👍👍
Ariany Sudjana
bodoh kamu Raka, katanya kamu pengacara handal, tapi kamu membiarkan pelacur murahan itu merendahkan Teresa. harusnya kamu tegas dong sama si pelacur murahan itu, Teresa itu perempuan baik-baik dan jauh lebih berkelas daripada pelacur murahan kesayangan kamu itu
Ra H Fadillah: sabar ya mbak 😉
total 1 replies
Ariany Sudjana
Teresa jadi jodohnya Raka 😄😂
Ariany Sudjana
pasti jadi jodohnya Raka
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Akhirx, Raka ada 'Lawan' 🤭🤭🤭
Lucyana H
suka sm karakter ceweknya yg ga gampang di tindas💪👍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!