NovelToon NovelToon
Holong Di Balik Adat

Holong Di Balik Adat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:187
Nilai: 5
Nama Author: Pasaribu

Perjuangan cinta yang juga harus membutuhkan restu.
"kamu itu terlahir dalam adat apa? sadar gak sih kamu????"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Lega

"Sejak hari itu, aku bisa mengenalmu jauh berbeda dari hari pertama itu." ucap Asido.

Asido belum tau apa alasan Nowela waktu itu. Sampai sekarang juga, Asido tak pernah bertanya soal itu lebih dalam.

Asido memang jadi lebih dekat pada Nowela. Bahkan, Asido selalu perhatian padanya. Tiap hari dia akan mengusahakan untuk tau pasti keadaan Nowela.

"Dan tadi apa yang terjadi??" tanya Asido mengingat kembali wajah Nowela tadi.

Asido benar-benar terlihat khawatir akan keadaannya tadi. Sudah lama, Nowela tak pernah lagi menunjukkan hal seperti itu.

Asido mengangkat kedua tangannya ke atas kepala sambil berbaring. Matanya sudah mulai terasa berat, tetapi pikirannya masih enggan beristirahat.

Tiba-tiba terlintas lagi wajah-wajah teman temannya di kampung kemarin. Semua banyak berubah, bahkan sudah ada yang sampai punya anak.

"Kalau diingat- ingat apa memang cuma aku?" tanyanya sendiri.

Tiba-tiba sudut bibirnya terangkat saat mengingatnya.

"Sepertinya iya juga sih......" ucapnya.

Pandangannya menerawang sesaat. Tanpa diminta, bayangan seseorang muncul begitu saja di benaknya.

"Iya...... Iya.....semoga besok bertemu lagi." bisiknya sambil terkekeh pelan.

Di kontrakan lain, Elisya baru saja selesai mandi. Ia melangkah ke meja kecil riasnya untuk melakukan rutinitas malamnya sebelum tidur.

"Astaga!"

Elisya memegang dadanya kaget.

Di kamarnya, Elora sudah duduk santai di atas kursinya sambil memainkan ponselnya.

"Ya ampun...... Kaget aku Loh!!" protes Elisya.

Elora mengangkat kepala dan menahan tawa melihat ekspresi sahabatnya.

"Lebay....."

"Issss lebay gimana sih?? Serius.....benaran kaget tau!!" celetuk Elisya kesal. Lalu ia melemparkan handuknya pada Elora.

"Awww......"

Elora nyengir lalu menyimpan ponselnya.

"Sorry..... Sebenarnya aku ke sini mau tanya."

Elisya mengerutkan keningnya.

"Tanya apa?"

"Gimana tokonya tadi?" tanyanya serius.

"Oh....... Ke sana aja, biar tau." balas Elisya sedikit iseng.

"Ih kok gitu sih, Sya......" menye Elora sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

Elisya tersenyum melihat tingkahnya itu sambil mengambil botol skincare dari mejanya lalu mulai mengoleskannya ke wajah.

"Bagus...... Seperti yang kamu bilang juga, UNIK......"

"Kan..... Apa kubilang," ucap Elora cepat. "Terus apa lagi?" Lanjut tanya Elora penuh penasaran.

"Maksudmu apaan?" tanya Elisya bingung.

"Gak ada lagi gitu yang mau kau ceritakan. Soalnya kau agak beda......lebih fresh habis pulang dari sana."

Elisya hanya terdiam, sejenak mengingat hari yang ia lewati tadi. Sementara Elora hanya menyandarkan dagunya di telapak tangannya.

"Sekarang kau beda ya....." ucap Elora tiba-tiba. Dan kali ini ekspresinya serius.

Elisya yang mendengarnya langsung membelalak.

"Hah??" serunya heran tak mengerti.

"Kau udah gak mau cerita lagi. Aku engga tau apa aku ada salah......" ucapnya murung.

Sementara Elisya semakin bingung, kenapa pembicaraan mereka bisa berubah seserius itu tiba-tiba.

"Apa memang aku ada salah?" tanya Elora menatap Elisya.

Elisya menggeleng bingung, apa maksud temannya itu.

"Ya udah......" ucap Elora berdiri dan melangkah ingin pergi keluar.

"Ehhh......." Elisya menahan tangan Elora. "Kamu kenapa sih?"

Elora menunduk sambil menggeleng membuat Elisya makin tak paham.

"Ihhhhhh..... Kamu kok gitu sih...... Aku bercanda kok." jelas Elisya.

"Memang gak ada sesuatu yang terjadi kok tadi. Cuman pergi ke toko buku yang kau bilang itu. Aku senang lihat tempat itu, karna memang unik bangat. Sesuai yang aku mau, sesuai yang aku butuh." jelas Elisya dengan cepat.

Elora menatap Elisya, lalu tiba-tiba ia tertawa.

"Serius amat sih, Sya....."

"Isss..... Apaan sih. Udah ah..... Tidur aja sana." Elisya mendorongnya pelan sampai ke pintunya.

"Marah benaran?" tanya Elora.

"Engga..... Engga kok. Istirahat aja ya.....keknya kau butuh istirahat deh....."

"Ta.... Tapi......"

Elisya lebih dulu menutup percakapan mereka.

"Byee....." pintu kamarnya langsung ditutupnya.

Di luar, Elora tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu. Dia sudah tau persis bagaimana sifat sahabatnya itu. Sifat tak enakan sudah menjadi ciri khasnya.

Sementara di dalam kamar, Elisya menatap dirinya di depan cermin.

"Tempat yang kumau? Sesuai yang aku butuh?" tanyanya sendiri mengingat kembali ucapannya tadi.

Dia tersenyum, "Aku harus bertemu sama yang punya toko itu. Aku penasaran...... dan semoga aku bisa ngobrol sama dia, Siapapun dia."

Hp Elisya berbunyi di atas kasurnya.

"Omak?" mata Elisya langsung berbinar melihatnya. Dengan cepat ia mengangkatnya.

"Halo, Mak....."

"Halo, Boru." jawab ibunya.

Elisya terdiam, tiba-tiba ia tidak tau harus bicara apa. Ingin bertanya soal acara kakanya itu, tapi juga ia ingin meminta maaf atas rasa bersalah di hatinya.

"Boru??" panggil ibunya.

Elisya masih terdiam bingung.

"Boru....... acara kakak mu kemarin berjalan baik ya, Boru....."

Ibunya langsung menjawab apa yang ingin Elisya tanyakan. Ibu Elisya pasti tau apa yang sedang terjadi pada putrinya. Ia sudah mengenal sifat anak-anaknya satu per satu dengan dalam.

"A-a.... aku minta maaf ya, Mak....." ucap Elisya akhirnya dengan suara bergetar.

Ibunya merasa tak tega mendengar kalimat itu. Ternyata benar, perkataannya kemarin terlalu dibawa hati oleh putrinya.

"Boru, Omak yang minta maaf ya....."

"Maksudnya, Mak?"

"Kemarin itu, Omak bukannya ada niat terlalu memaksamu untuk bisa pulang kok. Cuman berharap kamu datang di sana. Karna acara itu kan acara pertama ada di keluarga kita. Jadi Omak berharap kau juga hadir di momen bahagia itu."

Ibu Elisya berusaha menjelaskan, karna ibunya bisa tau bagaimana keadaan hati putrinya dari kemarin sampai sekarang.

"Maaf ya, Boru. Omak kurang memahami kesibukan mu....." ucap ibunya lagi saat Elisya tak ada menjawab.

"Kok jadi Omak yang minta maaf..... Bukan salah Omak kok...." Ucap Elisya tapi suaranya semakin terdengar bergetar.

"Intinya jangan ada di pikiranmu yang aneh-aneh ya, Boru. Acaranya lancar semuanya. Kakak mu juga paham kenapa kau tidak bisa pulang."

Elisya sangat lega mendengarnya. Rasa yang ia simpan dari kemarin, terjawab saat ini. Dan itu semua hilang seketika.

Elisya menghapus air matanya yang sudah mulai menetes. Dan menjawab dengan pasti.

"Syukurlah, Mak...... Pas hari pernikahannya nanti, Elisya akan pulang, Mak."

"Eh..... Jangan terlalu dipaksakan. Kalau memang tak bisa datang, kita ngerti, Boru..... Apalagi itu kan hari kenaikan kelas." ucap ibunya.

"Kupastikan......BISA KOK, Mak." jawab Elisya dengan tegas.

"Ya sudah..... Aturlah mana baiknya ya..... Intinya Jangan jadi ada permasalahan di pekerjaanmu."

Ibunya mencoba mengingatkan Elisya akan tanggung jawabnya.

"Iya, Mak."

"Ini sudah malam, istirahatlah ya Boru..... Besok mengajar kan?"

Elisya mengangguk tersenyum terharu mendengar ucapan ibunya. Baginya perhatian kecil dari keluarganya sangat istimewa.

"Iya, Mak...... Orang Omak juga istirahat ya. Titip salam sama Bapa dan juga Kakak sama adek."

Elisya menutup telepon itu dengan rasa lega.

"Kupastikan, Aku bisa hadir." ucapnya pada dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!