Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BRIRH DAY
Takdir memang tak bisa ditebak kemana arah nya, contoh nya saat ini saja. Kai sama sekali tak pernah membayangkan bahwa ia akan duduk di satu ruangan dan bersebelahan dengan gadis yang sudah lama tak bertemu.
Semua ini terjadi begitu cepat, setelah siang tadi ia tak sengaja bertemu dengan Crystal dan saat ini mereka tengah menonton bioskop bersama seperti sebuah mimpi baginya.
Matanya tak bisa teralihkan dengan secara terang-terangan ia terus memperhatikan gerak gerik dari Crystal mulai dari gadis itu duduk sampai kini sibuk menata makanan yang tadi ia beli. Tak lupa matanya yang berbinar saat melihat film yang baru di putar, membuatnya semakin gemas.
"Kau menyukai film nya?" Tanya Kai di kebisingan penonton.
Crystal menolehkan wajahnya ke arah Kai dan berkata "Hn, aku benar-benar menyukainya Oppa." setelah mengatakan itu, atensi Crystal kembali ke layar di depannya benar-benar tak bisa teralihkan dari kedua matanya.
"Crys." Panggil Kai lagi, ia benar-benar di buat gemas dengan tingkah Crystal yang mendiamkannya dan lebih fokus ke arah film. Dan lihat, Crystal hanya menanggapi nya dengan gumaman saja. Kai pun akhirnya mendekatkan dirinya ke arah pipi Crystal dan berkata,
"Apa kau benar-benar mengabaikan Kaka Ipar mu ini?" Bisiknya pelan.
Crystal yang terkejut langsung menolehkan wajahnya dan yang terjadi adalah kedua pasang mata itu saling bersitatap dengan jarak yang terlampau dekat. Seperkian detik, Crystal tersadar dan langsung memalingkan wajahnya.
" Akh, maafkan aku Oppa." Ujar Crystal gugup, wajah nya kini sudah merah padam karena ulah pria yang bernama Kai. Ia langsung menyedot minumannya, berharap kegugupan nya sedikit menghilang.
Sedangkan Kai, hanya terkekeh dengan tingkah Crystal yang terlihat lucu di matanya. "Tidak apa, aku hanya bercanda. Crys." Ujar Kai sambil mengacak lembut rambut Crystal. "Makanlah dengan nyaman, buka sedikit maskernya." sambungnya.
"Tak apa Oppa, aku takut ada yang memotret diriku." Jawab Crystal semakin menundukkan wajahnya, bukan hanya paparazi yang ia takuti tapi ini juga guna menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam dari Kai. Ia sangat merutuki kebodohannya, padahal ia bukanlah gadis remaja lagi yang baru jatuh cinta.
Kai memang sering melihat Crystal di acara-acara tv dan majalah. Gadis ini memang begitu terkenal karena kepintarannya dalam berbisnis, selain itu ia juga sangat terkenal dikalangan pria dan orang tua. Buktinya, Eomma nya sendiri pun benar-benar menggilai Crystal. Bahkan tak jarang, seluruh saluran tv sering memuat drama Crystal. Sehingga wajahnya benar-benar selalu terpampang di sepanjang jalan, memperlihatkan kecantikannya.
Ckkllekk...
Lamunanku buyar begitu saja, saat lampu bioskop menyala menandakan film telah usai. Orang-orang berlalu lalang meninggalkan kursi mereka menuju pintu keluar.
"Mari." Ujar Kai mengulurkan tangannya ke arah Crystal.
Crystal menatap lengan Pria di depannya dengan bimbang, hingga akhirnya ia menerima uluran tangan Kai. "Hmm." Ucap Crystal menganggukkan kepalanya pelan.
Kai lengannya yang saling bertautan dan berkata. "Jangan sampai lepas." dengan tersenyum. Biarlah untuk hari ini saja, ia menikmati kebersamaannya dengan Crystal dan mengabaikan kenyataan bahwa Crystal adalah istri dari adiknya.
...**********...
Sedangkan di tempat lain, ada seorang pria menatap nanar telpon genggam di atas meja itu. Bagaimana bisa wanita itu sulit untuk di hubungi, padahal kata pria yang berpenampilan nyentrik itu mengatakan bahwa wanita itu sudah meninggalkan lokasi pemotretan sejak siang tadi. Sudah tiga jam lama nya Sen menunggu ponsel itu berdering, berharap ia mendapatkan balasan atau pun telpon dari Crystal-Istrinya.
Ah, sial.sial!
Apa wanita itu kehilangan ponselnya, sehingga tak membalas atau pun menelponnya balik. Ah, Sean merasa frustasi. Padahal ia telah susah payah menyiapkan ini semua, bahkan asistennya Jessica telah membantunya. Rasanya percuma, jika ia harus menunggu lebih lagi di sini. Ia merasa seperti orang bodoh yang menunggu sesuatu yang memungkinkan ini. Sean segera memanggil para pelayan.
Pelayan yang tadi berdiri tak jauh dari Sean segera berjalan menghampirinya. "Apakah Tuan memerlukan bantuan?" Tanya pelayan itu dengan hormat.
"Bisakah kau menyingkirkan semua ini dari hadapanku." Perintah Sean pelan.
Pelayan tersebut sempat bingung dengan perintah Sean, tapi melihat dari rautnya yang tak bersahabat membuat pelayan tersebut segera mengiyakan permintaan Sean.
"Dan tolong bawakan Bir untukku." Perintah Sean kembali. Tanpa menunggu lama, pelayan wanita itu segera mengambilkan Bir pesanan Sean.
Beberapa menit kemudian pelayan wanita tadi kembali dengan Bir di tangannya. "Ini, tuan." Ujar pelayan tersebut dengan sopan.
"Kau boleh pergi." Perintah Sean.
Pelayan wanita itu membungkukkan badannya dan segera keluar dari ruang VIP tersebut meninggalkan Sean.
"Crystal. Kau di mana?" desis Sean lirih.
...***********...
"Oppa, kenapa mengajakku ke Sungai Han?" Tanya Crystal menatap bingung Kai.
"Hanya ingin saja." Ujar Kai mengendalikan bahunya santai. "Udara di sini sangat segar." Sambungnya tersenyum. "Ayo, kita duduk di sana." Ujar Kai kembali dengan menarik lengan Crystal untuk mengikutinya.
Crystal berlari kecil, mengikuti punggung tegap pria di hadapannya. Lalu ia menoleh ke arah sekitar mereka saat punggung itu berhenti, terlihat pemandangan malam yang begitu indah.
Duar! Duar! Duar!
Suara kembang api bersahutan di langit malam kota Seoul, sedikit membuat Crystal terkejut dan takjub secara bersamaan. Matanya berbinar melihat hamparan warna warni dari kembang api. Atensi Crystal teralihkan saat ada sesuatu yang menyentuh pipi sebelah kanannya.
"Bunga." Seru Crystal terkejut.
Sebuah buket bunga yang terbilang besar berada di depannya. Crystal menatap pria di depannya sedikit heran, Crsytal bertanya-tanya sejak kapan Kai membawa bunga itu padahal ia tak melihatnya sejak tadi.
"Selamat Ulang Tahun." Ujar Kai tersenyum mengulurkan bunga tersebut pada Crystal.
Crystal menerima bunga tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk. Entahlah ia senang mendapatkan bunga dari pria di depannya, tapi ia juga merasa bahwa ini semua salah.
"Dua puluh bunga lily putih, di hiasi dengan 5 bunga anggrek ditengahnya. Inilah arti mu bagiku." Ujar Kai menatap kedua bola mata Crystal lembut. "Seperti arti dari bunga Lily putih ini, bagiku kau adalah kemurnian yang sesungguhnya, ketulusan yang nyata. Dan Bunga anggrek ini dapat melambangkan cinta, kecantikan, dan menarik hati. Itulah kamu, Crystal." Jelas Kai sambil tersenyum.
Crystal mengangkat wajahnya, menatap lekat manik Kai. "Apa kau yang menyiapkan semua ini?" Tanya Crystal yang langsung di iyakan oleh Kai. "Kembang api juga?" Tanya nya kembali dan kembali di iyakan oleh Kai.
Tanpa sadar lelehan cairan bening mengalir dari matanya, membuat Kai yang melihatnya terkejut. "Akh, aku tidak apa-apa." Ujar Crystal langsung melihat respon Kai yang terkejut. Ia segera menyeka kedua sudut matanya. "Aku hanya dibuat terharu." Ujarnya kembali.
Bibirnya tersenyum indah kemudian mengulurkan tangannya ke arah wajah Crystal dan menyibakkan anak rambut yang menutupi wajahnya, lalu ia menyelipkan rambut itu di telinga Crystal. "Crystal..."
Crystal mendongakkan wajahnya, menatap Kai menunggu apa yang akan di katakan pria itu.
"Jangan bersedih. Aku ikut terluka melihat mu seperti ini."
Bukannya berhenti, lelehan air mata itu semakin membanjiri kedua pipinya saat mendengar ucapan dari Kai. 'Huh, dia tak bisa seperti ini.' batin Crystal mencoba menahan perasaannya.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)