NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 31

Dua hari setelah momen runtuhnya gengsi sang Rektor di ruang kerja rektorat, sebuah prosesi sakral namun sangat tertutup digelar di salah satu hotel bintang lima paling mewah di kawasan perbatasan Depok.

Tidak ada publikasi media massa, tidak ada karangan bunga yang berderet di pinggir jalan utama Margonda.

Sesuai dengan instruksi Sistem dan kesepakatan, pernikahan antara Kevin Wijaya dan Bu Amanda dilangsungkan dalam koridor privasi tingkat tinggi, namun dengan kemewahan yang sanggup membuat dekorator pernikahan kelas atas sekalipun melongo.

Di dalam aula privat yang disewa khusus dengan biaya ratusan juta rupiah, aroma bunga melati segar dan mawar putih premium menguar menenangkan.

Kevin berdiri di depan cermin besar ruang rias, mematut dirinya yang kini mengenakan setelan jas tuksedo hitam pekat rancangan desainer Italia termasyhur.

Garis wajahnya tampak tegas, tubuh tegapnya yang dipengaruhi oleh efek Tubuh Baja Dewa membuat pakaian mahal itu melekat dengan sangat sempurna.

Ding!

[Prosesi Legalitas Dimulai. Petugas KUA Kecamatan Pancoran Mas telah hadir di meja akad. Memproses sinkronisasi mahar: Seperangkat alat salat, logam mulia seberat 1 kilogram, dan nota pengalihan aset 35% saham Wijaya Group sebagai jaminan nafkah mutlak untuk Istri Kedua.]

"Gila, Sistem."

"Lu kalau ngasih mahar gak pernah tanggung-tanggung ya,"

batin Kevin sembari merapikan dasi kupu-kupunya.

[Merespons Pengguna. Seorang ketua Harem tidak mengikat wanita dengan janji manis dan cicilan motor. Kekayaan mutlak adalah fondasi dari kepatuhan abadi. Silakan menuju meja akad, Pengguna.]

Kevin melangkah keluar dari ruang rias menuju aula utama. Di sana, suasana tampak sangat intim.

Di kursi saksi pihak pria, duduk Pak Herman ayah dari Viola yang kini menggantikan almarhum ayah Kevin lengkap dengan setelan batiknya yang rapi.

Namun, yang paling mencuri perhatian Kevin adalah sosok wanita yang duduk di barisan kursi depan dengan senyuman paling manis dan anggun.

Nabila. Istri pertamanya itu hadir dengan mengenakan kebaya modern berwarna krem yang sangat serasi.

Tidak ada guratan kesedihan atau air mata di wajahnya. Berkat fase Dukungan Mutlak Tanpa Batas, Nabila benar-benar memegang janjinya.

Ia justru tampak bangga melihat suaminya yang dulu dihina sebagai beban keluarga, kini berdiri gagah siap mempersunting seorang wanita elite penentu kebijakan kampus terbesar di Indonesia.

Pintu aula terbuka, dan Bu Amanda yang mulai hari ini resmi melepas status lajang lima tahunnya melangkah masuk dibimbing oleh perwakilan keluarganya.

Wanita berusia tiga puluh dua tahun itu tampak luar biasa memukau dalam balutan kebaya pengantin putih ekor panjang dengan payet berlian yang berkilauan di bawah pendar lampu kristal aula.

Wajahnya yang biasa terlihat tegas sebagai Rektor UI kini tampak merona merah, memancarkan aura kebahagiaan seorang wanita yang akhirnya menemukan pelindung sejatinya.

Prosesi ijab kabul berlangsung dengan sangat khidmat.

Suara bariton Kevin menggema mantap di dalam ruangan, menjatuhkan kalimat kabul dalam satu tarikan napas yang sah di mata hukum dan agama.

"Sah!" suara para saksi dan penghulu berbunyi serempak.

Begitu cincin berlian dilingkarkan di jari manis Amanda dan kecupan hangat mendarat di kening sang istri kedua, sebuah gemuruh digital yang sangat megah meledak di dalam pusat kesadaran Kevin.

Ding!

[MISI UTAMA PASCA-PERNIKAHAN SELESAI SEMPURNA (100%)!]

[PENGGUNA RESMI MENGUNCI GELAR: 'KAISAR HAREM DEPOK' (ISTRI KEDUA: AMANDA WIJAYA).]

[Membuka Seluruh Hadiah Utama Misi:

Aset Korporasi: Kontrol Mutlak 100% Saham Pratama Group resmi dilebur ke dalam Holding Wijaya (Menjadikan Pengguna sebagai pemilik tanah terbesar di Depok Utara).

Kemampuan Finansial: Efek Pasif 'Magnet Uang Taipan' (Setiap lini bisnis yang dimiliki Pengguna akan menghasilkan keuntungan bersih minimal 200% lebih tinggi setiap bulannya).

Aset Fisik: Rumah Singgah Eksklusif senilai Rp 25 Miliar di kawasan bukit Sentul dipindahkan atas nama Pengguna.]

Amanda memeluk lengan Kevin dengan erat, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh sang suami baru.

"Terima kasih, Kevin... Mulai hari ini, hidupku dan seluruh masa depan Pratama Group berada di dalam genggaman tanganmu,"

bisik Amanda dengan suara lembut yang penuh ketundukan finansial dan emosional.

Kevin tersenyum tipis, mengelus rambut Amanda sebelum pandangannya beralih ke arah Nabila yang melangkah mendekat sembari membawa nampan berisi minuman hangat.

"Selamat ya, Bu Amanda... eh, maksud Nabila, Kak Amanda,"

sapa Nabila dengan nada riang tanpa beban, langsung menyalami madunya itu dengan kehangatan yang tulus.

"Mulai sekarang, kita sama-sama jaga Mas Kevin ya."

Amanda sempat tertegun melihat kebesaran jiwa Nabila, namun segera membalas jabat tangan itu dengan erat.

"Terima kasih, Nabila... Terima kasih sudah mengizinkan aku berbagi ruang di dalam kehidupan Kevin."

Melihat kedua istrinya yang begitu rukun dan saling mendukung demi kejayaannya, Kevin merasakan kepuasan batin yang luar biasa.

Sistem ternyata tidak berbohong; takdir ini bukanlah kutukan, melainkan tangga emas untuk menempatkannya di puncak dunia.

Namun, di tengah suasana yang penuh kebahagiaan itu, ponsel pribadi Kevin di dalam saku jasnya bergetar hebat.

Sebuah panggilan telepon masuk dari nomor yang sangat ia kenal, namun sudah lama ia blokir dari hidupnya: Tante Mira, adik kandung dari ibunya yang paling sombong dan selalu memperlakukannya seperti sampah di masa lalu.

Kevin memberi kode kepada kedua istrinya untuk menjauh sebentar, lalu menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan tersebut.

"Halo," suara Kevin dingin, sedingin es di kutub utara.

"Heh, Kevin! Lu ke mana aja sih?! Susah banget dihubungin! Masih idup lu?"

suara melengking Tante Mira langsung merobek keheningan dengan nada merendahkan yang sangat khas.

"Denger ya, minggu depan hari Minggu, sepupu lu si Gege mau ngadain acara syukuran kelulusannya sekaligus peresmian kantor barunya di ruko Margonda."

"Dia sekarang keterima kerja di perusahaan properti besar, gak kayak lu yang cuma bisa jadi beban keluarga dan tukang ojek terlantar!"

Kevin menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman sarkastik yang dipenuhi niat membalas dendam yang teramat sangat besar.

"Oh ya? Baguslah kalau Gege sukses."

"Iya dong! Makanya, ibu lu si sri suruh dateng wajib!"

"Lu juga dateng, tapi inget ya, bajunya yang rapihan dikit, jangan pake jaket ijo lu yang bau matahari itu!"

"Malu-maluin keluarga besar aja kalau diliat temen-temen bisnisnya Gege nanti!"

cerocos Tante Mira tanpa tahu diri, sebelum langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Kevin menurunkan ponselnya dari telinga.

Matanya yang tajam mendadak berkilat penuh amarah yang tertahan selama bertahun-tahun.

Kilatan itu semakin diperkuat oleh aura dominasi mutlak dari status barunya sebagai miliarder penguasa aset Depok.

"Ruko Margonda, ya?" gumam Kevin pelan, tawa kecilnya terdengar sangat mengintimidasi.

Ding!

[Misi Sampingan Baru Diaktifkan: 'Pembalasan Sang Mantan Beban Keluarga'!]

[Deskripsi Misi: Hadiri acara syukuran keluarga besar Wijaya di ruko Margonda minggu depan. Tunjukkan kepada mereka apa arti dari kekayaan sejati. Hancurkan kesombongan Tante Mira dan Doni hingga mereka berlutut memohon ampun atas semua hinaan di masa lalu!]

[Fasilitas Pendukung Misi: Konvoi 5 Mobil Rolls-Royce Phantom, Pengawalan Korps Keamanan Elit Wijaya Group, dan Dokumen Kepemilikan Mutlak atas Ruko yang disewa oleh Doni (Ternyata ruko tersebut adalah salah satu aset milik Kevin).]

Kevin mengepalkan tangannya, membalikkan badan dan menatap kedua istrinya yang sedang berbincang akrab di pelaminan.

Nabila yang cantik dan sederhana, serta Amanda yang berwibawa dan kaya raya.

"Nabila, Amanda," panggil Kevin, melangkah mendekati mereka berdua dengan aura kewibawaan yang sangat pekat.

Kedua wanita itu menoleh serempak. "Ada apa, Mas/Kevin?"

"Minggu depan, ikut aku menghadiri acara syukuran keluarga besar di Margonda."

"Pakai pakaian terbaik, perhiasan paling mahal, dan bawa seluruh dokumen kepemilikan aset holding kita,"

ujar Kevin dengan senyuman penuh arti.

"Sudah saatnya kita bersenang-senang dan membungkam mulut orang-orang yang dulu mengira saya tidak punya masa depan!"

Nabila langsung tersenyum lebar, matanya berbinar penuh antisipasi, sementara Amanda mengangguk patuh dengan tatapan tajam seorang wanita korporat yang siap meremukkan mental musuh suaminya.

Panggung pembalasan dendam finansial telah disiapkan.

1
Alfan
👍👍👍
Seti Dean
Up lagi Thor cepet
Seti Dean
pengen jadi Nabila🤭
Le Meneral
Semngat terus Thor,
saran dong kalau bisa bikin cerita dengan genre komedi atau genre dewasa gtu hehehehe......
Dhewa Shaied
ceritanya ok cm izin thor.. sejak kapan orang ditaro di bagasi 😭😭😭😭
irena
lanjut thor
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!