NovelToon NovelToon
Psychopath Obsession

Psychopath Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: haniyahhputri

ADULT STORY!

Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.

Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.

"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"

"Keparat. Kau memang tak punya hati,"

Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.

Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psychopath Obsession - 35

"Kau sudah menunggu sejak tadi Aiden?"

Stella berlari kecil menghampiri Aiden yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi. Pria itu sama rupawannya dengan Allferd, membuat Stella semakin merindukan sosok Allferd ketika melihat Aiden.

"Iya. Omong-omong bagaimana acara gala premiere film terbarumu? Aku rasa film itu akan booming," Aiden membuka pembicaraan, menuntun Stella masuk ke dalam mobil.

"Menakjubkan, namun sepertinya aku harus mengadakan konferensi pers sebelum para wartawan berasumsi liar lagi saat mereka melihat tubuhku." Balas Stella kewalahan, mengusap perutnya yang kian membesar seiring bertambahnya hari.

Aiden menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang, membelah kota besar yang sedang ramai namun untungnya saja hari ini jalan tidak sedang macet.

"Ada yang kau inginkan hari ini?" Tanya Aiden penuh perhatian.

Beberapa bulan terakhir ini Stella dan Aiden semakin dekat, Aiden juga selalu memberikan Stella perhatian lebih. Tidak hanya Aiden, Caryn juga ikut andil menjaga Stella yang kini tengah berbadan dua.

Sudah tiga bulan berlalu sejak pertemuan terakhir Aiden dengan Victoria, merupakan keputusan yang tidak mudah untuk Victoria melepaskan sosok Aiden mengingat selama beberapa tahun terakhir ini mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

Hubungan Samuel dengan Caryn juga kini sedang tidak berjalan dengan baik, karena itulah Caryn memutuskan untuk tinggal sementara di Amerika, meninggalkan Spanyol, negeri sejuta kenangan bersama iblis berdarah dewa Yunani bernama Samuel itu.

"Kau selalu tahu apa yang aku inginkan selama ini Aiden," jawab Stella dengan nada rendah, Aiden menghela napas, tentu saja ia sangat tahu apa yang Stella maksud.

"Bagaimana dengan bayi kesayanganku? Apakah dia menginginkan sesuatu?"

Astaga, mendengar pertanyaan yang sering Aiden lontarkan akhir-akhir ini, hal ini sama sekali bukan sama sekali seperti sosok Aiden yang selalu terlihat dingin.

"Aku sudah bilang, berhentilah berkata seperti itu, bahkan bayi ini saja belum lahir." Stella memutar bola matanya malas, berusaha memperingati Aiden.

"Tapi selama ini aku yang menjaganya," sahut Aiden dengan raut wajah tanpa ekspresi.

"Bukan kau! Aku yang selalu menjaganya selama ini, aku ibunya!" Omel Stella, setelah kehamilannya Stella menjadi lebih sensitif hingga Aiden menjadi kewalahan sendiri menghadapinya.

Aiden diam, tidak kembali berkata-kata, tidak ingin melanjutkan persoalan rumit tersebut. Keadaan dalam mobil pun kembali hening.

"I miss him so bad," gumam Stella, namun Aiden masih bisa mendengar kalimat itu dengan sangat jelas.

"I know," Sahut Aiden cepat.

Aiden benci situasi seperti ini, dimana ia kebingungan menghadapi Stella yang terkadang selalu sedih seperti ini. Bahkan Aiden pernah menanyakan kepada Victoria bagaimana cara menenangkan wanita yang sedang bersedih, Victoria menjawab jika wanita perlu pelukan.

Sebenarnya jika dalam situasi normal Victoria akan melumpuhkan wanita yang berani menyentuh Aiden, pengawal kesayangannya. Teruntuk Stella, Victoria telah memberi pengecualian.

Aiden memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, membuka sabuk pengaman lalu memeluk Stella, mengusap punggung Stella dan berkata jika semuanya akan baik-baik saja.

Jika tidak dalam keadaan sedang hamil, Stella bisa saja menghilangkan rasa sedihnya dengan meminum alkohol, namun Stella harus bisa menguatkan dirinya tanpa alkohol demi si calon bayi, di tambah sindrom ibu hamil yang membuatnya menjadi lebih sensitif terhadap hal apapun.

"Terima kasih Aiden," ucap Stella seraya melepas pelukan mereka.

Sejak kembalinya Stella ke New York, banyak hal yang sudah di laluinya. Di mulai pertemuan Stella dengan Aiden dan Victoria, kehamilan Stella, di tambah menghadapi asumsi liar wartawan karena Stella kembali ke dunia entertainment dengan keadaan tengah berbadan dua setelah menghilang dari dunia entertainment selama tiga bulan penuh. Hingga saat ini Stella masih bungkam ketika di tanya siapa ayah dari si calon bayi ini membuat wartawan semakin menggila.

Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja sebelum ia kembali mengambil cuti selama beberapa bulan—waktu yang belum bisa Stella pastikan—berhenti dari dunia yang telah membesarkan namanya, dan hari ini pula adalah gala premiere film terbaru Stella, film terakhir yang Stella bintangi hingga saat ini. Selepas kembalinya Stella dari Yunani, ia hanya mengurus peluncuran film action romantis yang sempat syuting di Spanyol itu

Dengan keadaan berbadan dua seperti ini, Stella kesulitan untuk membangun chemistry bersama Alex saat gala premiere film tadi apa lagi berita tentang Stella masih panas menjadi santapan gosip. Chemistry ini merupakan hal paling penting dalam sebuah peluncuran film untuk menarik perhatian masyarakat.

Untung saja Stella memiliki orang-orang yang sangat pengertian kepadanya, termasuk Alex dan produser film tersebut. Stella telah menjelaskan secara singkat apa yang telah terjadi dan siapa ayah dari calon bayi ini, mereka semua mengerti bagaimana kondisi Stella sehingga sebisa mungkin membuat Stella senyaman mungkin selama bekerja.

Tak sedikit juga caci maki yang di terima oleh Stella, namun wanita itu sama sekali tak menghiraukannya.

Penampilan gala premiere Stella hari ini juga sangat memuaskan, seakan sedang menunjukkan bahwa perutnya kini semakin membesar, tidak ada tanda-tanda jika Stella ingin menutupinya. Publik di buat terkejut setengah mati melihat kedatangan Stella dengan perut yang sudah besar.

Stella melangkah kakinya menyusuri lorong rumah sakit, aroma antiseptik ini rasanya sudah bosan untuk Stella hirup. Namun Stella tak memiliki pilihan lagi selain terus melangkahkan kakinya ke rumah sakit yang selalu dikunjunginya selama delapan bulan terakhir ini.

Aiden selalu sigap untuk menuntun Stella berjalan, sebelumnya Aiden sudah menawarkan kursi roda namun wanita itu menolaknya. Aiden semakin perhatian seiring bertambah usia kehamilan Stella.

Langkah kakinya terhenti di depan pintu masuk ruang rawat inap, Stella menarik napasnya dalam-dalam, berusaha menguatkan dirinya sendiri, ia selalu menanamkan harapan setiap masuk kedalam ruangan ini.

Stella sedikit terkejut saat bahunya di pegang oleh Aiden, "It's okay, everything will be fine." ucap pria itu menguatkan Stella.

Akhirnya Stella memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu, ada Caryn yang sedang menjaga seorang pria yang tengah berbaring bersama selang-selang sebagai alat bantu hidupnya selama delapan bulan terakhir ini.

Aiden berdecak, "bisakah dia cepat bangun? Tidak puaskah telah membuat kekacauan selama ini?" Keluh Aiden seraya duduk di sofa, mengambil tempat di sebelah adik bungsunya.

"Kau tidak boleh berkata seperti itu kepada kakakku," bela Caryn.

Aiden mendelikkan matanya tak suka melihat pembelaan yang di berikan oleh Caryn. "Jika dia kakakmu, maka siapa yang berada di sampingmu saat ini?"

Caryn mengangkat kedua alisnya, "memangnya aku mengenalimu?" Skakmat Caryn.

Aiden membuang pandangannya, jual mahal. "Tidak ingatkah kau menangisiku karena kau rindu kepadaku?" Sinis Aiden.

Caryn terkekeh ringan, lalu memeluk kakaknya dari samping dengan sayang. "Aku merindukan Allferd," gumam Caryn, khawatir Stella menjadi semakin sedih jika mendengar ucapannya.

Tatapan Caryn berubah menjadi sendu melihat Stella hanya terdiam duduk di samping ranjang rumah sakit tanpa berkata apapun. Terus menatapi pria yang Stella cintai, pria yang sudah tak membuka matanya selama delapan bulan ini.

"Aku juga," balas Aiden tak kalah pelan. Ingatannya kembali terlempar  saat dirinya menyusuli Allferd dan Stella di Yunani delapan bulan yang lalu.

8 BULAN YANG LALU . . .

BRAK!

Tanpa sadar, Aiden menggebrak meja saking terkejut. Bahkan Victoria yang berada tak jauh dari Aiden pun ikut tekejut mendengar gebrakan meja yang di lakukan oleh Aiden.

"Apa? Kau kehilangan kontak dengan Allferd selama beberapa Minggu terakhir ini?!" Teriakan Aiden berhasil menarik perhatian Victoria sepenuhnya.

"Aku menerima kabar terakhirnya jika Allferd akan pergi berlibur ke Yunani bersama Stella. Hanya berdua. Selanjutnya aku kehilangan kontak dengan Allferd hingga saat ini,"

Laporan yang berasal Edgar berhasil membuat Aiden khawatir setengah mati.

"Kata Damian, sebelum pergi ke Spanyol, Allferd sempat mengunjungi tempat Rodriguez dan sedikit menghancurkan tempat itu. Perasaanku mengatakan bahwa ini bukanlah sesuatu yang baik,"

Rahang Aiden mengeras, itu sama saja Allferd melemparkan dirinya ke dalam lubang buaya! Aiden tak bisa berhenti merutuki kebodohan seorang Allferd kali ini.

"Apa gunanya memiliki perusahaan teknologi jika melacak keberadaan Allferd saja tidak bisa!" Bentak Aiden tanpa sadar. Victoria mengerjapkan matanya, baru kali ini ia melihat Aiden semarah ini.

"Lacak keberadaan Allferd dan Stella secepat mungkin! Kita pergi ke Yunani satu jam lagi, aku tunggu kedatanganmu dan Damian di Yunani. Kabari aku secepatnya!" Aiden menutup panggilan secara sepihak. Victoria menghampiri Aiden tak kalah paniknya.

"Chris, ada apa? Apa yang terjadi kepada Stella dan Allferd?"

Aiden mengatur napasnya terlebih dahulu, lalu menjawab, "Edgar dan Damian kehilangan jejak Allferd tanpa kabar selama beberapa minggu ini, mengetahui Werner dan Rodriguez tidak ada di Amerika semakin menguatkan perasaan tidak enak pada diri Edgar dan Damian. Aku tidak mau berasumsi tapi perasanku mengatakan jika sesuatu telah terjadi kepada mereka." Jelas Aiden sedetail mungkin.

"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?"

"Pergi ke Yunani hari ini juga, kau ikut denganku karena aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini. Bergegaslah menyusun barang yang hendak kau bawa." Jelas Aiden, kemudian pria itu kembali sibuk dengan ponselnya dan pergi dari hadapan Victoria.

Perjalanan jauh telah mereka tempuh, sesuai dugaan jika Aiden dan Victoria akan menunggu kedatangan Edgar dan Damian saat tiba di Yunani.

Pesan singkat melalui surel telah Aiden terima.

Aku sudah menemukan dimana Allferd dan Stella berada. Kau pergilah terlebih dahulu ke sana, mereka saat ini sedang berada di ujung sebelah barat Santorini.

Edgar mengirim Aiden pesan beserta petanya juga, semakin memudahkan Aiden untuk mencari dimana keberadaan Allferd dan Stella sekarang.

Aiden menolehkan kepalanya ke samping, menatap Victoria yang kini tengah sibuk dengan dashboard mobil.

"Vic, kau siap?"

Victoria menolehkan kepalanya, mengangguk mantap menjawab pertanyaan Aiden. "Aku selalu siap."

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam dengan kecepatan penuh, akhirnya tibalah mereka di lokasi yang Edgar telah berikan. Baru kali ini Aiden mensyukuri suasana Yunani yang tidak ramai dan baru kali ini pula Victoria tidak mengamuk karena Aiden membawa mobil dengan kecepatan penuh.

"Aku berharap mereka baik-baik saja," harap Victoria ketika melihat bangunan yang tampak kosong di hadapannya saat ini.

Aiden dan Victoria sama-sama memegang pistol, Victoria sangat mahir menggunakan benda berbahaya itu.

Tangan kiri Aiden menggenggam erat tangan kanan Victoria. Mereka berdua berlari kecil penuh hati-hati hendak memasuki ruangan besar itu, sepertinya itu menjadi tempat ruang penyimpanan yang sudah lama tak terpakai.

Terdapat bolongan besar untuk masuk ke ruangan itu, sepertinya ada seseorang yang terlebih dahulu menerobos masuk menggunakan mobil ke dalam ruangan itu.

Langkah kaki Victoria semakin cepat saat melihat sosok wanita berambut blonde sedang duduk, dan seorang pria yang sudah berlumuran darah berada di pangkuan wanita itu. Tidak salah lagi pasti itu Stella dan Allferd.

"Stella?" Panggil Victoria untuk memastikan, wanita itu mendongakkan kepalanya membuat Victoria berlari lalu memeluk wanita yang ia rindukan dan khawatirkan itu.

Sedangkan Aiden menyusul di belakang Victoria seraya berjaga-jaga.

"Aiden, kita harus membawa Allferd ke rumah sakit sekarang juga!" Isak Stella.

"Allferd?" Aiden mengerjapkan matanya, memastikan bahwa sosok yang sedang terbaring lemah berlumuran darah itu adalah kakaknya.

"Allferd?!" Tanya Aiden memastikan bahkan nadanya meningkat satu oktaf, otaknya masih belum bisa berpikir dengan jernih, tidak akan pernah menyangka jika Allferd tidak sadarkan diri akibat tembakan.

Sudah bertahun-tahun lamanya ia dan Allferd menggeluti dunia berbahaya itu, namun baik Aiden dan Allferd belum pernah terluka akibat tembakan di dada.

"Chris!" Teriakan Victoria menarik Aiden ke dunia nyata.

Tanpa membuang waktu lagi, Aiden dan Victoria segera membawa Allferd dan Stella menuju rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut.

***

Setelah mendapatkan pertolongan pertama untuk Allferd yang terluka parah dan Stella yang terluka ringan, mereka membawa Allferd dan Stella kembali ke New York setelah Allferd berhasil melewati operasi pengeluaran peluru dari dada Allferd.

Namun bukan hal itu yang paling penting, meskipun Allferd telah berhasil melewati operasi itu, setibanya mereka di Amerika Allferd di nyatakan koma dan kini sudah delapan bulan Allferd terus berbaring tanpa membuka matanya.

Jika sampai kelahiran bayi Stella Allferd masih tidak terbangun dari masa komanya yang panjang, dengan berat hati mereka akan melepaskan alat bantu hidup Allferd.

***

JADI GA RELA SEBENTAR LAGI BAKAL PISAH SAMA ALLFERD DAN STELLA 😭

Btw aku ketawa jahat baca komentar kalian di episode kemarin wkwkwkwk.

Jangan lupaaa tinggalkan vote dan komentar, terima kasiiiihh udah baca cerita absurd ini!! Di tunggu di part selanjutnya!! jangan lupa kasih review nya 😍

1
namia khira
Ok bagus ceritanya /Good/
s
jarum yang menancap
s
tangannya ia lipat di depan dadanya
Hiatus
lah baru ketemu main sosor ya gimana gak emosi ceweknya.
Elin Damayanti
gatau knp tapi gw suka bgt baca novel tentang pyschopat obsessi gtu 😭❤️😊
haniyahhputri
excited banget sekarang udah bisa ketemu Victoria Aiden di My Bad Boy Bodyguard
yaty
tahniahhhh author
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Susila Wati
Samuel Anderson Lucifer sprtiny iblis atw vampir ya!🤔
Ajib Azam
lanjut up tor
Eva
mulai otw ...
....
stella punya mslah apa ama rodrigues
^⁠__⁠daena__⁠^
Kak haniyah aku kangen Maverick 😭😭😭
Setyawati Sukmara
aku suka cerita nya seru
raraprnc
saran aja ni buat author nya, klo nge sensor kata2 jgn di sensor semua misalnya:
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏
haniyahhputri: maaf yaa, untuk bagian sensor kata udah otomatis diubah waktu dipublikasikan 😁 aku engga seteliti itu buat ubah smua kata umpatan yg banyak bgt, alias dari aku pribadi gak pernah sensor, itu udah otomatis keganti sama servernya:")
total 1 replies
Sanni Abdillah
ini ngegantung thor mana lanjutannya aku tunggu2 lho udah lama sekaliiiii ...
abel
kapan up thorr, udah lama nunggu nii
Hesti Sagita
kayaknya seru klu ada cerita Aiden Victoria🤣🤣
haniyahhputri: emang ada ko ceritanya 😃 masuknya ke Maverick Series #2 yang ketiga versi Samuel
total 1 replies
Hesti Sagita
abis ngebunuh kakaknya besok tinggal emaknya Stella deh
Hesti Sagita
secara nggak langsung Stella pingin di lihat nyata bukan hny angan" oleh Allferd
Hesti Sagita
Caryn ada2 aja masa iya ada manusia kayak Samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!