NovelToon NovelToon
1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Sad ending / Menikah dengan Musuhku / Selingkuh / Tamat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: sea.night~

Sejak SMP, ia mencintainya dalam diam.Namun bagi pria itu, kehadirannya hanyalah gangguan yang ingin ia hindari.Tahun demi tahun berlalu, perasaan itu tidak pernah padam—meski balasannya hanya tatapan dingin dan kata-kata yang menyakitkan.Tapi takdir mempertemukan mereka kembali, saat keduanya kini telah tumbuh menjadi dewasa.Luka lama kembali terbuka.Rasa yang seharusnya mati, justru tumbuh semakin dalam.Apakah cinta yang bertahan sendirian mampu berubah menjadi sesuatu yang layak diperjuangkan?Atau ia hanya sedang menghancurkan dirinya sendiri demi seseorang yang tidak pernah ingin melihatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sea.night~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi lain Dirga

Di kamarnya, Winda terdiam.

BRAKK!

Suara bantingan keras dari kamar Dirga membuatnya tersentak. Jantungnya berdegup cepat. "Apa itu…?" gumamnya pelan.

Lalu-

DUARR!

Suara benda jatuh lagi. Winda menelan ludah. Tangannya mengepal di atas selimut. "Dia… marah banget ya…" Hatinya terasa ngilu.

Meski tadi ia sengaja menusuk Dirga dengan kata-katanya, sekarang justru dirinya yang gemetar.

"Harusnya aku tadi nggak ngomong gitu…" bisiknya menyesal.

Ia bangkit dari ranjang. Melangkah pelan ke pintu. tapi...."Yaudah lah biarin. Siapa peduli." Ia berbalik, kembali naik ke ranjang nya.

Sementara itu di lantai bawah, Sumi sudah tak tahan lagi. "Duh… ribut banget…" gumamnya sambil melepas celemek.

Ia melangkah cepat naik tangga. Berdiri di depan kamar Dirga. Tangannya terangkat..ragu. "Tuan…" panggilnya pelan. Tak ada jawaban. Sumi menarik napas dalam. Lalu membuka pintu perlahan.

Krek…

Dirga berdiri di tengah kamar. Keringat membasahi pelipisnya. Matanya merah. Tembok di sampingnya retak kecil bekas tinjunya.

Sumi terkejut. "Astaghfirullah…Tuan kenapa sampai begini…"

Dirga menoleh. Tatapannya tajam. "Keluar." suara dingin.

Sumi menggeleng pelan. "Tidak, Tuan. Bibi nggak bisa pura-pura nggak lihat."

Dirga tertawa pahit. "Apa lagi? Mau ceramah?"

Sumi mendekat. Nada suaranya lembut tapi tegas. "Tuan cemburu, kan?"

Dirga langsung menegang. "Apa Bibi bilang?" namun belum sempat Sumi mengulang ia langsung menjawab sendiri "Nggak ada yang perlu dicemburuin."

Sumi menghela napas. "Kalau nggak cemburu,

ngapain ngamuk sampai ngerusak kamar?"

Sunyi.

Dirga memalingkan wajah. Rahangnya mengeras. "Bibi nggak usah ikut campur."

Sumi tersenyum kecil. "Kalau nggak ikut campur, nanti Tuan nyesel seumur hidup."

Dirga mengepalkan tangan. "Terlambat."

Sumi menggeleng. "Belum. toh Nyonya masih ada."

Dirga terdiam.

"Tuan cemburu, ya? karena nyonya di antar sama pangeran tampan tadi.." lanjut Sumi pelan dengan sengaja.

Kalimat itu menghantam tepat di dada Dirga. Dan membuat wajah Dirga kembali memerah mengingat wajah menyebalkan Dika tadi. "Pria itu.." gumamnya pelan. tangan nya mengepal erat hingga urat-uratnya menonjol. Dirga tiba-tiba menendang kursi di dekatnya.

BRUK!

Kursi itu terjungkal keras. Sumi refleks mundur selangkah. "Ya Allah… Tuan!"

Dirga mengambil vas kecil di meja dan BRAKK!

dilempar ke lantai. Pecah berkeping-keping.

Napasnya memburu. Dadanya naik turun.Sumi menatap pecahan itu dengan wajah datar. Lalu berkacak pinggang. "Ih, Tuan ini!" ia menatap Dirga tajam "Kalau mau ngamuk, jangan kayak bocah!"

Dirga menoleh tajam. "Apa Bibi bilang?"

Sumi mendengus."Saya bilang apa adanya. Nanti semua ini Tuan beresin sendiri ya."

Dirga mengernyit. "Maksud Bibi?"

Sumi menunjuk pecahan vas. "Kaca-kaca ini. Kursi yang rusak.Tembok yang Tuan tinju." Ia melipat tangan di dada. "Saya nggak mau beresin."

Dirga tercengang. "ini kan tugasnya Bibi." ucapnya ketus.

Sumi menatapnya lurus. "Soalnya ini bukan emosi saya. Ini emosi Tuan sendiri."

Dirga terdiam.

"Biasanya kalau Tuan marah," lanjut Sumi, "saya yang sapu, saya yang beberes.Tapi sekarang? Nggak."

Dirga mendengus. "Bibi berani ya."

Sumi tersenyum tipis. "Berani lah." Ia mendekat. "Kalau Tuan mau nyakitin diri sendiri, ya silakan. Tapi jangan nyuruh orang lain bersihin sisa-sisanya."

Kalimat itu menusuk. Dirga memalingkan wajah. Tangannya gemetar.

Sumi menghela napas. "Tuan boleh marah. Boleh cemburu. Boleh sakit hati. Tapi jangan pura-pura nggak peduli."

Sunyi. Dirga berdiri kaku. Ia jatuh terduduk di lantai, punggungnya bersandar ke sisi ranjang. Napasnya masih berat. Matanya menatap kosong ke depan. Tangannya mengepal di atas lantai. Keras. Seolah ingin menahan sesuatu yang mau meledak lagi.

Sumi yang sejak tadi berdiri di dekat pintu, perlahan mendekat. Nada suaranya melembut.

"Capek, ya, Tuan? Marah terus juga nggak bikin hati lega."

Dirga tak menjawab. Kepalanya tertunduk. Ia masih duduk di lantai. Punggungnya bersandar ke ranjang. Kepalanya tertunduk. Napasnya berat. Masuk… keluar… kasar.

Rahangnya mengeras. Giginya saling menekan. Ia berusaha menahan. Menahan semuanya. Tapi dadanya sesak. Tangannya mengepal di lantai sampai buku-bukunya memutih. Bahu lebarnya naik turun pelan.

Lalu… Satu tarikan napas panjang yang gagal. Bukan isak. Bukan suara. Hanya embusan berat… yang terdengar seperti orang hampir tenggelam.

Air mata itu jatuh. Diam. Cepat diseka. Ia benci ini. Benci kelihatan lemah. Ia mengusap wajahnya kasar. Sekali. Dua kali. Tapi tetap jatuh lagi. "B*ngs*t…" umpatnya lirih pada diri sendiri.

Sumi mendengar itu. Ia mendekat tanpa suara. Lalu berjongkok di depan Dirga.

Dirga sadar dan refleks ia memalingkan wajah. "Pergi…" suaranya serak. "Nggak usah lihat."

Sumi nggak pergi. Ia malah memeluk Dirga dari samping. Pelukan kuat. Hangat. Seperti seorang ibu yang tidak peduli anaknya sehebat apa di luar. "Tuan nggak perlu kuat di sini…" bisiknya. "Di kamar sendiri nggak apa-apa."

Dirga menghela napas kasar. Matanya memerah. Tangannya sempat menahan.

Tapi akhirnya… ia balas memegang lengan Sumi. Kuat. Bukan manja. Tapi seperti orang yang hampir jatuh dan butuh pegangan.

"Bi...aku cuma benci dia masih suka sama pria jelek itu…" suaranya pecah. "Tapi aku kan suaminya, Bi...."

Sumi mengusap punggungnya pelan. "Yah saya tau itu,"

Dirga tertawa kecil pahit. "aku pengecut, ya, Bi?"

Sumi tersenyum sedih. "Enggak. Tuan cuma suami yang lagi cemburu karena ada pria yang dekatin istrinya. Itu wajar kok, Tuan."

"Aku nggak cemburu kok.." balas Dirga gemetar. Ia menutup mata. Napasnya bergetar. Air mata itu jatuh lagi. Kali ini ia biarkan. Bukan tangis keras. Tapi tangis pria yang terlalu lama menahan, yang terlalu lama pura-pura kuat.

Sumi menatapnya dalam-dalam. Lalu berkata pelan tapi menusuk. "Kalau bukan cemburu…Kenapa Tuan hancur begini?"

Dirga terdiam. Dadanya sesak. Tenggorokannya kering. "Karena…" suaranya nyaris tak terdengar. "Aku takut dia beneran milih orang lain."

Kalimat itu keluar begitu saja. Dan begitu kata-kata itu meluncur… Dirga membeku. Seakan baru sadar apa yang barusan ia akui.

Sumi tersenyum tipis. "Itu namanya cemburu, Tuan."

Sunyi.

Di balik pintu…

Winda yang sejak tadi menguping menutup mulutnya. Matanya membesar. Jantungnya berdetak cepat. Takut. Kaget. Dan… entah kenapa… Senang.

Karena untuk pertama kalinya… Ia dengar sendiri kalau....Dirga takut kehilangannya.

Sudut bibir Winda terangkat tipis. Senyum kecil yang campur aduk.

"Day one buat suami sendiri nangis, hahaha. Mampus lu! Siapa suruh bilang nggak ada pria yang tulus sama aku…" batinnya dengan nada puas.

Tapi senyum itu perlahan memudar. Pikirannya berbelok. "…mungkin memang nggak ada," gumamnya dalam hati.

Dadanya terasa nyeri. Karena di balik

tawanya… ada luka yang belum sembuh.

Ia menatap pintu itu lama. Di baliknya, Dirga sedang hancur. Dan di luar… ia juga nggak sepenuhnya baik-baik saja.

1
Wawan
Hadiiir.. ✍️
Melati Bunga
mmmm bodoh amat sih
Melati Bunga
aduh pusing itu terus pembahasannya,, kapan inti Thor
Rani R.I
terimakasih byk thourr,,dan sehat slalu..💪💪💪😍😍😍
sea.night~: 🫰🫰🫰🧚‍♀️🤍 makasih semangatnyaaa
total 1 replies
Rani R.I
cerita nya Bagus Dan mengesankan thourr,,bkn hanya di dunia halu 🤭,,di dunia nyata terlalu banyak orang orang yg tidak pernah menyadari kesalahannya,, tapi sulit untuk mengakui,, tapi ketika seseorang yang pernah mereka sakiti dan kecewakan pergi,, Baru lah mereka menyadari dan menyesal...lalu apa gunanya menyesal Dan menangis ketika orang yg Kita sakiti dan kecewakan telah pergi selamanya
sea.night~: emang penyesalan selalu datang di akhir yakan🙃
total 1 replies
Rani R.I
akhhh thourr,, akuu pikir mereka akan memiliki anak dulu sebelum tamat 🤣🤣🤣🤣🤣
sea.night~: 🙏😭 huhu, tidak kak
total 1 replies
Rani R.I
thourr jgn sampai Dirga menikah sama Yasmine 🤣🤣🤣🤣,,gk rella akuu
sea.night~: huhu nggak rela banget kek nya😭🙏
total 1 replies
Rani R.I
widihhh si Yasmine kalau Winda tidak meninggal kamu gk akan pergi dan menyerah kan,,kamu tetap ngebet sama Dirga kan,,, Helehhh dadar mu gk gunaa Yasmine...
apa Dirga akan ikut meninggal jugaa 🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, kalau sampai ending nya Dirga menikah sama Yasmine,, berarti bkn Winda donk tokoh utama cewek nya 🤣🤣🤣,,,kok merasa kurang Seruu yea karena Winda harus di buat meninggal,, harus nya cukup di buat kritis dan koma
Rani R.I
thourr masak tokoh utama cewek nya ninggal 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,buat plottwis donk,, ternyata tubuh yg terkubur ituu bkn Winda wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I: maksudnya ternyata raga nya ketukar gitu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 .. kasihan kalau sampai sad ending 🤣🤣🤣
total 2 replies
Rani R.I
kok bnr ninggal sihh,, kurang Seruu thourr,,idihhh kalau istri nya gk ninggal berarti masih sama si Yasmine ituu,, Yasmine wanita murahan,, sudah tahu punya istri tapii malah menggatal
Rani R.I
gimana kalau ternyata mimpi 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I: berharap mimpi yea thourr,,,gpp sedikit kasih pelajaran suaminya 🤣🤣🤣,,jgn lupa ayah nya di kasih pelajaran setimpal
total 2 replies
Qwerty Hp
ini beneran metong apa cuma mimpi thor,kadang author nya suka ngeprank.kasi juga hukuman untuk bapak durhakimnya dong,,,,apa pun itu semangat ya thor
sea.night~: terimakasih semangatnya kakak🙏😁 tunggu kelanjutan nya ya😁
total 1 replies
Mumuy07
lagi nyesek²nya...
sea.night~: huhu😭 maaf ya jadi buat sedih🙏
total 1 replies
Mumuy07
udh selesai?
sea.night~: belum kak, masih ada beberapa bab lagi menuju ending🙏
total 1 replies
yeyi
lumayan menguras emosi
Mumuy07
menyesal tiada gunaaaaaa
sea.night~: emang penyesalan selalu datang terlambat yak🙃
total 1 replies
reza indrayana
kalau endingnya menyedihkan rata para readers males utk baca dh.. 😥😥 ( sekedar uneg² sebagai reader Thor...maaf... 🙏🏻
sea.night~: Terima kasih sudah berbagi pendapat kak 🙏 semoga endingnya nanti tetap berkesan ya
total 1 replies
Edi Suwandono
ceritanaya terlalu banyak monolognya kak🙏 kayak novel akun sebelah🙏
sea.night~: Hehe noted kak 🙏 Nanti aku coba bikin lebih banyak adegannya biar nggak kebanyakan monolog. Terima kasih masukan nya kak🙏🙏
total 1 replies
rh
kok muter2 trus Thor,,
sea.night~: Maaf ya kak kalau kerasa muter 🙏 itu memang fase sebelum titik besarnya. Sekarang sudah mulai beda arahnya kok, semoga kakak suka 🤍
total 1 replies
rh
kok gitu2 trus,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!