NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Dinding es runtuh!

Sinar matahari pagi mulai menembus celah gorden abu-abu, menjatuhkan berkas cahaya hangat tepat di atas ranjang king-size kamar utama Aruna. Gavin perlahan membuka sepasang kelopak matanya yang terasa sangat berat. Rasa pening langsung menghantam kepalanya dengan telak, disusul oleh denyut nyeri yang membakar dari arah bahu kirinya yang kini telah terbalut rapi oleh perban putih tebal.

Ia mengerang pelan, mencoba mengubah posisi tidurnya agar lebih nyaman. Namun, saat itulah ia menyadari satu hal, ia tidak sedang berada di apartemen pribadinya yang bernuansa maskulin dan dingin.

Aroma kamomil dan lavender yang menenangkan langsung menyergap indra penciumannya. Ini kamar Aruna. Kamar yang beberapa hari lalu menjadi saksi bisu dari percintaan panas dan intim mereka. Pandangan Gavin kemudian beralih ke sisi ranjang, dan detik itu juga, dadanya berdesir hangat.

Di atas kursi kerja yang sengaja ditarik mendekat ke sisi kasur, Aruna sedang tertidur pulas. Kepalanya berbantalkan kedua tangannya yang terlipat di pinggir ranjang. Wajah wanita karier yang biasanya selalu tegak, perfeksionis, dan judes itu kini tampak begitu rapuh dan lelah, dengan sisa lingkaran hitam yang samar di bawah matanya.

Tangan kanan Aruna bahkan masih setia berada dekat sekali dengan jemari Gavin, seolah-olah ia berjaga semalaman tanpa berani beranjak jauh.

Gavin tersenyum tipis. Rasa sakit di bahunya mendadak menguap begitu saja. Ia menggerakkan tangan kanannya yang bebas, lalu dengan gerakan yang luar biasa lembut, ia mengusap helai demi helai rambut Aruna yang terurai bebas di atas kasur.

Gerakan kecil yang sarat akan kehati hatian itu rupanya langsung membuat Aruna tersentak bangun. Sifat waswasnya sebagai manajer andalan Mahesa Group membuat instingnya tetap tajam. Mata almond Aruna mengerjap panik sejenak, menatap sekeliling. Namun, begitu melihat Gavin sudah sadar penuh dan sedang menatapnya dengan binar mata yang intens, napas gadis itu langsung berembus lega.

"Kamu... sudah bangun?" tanya Aruna. Suaranya terdengar serak khas orang yang baru terbangun dari tidur yang tidak nyenyak.

Aruna buru-buru menegakkan punggungnya yang kaku. Ia berdeham kecil, mencoba merapikan pakaiannya dan mengembalikan sisa-sisa wibawanya yang runtuh semalaman. "Ada yang sakit? Mau saya panggilkan dokter pribadi kakakmu lagi ke sini?"

"Nggak usah, Kak. Udah mendingan kok," jawab Gavin. Suara baritonnya masih terdengar agak lemah dan parau akibat dehidrasi.

Meskipun wajahnya masih pucat pasi, seulas senyum miring menyebalkan andalannya kembali terukir di bibir tipis pemuda itu. Gavin melirik Aruna dari bawah bulu matanya yang lentik. "Lagian, liat muka Kakak sedekat ini pas bangun tidur, udah jadi obat paling manjur buat gue."

Biasanya, Aruna akan langsung membalas godaan murahan itu dengan makian ketus, cibiran judes, atau cubitan tajam di lengan Gavin. Namun, pagi ini berbeda. Aruna justru terdiam seribu bahasa. Ia tidak menghindar, tidak juga memalingkan wajahnya yang sembap.

Gadis itu justru menatap Gavin dengan tatapan mata yang sangat dalam, serius, dan dipenuhi oleh emosi yang campur aduk.

Keheningan yang intens dan sarat akan ketegangan mendadak menguasai kamar utama itu. Hanya ada suara deru AC yang halus, mengiringi Aruna yang perlahan menarik napas panjang demi menata debaran di dadanya.

"Gavin..." ucap Aruna perlahan, suaranya terdengar begitu tenang namun berbobot, langsung memotong banyolan tengil Gavin. "Saya sudah tahu semuanya."

Gavin menghentikan usapan tangannya di rambut Aruna, matanya sedikit menyipit menanti kalimat selanjutnya.

"Pak Max sudah menjelaskan semuanya kepada saya subuh tadi," lanjut Aruna dengan tatapan mata yang tidak lepas dari netra phoenix milik Gavin. "Tentang klan Sterling... tentang apa yang terjadi di pelabuhan Mahesa Group semalam... dan tentang alasan kenapa kamu nekat datang ke sini dengan kondisi berdarah-darah."

Senyum jenaka di wajah tampan Gavin perlahan memudar seutuhnya. Rahang tegas pemuda 19 tahun itu mengeras sesaat, menyadari bahwa topeng "berondong kuliahan biasa" yang selama ini ia pasang rapi di depan Aruna kini telah hancur berkeping-keping tanpa sisa.Gavin langsung mengubah ekspresinya menjadi sangat serius. Netra phoenix-nya yang intens menatap lurus ke dalam manik mata Aruna, memancarkan gejolak emosi yang bercampur antara rasa bersalah dan kekhawatiran yang mendalam.

"Maaf, Kak," ujar Gavin tulus. Nada suaranya berubah menjadi sangat dewasa, berat, dan protektif.

"Gue nggak bermaksud bohong soal latar belakang keluarga gue ke Reyhan, atau bahkan ke Kakak. Tapi dunia gue... dunia Kak Dom... terlalu kotor dan berbahaya buat wanita karier yang lurus kayak Kakak. Gue cuma takut..."Gavin menjeda kalimatnya, mencengkeram selimut kasur dengan tangan yang sehat.

"Gue cuma takut Kakak bakal ketakutan setengah mati setelah tahu siapa gue sebenarnya, lalu mutusin buat ngejauh dari hidup gue."

Aruna terdiam, mencerna setiap patah kata yang keluar dari bibir pucat pemuda itu. Sifat analisis fotografisnya mendadak memproses kepingan ingatan lain.

"Jadi... maksud kamu, Evan tahu tentang ini?" tanya Aruna perlahan.Gavin mengangguk pelan sembari menghela napas, menatap perban putih yang membalut bahu kirinya.

"Keluarga Erros sudah menjadi bagian dari aliansi kami sejak lama, Kak. Kakek Erros dan Daddy Caspian berteman sangat baik di bisnis properti. Tapi di generasi kita, hanya Ethan dan Evan yang mengetahui fakta bahwa kami adalah klan Sterling yang sangat terkenal di dunia bawah."

" Satu lagi, CEO Mahesa Grup, Narendra Mahesa"

Aruna mendengarkan dengan seksama, membiarkan pasokan informasi baru itu memenuhi otaknya.

"Semalam, kelompok rival dari Barat meretas data untuk mencari tahu siapa orang terdekat yang paling berharga di hidup gue saat ini. Nama Kakak keluar di radar mereka," lanjut Gavin, suaranya melembut namun terdengar begitu kokoh.

"Gue panik setengah mati. Pikiran gue cuma satu, gue harus memastikan Kak Aruna aman di dalam apartemen ini, bahkan jika gue harus mati kehabisan darah di tengah jalan."

Mendengar pengakuan jujur dan telanjang dari pria yang usianya terpaut enam tahun lebih muda di bawahnya itu, pertahanan ego dinding es Aruna runtuh seutuhnya. Air mata yang sejak subuh tadi ia tahan dengan sekuat tenaga kini kembali menggenang dan luruh di sudut matanya.

"Kamu yang bodoh, Gavin," bisik Aruna, suaranya bergetar hebat menahan tangis yang pecah.Gadis itu mengulurkan tangan kanannya, dengan gerakan yang luar biasa lembut menyentuh dan mengusap pipi Gavin yang masih pucat pasca-operasi darurat.

"Kamu bertaruh nyawa di luar sana dengan barisan peluru, sementara saya di sini malah sibuk memblokir nomor kamu, mengacuhkan kamu, dan mengutukmu sebagai berondong sialan. Kamu tahu seberapa takutnya saya waktu tubuh besar kamu tiba-tiba tumbang dan menimpa bahu saya di depan pintu tadi?"

Gavin tertegun merasakan kehangatan telapak tangan Aruna yang menempel di pipinya. Rasa hangat itu menjalar hingga ke dadanya. Ia mengangkat tangan kanannya, menggenggam jemari Aruna yang ada di pipinya, lalu mengecup telapak tangan wanita itu dengan sangat lembut dan lama.

"Sekarang Kakak udah tahu siapa gue yang sebenarnya," bisik Gavin, matanya mengunci manik mata almond Aruna dengan sangat dalam.

"Gue bukan cuma berondong kuliahan yang lagi main-main sama Kakak. Gue adalah adik kandung dari Dominic Alexsie Sterling, penguasa dunia bawah Asia Tenggara, bahkan di tiga benua lainnya. Bahaya bakal selalu ada di sekitar gue sejak detik ini. Jadi... Kakak mau nyuruh aku berhenti sekarang, atau kasih aku kesempatan penuh buat dapetin hati Kakak?"

Aruna menatap mata phoenix itu, lalu sebuah senyuman tipis yang sangat cantik terukir di wajah sembapnya. Air matanya memang luruh, namun tatapan matanya memancarkan keputusan mutlak seorang eksekutif tangguh.

"Saya ini Manajer Pemasaran andalan Mahesa Group, Gavin. Di dunia kerja, saya sudah sangat terbiasa mengambil risiko besar demi investasi jangka panjang yang menguntungkan," ucap Aruna tegas, suaranya tidak lagi bergetar.

"Dan hari ini, saya memutuskan untuk tidak akan pernah memblokir nomor kamu lagi. Mari kita coba saling mengenal dengan cara yang lebih baik."

"Terima kasih, Kak," ucap Gavin lembut dengan senyuman tulus yang sangat langka ia tunjukkan.

Setelah obrolan emosional yang mengikat hati mereka itu, atmosfer kamar berangsur-angsur mencair. Aruna yang telaten kemudian menyuapi Gavin semangkuk bubur ayam hangat yang sempat ia buat di dapur untuk meredakan efek obat pereda nyeri.

***

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!