NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: tamat
Genre:Pembantu / Single Mom / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

“Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali”

Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriarki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak dicintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi—majikan tempatnya bekerja.

Namun, kisah cinta Ana dan Huang Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Tipe Idealku

Mobil milik Huang Lhi melintas cepat, meninggalkan parkiran belakang rumah, obrolan para orang tua berdengung lirih di ruang tengah.

Ana dan dua rekannya tengah sibuk, membereskan bekas makan malam. Tak seperti biasanya, ketiga memilih diam, dua orang berwajah masam, sedang Ana memilih buru-buru menyelesaikan tugas demi bisa segera masuk kamar.

Sementara itu di mobil yang melaju kencang di jalanan, suasana nampak tak jauh berbeda, dingin dan masam.

Huang Lhi terus saja acuh tiap kali Lucyana mengajukan pertanyaan. Berulang kali gadis itu mencoba mencairkan suasana, namun Huang Lhi tetap bergeming, fokus pada jalanan yang remang.

“Apa kau memang se pendiam ini, atau ada hal yang kau tutupi?” Lucyana nampak begitu kesal setelah hampir dua puluh menit perjalanan ia masih saja di acuhkan.

Ia kemudian memutar duduknya, menghadap lurus ke arah Huang Lhi.

“Apa ini karena wanita berhijab di ponselmu?” sarkasnya, akhirnya.

Huang Lhi tersentak, suaranya rendah. “Bagaimana kau tau?”

Lucyana mendengus kesal, kembali memutar badannya menghadap depan. “Kau terus menatapnya saat berada di sebelahku, bagaimana mungkin aku tak tahu.”

“Kalau kau tau kenapa masih mau melanjutkan perjodohan ini.” Huang Lhi masih tak merubah ekspresi, ketus dan dingin.

“Karena aku sudah terlanjur jatuh hati padamu, kamu tipe idealku, dan aku terbiasa mendapatkan apa yang aku inginkan,” jelasnya tak mau berbasa-basi.

Huang Lhi tertawa kecil, raut wajahnya masih dingin. “Gadis manja sepertimu tak pantas bersanding denganku.”

“Kau tau … caramu seperti ini justru semakin membuat aku jatuh cinta.” Wajah Lucyana kembali berbinar, tangan sengaja melingkar di lengan Huang Lhi, namun buru-buru di tepis pria itu.

“Kita akan segera menjadi suami istri, apa salahnya kau sedikit memanjakanku,” gerutu Lucyana, bibirnya mengerucut bak anak kecil tak dibelikan permen gula.

“Aku tidak akan pernah menikah denganmu!” Tegas Huang Lhi memberi peringatan pada Lucyana. “Yang mana gedung apartemen kalian?” tanyanya kemudian, sebab mereka telah sampai kota Taichung, tempat kediaman keluarga Zhang.

Lucyana bungkam, menyenderkan kepala ke sandaran kursi, pura-pura memejamkan mata.

“Nona … apa kau ingin ku turunkan di tengah jalan?” Ancam Huang Lhi.

“Lakukan saja kalau berani.” Tantang Lucyana.

Tanpa pikir panjang Huang Lhi menghentikan laju mobilnya, menarik rem tangan lalu bergegas turun, berjalan cepat membuka pintu bagian kanan.

Lucyana mendelik, mendengus berkali-kali—kesal bukan main, sebab baru kali ini ada pria berani berbuat demikian kepadanya.

“Gedung apartemen kami masih jauh dari sini, kaki ku bisa patah kalau berjalan kaki,” sungutnya.

“Kalau begitu tunjukkan jalannya atau aku akan menurunkanmu di tempat ini!” Huang Lhi kembali mengancam.

Lucyana tak menjawab, wajah tertekuk, tangan bersedekap di dada, bibir terus memberi arahan.

Sepuluh menit mereka sampai di gedung apartemen keluarga Zhang, Huang berdecak kesal, sebab ia telah melewati bangunan itu lebih dari dua kali sebelum pengancaman—turun di pinggir jalan.

“Kau tak mau membukakan pintu seperti tadi?” celetuk Lucyana begitu mobil berhenti.

Huang Lhi melirik sinis, rahangnya mengeras. “Cepat turun, aku masih punya urusan yang lebih penting,” geramnya.

Lucyana bergeming, tangan bersedekap di depan dada, tatapannya lurus ke depan.

Merasa diabaikan, Huang Lhi memilih mengalah, ia lekas keluar, setengah berlari memutar, lalu membuka pintu mobil sebelah kanan.

Sudut bibir Lucyana terangkat, ia masih bergeming seolah sengaja menggoda pria yang berdiri dengan wajah masam.

“Cepat keluar.” ucap Huang Lhi penuh penekanan.

Lucyana masih tak peduli, tetap duduk sambil bersedekap tangan.

Huang Lhi menggeram pelan, lalu tanpa aba-aba menarik lengan Lucyana, menutup pintu mobil dengan kuat seraya berlalu pergi tanpa mengucap sepatah kata.

Mobil langsung melaju kencang, meninggalkan Lucyana yang tersenyum sinis di kejauhan.

“Lihat saja Huang Lhi, pada akhirnya kau akan tunduk padaku.” gumamnya, penuh percaya diri.

Di tempat yang berbeda, tepatnya di kediaman keluarga Huang. Obrolan santai dua keluarga telah berakhir sepuluh menit yang lalu, tertinggal para pembantu sibuk membereskan bekas makan dan minuman.

Ana sibuk di dapur, mencuci segala peralatan kotor, juga menyimpan makanan yang tersisa ke dalam lemari pendingin, sedang Citra dan Tika membereskan ruang tengah dan meja makan, tempat dua keluarga menghabiskan waktu bersama.

“Kak An, masih banyak nggak cucian kotornya?” tanya Citra, suaranya lemas, seperti baru putus cinta.

“Sudah selesai, Cit. Kamu sama Tika udah selesai nyapu pel nya?” jawab Ana, balik bertanya.

“Tika masih ngepel, tinggal dikit lagi.” Citra menyenderkan kepalanya di meja, wajahnya cemberut.

“Ya udah kamu ke paviliun duluan, gih. Mandi terus istirahat. Dapur biar Kak An aja yang sapu pel,” ujar Ana, tak enak hati melihat dang rekan nampak sudah sangat kelelahan.

“Nunggu Tika sekalian,” sahut Citra.

Ana tersenyum simpul melihat dua raut wajah sahabatnya, kedua nya masam, lemas seolah kehilangan tenaga begitu tau tentang perjodohan Huang Lhi. Sedari makan malam di mulai sampai semua tamu telah meninggalkan rumah, tak ada senyum di wajah dua gadis remaja itu.

Ana sendiri memilih bungkam, tak mau membahas meski pikirannya berkecamuk. Tak dipungkiri, ada sedikit sesak dalam hatinya, tapi ia memilih acuh, menganggap kedekatannya dengan Huang Lhi beberapa minggu terakhir sebagai bentuk perhatian majikan kepada bawahan.

Tak selang berapa lama, Tika menyelesaikan pekerjaannya, dia dan Citra pun kembali ke paviliun meninggalkan Ana menyelesaikan mengepel lantai dapur.

Ana baru saya hendak meletakkan kain pel saat tangannya ditarik oleh tiba-tiba oleh seseorang.

“Ikut aku.”

Bersambung

1
Muhammad Arifin
❤️❤️❤️❤️❤️
Muhammad Arifin
❤️❤️❤️❤️
Muhammad Arifin
ojok goblok Nompo Roy....
awas 👊🏻
Muhammad Arifin
saran ya .... jgn masukkan unsur agama jika jln ceritanya begini terkesan ana murahan.apalagi ana memakai jilbab, stigma orang berjilbab JD buruk.
Anna: Terima kasih sarannya, Kak.
Tapi mohon maaf, saya tidak setuju Anda mengatakan stigma orang berhijab jadi buruk hanya karena penggambaran tokoh Ana. Banyak kok penggambaran cerita wanita muslimah kelakuan bejat, bahkan di dunia nyata contohnya juga ada.
Tapi, apapun pendapat Anda, terima kasih sudah sudi mampir di karya sederhana saya, dan semoga Anda membaca hingga selesai, siapa tau pola pikir Anda tentang Ana sedikit berubah. 🙏
total 1 replies
Muhammad Arifin
semangat kak buat terus menulis 🔥🔥🔥
Anna: Terima kasih suport nya, Kak. 🫶
total 1 replies
tuti raniati
Terimakasih Thor ceritanya sangat bagus, perjuangan seorang ibu bagi anak-anaknya yang penuh pengorbanan menyentuh sekali membacanya, sukses selalu Thor teruslah berkarya
Nurgusnawati Nunung
ceritanya bagusss
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah.. bagus ceritanya..
semangat thor untuk selalu berkarya. sehat selalu
Anna: Amin, mkasih banyak kak.
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Bagus ya jalan ceritanya... Author the beast
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
untung mertuanya baik..
Anna: lebih ke mengerti keadaan.
total 1 replies
Moch Sholeh
dahh,ngk tau lah Thor mau komen apa,, tapi yg pasti ini cerita* TOP MARKOTOP* semangat terus berkarya 👍
Anna: Makasih suport nya, Kak. 🫶
total 1 replies
Linceu thea
jeng jeng siapa kamu sampai ga setuju woy 🤣🤣🤣
Anna: Nyonya Huang. 🫢
total 1 replies
Yessi Kalila
siapa yang Ndak setujuuu.....
Anna: Yang pasti bukan Andi.🤭
total 1 replies
Linceu thea
😍😍 nah lho akhirnya
Anna: ketemu juga 🤭
total 1 replies
Mul Yanto
lanjut Kak Ana 💪 semangat
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
CallmeArin
habis kmana aja kak, lama banget ngilangnya. udah jamuran aku nunggu😭🤣
Anna: Amin, makasih kakak-kakak yang baik 🫶
total 4 replies
Kustri
oalaaah ternyata bp tiri... hla pantes sayang cm pura"
klu yg kecil pasti anak'a roy kan?
Mul Yanto
cerita nya bagus dan menarik
Siti Musyarofah
sampe lupa jln ceritanya Thor
Anna: Kakak, mohon maaf. karya ini memang saya revisi total dari bab 1, jadi ada sedikit perubahan. 🙏
total 1 replies
CallmeArin
akhirnya setelah sekian purnama
Anna: doa kan ya kak, semoga revisi yang satu nya bisa cepet beres, biar setiap up karya bisa crazy up. 🙏🙏🫶
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!