NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Brondong

Terjerat Cinta Brondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Sayekti

Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan

Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Airmata Ibu

Setelah bercerita dengan sahabatnya Shay sudah lebih ringan melangkah, tidak seperti baru datang ke Bali kemarin 1 hari di habiskan untuk bersama ibu menemani ke pasar, masak dan bercurhat ria mengenai anaknya yang gantengnya sampai belok2. Hari Berikutnya di gunakan untuk keliling pantai dan curug, hari rabu khusus untuk sedikit bersantai dan mencari oleh-oleh untuk temen yang di Jalarta. Malam sebelum kembali ke Jakarta Shay menghampiri Ibu yang sedang istirahat di kamar, Sambil sedikit memijat2 kakinya yang agak bengkak sampai jarianya mungkin kebanyakan gerak, Shay membalurkan minyak tawon yang terlihat bengkak sampai merata di kanan dan kiri kaki Ibu. Setelah selesai ibu bangun dari tempat tidur dan duduk di pinggiran tampat tidur.

"Nak kenapa pulangnya buru2, apa acara ke kampusnya nggak bisa di tunda dulu?" Dengan mimik muka sedih, sepertinya ibu masih berat untuk berpisah dengan Shay.

"Ibu masih kangen ya? Nanti kalau ada waktu dan bisa cuti lagi Shay kesini lagi ya bu, kalau nggak Ibu bisa ke Jakarta sama Sinyo."

"Kalau ada kamu rumah ini nggak sepi, Ibu ada temen ngobrol, Biasanya temen2 Sinyo yang dateng nggak ada yang deket kaya kamu gitu Nak....biasanya hanya cari Sinyo dan masuk ke kamar, makan,tidur dan buang air tidak ada yang keluar dari kamar Sinyo."

Sambil memegang tangan Ibu, Shay berkata "Do'ain Shay ada rezeki lebih ya bu, biyar bisa sering2 nengokin Ibu kesini, atau nanti kalau Ibu kangen bisa tlp kapanpun Ibu mau, tapi kalau malam pas jam kuliah Shay nggak bisa angkat karena Dosennya suka ngeluarin tanduk kalau ada hp bunyi." Shay tersenyum karena salah bicara yang bisa ngeluarin tanduk kan Dosen laki2.

Pintu kamar Ibu terbuka, dan pelakunya hanya menampakkan setengah kepalanya "Ternyata di sini...Drama banget sih bu pakai nangis segala." Setelah Sinyo melihat Ibu lebih dekat dan mengeluarkan airmata.

Shay hanya bisa memeluk perempuan yang di panggil Ibu itu dengan hati berkecamuk antara sedih atau bahagia, padahal mereka hanya Ibertemu 3 kali seinget Shay tapi ikatan hatinya begitu kuat karena Ibu orang yang tulus dan mungkin karena tidak memiliki anak perempuan. Sinyo yang melihat adegan pelukan antara Ibu dan Shay yang menurut dia alay itu langsung keluar lagi dari kamar Ibu. Padahal dia hanya tidak ingin terlihat terbawa suasana, karena gengsinya laki2 itu memang ngalahin segalanya.

Setelah ibu tertidur Shay keluar kamar, tadinya pengen langsung ke kamar, tapi melihat kamar Sinyo yang masih terbuka, Shay terpancing untuk mengintip ke dalam kamar "ternyata kosong, sudah Shay panggil2 tidak ada sahutan sama sekali, Shay keluar untuk melihat garasi mobilnya masih ada. Tidak salah lagi pasti ada di teras atas dan ternyata benar dugaan Shay."

"Nyo ngapain? mau lihat meteor nggak ngajak2" Shay duduk di kursi single sebelah kanan Sinyo.

"Eh...pecinta meteor garden, sudah tamat drama di bawah sama Ibu?" Sambil menghisap rokok dan di hembuskan dengan kasar ke arah muka Shay.

"Dasar Babi guling, nggak ada aklaknya." jawab shay agak kesal karena asap rokok yang mengenai mukanya, sambil mengibas2 dengan tangan dan pura2 batuk.

"Enak aja manggil nama orang pakai makanan terlezat se Bali, nanti kalau para tetangga dateng trus bawa pisau sama piring masing2 gimana?.....Bisa berkurang ketampanan gw di icip ibu2 komplek." sambil menghisap rokoknya lagi dan memaninkan rokok yang di tangan dengan jari2nya.

"Ya udah, Buaya sofa!!" Sambil tersenyum ke arah Sinyo.

"Yaaah sama ajah, kaya nggak ada panggilan yang romantis setidaknya terdengar manis di kuping gitu loh Shay, kalau manggil orang itu.

"SUGAR man...." Terdengar aneh memang tapi mampu membuat kedua sahabat itu tertawa.

"Shay singkat amat sih di sini, udah pindah aja kesini....kerjaan sih gampang bisa di atur."

"Kaya sendirinya kerja aja." Walaupun Shay tau Sinyo memiliki Hotel warisan dari Almarhum papanya yang untuk pengurusan sudah dipegang oleh orang kepercayaan keluarganya....Sinyo hanya sesekali ke Hotel jika di perlukan perusahaan.

Dia juga punya usaha yang di rintis sendiri dari hasil dia MC di buatnya toko bangunan yang awalnya hanya menyediakan keperluan Hotel dan akhirnya sekarang sudah menjadi toko Bangunan yang lengkap dan sudah memiliki cabang 2 di daerah Sanur dan Tabanan. Untuk ukuran seumuran dia sudah termasuk sukses menurut penilaian Shay.

"Gw sibuk juga tau, tiap hari harus bikin pulau (yang di maksud tidur) sepanjang hari tanpa Arsitek tapi harus jadi banyak....apa nggak bikin pusing Shay?."

"Iya tau, makanya cari asisten biyar nanti ada yang bantuin ngrapiin pulau2 buatanmu."

"Eeeemm...Maksudnya apa ini?" Dengan muka bingung Sinyo berusaha menebak isi pikiran Shay.

"Gw sebagai sahabat juga bantu mikirin nasib pulau2 buatanmu Nyo, Sayang saja kalau tidak sampai terurus dengan baik." Jawaban shay sudah mulai di tebak oleh Sinyo.

"Gw tau arah pembicaraan loe nieh, Sama kaya Ibu kan?" Sinyo terdiam sejenak kemudian menghembuskan nafasnya perlahan2.

"Iya Nyo.... Menikahlah, Ibu itu merasa kesepian butuh temen untuk berbagi, butuh hiburan cucu mungkin biyar sehat bisa jalan kesana sini ngejar cucunya."

"Menikah nggak sesimpel yang loe pikirin Shay...Selama ini kalau siang gw usahain nggak kemana2 qo, gw pergi sama temen2 kalau Ibu sudah tidur."

"Nyo ragamu memang di rumah tapi Ibu tidak cukup hanya bisa melihat wujudmu di rumah Ibu pengan ada yang di ajak ngobrol."

"Kamu lihat sendiri kan beberapa hari ini Ibu terlihat sehat bahkan bisa ketawa2 ngajak jalan ke Pasar dan ikut menawar seperti orang2 biasanya, tapi kalau bayar ya tetap di kasih uang lebih...hanya jiwa nawar harga di Pasar buat para Ibu-ibu itu kaya seni dan suatu kemenangam di hatinya, coba deh sesekali temani ibu ke pasar tradisional, Ibu kurang suka kalau belanja ke Swalayan."

Sinyo terdiam mendengarkan cerita Shay karena selama ini yang dia tau ibu selalu sakit2an dan memang benar beberapa hari ini setelah Shay dateng terlihat sehat dan lebih bahagia....bahkan bisa tertawa riang padahal cerita Shay biasa saja menurut ukuran Sinyo. Bahkan tidak lucu2 banget, kenapa bisa sebahagi itu kelihatannya. Sinyo baru menyadari kalau selama ini memang dua siang hari ada di rumah tapi tidak pernah memberikan kesempatan Ibunya untuk berkeluh kesah, bahkan untuk berobat sudah beberapa kali ibu minta di antar ke Pukesmas tapi Sinyo selalu memanggilkan Dokter pribadinya ke Rumah dan itu di lakukan seminggu sekali. Mungkin Ibu Ingin keluar rumah karena merasa jenuh di rumah setiap hari...Beliau hanya keluar untuk pergi ke Gereja dan ikut kebaktian.

"Besuk pesawat jam berapa Shay ?"

"Gw ambil jam 11, biat sampai Jakarta masih siang dan nggak buru2 ke kampusnya."

"Terimakasih ya sudah menghibur Ibu, dan terimakasih juga sudah mengingatkan untuk lebih deket sama Ibu, jujur saja waktu kalian di kamar dan berpelukan dengan melihat Ibu menangis tadi....gw merasa jadi tamu yang sedang melihat Ibu dan Anak sedang berat melepaskan anaknya pergi. Gw iri karena yang anak kandungnya saja nggak pernah melihat Ibu seberat itu melepaskan loe. Sering2lah mampir kesini.

"Iya Nyo, Semoga pas gw kesini nanti ibu sudah bisa ngejar cucunya."

"Ya nggak lah Shay, kalau gw sudah nemu yang kaya elo pasti gw kabarin."

"Udah yuk ah tidur, sekarang sudah jam 1.30." Shay mengajak Sinyo dan akhirnya masuk ke kamar masing2.

Obrolan malam itu sembuka semua tentang seorang Ibu yang tidak hanya butuh materi tapi perhatian dan sedikit waktu.

We Love Ibu.

1
Erma Wanti
TERSERAH.. SECUKUPNYA 😂😂😂😂😂😂😂
Rini Haryati
lanjut thor
keren
sukses
semangat
🌹🪴eiv🪴🌹
kok aku nangis 😭
🌹🪴eiv🪴🌹
siapa orangnya yg nggak marah,,,marah lah udah liat video kaya gitu Trus liat langsung adegan di luar pikiran,,,

Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
🌹🪴eiv🪴🌹
yg kejebak itu kamu guoblok
🌹🪴eiv🪴🌹
aji,, mampus kau borokokok
🌹🪴eiv🪴🌹
lah,, tapikan emang bener bacanya pitsaaaaa atuh thor 🍕🍕🍕🍕🍕🍕🍕🍕🍕
🌹🪴eiv🪴🌹
a'a Armand seng legowo ya,, sini kerumahku aja 🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
wong Tuo gendeng
🌹🪴eiv🪴🌹
PP kerja sama kekampus naik angkot ,kadang jalan,konotasi uang mepet
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
🌹🪴eiv🪴🌹
sopan dari Hongkong,,
berani sosor bibir 🙄
🌹🪴eiv🪴🌹
tlp dari ehem
🌹🪴eiv🪴🌹
ringan bacaannya...belom ketemu ehemnya 😂😂😂
konflik ditunggu 🤭
Sulaiman Efendy
KURANG PUAS, DN KURANG MNGHIBUR, TDK TRLALU BSA MNIKMATI, BACA SAMPAI TAMAT KRN PENASARAN SJA, TRNYATA ENDING DN EXTRA PART NYA JUGA SANGAT SANGAT TDAK MMUASKN.... KECEWA SANGAT, DAN SANGAT2 KECEWA..
Sulaiman Efendy
KN, SAMPAI TAMAT GINI GK DIJELASIN KNP SHAY GK SUKA BUDI..
Sulaiman Efendy
SIAPA TEMAN RAKES YG GK DISUKAI SHAY, KNP GK DIJELASIN...???
Sulaiman Efendy
BENAR2 BARU CERITA INI WANITANYA GK HAMIL2, INI MGKIN RAKES GK IHKLAS KLO PNY ANAK, TAKUT TRBAGI PRHATIAN SHAY KE DIA...
Sulaiman Efendy
NAHHHH SHAY LOOO SENDIRI RUPANYA SEMPAT SELINGKUH MA ARMAN,, DN CIUM2AN,, RAKES TTP SETIA MA LO MSKI RAKES TAU HATI LO MSH BUAT ARMAN, SKRG RAKES DI JEBAK, LO MAIN PERGI TNPA MNTA PNJELASAN APA YG TRJADI SBNARNYA..
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
Sulaiman Efendy
AJI INI MMG MNUSIA ANJING, BLM SMPT RAKES CERITA, SI AJI UDH DLUAN KIRIM VIDEO
Sulaiman Efendy
HARUSNYA RAKES KE KANTOR SHAY, NGOMONG TU SAMA BOSNYA, MNTA SEGERA SETUJUI RESIGN NYA SHAY,
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!