NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Kebahagiaan

Perjalanan Menuju Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: elva19 fitriani

Ruqqaya, gadis cantik dan cerdas berusia 19 tahun, memiliki impian besar untuk masa depan nya. Namun, keputusan orang tua membuat nya harus meninggalkan mimpi-mimpi nya. masalah demi masalah datang, perdebatan antar kakak adik dan orang tua semakin memanas.
ketika sang ibu yang tiba-tiba pergi tanpa kabar, Membuat Ruqqya dan adik-adik nya harus berjuang untuk menemukan sang ibu dan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? Mari ikuti kisahnya di "Perjalan Menuju Kebahagiaan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elva19 fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pagi hari di rumah Juragan Kasman...

Tok toktok...

"Ghazi bangun nak..." panggil Bu.Yana.

Hening....

"Ghazi... Bunda masuk yaaa..." ijin nya sambil membuka pintu kamar sang putra pelan.

Bu Yana mendekat.. terlihat sang Putra yang tengah tidur terlelap sambil memeluk sketsa wajah RUQQA erat..

"Ya Allah,, secinta itu, kamu dengan Ruqqa Zi.." lirih nya membelai rambut sang putra pelan.

"Eum... Bunda... Ucap nya sambil mengerjap pelan.

"Bangun Nak.. Sarapan dulu." ucap nya lembut.

"Ghazi ke kamar mandi dulu Bun.

"Iya.." angguk nya sambil tersenyum. "Ibu tunggu di meja makan ya.. Jangan lama-lama ya, Ayah sama Kakak mu udah nungguin tuh..

"Iya Bun." ucap nya sambil menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai, Ghazi membersihkan tempat tidur nya yang berantakan, mata nya tertuju pada sketsa wajah pujaan hati nya yang ia gambar diam-diam semalam..

Bibir nya tersenyum...

"Selamat pagii cantik.." sapa nya.. "kamu disini dulu ya.. aku mau keluar sebentar." pamit nya lalu menaruh sketsa itu di bantal nya.

"Pagi Ayah, Pagii Bunda.." sapa nya..

"Pagiii..."

"Abang enggak di sapa Zi.??"

"Enggak perlu.." acuh nya

"Kamu...."

"Udah-udah... Ayah udah lapar tuuuh..." tunjuk Bu.Yana pada sang suami.

"Lihat mereka berdua aja, Ayah udah kenyang Bun.

"Hahaha... maaf Yah.. Isan kalau enggak ribut sama Ghazi belum kenyang rasa nya..

"Ya kan belum sarapan, gimana mau kenyang.?? Sewot nya.

"Udah sarapan pun, kalau belum buat dia..." tunjuk nya pada sang Adik.. "Marah-marah, ya memang belum kenyang Yah..

"Ck... punya Abang satu ngeselin nya minta ampun." sewot Ghazi.

"Sama,,, punya Adik satu ngeselin banget." jawab nya menggoda.

"Abang.." peringat Puspita.

"Hehehe... canda Dek."

"Jangan di ambil hati ya Nak Pita.. Suami mu ya gitu itu. masih kayak bocil."

"Enggak apa-apa Yah, nanti biar Pita yang marahin." seloroh nya.

"Mulai akrab ya sama Ayah mertua.?" goda Ghaisan pada Puspita, istri nya.

"Kan enggak ada yang ngelarang juga... iya kan Bun.??

"Iya dong.." jawab Bu.Yana sambil mengambilkan menu makanan untuk sang suami.

"Ghazi mau makan pakai apa.?? Nasi uduk atau Nasi goreng.??

"Nasi uduk aja Bun."

"Zi, ambil sendiri kan bisa.."

"Apa siih Bang, orang Bunda yang mau ambilin aku."

"Dasar manja..."

"Biariiin..." "Kak Pita, Bang Isan biar ambil sendiri aja, dia kan bukan laki-laki manja.." goda nya.

"Enak ajaa..."

"Bener ya Zi.. Ya udah, Abang ambil sendiri aja.."

"Dek.."

"Ck... jijik banget..." ejek nya.

"Kamu...."

"Ghazi.. Isan...."

"Maaf Yah...."

Juragan Kasman hanya menggeleng heran dengan tingkah laku anak-anak nya itu.

Di rumah Bu Maya....

Tut tut tut.. suara telfon yang di putus sepihak.

"BERANI DIA MENUTUP TELFON DARI KUU...." teriak nya geram.

"Kenapa Bu.?"

"Kenapa kenapa, lihat nih,,, karna usulan mu itu, Ibu jadi di permalukan kayak gini.." omel nya panjang lebar.

"Aku mana tau Bu, kalau Kak Sekar berani matiin telfon dari Ibu."

"Ck..." decak nya kesal..

"Tenang Bu,, nanti biar aku aja yang telfon."

"Terserah.." acuh nya.

"Bu.. Ibu kok gitu siih... emang nya Ibu mau bayar uang nya sendiri.??"

Spontan Bu Maya menghentikan langkah nya.

"Kan yang tanda tangan kamu, bukan Ibu.." jawab nya acuh tanpa memandang wajah Bu Hani.

"Jangan lupa Bu, kalau Ibu juga pakai uang nya."

"Ya Ibu memang pakai, dan kamu.. Kamu yang paling banyak pakai uang itu dan kamu juga yang tanda tangan.!! Jadi... ya kamu lah yang bakal di tagih sama Juragan Kasman." ucap nya enteng sambil berlalu dari sana.

"Bu..." panggil nya.. "Ck.. Ibu....." teriak nya sebal menghentakkan kaki nya sambil menuju ke kamar nya.

 

Di kamar nya....

terlihat Bu Hani yang tengah bersiap-siap.

"Aku akan kerumah mu Kak. AWAS AJAAA KAMU..." ancam nya. sambil berjalan keluar rumah.

"Mau kemana kamu.?

"Kerumah Kak Sekar."

"Kamu mau di siram lagi.?"

"Ck,, kalau aku enggak kesana, Ibu mau bayar hutang sendiri.??"

"Lah,,, yang bayar kan kamu."

"Bu... Ibu gimana sih... kita kan udah sepakat kemarin."

"Han, masalah nya, yg harus bayar itu kamu bukan Sekar. itu kan kesepakatan kita sama anak juragan Kasman.?"

"Bodo amat Bu."

"Kalau gitu, kamu aja yang bilang ke Sekar." tantang Bu Maya.

"Kok Ibu gitu.?" rajuk nya.. "Aku kan anak kandung Ibu.."

"Udah,, berangkat aja sana.." usir nya.

"Ck... oke, aku ke rumah Kak Sekar buat jemput dia. nanti Ibu yang bilang Ke kak Sekar." putus nya final.

"Heeeh,,, Ibu kan suruh kamu yang...

"Ibu kemarin udah setuju.." teriak nya berlalu berangkat menuju rumah Kakak nya. meninggalkan Bu Maya yang tengah mengomel itu.

 

Di rumah,,, tepat nya di ruang tamu rumah Pak Harun. terlihat Bu Sekar yang tengah duduk sambil memandangi punggung sang suami yang tengah berdiri di teras rumahnya.

"Lihat lah Bu, Anak yang kamu hina manja dan tidak bisa di andalkan. ternyata sungguh membanggakan bukan.??" tanya nya sambil menoleh ke arah Bu Sekar.

"Maaf Yah...

"Sekarang gimana Bu.?

"Gimana apa nya Yah.??" tanya nya gugup.

"Keputusan mu.?? setelah tau Ruqqa yang sudah bisa menghasilkan uang sendiri, apakah kamu tetap tidak akan mengijin kan nya untuk kuliah.??" tanya nya sambil duduk di depan Bu Sekar.

"Maaf Yah, Ibu tetap tidak mengijin kan.." jawab nya sambil menunduk.

"Huuft.. sebenarnya ada masalah apa sih Bu.??

"Enggak ada masalah apa pun Yah.. Elak nya gugup.

"Lalu.??

"Ibu hanya..

"Ibu egois.." ucap Fajar tiba-tiba.

"Fa Fajar.." ucap Bu Sekar spontan berdiri.

"Fajar.. kenapa nak.? sini duduk dekat Ayah..

"Bu, mending Ibu jujur aja ke Ayah.." ucap Fajar tetap berdiri di tempat nya.

"Maksud mu apa nak.? ada apa sebenarnya.?

"Ayah tanya saja pada Ibu.." ucap nya berlalu menuju kamar nya..

BRAK... terdengar suara pintu yang terbanting keras.

"Sebenarnya....

Tring tring tring... terdengar dering telfon rumah berdering..

"Ha...

"JADI KESINI ATAU ENGGAK.." terdengar teriakan dari sebrang sana.

"Astaqfirullah..." spontan Pak Harun membanting gagang telfon itu dengan kasar.

"Ada masalah apa sebenarnya.?" tatap nya tajam.

Di kamar Fajar...

"Ibu egois, Ibu hanya memikirkan kepentingan Nenek sama keluarga Lik.Hani aja.." teriak nya emosi, tangan nya terkepal mata nya memerah..

"Maaf Kak, maaf aku enggak bisa bantu Kakak." lirih nya menjatuhkan bobot tubuh nya di ranjang. ia menangis tersedu memikirkan sang Kakak.

 

Di ruang tamu...

"Ada masalah apa sebenarnya.?" tatap nya tajam.

"Ke kenapa Yah.?" tanya nya gugup.

"Kamu mau kerumah Ibu.?"

"Iya Yah, kemarin Ibu sama Hani kesini, Ibu di suruh kesana." jawab nya sambil mengangguk kecil.

"Pasti mau bahas soal uang lagi kan.?" sinis nya.

"Enggak tau Yah.."

"Jelas kan Bu.."

"I Ibu kesini enggak bilang apa-apa Yah, cuma nyuruh Ibu kesana aja."

"Lalu..."

"Lalu apa Yah.??"

"Fajar tadi kenapa.??"

"I Ibu juga enggak tau Yah." ucap nya semakin gugup.

"Fajar enggak akan marah kalau enggak ada penyebab nya Bu."

"Ibu beneran enggak tau Yah, sungguh.."

"Ayah tau kalau Ibu sedang..."

"Ibu siap-siap dulu ya Yah.. entar Ibu cemas nungguin Ibu.."

"Kamu beneran mau kesana.?"

"Iya Yah." jawab Ibu sambil berlalu menuju kamar.

"KALAU KAMU KESANA, JANGAN PERNAH PULANG LAGII.." tekan Ayah pelan. spontan Bu Sekar menghentikan langkah nya.

"Yah..."

"Pilih lah salah satu Bu." ucap Ayah sambil mendekat ke arah Bu Sekar yang berdiri mematung di ambang pintu kamar.

"Jangan hanya karna alasan BAKTI mu ke Ibu mu, membuat mu mengorbankan anak mu sendiri." ucap Ayah pelan, berlalu menuju kamar. "Aku berangkat ngojek dulu, jika pilihan mu Ibu mu.. tinggalkan Aku dan Anak-anak ku." tekan nya sambil berlalu pergi.

Setelah kepergian sang suami, Bu Sekar berjalan gontai menuju ranjang, mendudukkan dirinya di sana sambil termenung..

"Kenapa jadi seperti ini.??" lirih nya. "Sekarang aku harus gimana.??

tiba-tiba...

"Kakak..... Kak Sekar.....

Brak.. Brak.. Brak..

"Kakak... KELUAAAAR......." terdengar teriakan Bu.Hani.

"Hani.. pasti dia di suruh Ibu." gumam nya. "Untung tadi pintu nya aku kunci."

"Ck,,, dia pasti keluar ini... NYEBELIIIIIN..." terdengar gerutuan dari Bu.Hani.

"Pasti setelah ini Hani ngadu ke Ibu. Ya Allah,, mengapa semua beban ini harus hamba yang tanggung sendiri... hamba tidak rela jika hamba harus kehilangan Suami dan Anak-anak hamba. tangis nya tersedu-sedu." gerutu nya sambil menghela nafas lelah..

1
Celty Sturluson
Kurang tidur demi baca ini, thor cepetan terbitkan yang selanjutnya!
bellvania28: alhamdulillah, kalau kakak suka cerita nya. doa kan semoga amanah ya kak.
total 2 replies
★lucy★.
Aku suka banget tokoh-tokohnya. Jangan berhenti nulis thor.
bellvania28: doakan yak semangat nulisnya ya... makasih supir nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!