Bagaimana jadinya jika kita sebagai ibu susu pengganti dari anak mantan kekasih yang dulu. Casandra tidak pernah tahu siapa orang tua dari bayi mungil yang di asuhnya selama ini. Sepenuh hati dia merawat dan memberinya asi.
Bayi mungil itu sudah di anggapnya seperti anak sendiri karena anaknya telah lama pergi. Sejak kejadian kecelakaan waktu itu, hidupnya berubah drastis.
Dengan susah payah dia menyambung hidup, mencari pekerjaan kesana kemari hasilnya nihil. suami yang dulu menyayanginya, kini menyia-nyiakannya. Akankah Sandra bisa bertahan? Bagaimana perasaannya setelah tahu ayah dari anak yang dia asuhnya ternyata laki-laki di masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mas Bri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Sandra menggenggam erat tangan kekasihnya. Melihat dia semakin emosi mendengar ucapan sang ibu, Sandra mencoba menenangkannya.
Nyatanya genggaman itu mampu membuat hati Haris sedikit melunak. Dia mampu mengontrol ucapannya untuk tidak menyakiti orang tuanya.
"Ma, Haris mohon kali ini saja. Biarkan Haris menentukan masa depan Haris sendiri. Haris juga ingin hidup bahagia dengan wanita yang Haris cintai. Bukankah Mama sama Papa ingin aku hidup bahagia?" Haris terus memohon.
"Tapi tidak dengan wanita ular itu!"
"Apa sih salah Sandra, Ma? Sampai segitunya Mama membenci dia."
"Kamu mau tahu? Itu karena ..." belum selesai dengan ucapannya, Haris langsung memotong ucapan mamanya.
"Itu karena Ibu Sandra adalah mantan kekasih Papa! Iya kan, Ma?!"
Amarah Sonia semakin memuncak mendengar balasan putranya. Dirinya tidak menyangka Haris akan tahu apa yang dia sembunyikan selama ini. Tatapan tajam dia berikan untuk suaminya yang saat itu duduk di sampingnya. "Kamu yang memberitahunya?!"
"Ak-aku ... sudah saatnya dia tahu, Ma," balas Aditama sedikit takut.
"Sepertinya kamu memang masih mencintai dia." Sonia langsung pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga.
"Ma ... bukan itu maksud papa. Dari dulu cuma Mama yang ada di hati papa. Ma ..." Aditama lari terbirit-birit mengejar istrinya yang sedang marah.
"Kalau sudah begini pasti susah untuk di bujuk," gumam Aditama sambil berlari mengikuti Sonia.
Setelah kepergian ke dua orang itu, Sandra semakin di buat bingung. Dirinya sendiri tidak tahu bagaimana kehidupan ibunya sewaktu muda. "Aku tidak tahu apa masalahnya, tapi bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi?" tanya Sandra terlihat bingung.
Laki-laki itu bingung harus memulainya dari mana. Hembusan nafasnya terdengar begitu berat. Dia mengajak kekasihnya untuk mencari tempat duduk yang menurutnya nyaman.
"Kita pergi makan, yuk. Nanti aku ceritakan."
"Janji?" Sandra menegaskan kembali.
Mungkin hari ini adalah waktu yang tidak tepat untuk bicara dengan ibunya. Tetapi esok dia akan terus mengejar restu itu. Bisa saja dia menikah tanpa sepengetahuan keluarganya, tetapi bukan itu yang Haris mau. Dia ingin istri dan orang tuanya bisa akur dan saling menyayangi. Walaupun setelah mereka menikah, mereka akan tinggal terpisah dengan mamanya, tapi sudah pasti Sandra akan merasa terbebani akan restu orang tuanya.
"Janji."
Ke dua insan itu pergi dari rumah megah itu mencari tempat ternyaman untuk saling bertukar cerita.
Tidak jauh dari sana, mereka menemukan sebuah restoran mewah yang sedikit tertutup.
Setelah memesan makanan, Sandra mulai buka suara karena rasa penasarannya sudah tidak terbendung lagi.
"Papa dulu punya seorang kekasih yang sangat di cintainya. Mungkin ... sampai saati ini pun Papa masih belum bisa melupakannya karena begitu besar rasa cintanya."
"Siapa wanita beruntung itu?" tanya Sandra begitu polosnya.
"Ibu kamu," balas Haris singkat.
Sandra terperangah mendengar jawaban kekasihnya. Wajah terkejut itu tidak bisa dia tutupi mendengar ibunya pernah menjalin hubungan dengan calon mertuanya.
"Tapi itu dulu," lanjut Haris.
"Ya ... dulu, karena Ibu ku sekarang sudah tenang dengan Ayah di surga," lirihnya begitu sedih. Suasana berubah menjadi sendu di saat Sandra mengingat betapa susahnya dia menjalani hari-hari tanpa orang tuanya.
"Lalu, apa kita bisa mendapatkan restu mereka?"
"Aku akan terus berusaha sampai mendapatkannya."
.
.
.
Sandra pun berubah pikiran setalah mengetahui kenyataan di hadapannya. Entah apa yang akan dia lakukan setelah ini