NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Seseorang merengkuh bahu ku, Aku sedikit terkejud. "Damai..." kata ku dengn suara lirih, Damai jongkok untuk mengajakku pergi dari sana. Ketika itu Aku juga menyadari kalau Damai gak sendirian. Semua teman Fahri berada disitu. Entah sejak kapan mereka berada di samling aku. Mungkin mereka juga mendengarkan percakapan Fahri dan Vini.

Damai menginstruksikan mereka supaya mengikuti kami menuju kamar ku. Sesampainya di kamar, Aku langsung memeluk Damai erat. Ku tumpahkan semua rasa sakitku pada bahu Damai, Hanya Damai lah tempat Aku bisa mencurahkan segala kerisauan hati ku tanpa A I U.

"Aku gak nyangka kalo Vini masih berani godain Fahri, padahal dia tau jelas status Fahri.." Andien membuka percakapan.

"Iya, Aku pikir dia bisa bersikap dewasa dengan ngelepas Fahri, tapi setelah Aku denger tadi..Dasar.. Cewek gak bermoral banget, godain suami orang." lanjut Windi.

"Kak, kami minta maaf ya, kami gak tau kalo Vini bakalan nekat kaya gitu." kata Budi. "Aku tau rasa sakit nya, jadi ayo kita labrak mereka Sama-sama, Aku emosi ini." Lanjut nya.

Aku melerai pelukan ku dengan Damai, "Jangan, biarkan mereka, anggap aja kian gak tau apa-apa."

"Gak bisa gitu dong kak. Mereka udah kelewatan tau gak, berani-berani nya berbuat hal memalukan di rumah Kakak." Kata Windi menggebu-gebu.

"Jangan, Kalian temen nya, Kakak gak mau kalian saling bermusuhan, apalgi kalian 1 tim kan? Apa jadi nya kalau kalian musuhin Vini? Lagian ini urusan kakak sama mereka, kalian gak usah melibatkan diri, cukup kakak aja. Kalian bersikaplah seperti biasanya ya. Kasian Vini nanti gak ada temennya."

"Emh, Kak, ada yang mau Aku kasih tau sama kakak." Kata Fadli menginterupsi.

"Apa?" tanya kami penasaran

"Sebenarnya, Selama ini mereka masih menjalin hubungan, walaupun yang lain gak tau, tapi Aku tau kak, mereka masih sering jalan bareng. Terakhir kali Aku liat mereka berciuman, 2 hari setelah Fahri menjelaskan hubungan kakak sama Dia." Kata Fadli dengan suara yamg lirih di akhir kalimat.

"Dasar Bodoh" kata Windi mengetok kepala Fadli. "Kenapa gak kau halangi bodoh? Udah tau Fahri udah punya isteri," cecar Windi lagi

"Mungkin mereka backstreet, karena pas kepergok Aku mereka jadi salah tingkah." Bela Fadli pada Windi.

"Hal yang tadi kalian semua denger tadi di kamar sebelah tolong jangan ada yang bilang sama Fahri, biar kakak aja yang ngomong sama Fahri."

"Ya udah, kalo gitu kami keluar dulu kak,"

Aku mengangguk, dan mereka keluar dari kamarku. Aku berusaha tetap tersenyum pada mereka. Hanya Damai yang tak pernah luput dari ekspresi ku. Dia langsung memelukku dengan sayang, "Aku yakin kamu bisa mengatasi nya Mi, Aku percaya Mia ku selalu bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin." Kata Damai menenangkan Aku, Aku hanya mengangguk memberikan jawaban padanya.

Ceklek...

Pintu kamar terbuka, tampak Fahri datang dengan sedikit berlari, "Kamu kenapa Mi? Kata anak-anak kamu nangis? Kamu kenapa Nangis?" sederet pertanyaan Fahri. Aku tak mampu menjawab, jadi Damai lah yang menjawab pertanyaan nya, "Tadi dia kepleset depan pintu kamar mandi dapur, kepalanya kepentok gagang pintu. Jadi nangis gak berenti-berenti."

Fahri langsung memelukku, mengambil alih tubuhku dari Damai. Oh Tuhan.... Tubuh yang sedang memelukku ini baru saja memeluk wanita lain, Ampuni segala dosa nya Ya Allah.. Mungkin suamiku khilaf, mohon berikan lah petunjuk Mu untuk suami ku agar ia tak berada di jalan yang salah.

Damai keluar kamar tanpa mengucapkan kata-kata, dia melirik ke arah Fahri dengan tatapan tajamnya.

"Masih sakit kepalanya?" tanya Fahri khawatir. Aku menggelengkan kepala, gimana mau sakit, orang yang kepentok itu hati ku, ya pasti hati lah yang sakit gak tau bilang.

"Ayok kita sarapan," Ajak ku pada Fahri. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar, meninggalkan Fahri dengan sejuta kebingungan.

Nasi goreng yang tadi udah tersaji di meja, dengan teh hangat yang menemani.

Rupanya Damai udah menata makanan di meja makan, kami semua duduk di meja ingin menyantap sarapan pagi.

"Kakak habis nangis?" Tanya Vini padaku, dia duduk di depanku di sebelah Fahri, sedangkan Aku di sebelah kanannya.

"Tadi Mia jatuh di kamar mandi, kepalanya kepentok gagang pintu" jawab Fahri.

"Oh gitu, Fahri, sini Aku ambilin nasi goreng nya." Vini meraih piring Fahri yang akan di berikannya padaku seperti biasa. Aku hanya terbengong menatap nya, tapi seakan dia tak peduli dengan sekitar.

"Fahri punya isteri kali Vin, ngapain Lu repot-repot ngurusin laki orang?" Sindir Andien.

"Ehehehe... Kebiasaan sih dulu nya begitu.." jawab nya santai. "Ya udah, udah terlanjur Aku pegang piring nya," tambah nya

Aku hanya mengerutkan Alis ku seakan mengatakan "sungguh kamu tak tau malu."

"Kamu harus bisa jaga sikap dong Vin, kalian udah putus dan sekarang Fahri suami nya Kak Mia, apa kamu mau di sebut pelakor?" Sarkas Windi.

Tampak Vini terdiam dengan ucapan Windi, dia segera meletakkan piring Fahri kembali ke hadapan Fahri setelah mengisi nya dengan nasi goreng.

"Sadar donk, kalau mau godain laki orang tuh gak usah di rumah nya juga kali, gak tau malu banget sih, udah tau tu laki punya bini, masih aja keganjenan." Ya, itu yang ngomong si Damai, dia kalo udah bicara tentang sindiran untuk orang, gak ada lagi kata Halus, semua nya kasar, sekasar kertas pasir yang mampu menghaluskan permukaan yang kasar.

"Udah, sekarang makan ya, masih pagi ini, mungkin Vini belum bisa muv on dari Fahri, jadi maklumin aja lah, salah Ku juga sih ngikutin permintaan Fahri untuk menyembunyikan pernikahan ku dengannya dari kalian. Jadi nya salah paham semua nya. Ya udah Vin, lanjutin makannya.." Aku menyuapkan nasi ke dalam mulut sambil menatap Fahri. Seperti nya Fahri merasa tersindir dengan ucapan mereka. Sehingga Fahri tak berselera makan, tak seperti biasanya yang kalau makan selalu nambah 2 kali, apalagi nasi goreng.

Sarapan kali ini di rumah ku terasa aura mencekam, tak ada lontaran kata-kata lucu dari teman-teman Fahri seperti biasanya, hari ini semuanya makan dengan tenang. Tenang sekali hingga Aku merasa sesak untuk sekedar menghirup udara sexmdikit saja.

Fahri sesekali melirik ke arah ku, seolah meminta ku untuk menjelaskan sesuatu, tapi Aku acuh. Karena Aku yakin dia paham situasinya.

Tak lama selesai sarapan, mereka semua berangkat ke Hutan, Aku masih melakukan rutinitas ku seperti biasa, mencium tangan suami sebelum dia pergi, dan di balas dengan kecupan di kening. Fahri gak tau aja, kalo Ati Aku udah hancur berkeping-keping karena kepercayaan yang Aku beri di khianati.

✏️✏️ Gimana 2 episode ini kakak? Udah di siapkan hati nya kan untuk nyesek-nyesek nya,, Akan ada taburan bawang dikit ya..😁😁

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!