NovelToon NovelToon
SELAMANYA DIA IBUKU

SELAMANYA DIA IBUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Duda / Janda / Ibu Pengganti / Pengganti / Cerai
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Babahnya Hasnulya

Lilis Suryani Gadis tangguh, pekerja Keras. gadis manis asal Cinajur. harus menikah dengan laki-laki bernama Bramantyo karena ia kadung sayang dan Cinta dengan anaknya. dan Bramantyo harus menjadikan Lilis sebagai istri dan Ibu sambung untuk Reyhan putra nya. Kesal Bramantyo melihat kedekatan Reyhan dengan Lilis. ia takut Reyhan semakin ketergantungan dengan gadis itu.

Reyhan Adi Permana harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. ibunya terlalu abai dengannya. ibunya merasa kelahiran Reyhan adalah kesalahan.

Seminggu Bramantyo setelah menikahi Lilis, ia menyambangi kediaman Orang tua Desi mantan istrinya dan juga Ibu kandung Reyhan. ia berniat menyampaikan maaf dan menjelaskan kalau Desi sudah ia ceraikan dan juga akan mengambil hak asuh Reyhan. sialnya hari itu ia mendapatkan sebuah Fakta kalau Reyhan bukan darah dagingnya.
Bramantyo mengetahui hal ini langsung pergi dan menghilang dari kehidupan Lilis dan Reyhan.

simak terus kisahnya.
ada apa ini semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Babahnya Hasnulya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Masih Flashback

Reyhan tidak begitu menyukai Heru. menurut nya Heru type laki-laki patriaki dan mempunyai sifat Red flag. Lilis dan Heru tidak berpacaran hanya saja Lilis mengatakan jika ingin menikahinya. Heru harus bisa mengambil hati Reyhan. jika Reyhan setuju maka ia pun setuju. Lilis berkenalan dengan Heru saat Lilis mengambil uang pesangon nya.

Heru jatuh cinta kepada Lilis saat pandangan pertama. dan ditambah pesangon milik Lilis lumayan banyak. hampir 300 juta saat itu.

Heru mendekati Reyhan. ia sering kali mengajak Reyhan bertemu dan mengobrol. hingga pada akhirnya Heru mengatakan tujuannya untuk menikahi Lilis. Reyhan tidak menjawab. ia hanya menyarankan Heru agar bertanya kepada keluarga nya.

"Kalau om mau menikah dengan bundaku, ada baiknya om konsultasi kan lah kepada orang tua om. Rey ga mau nanti kita baik Bunda dan Reyhan menjadi penyebab hubungan keluarga Om menjadi retak" jawab Reyhan kala itu.

"Kamu ga usah pikirkan itu"

"Lalu setelah menikah dengan bunda kemana om akan membawa kita? "

"Kerumah keluarga om, Calon nenek mu tidak mau Om keluar dari sana" jawab Heru kala itu. Reyhan sudah punya feeling tak enak.

"Kalau boleh tahu ada berapa anggota keluarga om, dan apa kesibukan mereka"

"Disana selain ada papah dan mamah Om. disana juga ada kakak perempuan om dan suaminya dan juga ada adik perempuan Om. kalau orang tau Om sudah tidak bekerja. dan Kakak ipar om mempunyai usaha toko kelontong dan adik om kuliah"

"Kalau boleh tahu siapa yang mengurusi rumah om?, Rey tidak mau jika bunda menikah dengan Om. bunda akan dijadikan pembantu disana" Heru tercengang akan ucapan Reyhan. Bocah remaja itu bisa tahu niat Heru. padahal memang niatnya seperti itu dan setelah menikah uang pesangonnya Lilis akan dipakai untuk menutupi hutang sang Ibu saat memasukan Adiknya kuliah.

"I..tu tidak akan terjadi Rey"

"Om yakin?" Heru mengangguk "Baik pertemukan Rey dengan calon nenek Rey" dan besoknya Bu Mahmudah langsung menemui Reyhan disekolah.

"Kamu yang namanya Reyhan anak dari si Lilis" ujar Bu Mahmudah saat Rey sedang menunggu Lilis untuk menjemput nya.

"Iya nek, kalau boleh tahu nenek siapa? "

"Saya Mahmudah Mamah dari Heru"

"Oh mamahnya Om Heru. baik nek kita ngobrol di kantin saja" ajak Reyhan. ia tidak enak ngobrol di depan Gerbang

"Tidak usah. disini saja" ucapnya ketus. Reyhan memandangi Nenek tua itu. "Kamu jangan berfikir setelah ibu kamu menikah dengan anak saya kamu akan ikut bersama dengan nya"

"Loh kenapa memangnya nek?, dia kan Bunda ku"

"Hahaha, dengar ya anak pungut. memangnya aku tidak tahu siapa kamu?, kamu hanya anak bawaan dari ayah kamu kan, Ayah kamu kabur meninggalkan kamu bersama Lilis. Jadi kamu bukan anak kandung Lilis. jadi jangan COBA-COBA untuk mengatur keputusan itu"

"Oh" hanya itu tanggapan Reyhan.

"Jadi kau kembali bersama ayahmu yang berengsek itu anak sialan. kau tak pantas masuk kedalam keluarga terhormat ku"

"Maaf nek, baik aku dan bunda juga tidak akan mau masuk kedalam keluarga Toxic kalian. aku ga mau bundaku menjadi babu gratisan dan juga anakmu yang hebat itu akan memanfaatkan uang pesangan bunda ku. aku tahu itu. saat anakmu yang sangat terhormat itu saat berteleponan denganmu"

"Sial. anak ini tahu rencana nya" pikir Bu Mahmudah dalam hati.

"Hahaha, anak kecil tahu apa kau, jadi aku pertegas segeralah angkat kaki dari kehidupan Lilis dan pergi cari ayahmu sana"

"Dengan segala kerendahan hati. mohon maaf baik aku dan bunda tidak akan masuk kedalam keluarga anda. jadi buang Jauh-jauh niatan anda. dan carilah perempuan bodoh lainnya yang bisa kalian manfaatkan "

"Hey denger ya anak setan. kalau bukan anakku mana ada yang mau dengan Janda udik dan dekil macam ibumu. dasar ibu mu saja yang kegatelan. dasar janda binal ibumu itu" Bu Mahmudah kesal

"apa sudah puas anda menjelek-jelekan bundaku?, Asal anda tahu ya nenek tua. anakmu lah yang memohon kepadaku dan juga bundaku, agar bundaku mau menikah dengannya. jadi tolong tarik kata-kata sampahmu itu nenek peot" ujar Reyhan tak kalah sadis

"Dasar anak pungut sialan tak punya sopan santun"

"Sudah puas anda memaki dan menghina saya?. jika sudah silahkan anda pergi dari sini. atau jangan sampai tangan saya mendarat ditubuh anda" Reyhan sekuat tenaga menahan gejolak emosi. mendengar itu bu Mahmudah menciut dan langsung meninggalkan Reyhan. walau kesal.

"Flashback end"

bu Asih memeluk Reyhan. sungguh remaja laki-laki yang sangat manis ini diperlakukan secara tidak baik oleh perempuan seusianya itu. harusnya si ibu bisa mengambil hati Reyhan pikirnya. Lilis sebenarnya mendengar curhatan Reyhan dengan bu Asih. ia mendengar dengan jarak lumayan jauh. ia tidak ingin Reyhan tahu jika ia menguping.

"Bunda kenapa Nenek memeluk abang?, dan mengapa mereka menangis?" tanya Keyla "Apa nenek jahat sama abang? " tanyanya lagi

"Nenek tidak jahat sayang. itu abang kamu sedang bercerita. mungkin ceritanya membuat nenek terharu" jawab Lilis.

"Oh. yasudah kita kesana yuk bund" ajak Keyla

"Eh eskrimnya sudah dibeli? " tanya Lilis. ia sengaja mengajak Keyla membeli Es krim saat menguping curhatan Reyhan. Keyla mengangguk. bu Delima diam saja pura-pura tertidur. aslinya ia sempat meneteskan air mata. bu Sasi sedang sibuk berbelanja. ia membeli banyak oleh - oleh berupa ikan asin, emping melinjo dan masih banyak lagi. Bu Asih membayar Jasa ketiga tukang pijat. ketiganya turut meneteskan air mata.

Lilis akan mengorek info lagi tentang Ibu dari Heru. ia merasa sakit hati akan ucapannya kepada Reyhan. Setelah puas menikmati pantai mereka beranjak untuk pulang. Lilis duduk dibangku samping Reyhan sambil memangku Keyla. dan dibelakang ketiga perempuan paruh baya.

"Bang ga mau gantian sama bunda? " Lilis menawarkan mengganti kan Reyhan. Reyhan menggeleng

"Abang kalau cape bilang ya. biar bunda yang bawa" ucap Lilis.

"Iya bund" jawab singkat Reyhan. dan pada akhirnya Reyhan meminta gantian saat memasuki Rest Area Serang Timur. Lilis menggantikan Reyhan. Reyhan duduk dibelakang sendiri. ia akan tidur. rasanya ngantuk. Keyla duduk disamping Lilis. Keyla seperti tidak ada kehabisan baterai ia terus berceloteh. dan Lilis menanggapinya.

dan Pukul 5 sore mereka sudah sampai di kediaman Bu Asih. Lilis mengantar bu Asih terlebih dahulu. Keyla enggan pulang. ia meminta ikut dengan Lilis. ia belum puas bermain bersama Lilis.

"Dah nenek. nanti biar nanti papah aja yang jemput Key, jangan mang Jafar" ujar Keyla Sebelum meninggalkan rumah sang nenek

"Ok sayang. biar nanti papahmu yang jemput. Keyla jangan nakal ya dirumah bunda"

"Ok nek, dah nenek" ujar Keyla, setelahnya Mobil pun melaju. bu Asih memandangi mobil yang membawa cucunya itu sampai tak terlihat barulah ia masuk kedalam rumah.

"Mun tolong bawa masuk ini" perintah bu Asih ke teh Mumun.

"Loh neng Keyla ga ikut pulang Nek? " tanya Teh Mumun.

"Dia ikut bundanya lagi"

"Kayanya Neng Keyla sangat sayang ya nek sama Teh Lilis"

"Iya. kamu tahu kan Mun kalau Keyla sangat merindukan kasih sayang ibu. dari itu. begitu ada perempuan yang mempunyai hati tulus ia pasti akan sangat sayang dengannya" ujar Bu Asih. Kedua nya mengobrol sambil berjalan

"Iya nek, beda sama si Nita ya perlakuan Neng Keyla"

"Jelas beda dong Mun. si Nita mah uler kadut. sudah ah jadi ngomongin orang. itu kamu bagi-bagi sama tetangga yang lain. saya mau mandi dulu"

"Siap nek"

"Oh ya Mun, si Bule udah pulang? "

"Tadi sih bang bule pulang sama kang Jafar. terus Abang pergi lagi bawa motor"

"Pake motor apa dia Mun? "

"King Nek, katanya ada acara sama anak-anak komunitasnya.

"Uh anak itu. ya sudah saya mandi dulu. jangan lupa itu oleh-oleh. minta bantuan si Siti saja kalau kamu kewalahan"

"Siap nek"

...****************...

...Bersambung ...

...----------------...

1
La Rue
Akhirnya lanjut lagi,terimakasih buat penulis 👍
La Rue
semangat author
La Rue
Ceritanya ringan mengalir,enak dibaca. Meski banyak tokoh dalam cerita ini tapi masih bisa diikuti alurnya. Semangat buat penulis 👍
Hafidz Fajrin
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!