Vania Arnelita Adriansyah (Vania) dan Rizky Nugroho sudah menjalani hubungan selama dua tahun kurang lebih.
Rizky selalu menjanjikan pernikahan mewah kepada Vania selama satu tahun ke belakang, akan tetapi selama hampir dua tahun ini janji Rizky seperti menghilang di bawa angin.
"Rizky, ada apa denganmu dan apakah aku punya salah?“ tanya Vania.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainie1012, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Pernikahan Arjuna dan Melisa
Singkat cerita Vania, Erwin dan si kembar sudah berada di kediaman keluarga Adriansyah.
Karena hari ini mereka akan mengambil baju seragam yang akan mereka kenakan nanti di acara pernikahannya Arjuna dan Melisa, di sana juga sudah ada Gisel dan Rizwan.
"Nia, baju kamu di cobain dulu takut kebesaran atau kekecilan...." kata mama Selvi yang meminta kepada Vania, untuk mencoba pakaiannya terlebih dahulu.
Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya, Vania pun langsung menuju kamar tamu yang berada di bawah dan segera mencoba pakainya di bantu sama Gisel.
Setelah memakai pakaian yang berupa gamis berwarna merah maroon, Vania pun keluar untuk menunjukkan kepada keluarganya.
"Bagaimana ma, pa?" tanya Vania kepada kedua orang tuanya, sambil menunjukkan hasilnya.
"Bagaimana pakaiannya, apakah kekecilan atau kebesaran?" mama Selvi bertanya kembali kepada Vania.
"Pas kok ma, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar...." ucap Vania kemudian.
"Alhamdulillah kalau begitu, mama sangat khawatir kalau bajunya kekecilan karena waktunya sudah mendekati hari H dan tidak bisa di benarkan...." ujar mama Selvi kembali.
Dan setelahnya Vania pun melepaskan bajunya kembali dan menyimpannya buat nanti acara, berbarengan dengan baju suaminya dan juga kedua anaknya.
"Kalau begini, aku hanya tinggal mencari pasmina saja, ataupun jilbab segiempat yang akan aku gunakan nanti...." lanjut kata Vania yang telah keluar dari dalam kamar.
"Gampang itu mah, nanti mama juga bantu cariin...." balas mama Selvi kepada Vania dan Vania hanya mengangguk saja.
"Mama, Andra lapar...." kata Andra yang datang menghampiri Vania, setelah dirinya bermain dengan kembarannya dan juga Gisel dengan Rizwan.
"Astaghfirullah, nenek lupa kalau tadi nenek sudah memasak banyak buat kalian, jadi mari kita makan bersama...." ajak mama Selvi kemudian dan mengajak langsung ke meja makan.
Dan mereka pun menikmati hidangan yang telah mama Selvi sediakan di bantu oleh Gisel dan Lisa.
"Van, aku mau memesan tahu bakso dan juga dimsum dalam porsi banyak...." ucap Lisa tiba-tiba.
"Buat kapan kak?" tanya Vania kepada Lisa.
"Buat nanti acara pengajian di rumahku dan jangan lupa juga untuk di acara pernikahannya...." ujar Lisa kembali dan mengingatkan Vania kembali.
"Siap kak, mungkin buat pengajian aku akan membuat masing-masing seratus biji dan buat acara pernikahannya aku akan mengirim masing-masing lima ratus biji...." sambung Vania kemudian.
"Boleh, tapi kalau bisa yang buat acara pernikahannya di lebihkan saja...." sahut Juna kemudian.
"Itu mah gampang bang, asal budgetnya sesuai saja, sama apa yang kalian pesan...." lanjut kata Vania.
"Kalau itu sudah Abang siapkan dan tinggal di transfer saja ke rekeningmu...." balas Juna kembali.
Setelahnya Vania dan Erwin pun berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga saudaranya dan sahabatnya, diikuti oleh Gisel dan Rizwan.
"Ma, pa, aku pamit pulang dulu. Kasihan anak-anak sudah pada mengantuk dan besok mereka harus berangkat ke sekolah...." kata Vania yang berpamitan kepada kedua orang tuanya tersebut.
"Kenapa tidak menginap di sini saja dan si kembar berangkat dari sini, mama kan masih kangen sama mereka...." tawar mama Selvi kepada Vania.
"Sekali lagi maaf ma, kalau menginap aku belum menyiapkan baju seragam dan buku pelajaran yang akan mereka bawa esok hari...." ucap Vania kembali yang menolak tawaran dari mama Selvi.
"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau mereka liburan bawalah mereka ke sini...." ujar mama Selvi kembali.
"Insha Allah ma, nanti aku akan meminta mereka menginap disini di saat liburan sekolah...." balas Vania kemudian dan setelahnya Vania dan Erwin pun menggendong si kembar yang telah tertidur dan memindahkannya ke dalam mobil.
"Ma, pa, Abang, kami pulang dulu assalamualaikum...." sahut Vania kembali, setelah dirinya berada di dalam mobil.
"Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan...." balas mama Selvi kembali dan Erwin pun mulai menjalankan mobilnya dan mulai membelah jalanan.
...💟💟💟💟💟Aini1012💟💟💟💟💟...
Singkat cerita saat ini Vania sedang membuat pesanan seratus dimsum dan seratus tahu bakso, untuk acara pengajian nanti malam dan Vania di bantu oleh Nita dan Gisel dalam prosesnya.
Vania juga tidak lupa untuk membuat dimsum dan tahu bakso buat di acara pernikahannya Arjuna dan Melisa.
"Alhamdulillah, akhirnya finish juga dan tinggal di antar saja ke rumahnya Lisa dan untuk sisanya akan aku bawa ke rumah mama...." kata Vania sambil melihat hasil kerjanya yang di bantu oleh Gisel dan juga Nita.
"Terus, nanti siapa yang akan menjaga stand dimsum dan tahu bakso?" tanya Gisel kemudian.
"Gampang itu mah, yuk kita siap-siap untuk menghadiri acara pengajiannya...." balas Vania kembali dan mengajak kedua sahabatnya untuk datang ke rumah Lisa.
Dan mereka pun segera bersiap, begitu juga dengan si kembar yang Vania ajak ke acaranya Lisa.
Sesampainya di rumah Lisa, Vania dan Nita kembali berkutat untuk menempatkan dimsum dan tahu bakso untuk di bagikan.
Setelah isya pengajian pun di mulai, bundanya Lisa memanggil tim Hadroh dari kumpulan ibu-ibu pengajian.
Acara pun di mulai dengan membaca Al-fatihah yang di pimpin oleh MC dan di lanjut dengan membaca, bacaan yang lainnya sampai seorang ustadz memberikan ceramah.
Sekitar setengah sepuluhan pengajian pun telah selesai dan ibu-ibu yang datang sudah pada membubarkan diri, setelah mendapatkan bingkisan makanan yang di sediakan oleh bundanya Lisa.
Selesai acara Vania di antar oleh Nita, untuk pulang ke kediaman keluarga Adriansyah.
Karena esok hari ia akan berangkat bersama dengan iring-iringan keluarganya, begitu juga dengan Erwin yang sudah hadir di rumah mertuanya tersebut dan sedang menunggu istri juga kedua anaknya.
...💟💟💟💟💟Aini1012💟💟💟💟💟...
Keesokan harinya Vania membantu mama Selvi untuk bermake-up, mereka berdua kompak dengan pakaiannya yang berupa gamis berwarna maroon.
Sedangkan untuk Erwin dan Si kembar menggunakan kemeja batik, dengan ke bawahan celana kain untuk Erwin dan jeans untuk si kembar.
Kalau untuk Juna ia mengenakan kemeja polos berwarna putih di tambah, dengan jas warna hitam untuk luarannya dan celana panjang kain berwarna hitam juga sepatu pantofel.
Untuk pakaian yang di pakai papa Seno hampir mirip dengan yang di pakai oleh Erwin, yang membedakannya hanya corak batiknya saja.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya papa Seno kepada keluarganya.
"Sudah pa, kita hanya tinggal berangkat saja...." balas mama Selvi.
Kemudian mereka pun menuju mobil masing-masing dan segera berangkat menuju ke tempat acara.
Juna dan Lisa sepakat mereka mengadakan acara pernikahannya tidak di gedung, melainkan di depan masjid yang tidak terlalu jauh dari rumahnya Lisa.
Dan di sana sudah terpasang tenda dan dekorasi pelaminan untuk Juna dan Lisa, tidak lupa di sepanjang jalan menuju meja penerima tamu.
Terpampang jelas foto prewednya Juna dan Lisa, berbagai pose dan di belakangnya ada pemandangan alam.
Kedatangan keluarga Juna di sambut baik dengan keluarga Lisa, kemudian setelahnya Juna di bimbing langsung menuju kursi yang tersedia.
Tidak beberapa lama acara pun dimulai dengan membaca surat Al-fatihah dan doa sebelum melakukan ijab pernikahan.
Sengaja Lisa di sembunyikan di suatu ruangan dan di temani oleh Gisel dan Nita, Lisa tidak akan keluar sebelum ia di nyatakan sah menjadi istri dari Arjuna Kiandra Adriansyah.
Setelah Juna membacakan ijab pernikahan dengan menjabat tangan papanya Lisa, dengan lancar dan tanpa adanya hambatan.
Pada akhirnya mereka pun di nyatakan SAH sebagai sepasang suami dan istri, di mata negara dan di mata agama.
Kemudian mereka pun melakukan tradisi sungkeman dengan kedua orang tua mereka dan tidak lupa di beri nasihat.
Setelah melakukan acara sungkeman Juna dan Lisa pun duduk di bangku yang sudah di sediakan di pelaminan.
"Mama, tidak menyangka kedua anak mama sudah memiliki keluarganya sendiri-sendiri...." kata mama Selvi sambil melihat penampilan Juna yang begitu gagah dalam balutan pakaiannya yang berada di atas pelaminan.
"Mama benar, padahal baru kemarin kita melihat mereka berdua yang selalu bertengkar dan saling meledek dan sekarang mereka sudah memiliki keluarganya sendiri-sendiri...." ucap papa Seno menimpali perkataan mama Selvi.
"Dan kita hanya tinggal menunggu cucu dari Juna dan Lisa...." ujar mama Selvi kembali dan diiyakan oleh papa Seno.
Sama dengan halnya acara ijab yang lancar tanpa adanya hambatan, acara resepsi pun lancar dan banyak yang datang dari teman-temannya Juna ataupun Lisa sendiri.
TBC.
hehehe 😁 semoga ka author ngga marah aku spam coment yaa 🙏🏻✌️
to "kata Vania", jika keduanya dipakai terlihat seperti pemborosan kata