NovelToon NovelToon
Hatiku Milikmu

Hatiku Milikmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: SunLs

Bagaimana perasaan kalian jika ada seorang pria tak dikenal memaksa kalian untuk menjadi kekasihnya.?Apa yang akan kalian lakukan pada pria itu.?Apakah kalian akan menerima cintanya,sementara kau sendiri tidak mengenalnya sama sekali.?Wanita manapun akan menolak permintaan pria itu,tapi tidak dengan Rhivi.?Rhivi terpaksa menerima pria itu menjadi kekasihnya lantaran dirinya terjebak kedalam masalah pria mistrius itu.Leon adalah seorang gengster yang hidupnya selalu dipenuhi oleh musuh-musuhnya.Perkelahiannya dengan salah satu musuh besarnya membawa rhivi kedalam masalah besar.Musuh besar leon mengira bahwa rhivi adalah kekasih leon,karna itu leon meminta rhivi untuk menjadi kekasihnya agar dia bisa melindungi rivi dari musuh-musuhnya.Rhivi yang tidak memiliki pilihan lain,terpaksa menerima leon sebagai kekasihnya.Bagaimana perjalanan cinta sepasang kekasih ini.?Apa perasaan mereka berubah menjadi cinta.?Apakah mereka bisa menghindari cinta yang berlahan-lahan menguasai perasaan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunLs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Pelayan wanita yang diutus Khania untuk mengantar gaun pengantin kerumah Silvia bergegas menemui Khania, pelayan wanita paruh baya ini sudah bekerja dirumah mereka saat mereka masih kecil. Sebagai salah satu prang yang dekat dengan tuannya tentu saja pelayan paruh baya ini ingin yang terbaik untuk tuannya. Pelayan paruh baya itu terus melangkah menuju kamar Khania, ia bahkan tidak perduli dengan orang-orang yang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Leon.

“Nona.?”

“Ada apa.?Kenapa kau terlihat tegang, apa terjadi sesuatu pada adikku.?”

"Tuan muda baik-baik saja, ada yang ingin saya sampaikan pada nona."Pelayan itu memberikan sebauh kamera pada khania. Khania tersenyum licik menyaksikan silvia dan rangga dalam videon itu.”Dengan bukti ini, kita bisa membatalkan pernikahan mereka. Wanita itu bukan hanya ingin menguasai harta keluargaku tapi juga ingin membunuh Rhivi.”Khania bergegas menemui ayahnya,leon dan marcian,devant,alvian yang berada dibawah bersama silvia dan keluarganya.

“Ayah.?”

“Ada apa.?Apa kau tidak belajar sopan santun.?Kau tidak lihat ayah sedang apa.?”Bentak Tuan Raffi

Khania memberikan kamera yang ada ditangannya kepada sang ayah.”Ayah harus melihatnya.?Ayah akan menyesal setelah melihat rekaman itu.”

Tuan Raffi mengambil kamera video itu dari tangan sang putri Tuan Raffi mengumpal tangannya mendengar percakapan silvia dan rangga yang ingin menguasai kekayaan miliknya.“Brengsek berani-beraninya gadis itu mempermainkanku. Penjaga tangkap gadis itu dan pastikan dia membayar semuanya.”Tiba-tiba seseorang menerobos masuk kedalam ruangan Tuan Raffi."Apa kau tidak tau tata krama.?"

"Maafkan saya Tuan, ada hal mendesak yang harus saya sampaikan pada Tuan."Asisten Tuan Raffi memberikan tablet kepada Tuan Raffi, sebuah rekaman yang menampilan sosok laki-laki seusia Tuan Raffi menyelinap masuk kedalam ruang kerja Tuan raffi membuka brangkas dan memasukkan semua uang bahkan dokumen penting kedalam tasnya. Setelah memastikan semuanya laki-laki itu bergegas pergi meninggalkan ruang kerja Tuan Raffi."Sialan, berani sekali mereka melakukan hal ini padaku, bukan hanya putrinya yang mempermainkan keluargaku. Pastikan kau menangkap mereka."

"Baik Tuan."

"Brengsek ******** itu bukan hanya mencuri tapi juga mengelapkan uang perusahaan."

                                                    ______________________________

                                                    ______________________________

        Silvia dan keluarganya berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu, namun Marcian dan yang lainnya menahan mereka. Tuan RAffi menampar Silvia dan ayahnya. Bukan video dari pelayan dan bukti kejahatan pengelepan dana perusahaan oleh Ayah Silvia membuat Tuan Raffi tidak dapat mengendalikan diri lagi.

“Kurang hajar, berani sekali kalian merencanakan sesuatu yang jahat pada keluargaku.”Tuan Raffi mengambil pistol yang ada ditangan asistennya kemudian menembakkan pistol tersebut kearah kaki ayah Silvia."Aku akan membuat kalian membayar perbuatan kalian."

"Tuan, aku mohon ampuni ayahku."Silvia memohon dibawah kaki Tuan Raffi namun Tuan Raffi langsung menendangnya."Tuan kami tidak bermaksud melakukan ini, ayahku hanya ingin membantuku membalas dendam pada Leon. Semua ini karena putramu kalau saja putramu tidak memandang rendah padaku, aku tidak akan berani melakukan kejahatan sebesar ini."

"Berani sekali kau melemparkan kejahatanmu pada putraku."Tuan Raffi menarik rambut Silvia."Kesalahan terbesarku adalah membiarkan gadis hina sepertimu menjadi menantu dikeluargaku."

“Dimana Rhivi.?”Leon menatap tajam kearah Silvia.

“Aku tidak tahu.?”Jawab Silvia

Leon mengambil pisan diatas meja,memainkan pisau itu diwajah silvia.”Jika kau tidak memberitahuku. aku akan melukai wajah cantikmu ini. Tentukan pilihanmu wajahmu atau keberadaan Rhivi.?”

“Baiklah aku akan memberitahumu. Rangga membawa Rhivi ke stasiun.Aku meminta rangga untuk membawa rhivi pergi dari kota ini.”

“Kau.?”Khania menampar Silvia”Wanita iblis. Tega-teganya kau melakukan ini pada keluargaku. Wanita sepertimu tidak seharusnya berada didunia ini, kau lebih baik mati.”

Leon pergi meninggalkan mereka semua.“Leon.?”Teriak Marcian dan yang lainnya

“Sebaiknya kita menyusl Leon, sebelum terjadi sesuatu pada mereka.”Tutur Devant

“Ya. Alvian cepat hubungi Trent untuk menemui kita distasiun.”Kata Marcian

“Baiklah.  Kita berpencar dengan begitu kita lebih cepat menemui Rhivi”Ujar Alvian

________________________________________

________________________________________

        Leon, Trent dan yang lainnya menelusuri setiap daerah disekitar tempat itu, memasukki gerbong stasiun satu persatu mencari keberadaan Rhivi. Anak buah Rangga menyerang mereka membuat mereka terhempas kelantai.

“Leon sudah lama aku menantikan ini terjadi.”Rangga menatap kearah Trent.”Trent.?Ternyata kau sudah menjadi pengikutnya.”

“Dimana Rhivi.?”Teriak Trent.”Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan membunuhmu.”

“Bravo. Cinta segetiga yang menyentuh hati. Kalian berdua mempertaruhkan nyawa kalian demi wanita itu.”

“Jangan memancing amarahku brengsek. Katakan saja dimana kau sembuyikan Rhivi”Teriak Trent

“Tidak ada waktu untuk berteriak.”Leon mengumpal tangannya.”Kita habisi mereka secepatnya.”

        Leon dan Trent menyerang anak buah Rangga. Mereka seperti kembali kemasa lalu, Leon mengejar Rangga yang mencoba untuk melarikan diri dari mereka. Tanpa memberi kesempatan pada Rangga untuk membalas pukulannya,  Leon terus menghantam Rangga dengan pukulannya. Leon menghentikan pukulannya mendengar suara Rhivi memanggilnya. Anak buah Rangga menyeret Rhivi kehadapan Leon seperti hewan.

“Ayo pukul aku.?Kenapa berhenti.?”Teriak Rangga

Tuan affi memukul anak buah Rangga yang menyandera Rhivi dengan balok kayu. Melihat Rhivi terlepas dari bahaya, Leon kembali menghajar Rangga tanpa ampun. Tidak lama kemudian Mozha, Clarissa dan Paman Hengky datang bersama polisi. Polisi segera menangkap Rangga dan anak buahnya

“Rhivi.?”Leon memeluk Rhivi.”Kau baik-baik sja.?”

“Ya. Aku takut, Leon.?Aku tidak ingin berada ditempat ini.”

“Tenanglah. Ada aku disini, semuanya baik-baik saja tidak ada yang perlu kau takutkan lagi.”

“Raffi.?”Panggil Paman Hengky

“Hengky. Kenapa kau bisa ada disini.?”

“Aku kemari karena putriku dalam bahaya.?Kau sendiri kenapa kau bisa ada disini.?”

“Jadi dia putrimu.?”Tuan Raffi menatap Rhivi dan Paman Hengky secara bergantian

“Ya dan bocah berandalan itu adalah putramu.?”

"Paman sudah berulang kali aku katakan aku bukan berandalan."Teriak Leon frustasi, mendegar suara putranya bicara tidak sopan pada sahabat baiknya. Tuan Raffi langsung memukul kepala Leon."Ayah.?"

"Jaga bicaramu, dia adalah sahabat ayah bicaralah yang sopan."Tuan Raffi tersenyum kecut menahan malu atas sikap anaknya."Maafkan putraku, dia terkadang sedikit bersemanggat."

"Tidak masalah. Sayang sekali, kalau saja aku tahu dia putramu. Aku mungkin tidak perlu menghajarnya.”Hidung Rhivi mengeluarkan darah, tiba-tiba saja Rhvi kembali jatuh pingsan."Putriku."

“Rhivi.?”Teriak Samua orang

“Kita harus membawanya kerumah sakit. Cepat.”Leon langsung membawa Rhivi kerumah sakit. jantung Leon berdetak kencang mendengar penjelasan Trent mengenai penyakit Rhivi.

______________________________________

______________________________________

“Argh.”Leon berteriak seperti orang gila, melampiaskan rasa kecewa dan amarahnya.”Laki-laki seperti apa aku ini.?Aku bahkan tidak tahu wanita yang ku cintai menderita karena penyakitnya. Aku tidak pantas mendampinginya, selama ini hanya penderitaan dan rasa sakit yang aku berikan padanya.”

Trent menyentuh bahu Leon.”Rhivi merahasiakan penyakitnya darimu itu karena dia tidak ingin menambah bebanmu. Kau harus menghargai pengorbanannya untukmu, jangan bersikap seperti ini. Melihat kau bersikap seperti ini hanya akan melukai perasaannya saja.”

Khania keluar dari dalam ruangan dokter yang menangani Rhivi. Khania menatap semua orang satu persatu.“Bagaimana hasinya.?Apa sumsum tulang belakangmu cocok untuk Rhivi.?”Mozha menyerang Khania dengan pertanyaan."Jawab aku Khania, bagaimana hasilnya.?"

"Mozha tenangkan dirimu, biarkan Khania menjelaskan semuanya."Marcian mencoba menenangkan kekasihnya.

“Khania jawab, jangan diam saja. Kau satu-satunya harapan kami, katakan padaku bahwa kau bisa menolong sahabatku. Aku mohon katakan, berikan kesempatan pada sahabatku untuk hidup lebih lama lagi.”Clarissa memohon dibawah kaki Khania dengan linangan air mata."Aku mohon beritahu kami."

“Berdirilah Clarissa.?"Khania membantu Clarissa berdiri dan menghapus air matanya."Aku.?Aku bisa mendonorkan sumsum tulang belakangku untuknya .Aku bisa menolongnya jadi berhentilah menangis.”Clarissa dan Mozha memeluk Khania,menangis didalam pelukan malaikat penolong sahabat mereka.“Leon.?”

“Terima kasih, Kak.?Terima kasih karena kakak mau menolong wanita yang ku cintai. Terima kasih kak karena selalu ada disisiku bahkan dalam keadaan tersulit.”Leon menangis didalam pelukan sang kakak.

“Kakak melukannya untuk cinta kalian dan demi ibu.Tidak ada yang perlu dicemaskan, besok operasi pencangkokan sumsum tulang belakang sudah bisa dilakukan. Kita doakan saja yang terbaik untuk Rhivi.”

“Ya. Berjanjilah padaku,Kak.?Kakak akan kembali bersama Rhivi dengan selamat. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua. Berjanjilah kau akan kembali bersamanya, jika kau sampai berani meninggalkanmu seperti ibu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

“Kakak janji akan kembali padamu bersama Rhivi.”

.....*0o0*.....

        Operasi pencangkokan sumsum tulang belakang berjalan dengan baik. Rhivi beruntung tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan sumsum tulang belakang yang cocok dengannya. Leon masuk kedalam menemui Rhivi. Rhivi tersenyum melihat kedatangan Leon.

“Kenapa kau tidak memberitahuku, kalau kau mengidam penyakit ini.?”

“Untuk apa.?Untuk membuat kau sedih.?Untuk menambah bebasnmu.?Leon ada begitu banyak masalah yang datang menghampiri kita dan sejauh ini kita bisa mengatasinya, selama kita bersama tidak ada yang tidak mungkin kita atasin. Aku beruntung dipertemukan dengan pria sepertimu ya meskipun awalnya aku begitu membencimu.”Leon mencium wanita yang dicintainya dengan lembut. Paman Hengky dan Tuan .Raffi juga yang lainnya masuk menemui mereka didalam.“Ayah.?”

“Bagaimana keadaanmu.?”Tanya Paman Hengky

“Aku baik-baik saja ayah. Khania terima kasih karena kau aku bisa bertemu dengan ayah, Leon juga kalian Samua lagi. Berkat pertolonganmu aku bisa berkumpul bersama orang-orang yang aku cintai."Rhivi tidak bisa menahan tangisnya lagi, rasa takut akan meninggalkan semua orang yang disayanginya lenyap dalam seketika."Aku sangat senang karena bisa bertemu kalian lagi, aku takut tidak bisa melihat kalian.

“Sama-sama. Aku senang bisa membantumu, seandainya aku tidak membantumu adikku pasti akan mengakhiri hidupnya sendiri untuk bisa bersamamu dan aku tidak ingin kehilangan adikk juga dirimu."Khania menghapus air mata Rhivi, kehadiran Rhivi benat-benar mengubah segelanya."

“Khania. Terima kasih kalian semua kemari untuk menjengukku.?”

“Bukan.Kami kemari untuk meberitahumu kabar bahagia.”Kata Mozha

“Kabar bahagia.?Apa itu.?”

“Kalian akan segera menikah.”Teriak semua orang

“Apa.?Ayah.?”

“Ayah hanya ingin melihat putri ayah bahagia. Mendengar penyakitmu membuat dunia ayah hancur, ayah tidak bisa membayangkan hidup tanpamu. Ayah sadar ayah bukan ayah yang baik untukmu, selama ini ayah tidak pernah memberikan sesuatu yang berarti untukmu. Putriku menikahlah dengannya, ayah tidak akan menghentikan kalian lagi.”

“Tapi. Bagaimana dengan sekolahku nanti.?”

“Untuk itu kau tidak perlu cemas. Kau berada disekolah milik almarhum ibu Leon, pihak sekolah tidak akan mengeluarkanmu hanya karena kau menikah dengan pemilik sekolah itu.”Terang Tuan Raffi

“Selamat atas pernikahan mu,Rhivi.”Mozha memeluk sahabatnya itu, Mozha tidak bisa menahan air matanya

"Yak Rhivi yang akan menikah kenapa kau yang menangis.?Apa kau tidak rela Leon jadi milik Rhivi."Clarissa mengoda Mozha, Mozha yang kesal langsung memukul Clarissa membuat semua orang tertawa.

"Aku sangat bahagia bisa melihatmu lagi, kau tahu betapa takutnya kami semua mengetahui kondisimu. Sebagai sahabat yang selama ini bersamamu, aku merasa tidak berguna."

Rhivi menarik Mozha kedalam pelukkannya."Maafkan aku sudah membuatmu sedih, aku janji tidak akan melakukan ini lagi."

"Yak kau anggap kami ini apa hah.?Kau menderita tapi kau tidak pernah memberitahu kami, kau benar-benar tidak menanggap kami sebagai sahabatmu."Clarissa memanyunkan bibirnya sebagai tanda protes atas sikap Rhivi yang menyembuyikan penyakitnya dari mereka."Aku membencimu."

"Tsk kau ini dimana-mana selalu berisik, ini rumah sakit."Cibir Trent

        Mereka tertawa bahagia menyambut kebahagian sepasang kekasih itu, setelah banyak melalui banyak rintangan akhirnya cinta mereka berdua bersatu. Cinta sejati tidak akan pernah meninggalkan pemiliknya meski harus melalui banyak cobaan. Leon mencium pengantin wanitanya dihadapan para tamu yang menghadiri pernikahan mereka. Leon membawa sang istri ketengah taman.

“Kau ingat dua belas tahun yang lalu. Saat kau memberikan kotak obat dan roti kepada anak laki-laki yang berdiri depan rumahnya.”

Rhivi mencoba mengingat kejadian dua belas tahun silam.”Ya. Aku ingat, Leon dari mana kau bisa mengetahui hal itu.?”

“Akulah anak laki-laki yang kau tolong waktu itu.”

“Apa.?Benarkah.?”

“Ya. Sejak kau menolongku saat itu, aku selalu memikirkanmu. Aku Sempat mencarimu tapi aku tidak menemuimu. Sampai akhirnya aku dipertemukan denganmu kembali disekolahmu.”

“Dunia ini sangat sempit. Kita dipertemukan kembali dengan cara tidak terduga seperti ini. Seandainya kau tidak berkunjung kesekolah kita tidak akan bertemu dan aku tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan kujalani.”

“Tuhan mentakdirkanmu untukku. Kemanapun kau pergi, aku pasti akan menemukanmu.  Ibu apa kau bahagia melihat aku bahagia.?Aku sudah mendapatkan peri kecilku kembali dan semua ini berkatmu,bu.?Terima kasih,Bu.”

Mereka berdua menatap keatas langit.tersenyum melihat wajah ibu Leon terukir diantara awan-awan biru itu. Tuan Raffi merangkul putrinya memperhatikan sepasang pengantin baru yang asyik berciuman ditaman.“Maafkan ayah.?Selama ini ayah tidak pernah memperdulikan kalian berdua. Ayah bukan ayah yang terbaik untuk kalian.”

“Tidak ayah. Ayah yang terhebat untuk kami dan ayah suami yang baik untuk ibu.”

“Kalian anak-anak yang baik. Ayah bangga memiliki kalian dalam hidup ayah.”

“Ibu semua berakhir dengan bahagia. Leon memiliki cinta sejatinya, peri kecil yang selama ini dicarinya dan ayah.?dan ayah kembali menjadi ayah yang dulu. Ibu apa kau melihat kebahagian ini.?Aku merindukanmu,Bu. Sangat merindukanmu.”Batin Khania

"Hei mau sampai kapan kalian berciuman.?"Teriakan Alvian membuat kedua pasangan itu menghentikan aktivitas mereka, wajah Rhivi memerah menahan malu."Kami ada hadiah buat kalian.?"

"Hadiah.?"

"Ya hadiah yang tidak akan kalian lupakan seumur hidup kalian. Teman-teman serang."Entah dari mana datangnya mereka semua muncul disana melemparin mereka dengan telur dan air. Leon berusaha melindungin istrinya dari serangan mereka, suara tawa mulai terdengar dimana.

 

 

 

                                                                        THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
Val07
mampir kak
Luc23
Hallo teman2 ...
aku kembali dengan cerita baru ..
mohon dukungan buat Dragon ya ..
🤗🤗
Asniladimu
bagus ceritanya Thor .....tetep semangat di tunggu novel selanjutnya.....
Luc23: makasih.
novel lainnya udah ada tp ga bsa d upload dlk mangatoon nya, udh hampir 6 bulan mangatoon ga bsa di buka.😭😭😭
total 1 replies
Asniladimu
makin tegang ceritanya
Asniladimu
aku tidak suka sama Rivia tidak mengerti perasaan Leon main cium sembarangan...😠😠😠
Asniladimu
siapa lagi Silvia it
Asniladimu
Thor kenapa nam2nya susah d ingat
Luc23: haha maaf ya.🤣 Soalnya bingung mau ngasih nama siapa. hehe
total 1 replies
Asniladimu
jadi terharu aku
Asniladimu
ayahnya Rivi kejamjugaya kasihan Leon
Asniladimu
lanjut dan tetap semangat
Asniladimu
cerita yg menarik
Asniladimu
awal yg bagus dan menarik.......hai kk aku mampir
Natasya ibrani
bagus bangat thor, aku suka ceritanya... jangan lupa mmpir di karyaku juga "Warna Cinta Natasya" trim's
dimas wahyu
ini baru mantap puas bacanya kalau panjang gini. semangat thor
Luc23: makasih. kmu juga smngat ya, ayo buat karya baru.
total 2 replies
Muhammad Ari
keren thor, ijin promo ya, jgn lupa baca dan mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
AtinyRyesa24
sudah ku boom like sama ku bintang lima
Neng Euis
Semngat up kak🤗..

Yuk kita saling Boom Like+ rate 5

Mampir cerita aku...
" Hello seoul"
Luc23: iya dek ...
kakak mampir k novelmu ....
:)
total 1 replies
Sirashui
WOW
Luc23: wiw....
total 1 replies
Maitra Tara
waaah. kereeen bisa nulis satu bab sebanyak itu🙏
Luc23: baru prtama dipost mbak, masih bingung mau mecahin bab nya. ^_^
total 1 replies
Luc23
mohon dukungannya ...
kritik dan saran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!