NovelToon NovelToon
Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Selingkuh / Tante / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hany Honey

Niken menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan perempuan yang lebih dewasa, istri orang, dan tetangga dari suaminya. Bukan Niken saja yang melihat adegan panas Reyfan, sang suami bersama Zahra, selingkuhannya. Melainkan ada seseorang lagi yang melihat adegan panas mereka. Hans, suami dari Zahra ternyata menyaksikan semua itu di belakang Niken yang sedang memergoki Reyfan bercinta dengan Zahra di Bengkel milik suaminya.

Hans menangkap tubuh Niken yang lemas karena melihat pergulatan panas Reyfan dan Zahra.
"Jangan menangis, manusia laknat seperti mereka jangan ditangisi!"
"Om Hans?"
"Kita balas perbuatan mereka!"
"Caranya?"
"Kita selingkuh!"

Niken setuju dengan Hans, mereka membuat suatu perjanjian perselingkuhan. Bagaimana kisah Niken dan Hans? Apa mereka terjebak perasaan saat membalas perlakuan pasangan mereka? Apalagi Hans yang sudah lama jatuh hati pada Niken, sejak Hans melihat Niken pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

“Arrrgghhttt!!!” Niken teriak di dalam kamarnya setelah ia pulang dari rumah Hans.

Rasanya ia sangat malu pada dirinya sendiri. Sungguh di luar dugaannya, dia begitu menikmati cumbuan laki-laki lain, selain suaminya. Dan, laki-laki itu adalah suami dari selingkuhan Reyfan.

“Kau ini kenapa, Niken? Kau gila! Kau mengkhianati suamimu! Kamu sudah mempermalukan dirimu di depan Om Hans. Lihat tubuhmu, Nik? Lihatlah! Apa kau tak malu dengan tubuhmu yang seperti ini rupanya? Jauh dari kata indah, dan jauh dari kata sempurna. Kau kalah telak dengan Zahra, yang punya tubuh bagus, tubuhnya masih indah, meski sudah memiliki tiga anak. Om Hans tidak pantas menyentuh tubuhmu! Tidak pantas! Dia lebih pantas selingkuh dengan orang yang lebih dari Zahra, bukan seperti kamu!” Niken merutuki dirinya di depan cermin, sambil sesekali menyeka air matanya.

Malu sekali rasanya, Hans sampai melihat lipatan perutnya yang buncit, dan pahanya yang besar, dan tidak seksi seperti perempuan pada umumnya. Dengan memiliki berat badan sembilan puluh kilogram, membuat suami Niken semakin mengejeknya. Padahal banyak yang bilang dia tidak pantas berberat badan segitu, karena Niken memiliki postur tubuh yang tinggi, bokong yang menggairahkan bagi siapa pun yang melihatnya. Payudara yang memiliki ukuran jumbo, yang membuat siapa pun yang melihatnya ingin menyentuhnya. Sayangnya ia memang kelebihan pada berat badannya.

Namun, Hans suka dengan apa yang ada di tubuh Niken, sejak ia melihat Niken pertama kalinya. Tubuhnya memiliki bokong sintal, yang sangat menggoda Hans, membuat Hans semakin penasaran dengan Niken. Ditambah ia sangat kecewa dengan istrinya, karena selingkuh dengan suami Niken.

Hans benar-benar kecewa, kecewanya karena Reyfan tidak bisa mencintai Niken dengan sempurna. Niken tidak kurang suatu apa pun di mata Hans. Dia adalah perempuan yang sempurna di mata Hans. Niken yang pandai membuat hatinya berdebar-debar karena sebuah tulisan ceritanya, membuat Hans semakin penasaran, dan jatuh cinta pada Niken juga tulisan-tulisan Niken yang mampu menghibur dirinya saat sedang jenuh bekerja.

Hans tidak tahu, kenapa Niken seinsecure itu pada orang lain. Hans sadar, Niken memang gemukan badannya, tapi bukan gemuk pada umumnya yang terjadi pada orang-orang di luar sana. Gemuknya Niken, gemuk yang sintal, tubuhnya sekal, tidak kendor seperti orang gemuk pada umumnya. Payudaranya masih padat dan berisi, terlebih bokongnya, yang membuat gairah Hans langsung naik.

“Aku gak memandang fisikmu seperti apa, Niken. Aku memang suka kamu, aku jatuh cinta denganmu, sejak pertama kali aku melihatmu. Iya, aku sadar, aku sudah beristri, dan memiliki tiga orang anak. Tapi, aku baru pernah merasakan jatuh cinta yang mendebarkan seperti ini. Entah karena aku sering disakiti Zahra atau apa, aku jadi merasakan jatuh cinta lagi, dan tidak tahu kenapa hanya dengan kamu, padahal di hidupku, tak kurang dengan wanita cantik, setiap hari banyak wanita yang cantik paripurna merayuku, apalagi mereka sudah tahu soal Zahra yang suka selingkuh. Tapi, hanya kamu yang bisa mengalihkan duniaku, kamu yang bisa membuatku jatuh cinta seperti ini. Hanya kamu, Niken,” batin Hans dengan mengusap kasar wajahnya.

Seketika hasrat gairahnya luntur, saat tadi melihat Niken pulang dengan menangis. Hans sama sekali tidak menilai fisik Niken. Ia jatuh cinta senatural mungkin dengan Niken. Mungkin benar jatuh cinta pada pandangan pertama, atau mungkin dia jatuh cinta dengan tulisan-tulisan Niken, karena memang dia hobi membaca cerita seperti novel, cerpen, cerbung, bahkan dia suka membuat puisi. Dia banyak sekali koleksi novel, dari penulis ternama di Indonesia, sampai penulis kelas dunia. Banyak sekali koleksi bukunya. Padahal tadi ia ingin sekali menunjukkan sebuah ruangan yang mungkin Niken sangat menyukainya.

Sebuah ruangan seperti perpustakaan mini di dalam sebuah ruangan berukuran enam kali lima meter persegi. Yang di sana diisi dengan berbagai macam buku yang tertata rapi di rak buku. Belum sempat dia menunjukkan itu pada Niken, Niken keburu pergi dan pergi sambil menangis.

Hans mengambil ponselnya. Ia menghubungi Niken lewat chat. Ia khawatir Niken pulang dengan keadaan seperti itu.

[Kamu sudah sampai rumah, Nik?]

Hans mengirimkan pesan pada Niken, sudah centang dua, tapi belum Niken baca. Biasanya dia langsung membacanya, mungkin Niken masih belum mau membaca pesan darinya.

[Niken, kenapa sih kamu keterlaluan sekali insecure nya? Aku gak bedain kamu dengan perempuan mana pun, apalagi dengan Zahra! Apa aku harus mengulangi lagi ucapanku? Aku mencintaimu, Niken. Entah perasaan ini muncul karena apa, dan kenapa bisa muncul dan selalu mengganggu setiap hariku. Kau tahu, sejak pertama aku melihatmu, hidupku tidak tenang, karena aku selalu mengawasimu dari kejauhan. Tolong jangan bersikap seperti tadi, Niken. Aku tidak menilai kamu secara fisik, kamu perempuan yang hebat, yang pintar, dan cerdas. Besok pagi ada orang yang menjemputmu ke sini, aku belum sempat menunjukkan seuatu padamu, yang pastinya akan membuat kamu suka, dan betah seharian di rumahku.]

Hans mengirimkan pesan pada Niken, tak peduli mau kapan Niken membacanya. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kebesarannya di dalam ruang kerjanya. Rumah untuk dia bekerja yang sekarang ia tempati, tidak pernah diketahui oleh Zahra dan anak-anaknya. Ia membeli sebuah rumah itu untuk menenangkan dirinya, sambil mengerjakan pekerjaannya kalau dia malas di kantor. Hanya orang-orang kepercayaannya yang tahu seluk beluk rumah Hans itu, yang memang ia akan berikan pada Niken.

Hanya beberapa orang yang tahu, dan itu pun bukan orang sembarangan yang tahu soal rumah itu, apalagi di belakang rumah itu, tersambung dengan gudang untuk melakukan bisnis gelapnya. Gudang yang berseberangan dengan rumah itu, digunakan Hans untuk bisnis gelapnya. Bukan orang-orang yang ada di kantor Hans, atau orang-orang yang dekat dengan Hans, yang tahu soal rumah mewah Hans, yang nantinnya akan diberikan pada Niken. Orang yang tahu itu, bahkan tidak pernah tahu Hans sudah beristri. Mereka tahunya, Hans seorang duda, yang memiliki tiga anak, karena dalam bisnis itu, ia tidak mau melibatkan istrinya. Lalu, bagaimana dengan Niken? Apa dia akan tahu bisnis gelap Hans yang sudah membuat Hans hidup bergelimang harta?

Perusahaan Hans memang tidak terlalu besar, dan itu hanya untuk tameng, untuk menutup-nutupi bisnis gelapnya. Kekayaan yang diperoleh Hans dari perusahaannya, tidak sebanding dengan yang diperoleh dari bisnis gelapnya itu. Namun, semua keluarganya tidak ada yang tahu satu pun, Hans memilki bisnis gelap itu.

Zahra hanya tahu, kalau suaminya tak pernah luput dari perjudian dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, juga minuman keras. Itu kenapa Zahra benci dengan Hans, tapi ia tidak benci dengan uang Hans. Bukankah sangat lucu? Zahra tidak mau disentuh oleh Hans, karena Hans tidak mau melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Lalu, apa bedanya dia, yang menjalankan perintah agama, tapi menjalankan juga larangannya? Selingkuh apa bukan hal yang menyalahi aturan agama? Apalagi sampai berhubungan intim dengan suami orang?

Hans tidak tahu, kenapa Zahra seperti itu.  Memaksanya untuk taat beribadah, baru Zahra mau disentuh olehnya, kalau belum menjadi suami yang taat beribadah, Zahra tidak mau disentuhnya. Tapi, ternyata Zahra lebih memilih disentuh laki-laki lain, dan itu menjijikan sekali di mata Hans. Sejak tahu Zahra selingkuh dan ada main dengan Ustad yang mengajar di Pondok Pesantren anak bungsunya, Hans sangat kecewa. Dia mau melayani laki-laki itu, karena seorang ustad. Jijik sekali rasanya Hans pada Zahra, yang selalu sok suci di depannya tapi nyatanya seperti jalang yang kelaparan.

1
Marina Tarigan
gitu dong kedepannya hati2 dong cinta dan rindu bolh tapi jgn seperti banteng normal 2 saja
Marina Tarigan
pak bos balas dendam karena 2 tjm puasa ya kedepannya tata hasrat bapak ada batas kemampuan istrinya dia bukan mesin bisa dipacu terus
Marina Tarigan
lavi pula pak bos gempur Niken seperti kuda terus perdarahanlah
Anonim
kesimpulan singkat...curi curian suami🤣
Marina Tarigan
kan betul kata Hans kalau wsnita jd janda lebih 1 x nilainya berkurang pasti laki2 ada yg menganggu tapi kalau laki2 yg seperti Hans 10 wanita simpanan diluar sana dumia tutp mats mkmya harus jsga martabat supaya jgn xilecehkan orang lain dan terima kasih Niken kamu sdh berusaha menata rmh tgga mu kembali utk anakmu ber 5 yg sangat menyayanhi kamu
Marina Tarigan
gitu dong iken tekan sedikit egomu Hans kena sakit jantung 2 thn tdk terurus gara2 mencari kamu soang menangis stres bertahun mkn tidur tdk teratur saling maafan saling belajar menekan emosi
Marina Tarigan
sm kek kucing grasak grusuk
Marina Tarigan
kalau menurut aku lebih baik tinggalkan dulu Niken sm anak2nya lebih baik Hans pergi jauh dan mengelola perusahaan diluar negeri rmh dan perusahaan yg telah kalian bangun bersama serahkan sm angkasa dan mega juga Niken perjuangan pak Hans sdh kewat batas terus minta ampun sampai berlutut didepan niken ber kali 2 manuzia tak ada sempurna nikennya terlampau hati batu kamu punya segala Hans jgn terlampau merendahkan diro dihsdapan niken pergilah jauh tinggalkan semua kamu dibuat seperti sampah dibuat Niken kamu sdh beftanghung jawab sm anak istrimu tinggalkan semua
Marina Tarigan
lanjut semoga Niken dpt pertolongan orang baik
Marina Tarigan
semoga pak bos hancur dgn sendirinya dan akan dimarahi anak2mu mampus lo
Marina Tarigan
kesalahanmu fatal Dewa masak nyimpan foto ibu sambungmu di laci mu keluargamu akan berantakan nantinya
Marina Tarigan
Hans adalah pria yg luar biasa yg mengurus anak2nya tanpa zahra menghidupi dan merawat anak2 nya walaupun istri terus berselingkuh rmh tgga tetap dijaga demi anak2nya
Marina Tarigan
sdhlah pak Reyhan takdirmu memang utk jalang keparat kau sakiti bukan tanggung2 Niken menghina dia gendut tdk ada manis2nya tapi Niken wanita pintar tangguh mengjormati pernikahan tapi kamu kecantol tante girang yg fokus maksiat terus
Marina Tarigan
kamu dekati setan Rey akhirnya kamu kesetanan
Marina Tarigan
biadap juga kamu Niken kamu pancing Hans berbuat zina pdmu kamu juga sama gatalnya dgn zahra jgn sok baik kamu juga bayangan pelacur
Marina Tarigan
sebagai wanita baik jgn dibalas sepeperti kelakuan mereka kalau kamu selingkuh dgn Hans berarti kamu juga bejat dan brengsel dan hina bivara baik2 dan minta cera
i saja dgn baik2 kalau tdk bisa berubah cerai saja
Marina Tarigan
manusia memang tdk ada puasnya .pd yg dia miliki sendiri efan
fsf
lama lama Niken bikin emosi aja sikapnya terlalu kekanak-kanakan egois dan keras kepala bikin sebel
fsf
waduh bisa salah faham tuh
fsf
lah kalau ngak disentuh Hans kok bisa anak sampai 3 apa itu anak hasil perselingkuhan 🤔
Zahra memang gendut BB 90 itu dah over banget mungkin kalau BB 70an gitu bisa dibilang montok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!