NovelToon NovelToon
Kutukan Cinta Pertama

Kutukan Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kutukan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]

Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏

Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.

Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.

Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?

Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Tetesan air yang membasahi dahi Bella sontak membangkitkan tidur gadis itu.

"Air apa ini?" tanyanya memandangi ke atas langit-langit kamar.

Ajaibnya ketika Bella terbangun, tetesan air itu pun berhenti. Perempuan muda itu mulai sibuk memperhatikan semua kondisi plafon.

"Seluruh plafon kamar ini tidak ada bercak airnya? Artinya kondisi plafon baik-baik saja dan pastinya tidak ada yang bocor!"

Bella terus fokus memandangi plafon, lokasi tempat jatuhan air yang menetes di dahinya.

Bella juga membuka sedikit tirai kamarnya, mengintip kondisi keadaan di luar.

"Cuaca malam ini juga sangat bagus, tidak ada hujan!"

Sementara suara tangisan kecil dari seorang pria masih sayup-sayup terdengar jelas di telinganya.

"Siapa ya, tengah malam begini nangis-nangis! Apa jangan-jangan kamar ini berhantu? Sebelumnya, mungkin saja, kamar ini bekas orang bunuh diri, iiiii, seram banget, takuuuuuut?" pungkas Bella langsung berlari cepat mendapatkan kasurnya lalu menutup diri dengan selimut.

Ketakutan itu tidak menguasai diri Bella, melainkan rasa penasaran yang hebat sehingga ia semakin serius dan detail ingin mendengarkan suara tangisan itu.

"Nada tangisannya mirip sekali dengan suara Tuan Jay! Tapi, walaupun dia menangis, apa mungkin bisa sampai terdengar ke kamar ini?

Atau ada staf yang sedang kesakitan? Dia bingung harus kemana dan bagaimana, sangat butuh pertolongan atau jangan-jangan memnag hantu yang tidak kasat mata?"

"Aaaaaa!!"

"Sebaiknya aku harus cari tau saja!"

Bella akhirnya keluar dari kurungan selimutnya dan nekat ingin mencari tau siapa yang sedang menangis di tengah malam, karena suara tangisan itu, benar-benar tidak bisa membuatnya tidur.

Bella bangkit dalam kondisi masih mengantuk, terlihat beberapa kali ia menguap lebar sambil mengambil sweater nya, mengikat rambut lalu bergerak melangkah keluar kamar.

"Suasana di luar sangat hening dan sepi, ini waktu hampir menuju dini hari!" pungkas Bella memeluk diri bersama sweater hangatnya.

Bella termasuk gadis pemberani, ia juga tidak bisa membiarkan rasa penasaran itu menggerogoti otaknya.

Terus berjalan dan hendak menuju ke lift khusus tujuan kamar Jay.

"Yah?" Liftnya tidak bisa di buka!" gerutu Bella.

Lift itu hanya bisa dibuka oleh si pemiliki rumah. Bella pun terus berjalan menuju pintu-pintu keluar hingga ia menyasar begitu saja ke area taman, persis di depan teras kamar Jay lantai 3. Perempuan muda itu semakin memacu langkahnya karena sumber suara tangisan semakin deras terdengar jelas.

"Ternyata tangisan itu berasal dari atas!" Bella terlihat sibuk memanjangkan lehernya mencoba memperhatikan ke atas balkon yang terletak tepat di posisi kamar Jay. Tetapi sayang, balkon kamar terlalu tinggi serta sulit digapai.

"Kalau tidak salah, Pak Neo pernah bilang, jika balkon yang paling luas itu adalah area kamar Tuan Jay? Tapi, kenapa dia menangis yah? Atau jangan-jangan dia sedang sakit? Terluka parah? Tapi tidak ada yang mendengar suara tangisannya?" Bella mulai begitu khawatir bertanya-tanya

"Haduh, sayangnya aku tidak membawa ponsel untuk memberitahukan Pak Neo!" ucapan panik Bella berlari ke kanan dan ke kiri untuk mencari sesuatu.

Akhirnya Bella menemukan tangga sandaran baja ringan yang sangat tinggi, tangga yang biasa digunakan untuk membersihkan tembok rumah atau mengecat. Ketinggian tangga itu bisa mencapai setengah bangunan menuju kamar Jay.

"Tuan Jaay? Apa kau baik-baik saja disana? Apa yang terjadi denganmu sehingga kau menangis?" Teriak Bella agar Jay segera menghampirinya.

Mendengar suara Bella, Jay Langsung terhentak dari lamunan galaunya, ia sangat terkejut hebat, ketika mendengar suara teriakan Bella.

Secara penglihatan normal, Jay tidak lah menangis, ia hanya duduk dalam tatapan kosong, sedang galau berat, melamun memikirkan nasib dirinya juga para leluhurnya. Namun secara batin, Jay memang sedang menangis bahkan ia menjerit. Airmata yang menetes di dahi Bella adalah airmata dari tangisan hati Jay yang cukup lelah menghadapi permasalahan dirinya.

"Dia bilang aku menangis? Tidak mungkin dia bisa mendengar tangisan ku?" gumam Jay.

"Bukankah selama ini belum ada satupun makhluk manusia yang bisa mendengar tangisan ku, bahkan Harley, Marcus, para kucing ataupun Neo tidak bisa mendengarnya!" Jay merasa tidak habis pikir.

Jay akhirnya menghampiri Bella di bibir balkon dan melihat Gadis itu sudah nekat menempel di dinding berdiri diatas tangga.

"Siapa yang menangis, lagian ngapain kamu malam-malam ada di depan kamarku?" Hentak marah kecil Jay.

"Jangan bilang dia ini sebenarnya seorang lady boy?" gumam kocak Jay, sampai harus garuk-garuk kepala, ubannya serasa gatal mengigit, melihat tingkah pecicilan Bella yang super nekat dan berani, sangat berbeda dari wanita lain yang biasa ia temui di dunia milenial.

"Aku tidak bisa...!" Bella ingin menjelaskan, namun...

Eh... (kakinya terasa gatal-gatal)

Keseimbangan Bella terganggu karena tiba-tiba 3 ekor nyamuk sekaligus langsung mengigit kakinya.

"Aaaaa!" Jerit Bella.

gadis itu tidak lagi berpegangan pada apapun, ia akan terjatuh.

Jay melihat Bella akan terjatuh bersama tangga dan tubuhnya pasti terbentur pada bebatuan tajam yang besar di area taman itu.

Jay begitu khawatir tingkat tinggi, bola mata pria itu berubah menjadi warna putih dan hitam, ia mengenakan baju perang yang disertai dengan sayap kokoh Raja Kavindra.

Kedua sayap yang keluar secara otomatis dari pundak Jay, lalu dengan kecepatan angin, Jay terbang menarik tangan Bella lalu membawa gadis itu terbang ke teras balkon kamarnya.

Ilustrasi penampilan Jay.

Setiba di area teras, sayap Jay tertutup secara otomatis sempurna tanpa bekas apapun di pundaknya, mata Jay juga kembali berwarna normal manusia biasa, begitu juga dengan pakaiannya.

Bella justru merasa ketakutan, ia histeris terkejut sampai salah tingkah dengan merangkak menjauhi Jay yang tiba-tiba berubah wujud menjadi manusia bersayap (angel)

"Jangan...jangan...tolong jangan bunuh saya, saya tidak bermaksud apa-apa hanya ingin menolong saja?" ucap ketakutan Bella masih dalam tubuh bergetar.

Tidak ingin riuh dan ribut, Jay menghapus memori Bella khusus menyaksikan wujud dirinya yang memiliki sayap.

Jay kembali duduk dengan tenang, seperti tidak ada kejadian, karena pemuda itu yakin, Bella tidak akan mengingat kejadian yang sesat itu lagi.

Bella bangkit dan perlahan melangkah mendatangi Jay dalam kondisi terbengong, bingung dan masih tidak percaya, langkah kakinya mirip seperti zombi.

"Tidak ada yang menangis disini!" ucap santai Jay yang tidak ingin ada manusia yang tau tentang dirinya.

"Siapa kau sebenarnya, kau manusia bersayap, angel?" tanya Bella.

Jay terdiam dalam dua bola mata yang liar, sambil berkata dalam hatinya;

"Sial...kenapa memori kejadian itu tidak bisa hilang dari otak Bella? Dan ia masih bertanya aku ini manusia bersayap?"

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
wah jadinya mereka tetap jadi kucing yaa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
eehhh semoga beneran Jay bisa kembali
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🅐🅨🅐 💘𝐙⃝🦜
ga ada notif ketinggalan baca deh
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
æ⃝᷍𝖒𖣤​᭄℃æͣ͢𝖒ᷘ𝅘 ͤ⸙ᵍᵏ
seminggu lagi ya bang Jay 😅
Fitria Ningsih
bisa aj kak sarah nambahin part extra bonus,,, keren
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
Nasib mu Jay 🤣🤣,dah di puncak ubun2 eh malah PMI....
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
Hadeuh Jay lawak aja nih,dah siap cetak lagi aja ya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
udah selesai puasanya ya udah lewat 40 hari 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
5 hari lagi menuju HPL
icetea🍻
wah akhirnya happy ending 🤩🤩selamat ya Bella dan Jay secepatnya bikinkan ganesh adik biar ada kawan geludnya 🙊🙊🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
icetea🍻
😂😂😂kasihan ganesh masih kecil. dah mau mencetak lagi
icetea🍻
aku juga berharap Jay kembali dan hidup bersamamu Bella
Free Palestine 🇵🇸
Makasih extra partnyaa kk othor🥰🥰
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Free Palestine 🇵🇸
gagal malam peetama yg ke2 nyaa🤣🤣🤣🤣
Free Palestine 🇵🇸
wkwkwkwkwk...ngadon sana dan bikin kesebelasan🙊🙊🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Free Palestine 🇵🇸
Alhamdulillah Jay Junior akhirnya launching jugaa🥰
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
Free Palestine 🇵🇸
harapan yg sama dgnku Bella...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘJU💘ᵇᵃˢᵉ
happy ending jay dan bella 😍😍

terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Muzie✰͜͡v᭄
Neo paling setia menunggu Jay pulang kembali, akhirnya Jay yang di tunggu kembali pulang demi sang buah hati dan Bella.
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!