NovelToon NovelToon
Istri Berasa Selingkuhan

Istri Berasa Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Jenius

Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.

Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.

Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.


Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.

Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.

God Bless You All..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Pulang Ke Rumah Celyn Yang Nyaman..

Makan siang dengan Pak Aris dan Pak Bagas tidak berlangsung lama. Hanya sekitar satu jam an. Sebelum makanan yang di pesan datang mereka memang berbicara panjang lebar tentang pengalaman Pak Bagas dan history perusahaan yang tak banyak diketahui oleh orang lain selain Pak Bagas.

Setelah berbicara tentang pengalaman Pak Bagas di perusahaan terutama pabrik, pelayan restoran pun datang membawakan makanan yang sudah mereka pesan.

Mereka pun langsung melàhapnya karena memang sudah sangat lapar. Berhubung sekarang sudah lewat jam makan siang. Cacing di perut mereka sudah mengadakan konser karena dalam keadaan kosong.

Cacing - cacing tersebut minta di isi dengan makanan. Dan saat makanan mereka sudah dihidang di depan mereka, tanpa babibu lagi mereka langsung melahapnya.

Sedikitpun mereka tidak mengeluarkan suara saat makan. Mereka sangat menikmati makanan mereka.

Tidak butuh waktu lama makanan yang ada di piring mereka sudah lenyap dan berpindah tempat ke perut mereka bertiga. Mereka menyenderkan tubuh mereka ke kursi karena kekenyangan selama beberapa menit.

Lima belas menit kemudian Pak Bagas membuka suara.

" Maafkan saya, bolehkah saya pulang duluan?. Saya ada urusan di pabrik sore ini." Tanya Pak Bagas untuk minta izin pulang duluan kepada mereka berdua.

" Kita pulang bersama saja pak. Saya juga mau ke kantor lagi!!". Jelas Pak Aris

" Iya Pak, kita keluar bersama saja dan pergi ke arah tujuan kita masing-masing. Saya juga masih ada urusan lain.". Kata Rani disertai dengan anggukan kepala mereka berdua tanda setuju.

Setelah mereka bertiga sepakat untuk pergi, Rani berjalan ke arah kasir dan membayar makan siang mereka dengan memakai kartu kredit kantor. Lalu kembali lagi ke meja mereka dan mengajak Pak Bagas dan Pak Aris bergerak menuju lobby. Rani juga sudah memanggil Pak Supir saat membayar pesanannya di kasir.

Mereka bertiga pun akhirnya bergerak dan berjalan ke arah lobby. Pak Bagas dan Pak Aris izin pada Rani untuk mengambil mobil dan langsung pulang setelahnya. Rani pun mengiyakan. Pak supir sudah ada di depan lobby menunggunya.

Rani melangkahkan kakinya menuju mobil dan masuk ke dalam mobil yang ada di depannya yang sudah dibukakan oleh Pak Supir.

" Sore bu..!". Kata supir yang sudah duduk di belakang kemudi mobil

" Sore pak..!!. Sudah makan siang Pak?". Tanya Rani

" Sudah bu.. Tadi di kantor sebelum kita kesini". Jawab Pak Supir.

" Baguslah Pak..!". Kata Rani lagi

" Oh iya bu.. Kemana tujuan kita sekarang?". Tanya Pak Supir.

" Ini sudah jam berapa pak?". Tanya Rani menimpali.

" Jam 4 bu..!!". Jawab Pak Supir

" Kalo begitu kita langsung pulang ke rumah saja Pak. Tak perlu ke kantor lagi. Abis itu bapak boleh pulang." Kata Rani.

" Baiklah bu..!! Jawab pak supir seraya melajukan mobilnya ke arah yang disebutkan Rani tadi.

Selama perjalanan Rani tertidur di mobil. Dia merasa sangat lelah. Bukan hanya lelah fisik, dia juga lelah pikiran. Memang Rani sangat lelah mengurus perusahaan yang tiba-tiba diwasiatkan Pak Handoko padanya sampai anak pertamanya Celyn berumur 21 tahun untuk mengurus perusahaan itu.

Awalnya memang Rani bingung dan canggung akan apa yang harus dilakukan. Dia kaget diberi wasiat seperti itu oleh Pak Handoko. Padahal boleh dibilang mereka belum saling kenal lama.

Akan tetapi Pak Handoko mempercayakan harta dan perusahaannya di kelola oleh Rani sampai anaknya Celyn cukup umur dan siap secara fisik mental untuk mengurus perusahaan ayahnya.

Sejak saat itulah, jarang sekali Rani bisa beristirahat dengan tenang. Apalagi dengan adanya masalah yang dasyat. kerugian milyaran rupiah karena kebakaran pabrik yang membuat perusahaan goyang dan terancam bangkrut.

Tak sedikitpun Rani dapat istirahat. Rani setiap hari harus menghadapi semua complain customer yang barangnya tak kunjung ada padahal sudah memberikan uang muka pembelian barang.

Belum lagi para pemegang saham perusahaan yang ingin uangnya kembali sebelum perusahaan tersebut pailit tanpa peduli kesusahan Rani. Dan masih banyak lagi masalah yang dihadapi Rani setelah Pak Handoko meninggal dan kepemimpinan perusahaan dialihkan kepada Rani. Hal itu benar- benar menguras tenaga dan pikirannya.

Untungnya sekarang ini perusahaan itu sudah mulai stabil dan Rani bisa sedikit bernafas lega.

Di samping masalah - masalah tersebut menghampiri Rani, ada hal yang menyenangkan pula yang di terimanya yakni Rani memiliki keluarga baru menggantian kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Rani punya seorang nenek yang perhatian dengannya dan juga punya adik yang dari dulu ingin dimilikinya. Tidak tanggung-tanggung Rani langsung memiliki tiga orang adik yang cantik dan tampan walaupun masih kecil tapi kecantikan dan ketampanan mereka sudah kelihatan. Dalam kesusahan Rani mereka selalu menghibur Rani. Dan Rani tak lagi kesepian dan hidupnya sekarang lebih bermakna.

Satu jam berlalu. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Akhirnya sampai juga ke rumah kediaman Pak Handoko. Rani belum terbangun dari tadi. Dia juga masih belum tau kalo dia sudah sampai di rumah. Sampai Pak Supir membangunkannya.

" Bu Rani.. Kita sudah sampai di rumah". Kata Pak Supir. Rani bergerak sedikit membenarkan cara duduknya dan sedikit membuka matanya dan menguceknya. Akhirnya dia terbangun setelah dia melihat suasana di depan matanya menunjukkan area rumah Pak Handoko. Dia pun beranjak turun dari mobil dan membawa turun tas yang sudah dia bawa dari kantor tadi.

" Makasih Pak..!! Bapak bisa pulang sekarang!!. Kata Rani kepada supirnya.

" Mau saya bantu bawakan tas nya? Sepertinya bu Rani kesulitan membawanya". Kata Pak supir padanya yang melirik ke arah Rani kesulitan membawa tasnya karena dirinya belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.

" Kalo bapak tidak keberatan menolong saya.!" Kata Rani seraya menyerahkan tasnya itu kepada supir supaya dibantu membawakannya ke dalam rumah.

" Tentu tidak buk.. Sini saya bawakan ke dalam.". Kata supir menerima tas yang disodorkan Rani padanya.

" Makasih Pak.!!". Kata Rani.

" Sama-sama buk..!". Jawab Pak Supir.

Mereka berduapun akhirnya masuk ke dalam rumah itu. Pak supir mengantarkan dan membawa tas Rani sampai ke ruang tamu lalu menyuruh Pak supir untuk meletakkan tasnya di situ.

" Taruh tasnya di situ saja Pak..!!". Pinta Rani

" Baik Bu..!!". Kata Pak supir dan meletakkan tasnya di tempat yang Rani suruh.

" Terima kasih Pak. Sekarang Bapak boleh pulang dan istirahat. Terima kasih atas kerja keras bapak hari ini.". Kata Rani

" Sama-sama buk. Itu sudah menjadi tugas saya sebagai supir. Baiklah bu.. Saya pamit pulang dulu". Jawab supir yang pergi setelah melihat anggukan kepala Rani menandakan persetujuannya.

Setelah Pak supir pergi, Rani melihat kanan kiri rumah. Terlihat rumah sangat sepi karena memang Nek Imah mengajak anak-anak bermain di taman komplek rumah. Untungnya Rani sudah punya kunci cadangan rumah jadi bisa langsung masuk rumah kapanpun dia mau.

Setelah melihat rumah sepi, Rani berjalan ke arah ruang cuci. Meletakkan baju kotornya di situ, agar besok bisa di cuci Office girl yang datang ke rumah itu tiga kali seminggu untuk bersih-bersih, mencuci dan menggosok.

Lalu Rani melangkah ke kamarnya. Langsung mandi dan tidur di tempat tidurnya karena merasa sangat leleah hari ini.

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
☘Chichie ͠ ⍣ᶜᶦᶠ 🇮🇩
istri 🙄
NiedaSofian
Kok udah 7 tahun kematian orangtua mereka?jd sudah besar dong cerly dan adik2nya kan thor?
Bembi Arkana
semangat ..
mini89
napa ada bawang😭
mini89
nyimak torr
Eva Suryaningsih
syangx rumah ranipun harus terjual
Svwalad Amanah
mksh thor aku suka ceritanya🤗
Anonim
ffdfefSfffdfzzfffd f. ffrffff
~Diamond Cat🐺
sprtnya bab nya diulang2 bs bosan yg bacanya thor

semangat
Veyzi_hour
yg pertama bandung terus ada depok juga
Veyzi_hour
cerita engak jelas nihh gimana sihh
imafe
cerita masa lalunya kepanjangan
Darmawaty Anto
novelnya enak dibaca, banyak pesan2 kehidupan yg bisa diambil hikmahnya dan ceritanya jg bisa dibaca yg blm dewasa krn TDK vulgar. pokoknya suka, suka dan suka😊😊
Darmawaty Anto
bukannya pak Bagas karyawan/pengawas pabrik papanya celyn?
Endah Trihayuningtyas
Lina..dah bau² pelakor nih
Veyzi_hour
nyimak
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Defi Andriani
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!