Seorang gadis SMA yang bar - bar jodohkan dengan anak sahabat mamanya. Perjodohan itu tidak bisa di elakkannya, karena terikat dengan sumpah keramat yang di ucapkan oleh mamanya dengan sahabatnya tersebut.
Gadis itu tidak tahu, entah akan bagaimana dengan nasibnya kelak. Secara pria yang di jodohkan dengannya itu adalah orang yang sangat menyebalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rill Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Setelah selesai nonton, Kyara dan ketiga sahabatnya pun pergi ke salah satu restoran yang ada di mall.
"Lo pesan apa, Ra?"tanya Zanka,sambil melihat buku menu.
"Gimana kalau kita makan makanan yang pedas?"saran Monik.
"Gue setuju, gimana kalau kita taruhan!"seru Jessi.
"Boleh, siapa takut"sambung Zanka.
"Kita nggak mah emang gak takut, tapi lo yang takut"ledek Kyara.
Mereka semua pun tertawa, sedangkan Zanka hanya cemberut.
"Yaudah gimana kalau kita ganti taruhannya."Kata Zanka.
"Apa?"
"Siapa paling banyak makan aja, terserah mau makan apa" jawab Zanka.
"Ok," kata Jessi.
"Taruhannya apa dulu nih?"tanya Monik.
"Yang kalau akan menuruti semua keinginan pemenang" kata Zanka.
Kyara dan Jessi tersenyum, " Ok deal" jawab kyara dan Jessi bersamaan.
Mereka pun mulai memesan makanan yang mereka inginkan.
Di saat sedang asyik makan, Kyara tiba - tiba melihat seseorang yang di kenalnya sedang makan di tempat yang sama dengan nya.
"Eh Kya, lo kenapa?" tanya Zanka yang melihat perubahan Kyara. Monik dan Jessi pun mehentikan makannya, mereka menoleh kearah Kyara.
"Lo baik - baik saja kan, Kya?"tanya Jessi khawatir, ia mencoba mengarahkan pandangannya kearah pandang Kyara. Sama seperti Kyara, Jessi juga sangat kaget melihatnya.
"Iya, gue baik - baik aja kok."balas Kyara menunduk.
"Lo kok nangis?"tanya Monik.
"Nggak, gue nggak nangis kok. Ini cuma karena kepedasan aja" elak Kyara mencoba mengusap air matanya.
Zanka berusaha mencari tahu penyebab kesedihan Kyara, namun dia tidak menemukannya.
"Guys, kayaknya gue harus pulang deh. Ntar kasih tahu aja siapa yang menang, gue nggak lari kok" kata Kyara bersiap untuk pulang.
Saat Kyara hendak beranjak pergi, Zanka menahan tangannya.
"Biar gue antar!" kata Zanka menawarkan diri.
"Nggak usah, gue naik bis aja."
"Jangan ngeyel deh, ayo!" Zanka menarik tangan kyara.
"Kita cabut ya, Mon bayar du ntar gue transfer gantinya!"seru Zanka.
Setelah mengatakan itu, Zanka membawa Kyara berlalu pergi meninggalkan restoran.
***
"Ka, kita bisa berhenti di taman dulu bentar nggak?"tanya Kyara.
"Boleh, " Zanka pun menepi di sebuah taman kota.
Kyara duduk di salah satu bangku taman, sementara Zanka ia mencari penjual es krim.
Kyara mengusap air matanya yang terus saja mengalir.
"Kenapa rasanya sesesak ini" gumamnya sambil menengadahkan kepalanya menatal langit.
Saat sedang asyik melamun, Kyara di kagetkan dengan kedatangan Zanka dengan dua buah es krim di tangannya.
"Ini, lo pasti butuh ini kan"kata Zanka menyerahkan satu es krim rasa vanila kesukaan Kyara.
"Makasih"ucap Kyara, ia hanya memegang es krim itu dan seperti tidak berniat untuk memakannya.
"Lo kenapa sih, Ra?"Tanya Zanka saat melihat Kyara yang melamun.
"Nggak ada apa - apa, gue cuma kangen mama aja" jawabnya.
"Emang mama lo kemana, Ra?"tanya Zanka lagi.
"Mereka sedang melakukan bisnis ke luar negeri"
Zanka mengangguk mengerti karena, nasibnya sama dengan Kyara, yang sering di tinggal orang tuanya untuk urusan bisnis.
***
Kyara sampai dia apartemen lebih dulu daripada Ardian, gadis itu langsung masuk ke kamar dan membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan diri, Kyara pun langsung masuk ke kamar Mbok Darmi.
Semenjak ada mbok Darmi, Ardian sengaja membuatkan sebuah kamar kecil di sudut dapur.
"Eh non Kyara?" mbok Darmi kaget
"Kya, boleh masuk mbok?"tanya Kyara.
"Ayo non masuk aja" Kyara langsung masuk dan memeluk mbok Darmi.
"Kya, kangen mama sama kak Ray mbok"
Mbok Darmi kaget, ia menatap raut wajah nonanya itu. Dia yakin kalau nonanya itu sedang tidak baik - baik saja.
" Mbok dapat kabar, Kalau nyonya lagi tidak ada di rumah, sabar ya nona. Nanti kalau Nyonya udah pulang ajaklah Den Ardian untuk berkunjung ke rumah"
"Mbok, malam ini Kya tidur di sini ya?" mbok Darmi sangat kaget mendengarnya.
"Tapi..."
"Kya, capek mbok." Kyara berbaring di ranjang kecil milik Mbak Darmi, dia juga menggenggam tangan pelayan kesayangannya itu.
Inilah alasan kenapa Kyara meminta mbok Darmi untuk bekerja bersamanya. Mbok Darmi sudah mengasuh Kyara sejak kecil makanya mereka sangat dekat.
***
pukul 10.00 malam, Ardian pulang. Dia melihat keadaan Apartemen yang sangat gelap dan sepi. Ardian berjalan ke kamar, dia menghidupkan lampu kamar yang mati.
Ardian kaget saat tidak mendapati Kyara berada di dalam kamar.
"Kemana dia?..."
"Apa dia belum pulang?" gumamnya.
Ia melihat ke sekeliling kamar, dan matanya tertuju pada tas Kyara yang tergeletak di atas meja kerjanya.
"Dia sudah pulang? Tapi kemana dia?"
Setelah mengecek ke semua ruangan yang ada di kamar, Ardian pun keluar mencari Kyara, tapi hasilnya tetap sama, nihil.
"Apa Aden mencari nona Kyara?"
Ardian meoleh kearah monk Darmi yanh berdiri di belakangnya.
"Iya, apa mbok tahu Kyara ada di Mana?"
Mbok Darmi mengangguk.
"Nona sedang tidur di kamar mbok"
Ardian sangat kaget mendengarnya, Kenapa Istrinya tidur di kamar pelayan? . Ardian pun menghampiri kamar Mbok Darmi , dan benar saja ia dapat melihat istri kecilnya itu sedang tertidur pulas di atas tempat tidur mbok Darmi.
"Tadi, nona sedang cerita sama mbok, lalu karena malas berjalan makanya nona tidur di sini"kata mbok Darmi.
Ardian mengangguk, " Baiklah mbok, aku akan membawanya kembali ke kamar."
Sesamapinya dia kamar. Ardian membaringkan Kyara dengan pelan di ranjang.
"Bagaimana kamu bisa tidur nyenyak setelah membuat hariku jadi berantakan"
" Lihatlah, wajah polosmu itu " Ardian mencium kening Kiara. Kemudian ia ikut berbaring di samping istri kecilnya itu.
***
Kyara terbangun dini hari, ia sangat ingin ke kamar mandi. Saat hendak bangkit dari tempat tidur, KYara kaget saat mendapati sebuah tangan yang melingkar di perutnya.
"Kenapa gue bisa ada di sini? Dan kenapa dia bisa memelukku." gumam Kyara.
Kyara memindahkan tangan Ardian dengan perlahan namun bukan yang terlepas pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Pak, lepaskan!"
"aku tahu bapak udah bangun." Kyara mengap mata Ardian yang tertutup rapat.
"Kamu mau kemana? Ini masih malam, tidurlah lagi!!" seru Ardian
.
"Aku mau ke kamar andi" bukannya melepaskan Ardian malah meletakkan kepalanya di bahu Kyara.
"Aush... Baiklah aku akan mengeluarkannya di sini, kalau itu mau mau. " kata Kyara pasrah.
"Tc, Pergilah! " Ardian melepaskan Kiara dan membalikkan badannya memunggung Kyara.
Kiara pun berlari ke kamar mandi, dia benar-benar sudah kebelet.
" dasar egois Ya sudah punya pacar tapi dia tetap saja menikahiku. " dengus Kyara yang kembali mengingat kebersamaan Ardian dengan seorang gadis di restoran tadi.
Setelah selesai dari kamar mandi, Kyara kembali ke ranjang. Ia mengambil bantal dan membawanya keluar. Dia masih kesal dengan Ardian jadi dia memilih untuk menghindari pria itu.
***
Kiara tidak bisa tidur kembali, Jadi dia memilih untuk menonton drama Korea kesukaannya.
Kiara mengambil makanan ringan yang disimpannya di dalam kulkas titik entah bagaimana dan menjalani harinya sok, sudah bisa dipastikan kalau esok dia akan terkantuk-kantuk di sekolah.
Ardian yang merasakan ketidak adaan Kiara di sampingnya pun langsung membangun.
"Kemana dia?"
Dia bangkit dari ranjang dan keluar kamar, dia melihat Kiara yang sedang menikmati acara di tv.
"kenapa belum tidur?
" Sorry, Bapak terganggu ya sama suara tv-nya? "Kyara pun mengecilkan volume suara tv-nya.
" kembali ke kamar dan Tidurlah, Apa kamu tidak sekolah besok? " tanya Ardian yang belum juga beranjak dari tempatnya.
" Aku nggak ngantuk, Bapak tidurlah. "Ucap Kyara tanpa mengalihkan pandangannya dari acara TV.
Ardian belum baringkan tubuhnya di sofa dan menjadikan paha Kuara sebagai bantal.
"Eh..." kaget Kyara.
"bapak tidurlah di kamar! " kata Kyara menatap wajah Aridan.
" aku akan tidur di kamar. Jika kamu juga ikut ke kamar bersamaku."
"Kenapa begitu?"
"Karena aku tidak bisa sendiri. Mungkin saja karena aku sudah terbiasa tidur ada temannya."kata Ardian
Kyara pun hana diam tidak menanggapinya, dan kembali fokus dengan dramanya.
"Apa bapak punya pacar?"
tio bkn nya teman kyara
laki2 lemah...😏😏
kedua kk kyara mn siihh...kok gk ngawasin adek nya...mdh2 an ketahuan sm kk nya kyara gmn adrian yg punya pacar
cemburu luu yaa kyara d antar kenan..syukurin😄..luuu jalan sm pacar luu juga...