NovelToon NovelToon
Duchess Who Lost Her Memory

Duchess Who Lost Her Memory

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Gadis Amnesia
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: ldya ambar

seorang Duchess yang dikenal kejam tiba tiba hilang ingatan. melupakan suaminya sang Grand Duke rian Vosger serta anak nya Felix Vosger. dikenal sebagai seorang yang kejam seketika berubah menjadi baik akan kah Duchess mengingat kenangan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ldya ambar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 35: membawa theo ke desa helio

Clara tampak sedang memikirkan sesuatu. "Aku rasa itu bukanlah ide yang buruk."

"Kalau begitu aku dan Johan akan mengantar theo ke desa helio besok, untuk sementara itu tempat yang aman," ucap duke memegang salah satu tangan clara dengan kedua tangannya. Rasa hangat menjalar ke tubuh clara seperti duke yang menyalurkan kehangatan nya pada clara.

Keesokan harinya perjalanan duke di mulai pukul tujuh tiga puluh menit, namun theo merasa berat untuk berpisah bersama teman nya felix. Theo memegang kedua tangan felix dengan menangis sendu. Melihat itu clara rasanya tak tega memisahkan kedua nya, tapi demi kebaikan theo dan ivana ia harus segera melakukan nya.

"Theo, aku dan felix akan pergi menemui mu kapan kapan. Tapi untuk sekarang kau harus segera pergi pasti ibu mu juga sangat merindukan diri mu," ujar clara menatap theo tersenyum.

Theo menyeka air matanya kemudian menatap ku dengan senyum getir nya.

"Nyonya janji kan?" Tanya theo memastikan bahwa clara tidak berbohong pada nya.

"Tentu saja theo, ibuku tidak perna berbohong. Aku dan ibu akan segera menemui mu di desa helio." Felix mencoba untuk meyakinkan theo walaupun berat rasanya berpisah dengan teman nya, tapi ia mengerti bahwa itu yang terbaik. Sebelumnya clara telah mengatakan pada felix bahwa theo harus tinggal di desa helio untuk sementara waktu dan felix bisa datang kapan saja untuk menemui teman nya.

"Itu benar theo kau tak perlu bersedih, kami akan menemui mu segera ke desa helio."

"I-iya, aku dan ibu akan menunggu kedatangan nyonya dan felix," ujar theo tersenyum.

Ia pun melepaskan genggaman tangan felix dan melenggang pergi menuju kereta. Sebelum kereta pergi duke menatap clara dengan lekat lekat.

"Jangan cemas, semua nya akan baik-baik saja," tutur duke kemudian masuk ke dalam kereta. Clara hanya tersenyum menatap duke.

Kereta mulai bergerak menjauh dari kastil, bayangan nya tak terlihat lagi ketika berbelok di depan gerbang. Mata felix tampak berkaca kaca, dan clara menyadari akan hal itu. Memang sulit berpisah dengan orang yang sangat dekat bagi kita, pikir clara.

"Felix, jangan khawatir. Kita akan segera menemui theo lagi nanti," ujar clara menenangkan felix.

Felix tak membalas perkataan clara begitu saja, ia hanya mengangguk saja sebagai balasan dari ucapan clara kemudian menyeka air mata nya.

Seorang pria bertubuh tegap berdiri di depan rumah tuan faldo. Seperti nya sudah lama ia berdiri di sana dan terus mengetuk pintu rumah tersebut, tapi tak ada jawaban dari si empu. Ia melirik ke kanan dan ke kiri tapi tak ada seseorang, mungkin dia sedang tidak ada dirumah, pikir pria itu.

Ia berbalik dan turun melalui tangga kecil rumah tersebut dan segera menaiki kudanya yang berada di depan halaman rumah tuan faldo. Kemudian pria itu melesat cepat dengan kudanya.

...Ω...

"Sepertinya nona xavia sudah merasa baikan," ujar tuan faldo setelah memeriksa tubuh xavia.

"Terimakasih tuan faldo, ini semua berkat anda." Ivana membungkuk sebagai tanda terima kasih nya pada tuan faldo yang telah membantu nya merawat adiknya xavia.

"Saya sangat beruntung karena bisa bertemu dengan anda tuan faldo," sahut xavia dengan suara seraknya. Ia tersenyum pada faldo, dan ivana merasa senang jika adiknya telah membaik.

"Oh iya tuan faldo, karena anda datang pagi pagi sekali pasti anda belum sempat sarapan. Bagaimana jika kita makan bersama," ajak ivana dengan tersenyum.

"Astaga itu tidak perlu, saya bisa makan nanti saja," tolak tuan faldo.

"Yang dikatakan ivana benar, bagaimana jika kita makan bersama anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih kami pada anda."

"Astaga nona xavia, itu sama sekali tidak perlu."

"Jangan menolak nya tuan, kami merasa tidak enak jika membuat anda kerepotan karena datang sepagi itu hingga tak sempat sarapan," sahut ivana terus memaksa tuan faldo.

"Oke baiklah."

Akhirnya tuan faldo menyetujui nya sehingga membuat ivana puas dengan jawaban pria tersebut.

Xavia meraih tongkat kayunya yang terletak di samping ranjangnya. Perlahan ia beringsut duduk di tepi ranjang, tak lupa tuan faldo dan ivana juga turut membantu memapah xavia.

Hingga pada sampai mereka duduk di meja makan, makanan juga telah di sajikan oleh ivana pagi pagi sekali dan itu masih sangat hangat. Tuan faldo yang melihat itu tampak merasa tak sabaran ingin mencicipi makanan lezat tersebut. Biasanya ia hanya makan roti panggang dan kopi untuk sarapan dan ia sama sekali tak pandai memasak.

"Silakan di makan tuan faldo," ucap xavia.

Mereka pun menyantap makanan lezat tersebut hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar. Ivana menoleh dan meletakkan sendok makan nya di pinggan.

"Aku akan memeriksa nya," katanya berdiri dan pergi menuju pintu depan. Perlahan ia membuka pintu tersebut dan terkejut melihat duke dan theo berada di depan pintu rumah nya.

"Duke? Theo?"

"Selamat pagi nyonya ivana."

"Ibu, aku sangat rindu pada ibu!" Seru theo memeluk ivana dengan erat.

"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya ivana terkejut. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa duke membawa theo ke desa helio. Ia berpikir mungkin karena theo merengek kepada duke untuk menemui nya, pikir ivana. Tapi tebakan ivana salah.

"Aku datang kesini dengan membawa theo karena suatu hal."

Ivana mengeryit. "Kalau begitu masuklah," ujar ivana.

Duke pun masuk ke rumah tersebut, ia duduk disofa ruang tamu tersebut dengan ivana dan juga theo.

"Apa yang ingin anda katakan pada ku duke?" Tanya ivana penasaran.

"Sepertinya akan lebih baik kau dan theo tinggal di sini karena jauh dari ibu kota."

"Tapi kenapa?" Tanya ivana sekali lagi.

"Itu tentang marques, kurasa dia bisa saja membahayakan theo dan kau jika kau tetap tinggal di ibu kota."

"Astaga," tuturnya terkejut hingga menutup mulutnya dengan satu tangan.

"Hanya untuk sementara saja sampai aku menyelesaikan urusan ku dengan marques." Duke mengalihkan pandangan nya kearah jendela.

"Baiklah jika memang itu terbaik."

"Oh iya satu lagi." Duke merogoh saku nya dan mengambil sebuah amplop berwarna putih dengan cap milik clara dibagian depan amplop tersebut. "Ini dari duches, dia ingin aku memberikan nya pada mu."

Duke memberikan nya pada ivana dan dengan senang hati ivana menerima nya.

"Kalau begitu aku akan pergi, jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan mengatakannya pada ku dan clara." Duke berdiri dari duduknya.

"Terimakasih tuan duke," ujar ivana seraya tersenyum menatap duke. Kemudian membungkuk memberi hormat setelah kepergian duke.

Sudah tiga hari lama nya ivana dan theo meninggalkan kastil. Hari ini clara mendapatkan pesan dari surat ivana, surat itu mengatakan bahwa adiknya yaitu xavia telah sembuh dan sudah memulai aktivitas seperti biasanya walaupun tak begitu sembuh total, tapi itu sedikit melegakan.

Kabar gembira itu pun membuat clara senang. Ia meraih alat tulisnya dan segera menulis balasan surat ivana dan juga akan menulis surat untuk tuan faldo karena telah membantu ivana. Setelah selesai, pandangan nya teralihkan oleh amplop berwarna putih dengan bercap milik kaisar yang tiba pagi ini.

Ia meraih amplop tersebut dan membukanya. Undangan Perburuan itu lah isi surat nya lebih tepatnya undangan perburuan tahun ini. Dan itu mengingatkan dirinya pada beberapa tahun lalu yang tak datang pergi ke pesta perburuan karena sibuk berkencan dengan count alex.

Tapi kini berbeda, ia bertekad akan pergi ke perburuan itu bersama dengan duke dan felix. Pesta perburuan rutin di lakukan setiap tahun nya, dan setiap orang yang berhasil memburu hewan yang paling banyak akan meraih sebuah hadiah. Dan tahun ini adalah permata glorains, yaitu permata yang di anggap membawa keberuntungan bagi siapa saja dan jika memberikan nya pada kekasihnya maka hubungan nya akan kekal abadi. Tapi clara beranggapan bahwa itu adalah mitos, tak mungkin hanya karena sebuah permata maka hubungan akan menjadi kekal abadi, itu mustahil.

1
Nia Kurnia
masih menyimak
Evian Ningsih
Kecewa
Evian Ningsih
Buruk
eritaaee aa
daebak thorr👏👏
Withealth Manttrim
keren banget
Agus Tina
Semakin penasaran ..

.
Lestari Ratnawati
lanjut author 🫰
Annida Annida
ceritanya bagus dan bikin penasaran, lnjut tor
Kuri
Ngakak guling-guling 😂
Dallana u-u
Jangan lupa update yaa, ini fan berat nih
Gladys
Jalan ceritanya keren, endingnya bikin nagih!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!