Sebelumnya baca novelku dengan judul Transmigrasi : Putri Kasandra VS Pangeran William.
Di mana Putri Sandra terlempar ke dunia modern dan masuk ke gadis culun dan gendut. Pemilik tubuh tersebut sering di siksa oleh keluarganya dan di bully oleh teman sekolahnya.
Putri Sandra melakukan pembalasan dendam terhadap mereka hingga akhirnya dipertemukan dengan pria yang sangat tampan dan kaya raya namun sangat arogant dan kejam terlebih ketua mafia.
Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk ikuti novelku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Untuk Redi
"Kamu ...." Ucap Redi menggantungkan kalimatnya dengan wajah terkejut.
"Apakah Kamu terkejut karena Aku masih hidup?" Tanya Putri Sandra sambil tersenyum devil.
"Hari ini awal pembalasan buat kalian bertiga." Sambung Putri Sandra sambil berjalan ke arah Redi.
"Kamu!!! Bukannya seharusnya kamu sudah mati?" Tanya Redi dengan wajah masih terkejut.
Plak
Putri Sandra menampar Redi dengan sangat kencang membuat Redi marah dan mengangkat tangannya ke atas untuk membalas apa yang dilakukan Putri Sandra.
Grep
"Redi, jangan coba-coba menamparku karena kamu tidak akan bisa menyakitiku lagi." Ucap Putri Sandra sambil menangkap tangan Redi dan menatapnya dengan tatapan membunuh.
Bruk
Setelah berkata demikian Putri Sandra mendorongnya dengan kasar hingga terjatuh ke lantai.
Redi yang sangat kesal berdiri lagi dan bersiap menyerang Putri Sandra dan ternyata Redi bisa bela diri. Putri Sandra dengan mudah menghindar dan memukul kembali.
Tiba-tiba Putri Sandra mendapatkan pengelihatan sifat Redi pada jaman dulunya. Di mana Redi beberapa kali memperk**a para gadis hingga ada yang bunuh diri dan ada juga yang menjadi gila terlebih ibu dari pemilik tubuh.
Di mana Ibu dari pemilik tubuh selain diperko*a juga mengalami siksaan setelah mereka menikah.
Hal itu membuat Putri Sandra dengan sengaja menotok titik syaraf di mana adik kecilnya mulai sekarang dan seterusnya tidak bisa digunakan lagi.
Setelah melakukan hal itu Putri Sandra memukul dan menendang perut Redi sekuat tenaga membuat tubuh Redi ambruk.
"Bagaimana? Apakah kamu mau nantangin Aku lagi Redi?" Tanya Putri Sandra sambil tersenyum devil.
"Kamu pergi dari sini! Ini bukan rumahmu lagi!!" Teriak Redi sambil berusaha untuk berdiri.
"Oh ya? Rumah ini adalah milikku yang diberikan Opa padaku dan kamu hanyalah sampah yang di pungut di tempat pembuangan sampah." Ucap Putri Sandra sambil tersenyum menyeringai.
"Itu bohong, pasti Nenek tua itu yang membohongi dirimu." Ucap Redi berbohong sambil menatap tajam ke arah Putri Sandra.
Plak
"Pffftttt... Hahahaha... Dasar pria tua pintar berbohong." Ucap Putri Sandra sambil tertawa jahat kemudian menampar pipi Redi.
"Ingat, jangan pernah menatapku seperti itu kalau tidak maka Aku tidak segan - segan untuk mencolok matamu." Ancam Putri Sandra.
"Dasar anak kurang ajar! Tidak ada sopan santun sama orang tua!!" Bentak Redi sambil matanya menatap tajam dan tidak memperdulikan perkataan Putri Sandra.
"Apa Aku tidak salah mendengar Redi? Kamu mengatakan Aku anak kurang ajar? Tidak ada sopan santun sama orang tua? Siapa yang membuatku menjadi seperti ini? Hah!" bentak Putri Sandra.
"Kamu Redi! Kamu yang membuatku menjadi seperti ini. Kamu menyakiti ibuku dan itu tidak hanya sekali tapi berulang kali bahkan di saat ibuku sedang hamil besar kalian berselingkuh tanpa punya rasa bersalah sedikitpun. Hingga ibuku nyaris meninggal dunia di saat melahirkan Aku." Ucap Putri Sandra dengan mata memerah menahan air matanya agar tidak keluar.
Selesai mengatakan hal itu Putri Sandra berjalan ke arah Ririn sambil menatap tajam.
plak
"Kamu wanita tidak tahu diri! Ibuku menolongmu memberikan tumpangan tapi kamu merebut suami ibuku." Ucap Putri Sandra kemudian menamparnya dengan sangat keras.
"Akhhhhh... Sakit ... " Teriak Ririn.
Tamparan yang sangat keras membuat Ririn berteriak kesakitan. Bukan sampai di situ Putri Sandra dengan sengaja menarik tangan Ririn yang berbaring di sofa lalu melepaskannya.
Hal itu tentu saja membuat tubuh Ririn membentur lantai dan kepalanya terkena meja dekat sofa membuat Ririn kembali berteriak kesakitan dan darah segar keluar dari tubuhnya.
"Pffftttt ... Hahahaha... Sakit ya? Itu belum seberapa dibandingkan sakit ibuku ketika mengandungku." Ucap Putri Sandra sambil menatap Ririn dengan penuh amarah.
"Redi, kamu menyiksa ibuku ketika ibuku sedang hamil hingga pendarahan dan kini Aku akan membalas semua perbuatanmu." Ucap Putri Sandra sambil tertawa jahat dan menatap tajam ke arah Redi.
Hukuman untuk Redi tidak seberapa dibandingkan perbuatannya terhadap orang tua angkat dan Ibunya Putri Sandra. Karena itulah Putri Sandra sengaja menghukumnya dengan menyiksanya secara perlahan hingga akhirnya mati dengan cara mengenaskan.
"Dasar bodo*h! Kenapa kalian diam saja! Bunuh gadis si alan ini!" Perintah Redi.
"Baik, Tuan." Jawab ke delapan bodyguard tersebut dengan serempak.
Ke delapan bodyguard tersebut langsung mengepung Putri Sandra sedangkan Putri Sandra mengulurkan tangan kanannya.
Tali yang berwarna putih di mana lumayan sangat panjang keluar dari tangan Putri Sandra. Tali tersebut langsung menyerang ke delapan bodyguard tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama ke delapan bodyguard tersebut ambruk sambil meringis menahan rasa sakit.
Redi, Ririn dan Rina sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya namun Redi tidak menyerah. Redi menyuruh sesama anggota mafia yang berjaga di depan pintu utama ikut menyerang Putri Sandra.
Putri Sandra berusaha menghindar sambil memukul mereka dengan menggunakan tali putih.
Hingga Putri Sandra melihat salah satu dari anggota mafia mengeluarkan pistol secara diam - diam.
Putri Sandra melihat kalau anggota mafia tersebut mengarahkan pistol ke arah dirinya dan dengan cepat mengarahkan tali putih tersebut ke arah pistol.
Setelah pistol tersebut berhasil dipegang dengan menggunakan tali, Putri Sandra dengan sengaja mengarahkan pistol tersebut ke arah Rina.
Dor
"Akhhhhh!" Teriak Rina kesakitan.
"Rina!!!" Teriak Ririn dan Redi dengan serempak.
Putri Sandra menarik pelatuknya dengan menggunakan tali putih tersebut hingga pistol tersebut menembak Rina. Rina pun berteriak kesakitan ketika pelurunya mengenai dadanya.
Selesai melakukan hal itu Putri Sandra menyerang anggota mafia yang tersisa hingga akhirnya satu persatu tumbang.
"Percuma kalian menggerakkan tubuh kalian karena tubuh kalian Aku buat seperti tidak bertulang. Hukuman ini pantas untuk kalian karena sering menindas orang yang lemah." Ucap Putri Sandra.
'Anak buahku dan teman - temanku anggota mafia berhasil dikalahkan. Apa yang harus Aku lakukan?' Tanya Redi dalam hati.