Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 - Terbongkarnya identitas
...Chapter 19...
...----------------...
Axion menatap jam tangannya dengan serius, Tepat pukul 19.02 ia menutup buku tugasnya. Setelah menyelesaikan Pr-nya. Pandangannya menjurus pada Kevian yang sudah terlelap di kasurnya.
"Aku ingin bertemu Clarissa." Gumamnya kecil.
Axion tak tahu perasaan apa ini, Di kehidupan pertamanya, Axion mengenal Clarissa sebagai gadis sombong yang dingin Tetapi sekarang, Rasanya setiap berdiam diri, Dia selalu mengingat gadis itu. Senyuman tipisnya yang lembut, Rambutnya yang halus dan cukup tebal, Kedua matanya yang tajam. Gadis itu jelas berbeda dengan rumor yang ada.
"Aku merasa kau berbeda, Atau mungkin aku yang baru mengenalmu." Gumamnya setelah mengganti baju.
"Kamu mau kemana?" Tanya dayanti bingung, Wanita itu bertanya setelah melihat putranya keluar dari lift melewati ruang tamu.
"Main." Ucapnya, Ia langsung keluar menaiki mobil yang sudah di panaskan itu, Biasanya di panaskan oleh supir untuk siapa saja yang ingin keluar rumah membeli sesuatu.
"Mau kemana den?" Tanya pak Beno, Sang supir.
"Kerumah Clarissa pak." Ucap Axion, Pak Beno mengangguk sambil tersenyum tipis.
...----------------...
Clarissa membuka kedua matanya perlahan, Menatap dinding-dinding kamar yang luas dan megah. Ia baru ingat, Tadi sore saat hujan ia tertidur.
"Kau sudah bangun?" Tanya Mia, Clarissa menatap Mia sambil mengingat.
"Oh yaa....Dia menginap hari ini." Batin Clarissa mengangguk.
"Minum ini."
Clarissa menatap Luzkay yang masih berada di rumahnya, Gadis itu mengecek jam yang ternyata sudah malam. Apa yang sedang di lakukan pemuda itu?
"Aku sudah menyuruhnya pulang, Tetapi dia bersikeras ingin menemaniku." Mia cemberut sambil melirik tajam Luzkay.
"Tidak apa, Jika ingin menginap juga...minta kamar saja pada Sera."Ucap Clarissa dengan lemah, Gadis itu menerima air hangat dari Luzkay.
"Tidak, sebentar lagi aku akan pulang." Ucap Luzkay,
"Nona Clarissa, Ini makan malam anda." Sera membawakan sepiring spaghetti dengan irisan daging di atasnya, Di sebelahnya juga ada buah mangga yang sudah terpotong.
"Terima kasih Sera." Ucap Clarissa tersenyum, Gadis itu
"Kalian sudah makan?" Tanya Clarissa pada Mia, Mia mengangguk cepat.
"Sudah, Sera sudah membuatkan kami makan malam tadi. Oh yaa, sebenarnya untuk apa kau datang ke mess belakang?" Tanya Mia penasaran.
"Aku datang bertemu nona Nadia, Aku hanya ingin menyapanya." Ucap Clarissa.
"Untuk apa kau menyapa gadis itu, Dia itu harusnya bersikap baik padamu. Berani sekali dia menyakitimu."Ucap Mia cetus.
"Aku mengerti mengapa dia bersikap seperti itu, Dia mungkin merasa bahwa aku merebut pria miliknya."Ucap Clarissa.
"Cih...hanya Robert saja dia sudah bersikap seperti itu, lagipula Robert itu tak akan bisa bersatu dengan-mu, Dia itu hanya anak pelayan." Ucap Mia kesal.
"Bukan Robert."Ucap Clarissa, Mia menaikan satu alisnya heran.
"Tapi Axion." Ucap Clarissa. Mia langsung bangkit dan mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar, Aku akan memberinya pelajaran."Ucap Mia.
Luzkay yang dari awal menatap interaksi kedua orang itu hanya diam, Ia sibuk bermain handphonenya sendiri.
"Nona Clarissa."Sera datang dengan wajah serius, Luzkay dan Mia menatap heran pelayan itu.
"Ada apa?" Tanya Clarissa, Sera pun membisikan sesuatu.
"Baiklah, Aku akan bersiap ke bawah." Ucap Clarissa tersenyum. Sera pun pergi dari sana.
"Aku akan pulang."Ucap Luzkay beranjak, Mia menatap kakaknya dengan aneh.
...--------------------------------...
Axion sudah datang, Ia menunggu clarissa untuk turun, Ia tak sabar bertemu Clarissa, Calon tunangannya itu.
"Tuan muda Axion datang juga?" Senyum tipis Axion memudar saat melihat siapa yang baru saja turun dari lift.
"Kau? Sedang apa kau di sini?!" Axion menatap tajam Luzkay.
"Aku memang sering bertemu nona Clarissa, Kami sudah sering bertemu sejak kecil."Ucap Luzkay tersenyum.
Axion menatap Luzkay tak suka, Bukankah pemuda itu selalu tak menyukai Clarissa, Mengapa sekarang berada di rumah Clarissa?
"Oh tuan muda Alexion, Ku pikir siapa yang datang." Ucap Mia yang baru turun menyusul, Axion bernafas lega melihat keberadaan Mia.
"Di mana Clarissa?" Tanya Axion, Mia menunjuk lantai atas dengan pelan.
"Dia akan segera turun, Kalau begitu kami keluar dulu, Kakak-ku ingin pulang." Ucap Mia, Gadis itu berjalan beriringan bersama Luzkay yang menatap Axion dengan senyuman sumringah.
Selepas kepergian kakak beradik itu, Clarissa baru menampakan kehadirannya. Gadis itu memakai sebuah dress sederhana berwarna pink, Rambutnya tergerai cantik.
"Axion, Kau datang?" Clarissa tersenyum manis, Ia berlari kecil menuju Axion.
"Maafkan aku yang datang tanpa mengabari, Oh yaa...dahimu kenapa?" Tanya Axion serius mengusap lembut dahi Clarissa yang terbalut perban.
"Hanya terjatuh."Jawab Clarissa tersenyum. Axion menggenggam tangan Clarissa menuju halaman rumah, Tempat favorit mereka.
"Aku akan mencaritahu nanti."Batin Axion.
Mereka duduk di sebuah bangku besi yang memang berada di taman halaman, Karna bekas hujan. Bangku itu menjadi basah, Axion langsung berinisiatif menggunakan jas untuk membersihkan percikan air itu.
"Clarissa, aku ingin membicarakan sesuatu hal penting."Ucap Axion menelan saliva kasar, Melihat wajah polos Clarissa membuat Axion merasakan rasa bersalah berkali-kali lipat.
"Ada apa?"Bingung Clarissa, Pemuda itu tak biasanya berterus terang seperti ini.
"Bisalah kita berbicara empat mata saja, Di tempat yang sepi dan tenang." Ucap Axion khawatir menatap sekitar.
"Baiklah, Ayo." Clarissa menggenggam tangan Axion yang besar dan kokoh. Keduanya menaiki lift menuju lantai atas.
Mia dan Luzkay hanyut dalam pikirannya masing-masing saat melihat Clarissa dan Axion yang terlihat sangat harmonis.
"Pulanglah, Kau sudah tidak punya harapan."Ucap Mia menutup paksa pintu mobil, Sehingga kini mau tak mau, Luzkay sudah memasuki mobil.
...--------------------------------...
"Bagaimana pendapatmu tentang kehidupan kedua?"
Deg!
Nafas Clarissa tercekat saking berdebarnya. Pemeran antagonis pria itu menanyakan sesuatu hal yang menurutnya sensitif.
"Mana mungkin di dunia ini ada kehidupan kedua axion." Ucap Clarissa tertawa bodoh, Axion tersenyum dan menatap dalam Clarissa, Keduanya berada di lantai paling atas mansion Clarissa, Tempat paling sunyi dan megah.
"Jika aku mengatakan bahwa aku mengulang hidupku untuk kedua kalinya, Kau akan percaya?" Tanya Axion serius, Clarissa menatap Axion dengan wajah tertegun.
Jadi, Pemuda itu hidup kembali? Apa pemuda itu juga memiliki ingatan tentang masa lalu?
"Di kehidupan pertamaku, Nadia menghianatiku Clarissa, Dan dulu aku begitu bodoh. Aku mempercayai semua yang ia katakan. "Ucap Axion merebahkan kepalanya di pundak Clarissa.
"Lalu, Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Clarissa, Ia bukanlah Clarissa asli. Yang punya hak untuk marah dan membenci Axion yang begitu bodoh di kehidupannya yang lalu, Lagipula Axion juga korban sama seperti Clarissa.
"Aku putus asa Clarissa, Aku memberikannya semua yang terbaik yang aku punya untuknya. Tetapi dia menghianatiku. "Ucap Axion .
"Sekarang, Aku sudah tahu segalanya. Di kehidupanku yang lalu. Robert juga menipumu dan membunuhmu Clarissa, Bersamaan dengan aku. Aku melihat tubuhmu yang sudah tak bernyawa berada di dalam pelukanku."Ucap Axion lirih.
tes?
Axion menatap kedua mata indah gadis itu, Clarissa kaget dengan respon tubuhnya yang langsung menangis setelah mendengar ucapan Axion, Tubuh ini ternyata juga memiliki rasa sakit hati.
"Kau tenang saja, Sekarang aku akan menjagamu, Aku ingin meminta maaf padamu, Untuk semuanya. Clarissa." Ucap Axion memeluk Clarissa dengan rapuh.
"Bagaimana jika aku katakan, Bahwa aku bukan Clarissa?" Tanya Clarissa, Axion melepaskan pelukannya dan menatap Clarissa dengan penasaran.
"Aku bukan Clarissa, Aku Velica amador. Aku berasal dari tempat yang berbeda." Ucap Clarissa, Keduanya saling memandang dengan tatapan dalam.
"Walaupun kau bukan Clarissa, Aku tetap menyukaimu." Ucap Axion mengusap lembut wajah Clarissa, Velica yang berpikir Axion akan sangat marah padanya itu, tetapi Kini malah menerimanya.
"Sejujurnya, Aku juga tidak begitu mengenal Clarissa, Tetapi sejak mengenalmu. Aku selalu ingin berada di dekatmu, Melindungimu dan merasa marah jika kau berdekatan dengan pria mana pun." Ucap Axion jujur.
"Aku memang bukan Clarissa, Tetapi aku akan membalaskan dendamnya pada Nadia dan Robert." Ucap Velica tegas.
"Aku akan ikut bersamamu." Ucap Axion.
"Terima kasih Axion." Ucap Clarissa memeluk Axion, Yang langsung ikut memeluknya juga.
TBC
like dan komen.