Untuk membalaskan dendam dan menemukan kebenaran atas pencobaan pembunuhan yang menimpanya, Scarlet berpura-pura menjadi wanita bodoh dengan IQ rendah dan menikah dengan keluarga Fergus sebagai nyonya muda. Scarlet dan Darius Fergus menikah karena perjodohan. Yang berarti tidak ada cinta di antara mereka.
Saat Darius melihat Scarlet yang bodoh dan memiliki keterbelakangan mental, dia sangat marah hingga dia meminta cerai! Dia adalah seorang pebisnis yang jenius. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki orang bodoh untuk menjadi istrinya? Tapi yang Darius tidak tahu adalah bahwa bakat Scarlet berada jauh di atasnya, Scarlet termasuk seorang dokter jenius, pianis, investor, peretas handal...
Tapi apa yang bisa wanita itu lakukan jauh di luar imajinasinya. Selama mereka menikah, Darius pun perlahan-lahan mulai menemukan wajah asli di balik topeng "istrinya" ...
Akankah seorang Darius Fergus akan jatuh cinta pada istrinya? Atau dia akan tetap bersama Cindy kekasihnya yang ternyata adalah sauda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35. MENYAMAR SEBAGAI NANCY NATES
"Kau bertemu dengan orang yang tepat. Tunggu sebentar aku akan mengirimkan undangannya padamu besok." ujar Handy.
"Maaf merepotkanmu Handy. Pertemuan itu akan diadakan tiga hari lagi. Selama tiga hari ini kita akan pelajari tentang hubungan antara keluarga Nates dan keempat keluarga itu." Stone berdiri lalu menepuk dadanya.
"Aku percaya padamu Handy." Stone menimpali dan menatap Handy dengan tatapan penuh harap.
Setelah Handy meninggalkan ruangan itu, Stone memberikan banyak informasi kepada Scarlet. Setelah mengulangi beberapa kali pada Scarlet untuk memastikan wanita itu sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya, Stone pun kembali ke kamarnya.
Tepat pukul sepuluh malam, rumah itu senyap. Semua orang sudah tidur lelap dan tidak membahas tentang masalah IP address lagi. Lagipula Scarlet sudah ada disana, mereka tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Scarlet juga tertidur pulas, dalam tidurnya samar-samar dia mendengar suara yang memanggilnya. Suara itu seperti suara seorang pria yang terdengar dari jauh.
"Scarlet......Scarlet........" panggilnya.
Scarlet mengusap matanya dan melihat kearah datangnya suara. Dia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar lima belas tahun berdiri dihadapannya.
Pria itu menatapnya dengan lembut. "Scarlet." panggilnya lagi.
Scarlet terpaku, "Kau mengenalku?"
"Ya, kau adalah Scarletku." jawab pria itu.
"Tapi aku tidak mengenalmu." ujar Scarlet kebingungan.
Anak laki-laki didepannya sangat tampan. Jika dia memang pernah bertemu sebelumnya pasti Scarlet mengingatnya. Tapi dia yakin belum pernah bertemu anak laki-laki itu.
Scarlet ingin bertanya lagi tapi tiba-tiba dia merasakan hembusan angin dingin dan dia pun terbangun. Scarlet langsung terduduk dan termangu.
Sambil mengurai rambut panjangnya, dia melihat selimut yang dipakainya sudah tergeletak dilantai.
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu sekarang?" ujar anak laki-laki itu. "Oh, aku lupa. Kau sudah menjadi istri seseorang sekarang. Kau mengucapkan kata-kata seperti itu."
Keesokan harinya Handy berhasil mendapatkan kartu undangan ke pertemuan rahasia itu. Scarlet dan Stone membuka kartu undangan mewah berwarna emas.
Dikartu undangan itu tertulis, 'Undangan kepada Keluarga Nates.'
Keduanya terkejut lalu menutup undangan itu dan menatap Handy. "Bagaimana kau mendapatkannya?"
Dengan bangga Handy mendongakkan wajah dan berkata, "Dengan wajah tampanku. Begitu aku muncul dihadapannya, wanita itu langsung menyukaiku."
"Dimana Nancy Nates sekarang?" tanya Scarlet dan Stone bersamaan. Mereka semakin penasaran dengan Handy.
"Aku mengikatnya lalu mengurungnya di gudang. Aku akan melepaskannya setelah pertemuan rahasia itu usai. Dia sangat cantik, aku merasa kasihan padanya." ujar Handy dengan ekspresi wajah romantis.
Mendengar itu, Stone menatap Handy tajam, "Kau harus berhati-hati. Jangan sampai dia melarikan diri sebelum kami berhasil masuk ke pertemuan itu."
"Apa kau meragukan kemampuanku?" ujar Handy lalu berjalan menuju kemeja dan menuangkan segelas teh.
Setelah menyesap tehnya, Handy bertanya, "Kita akan menghadiri pertemuan itu lusa. Apa kalian sudah punya rencana?"
Scarlet menganggukan kepala dan tersenyum, "Saat tiba waktunya, aku akan membawa Stone masuk. Dia akan menggunakan kesempatan itu untuk memasang kamera kecil. Dan kau bertugas mengawasi semuanya dari luar."
Handy menaikkan alisnya dan berkata, "Kalian tidak membawaku masuk bersama? Aku ingin melihat."
"Apa yang ingin kau lihat? Anggota dari keempat keluarga bisa curiga nanti. Semakin banyak orang yang masuk kedalam maka semakin besar peluang kita ketahuan." ujar Stone.
"Baiklah kalau begitu." Handy menghempaskan napas, bagaimanapun dia terpaksa menuruti perkataan wanita itu. Dia akan tetap berada diluar dan mengawasi.
Waktu berlalu dengan cepat. Hari yang ditunggu pun tiba. Scarlet sudah bersiap-siap sejak pagi. Dia merias wajahnya dan mengenakan gaun panjang.
Sambil menenteng tas ditangan, dia mengendarai mobil mewah menuju ke villa tempat pertemuan. Setibanya disana, Scarlet turun dari mobil.
Dia menggenakan sepatu hak setinggi tujuh sentimeter. Kaki jenjang dan mulusnya yang terekspos langsung menarik perhatian orang yang berada disana.
"Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya sebelum ini."
"Dia cantik sekali. Dari keluarga mana dia berasal?"
Scarlet menatap kearah kerumunan orang yang menatapnya. Dia melangkah sambil melenggangkan pinggulnya dan mendongakkan wajah penuh percaya diri.
Scarlet datang bersama Stone dan berjalan beriringan menuju ke pintu masuk. Seperti yang sudah diperkirakan, begitu mereka tiba di pintu utama, seorang pelayan langsung menghentikan mereka.
"Maaf Nona. Silahkan tunjukkan kartu undangan anda."
Scarlet membuka tas dan mengeluarkan kartu undangan lalu menyerahkan pada pelayan itu. Disaat bersamaan dia bicara dengan menggunakan bahasa lokal.
"Andai kakek tidak memaksaku untuk datang kesini, aku tidak akan mau jauh-jauh datang." keluhnya.
Setelah pelayan itu membuka kartu undangan Scarlet, ekspresi wajahnya langsung berubah. "Oh, Nona Nates dari keluarga Nates. Silahkan masuk."
Semua orang menghela napas dan memandangi punggung wanita itu. Ternyata wanita itu berasal dari keluarga Nates.
Semua orang mengetahui tentang kejadian sepuluh tahun lalu. Keluarga Nates mengalami kecelakaan, setelah kecelakaan itu semua anggota keluarga Nates menghilang.
Setelah Robert Nates mengambil alih keluarga Nates, keluarga itu mulai bersinar kembali. Menurut rumor yang beredar, keluarga Nates memiliki lima orang anak gadis yang semuanya berwajah cantik.
Tapi tidak ada seorangpun yang pernah melihat gadis-gadis dari keluarga Nates. Sehingga mereka menganggap berita itu hanyalah rumor belaka.
Tapi setelah mereka melihat Nancy Nates, putri ketiga keluarga Nates, merekapun mempercayai kabar yang beredar. Ternyata rumor itu tidak benar, gadis itu memang sangat cantik.
"Nancy Nates ternyata cantik sekali."
"Lihatlah kaki jenjangnya dan pinggangnya yang ramping. Wajahnya cantik sekali, dia memiliki aura layaknya seorang ratu."
Sedangkan Scarlet menghela napas lega karena tidak ada seorangpun yang mencurigainya. Ternyata informasi yang diterimanya memang benar.
Tidak ada seorang pun yang pernah melihat wajah dari anggota keluarga Nates. Dengan santai Scarlet dan Stone melangkah memasuki villa.
Bangunan villa itu sangat besar dan luas, memiliki tiga lantai. Sekelilingnya ada taman, danau buatan dan juga sumber air panas.
Meskipun hanya keempat keluarga itu saja yang berpartisipasi dalam meeting, tapi keluarga Hayes mengirimkan banyak undangan. Villa itu sudah dipenuhi banyak orang.
Para tamu yang datang lebih awal memenuhi bagian luar villa yang didekorasi indah. Di bagian itu terdapat bar yang dipenuhi berbagai jenis minuman dan makanan.
Para tamu itu berbincang-bincang sambil menikmati minuman dan hidangan sambil menunggu kedatangan keempat keluarga.
Scarlet berdecak didalam hatinya, dia melihat tamu yang hadir kebanyakan datang kesini untuk panjat sosial dan menjalin hubungan dengan para keluarga kaya lainnya.
Kehadiran Scarlet dan Stone langsung menjadi pusta perhatian. Sedangkan Scarlet tidak mengenal siapapun disana tapi dia tetap bersikap tenang.
Orang-orang mulai menebak-nebak identitasnya karena tidak ada yang mengenalinya. Scarlet dan Stone menemukan tempat strategis yang berada disudut lalu memesan jus pada pelayan.
kapan di lanjut lagi thor...
masih misterius asal usul scarlet
lanjut thor up lg... 👍🏻🔥🔥
ini cerita banget2...
lanjut thorrrr....
hahahaaaaaaaa.
atit piyut atu thurrrr.......
mening jujur aja sama darius supaya bisa memecahkan misteri bersama-sama
😁