NovelToon NovelToon
Pernikahan Settingan

Pernikahan Settingan

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Nur'aeni

Aku duduk di depan seorang wanita yang adalah istri ku, di samping ku juga duduk seorang pengacara dan seorang saksi.

Seorang pengacara memberiku selembar kertas yang berisi gugatan cerai terhadap ku untuk aku tanda tangani.

Aku terus menatap selembar kertas itu, aku merasa ada perasaan yang begitu berat di dalam hati ku.

Lalu aku menoleh ke arah wanita yang tengah menatap ku juga.

Saat aku melihat sorot mata nya yang sendu, seketika ego ku langsung goyah. Hati ku malah berdebar seperti sedang jatuh cinta.

sebenarnya kami tidak seperti pasangan suami istri lain, kami menikah secara resmi namun di balik semua itu ada sebuah kesepakatan di antara aku dan istri ku untuk membuat sebuah kontrak nikah yang menjadikan pernikahan kami ini adalah pernikahan yang sudah di setting.

Tidak ada rasa cinta di antara kita bahkan aku tidak mengenal nya, tapi demi suatu hak kami harus melakukan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Nur'aeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketidakberdayaan ku

Malam semakin larut ketika aku dan Aksa terus bertukar cerita meski di beberapa waktu kami lebih banyak diam dan sibuk dengan lamunan masing-masing, sebungkus rokok telah kita habiskan bersama juga sebotol wine sudah habis separuh nya.

" kamu mengenal nya sudah sangat lama, kenapa kamu tidak pernah mengenal kan nya pada ku ?" Tanya ku menyahuti suara helaan nafas yang sudah beberapa kali dia lakukan.

" Kamu lupa ? Waktu itu aku pernah mengajak mu bertemu dengan Elea tapi kamu bilang tidak ada waktu untuk bertemu dengan wanita, kamu hanya fokus dengan cita cita mu, bahkan hanya sekedar main keluar pun kamu tidak pernah mau ikut." ujar Aksa mengingat kan ku ke masa itu.

Saat dimana aku masih seorang pemuda yang ambisius dan penuh semangat dalam mewujudkan impian, masa itu aku memang hanya ingin fokus dengan pelatihan ku dan cepat debut, itu saja aku bahkan tidak pernah bermain atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-teman selama menjadi trainer.

" Apa benar kamu tidak pernah mengenal Elea sebelum nya ? " Tanya Aksa serius.

Aku menggelengkan kepala langsung, sekeras apapun aku berusaha mengingat kembali aku benar-benar tidak pernah melihat Elea sejak jadi trainee bahkan setelah debut. Bahkan aku sempat mengira Elea tidak pernah ikut training dan langsung debut karena dia adalah cucu pemilik agensi.

" Kau ini ! Kamu terlalu cuek, padahal Elea sering berada di sekitar mu, aku sering melihat kalian berpapasan !" ungkapnya.

" Oh yah ? " Sebuah kerutan di kening muncul ketika aku merasa heran dengan diri sendiri karena aku tidak pernah menyadari nya jika dia sudah sedekat itu dengan ku dulu.

Selama ini aku hanya melihat nya sesekali di iklan dan tidak pernah bertemu dengannya secara langsung.

" Makanya, jangan terlalu ambisius sampai membuat mu lupa bahwa kamu itu makhluk sosial ." Tegur nya membuat ku Mengintrospeksi diri.

Memang selama ini yang ada di pikiran dan tekad ku hanya soal karir dan cita cita, dan hanya fokus membahagiakan keluarga ku, sampai aku tidak peduli dengan kebahagian ku sendiri.

" Aku ingat sekali, waktu kamu mau debut kamu bilang kamu tidak akan mencintai wanita sebelum kamu sukses kamu bilang wanita hanya akan menghambat jalan mu dan sering kali jadi pemicu kegagalan." Tambah nya.

Tidak di sangka ingatan nya begitu kuat, bahkan dia ingat dengan detail semua ucapan ku. Aku dulu memang pernah berkata begitu, tapi bukan untuk merendahkan seorang wanita tapi hanya untuk membuat ku tetap fokus meniti karir dan tidak tergoda dengan para wanita yang sering datang merayu ku dan mengganggu fokus ku.

*.·:·.✧.·:·.*

" Jadi sekarang kamu mau bagaimana ? Aku dan Elea sudah menikah,"

" Kalian hanya menikah kontrak kan ?! lagian waktu pernikahan kalian sisa beberapa bulan lagi jadi tidak masalah, kalian akan segera berpisah lalu aku segera go publik soal hubungan ku dan Elea ."

Aku menatap nanar pada Aksa, aku sempat ingin memberitahu nya bahwa aku berniat untuk merubah status pernikahan kami. Tapi melihat nya begitu penuh harap aku membuatku tidak tega, aku terlalu egois memang bahkan aku tidak pernah bertanya soal perasaan Elea yang sebenarnya selama ini.

Aku hanya mengambil keputusan berdasarkan keinginan ku saja, dasar bodoh memang !

" Tapi, Arash !?" Dia menatap serius ke arah ku yang duduk di seberangnya. Aku menoleh ke arah nya dengan perasaan yang was was.

" Apa kau benar menyukainya" tanya nya tiba-tiba, membuatku terdiam beberapa saat, wajah penuh harap agar aku mengatakan tidak membuat ku ragu untuk mengatakan perasaan ku yang sebenarnya.

Aku bimbang dengan keadaan ini sekarang, aku bergerak untuk berbaring di kursi panjang yang aku duduki, kedua mataku fokus menatap langit-langit ruang tengah ini, sesekali aku menghela nafas panjang.

Aku berjanji untuk tidak melepaskan nya apalagi meninggalkan nya, aku sudah berjanji untuk tetap berada di sisinya apapun yang terjadi, tapi pria yang duduk di hadapan ku yang sedang menatap ku dengan pandangan nya yang nanar seolah memohon agar aku melepaskan Elea dan membiarkan hanya dia yang menjaganya.

Padahal pada awal nya akulah yang terlalu menggebu dan menyatakan dengan yakin bahwa Elea hanya milikku saja, tapi kenapa saat ini aku merasa tidak berdaya dengan keadaan yang membuat ku berada di dalam posisi dilema.

Tapi, Aksa sangat mencintai Elea, dia juga akan melakukan apapun untuk melindungi Elea termasuk membela dia dari ibu nya yang tengah berusaha untuk menghancurkan Elea. Yah benar, dari pada aku terus berpikir plin plan seperti ini lebih baik aku melepas kan nya dan membiarkan Aksa yang menjaga nya saja.

Jika aku memaksakan diri untuk menjaga Elea tetap di sisi ku, aku akan membuat Aksa kecewa, dan menganggap ku sebagai pengkhianat, lagi pula aku tidak bisa menjamin kalau Elea akan bahagia bersama ku, aku juga takut membuat dia kecewa ketika nanti aku malah semakin mengecewakan nya karena ketidakberdayaan ku.

" Arash !" Panggil Aksa membawa ku kembali dari lamunan ku, dia masih menuntut sebuah jawaban jelas dari ku.

" Aku memang menyukainya, tapi kau lebih menyukai nya, jadi aku akan melakukan semua nya sesuai dengan peraturan yang kami buat sejak awal." jawabku tidak terlalu yakin.

Sebuah senyuman kemenangan tersungging di bibir nya, nampak dia puas dengan jawaban ku, tapi aku merasa bersalah pada satu orang lainnya.

Setelah ketegangan hilang di antara kami, kita pun kembali mengobrol santai sampai tak terasa waktu sudah hampir dini hari. Aksa meminta ijin untuk menginap dan dia bilang besok pagi dia akan membawa Elea pergi.

Saat hendak membereskan meja, Elea keluar dari dalam kamar dan mendapati aku dan Aksa yang sudah agak mabuk duduk rebahan berseberangan di ruang tamu yang sekarang nampak kacau.

" Aksa ? Kapan kamu datang ?" Tanya Elea heran dengan mata terbelalak ke arah Aksa.

Tanpa menjawab Aksa langsung berdiri lalu menghampiri Elea dan memeluk nya erat, hal itu membuat Aku langsung memalingkan wajah tidak mau melihat kejadian yang membuat ku merasa ada yang panas di dalam hatiku.

Aku tidak boleh cemburu, aku sudah bertekad untuk melepaskan Elea pergi tapi kenapa dada ku jadi terasa sesak begini. Aku memang pria bodoh yang tidak punya pendirian yang teguh.

*.·:·.✧.·:·.*

" Ayo pergi bersama ku, besok mungkin para wartawan akan menyerbu mu, lebih baik kamu menghindari mereka." ujar Aksa.

" Apa ? Gak mungkin, kalau aku pergi dengan mu orang-orang akan tahu kalau aku dan Arash memang menikah kontrak lagi pula aku punya tanggung jawab atas nama baik perusahaan sekarang." Elea langsung menolak nya dengan cepat.

Suaranya terdengar serak bahkan wajah nya terlihat sangat lelah, meski begitu dia mencoba berbicara dengan jelas.

" Pergi saja , aku akan menghadapi para media dan memberitahu mereka kalau kamu sedang menenangkan diri dan aku akan bilang kepada mereka bahwa tidak ada yang namanya pernikahan kontrak di antara kita, tapi kita memang akan segera bercerai." ujar ku mencoba bersikap acuh tak acuh.

Elea langsung mendongak ke arah ku dengan tatapan yang tajam, sebuah kerutan timbul di keningnya, menunjukan bahwa betapa bingung nya dia saat ini.

" Apa ? Bercerai ?" Ucap nya pelan.

" Iyah bercerai, sepertinya -"

" Kamu bilang mau memihak ku, kamu bilang kamu akan berada di sisi ku tapi kenapa tiba-tiba membahas perceraian lagi ?" Potong Elea.

Dapat di lihat dengan sangat jelas kemarahan yang bercampur kekecewaan ketika aku berbicara soal perceraian dengan sikap acuh tak acuh.

Namun karena ada Aksa aku jadi tidak leluasa menjelaskan apa maksud ku yang sebenar nya, aku manarik Elea untuk bicara di ruangan lain.

" sepertinya akan lebih baik kalau kamu pergi bersama Aksa." Pinta ku, sebuah tatapan berair tertuju kepada ku yang tidak sepenuh nya merelakan nya pergi.

" Kenapa kamu kira begitu ! Kamu takut ? atau sikap mu kemarin hanya untuk mempermainkan ku saja, hah ? " Sebuah seringai bercampur air mata tersungging di bibir nya yang bergetar.

" Oh iyah aku lupa, kau si paling ambisius, kamu pasti baru berpikir kalau kamu terus berada di sisi ku karir mu yang selama ini kamu perjuangkan hancur, harus nya aku tetap percaya pada diriku sendiri bahwa kamu pria yang tidak bisa di percaya !!" Dengan tangis yang tertahan dia mencoba mengeluarkan semua pemikiran nya terhadapku sekarang. Meski aku merasa kalau aku pria yang tak berpendirian tapi ucapan nya terlalu menyinggung ku.

" Apa maksud mu bicara seperti itu ?"

" plakkk !!" sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kananku.

" Aku memang bodoh ! Sempat percaya dengan semua ucapan mu kemarin, aku sempat terkesan dengan usaha mu kemarin tapi kenapa sekarang kau jadi seperti ini ? Setelah memberi ku bahu untuk bersandar sekarang kamu malah menyuruh ku pergi, dasar kau memang pria brengsek !!" Elea menambahkan dengan penuh kekesalan.

Sembari sesekali menyeka air mata nya, dia terus mencoba bicara dengan jelas. Sementara aku tidak bisa berkata apapun, karena apa yang keluar dari mulut ku sekarang hanya akan membuat Elea semakin kesal.

" Baiklah, kalau kamu mau aku pergi aku akan pergi, terima kasih sudah membuat ku sadar lebih awal, hampir saja aku mempercayai mu dan mengandalkan mu, untung lah kamu menunjukan ketidakberdayaan mu lebih cepat sebelum membuat ku lebih kecewa !" Tambah nya lagi, dia terus berbicara dan enggan memberiku kesempatan untuk melakukan hal yang sama.

" Harus nya aku tahu saat kau bilang kau mencintaiku itu hanya alasan agar kau bisa menyentuh tubuh ku !!" tukas nya lalu dia berlalu pergi meninggalkan ku yang hanya bisa diam terpaku seperti pecundang.

*.·:·.✧.·:·.*

Di pagi hari, aku menyadari bahwa sudah tidak ada siapapun di rumah, aku segera memeriksa kamar Elea, dia sudah tidak ada di sana. aku tidak tahu sejak kapan Elea dan Aksa pergi, mereka bahkan tidak berpamitan lebih dulu.

" Ah, dasar bodoh ! Elea sedang marah pada ku mana mau dia melihat ku" aku mendengus kesal. Tapi menyadari bahwa dia telah pergi membuat ku tiba-tiba merasa sedih dan hampa. Dan rumah ini jadi terasa sangat sepi dari biasanya.

Aku menyisir kasar rambut ku yang acak-acakan, aku berteriak frustasi di ruangan yang sepi itu sesekali mengutuk diriku sendiri , karena aku masih tidak bisa memahami soal perasaan orang lain dan juga diriku sendiri.

Benar, aku hanya menggebu-gebu di awal padahal belum sempat berjuang sampai akhir aku malah membuat semua nya jadi rancu, alih alih membuat Elea mempercayai ku aku malah membuatnya semakin membenciku.

Semua karena aku pria yang bodoh, tak berpendirian dan tak berperasaan. Aku menjatuhkan badan ku ke atas kasur milik Elea, aroma khas nya tercium di semua barang yang pernah dia sentuh.

Seperti selimut nya, aroma parfum nya tercium sangat tajam, membuat ku tiba-tiba ingin menangis, tapi tidak akan ada yang berubah. Sejauh yang dia tahu, semuanya tetap sama, kecuali keheningan yang kini merasuki seluruh penjuru ruangan itu.

Aku dapat dengan jelas mengatakan bahwa mereka pergi dengan tergesa-gesa, hanya mengambil sedikit barang saat mereka pergi di pagi buta. Tawa kecil keluar dari mulut ku sehingga menggema saat aku terus mengamati ruangan itu.

Rasa frustrasi dalam diri ku terus meluap, semakin aku memperhatikan sebuah potret dirinya yang tergantung di sebelah kanan dinding kamar yang kini menjadi dingin. Bagaimana dia bisa meninggalkan tempat ini dengan begitu tergesa-gesa ?

Suara rintik-rintik air hujan yang menghantam jendela bergema keras dalam kesunyian gelap yang ku alami. Nafas ku menjadi berirama seiring dengan hujan. Aku berbalik dan berjalan menyusuri setiap sudut kamar itu. Aku segera mendapati diri ku berhadapan dengan gambar besar yang tertempel di dinding menegaskan bahwa dia pernah ada disini.

Tapi sekarang sudah ditinggalkan…

Aku segera mendapati diri ku untuk duduk di tepi tempat tidurnya, tapi Suara kemarahan dan kekesalan nya kemarin terus bergema di relung terdalam pikiran ku. Aku kembali berdiri dari tempat duduk, Kata-kata terakhirnya terus berputar di kepala ku. Kata yang menggambarkan begitu kecewanya dia dengan keputusan ku yang begitu mudah melepas pergi dirinya.

Nafasku menjadi tidak teratur saat kehangatan di dada ini mulai berubah menjadi cengkeraman sedingin es. Buku-buku jariku memutih saat aku tanpa sadar mengepalkan tangan erat-erat untuk membatasi guncangan yang terjadi.

Aku mulai mondar-mandir, mencoba menenangkan napas saat kehangatan kembali dengan dahsyat, membara lebih panas dari sebelumnya sampai hampir berkobar.

' Elea nona manis ku...' aku berkata dengan lembut pada diriku sendiri, tapi sebuah suara yang mengganggu, sebuah suara yang pelan berbisik padaku bahwa aku tidak pernah memilikinya. Bahkan tidak sedikit pun.

Hujan yang semakin deras seolah ingin membuat ku merasa semakin sedih dengan kesepian yang menjalari hati ku sekarang, hingga sebuah petir yang menggelegar membelah langit dengan kilatan cahaya menyilaukan nya seolah menyentak ku dengan kasar bahwa aku telah melakukan kesalahan besar. Kesalahan yang akan aku sesali seumur hidup karena membiarkan nya pergi begitu saja tanpa berjuang sampai akhir.

1
Hasmiyatirum
konflik yang cukup berat,lebih banyak deskripsi dibanding dialog tp ceritanya cukup bagus
Mrs. Ketawang
bingungkan jadinya,itulah akibat dr qm memanfaatkan cinta 2 org lelaki skligus
Mrs. Ketawang
Akar msalah brmula dari Elea...
Dari awal bab gak suka sma karakter Elea,entahlaahhh
Mrs. Ketawang
Tuh kan sisi Jahat Elea kluar😠
Awalnya emg Arash memaksa tp slnjutnya qm jg mnikmatinya Eleaaaaaa😡
Mrs. Ketawang
Gak mnyalahkan Arash,gmnapun jg Elea jg bersalah di sini,.dy ttp mnjalin hubungan dg Aksa tnp berkata jujur kpd Aksa kalo dy tdk mncintai Aksa...
aq ttp padamu Arash💪🏻💪🏻
Mrs. Ketawang
Cintamu hanya di manfaatkan Arash
Mrs. Ketawang
Elea tdk tau rasa trimakasih,masih curiga apakah dy bnr" mnrima Arash sbg suaminya🤔
Mrs. Ketawang
cerita ini intinya rebutan harta & tahta
Mrs. Ketawang
masih jd misteri knp hrus pura" mncintai aksa🤔
Mrs. Ketawang
karya yg bagus thoor,,sampai bab ini masih sulit q tebak apa mksud prnikhan kontrak ini👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
Tunjukkan pesonamu Arash,.di harga diri lelakimu di prtaruhkan💪🏻💪🏻
Mrs. Ketawang
masih jadi misteriii🤔
Mrs. Ketawang
Tuh kan,sdh mulai trserang virus cintaaaaa
Mrs. Ketawang
virus bucin blum melanda,awas aja kalo slh 1 dr mereka trjangkit virus tsb🤣😍
ArlettaByanca
baca novel ini buat emosi naik turun...authornya bisa mengekploitasi kata2 dalam mendeskripsikan suatu rangkaian kejadian.....hahah apa aku yg sampe baper yaa..
btw....buat author sukses sll karya2 menulisnya ..
langit
minta bonchap nya thor elea hamil lagi
Sondang Sartika Lumbanraja
emang gila yaa bapak kaya itu
Sondang Sartika Lumbanraja
hati nya terbuat dari apa anak sendiri mau dibunuhnya
Sondang Sartika Lumbanraja
ada ya seorang ayah kaya gitu
ArlettaByanca
bukan terlihat baik tp mmg harus membaik dr semua tragadi dan luka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!