NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:148.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Setelah makan malam selesai, suasana di dapur terasa lebih sunyi dari biasanya. Hanya terdengar denting sendok dan piring yang bersentuhan. Arka bangkit dari duduknya, membawa piring kotor ke bak cuci piring, lalu mulai menyalakan keran air.

Lilis yang berdiri di sampingnya merasa dadanya semakin sesak karena keheningan ini. Ia tahu Arka sedang menunggu kejujurannya.

"Mas..." panggil Lilis pelan. Arka tidak menoleh, ia tetap fokus menyabuni piring dengan gerakan yang tenang.

"Mas nggak mau nanya soal aku pergi tadi?" tanya Lilis akhirnya.

Arka hanya diam. Tangannya masih sibuk membilas piring satu per satu di bawah kucuran air. Tidak ada gurat marah di wajahnya, namun keterdiamannya justru membuat Lilis merasa lebih bersalah daripada jika ia dimarahi.

Melihat suaminya yang hanya diam membisu sambil terus membantunya mencuci piring, Lilis ikut terdiam. Ia menunduk dalam, memperhatikan buih sabun.

"Maaf..." bisik Lilis hampir tak terdengar.

"Maaf aku tadi nggak izin dulu sama Mas."

Arka mematikan keran air. Ia mengelap tangannya yang basah dengan serbet, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Lilis. Ia menatap mata istrinya dalam-dalam.

"Mas nggak marah kamu pergi, Lis," ucap Arka dengan nada rendah namun tegas.

"Tapi Mas khawatir kalau kamu sendirian di luar sana tanpa Mas tahu. Apalagi kalau urusan itu ada hubungannya dengan masa lalu yang sebenarnya ingin Mas jauhkan dari kamu."

"Aku cuma mau memastikan sesuatu, Mas. Tadi aku bertemu dengan Mbak Syafa, dia itu istrinya Mas Ra..."

Arka berdiri tepat di depan Lilis dengan kedua tangan bertumpu pada sandaran kursi, mengurung Lilis dalam tatapannya yang intens.

"Nggak usah disebutin namanya. Akrab banget sepertinya panggil dia Mas."

"Iya, Mas... Lilis salah, maaf. Tapi tolong dengerin dulu penjelasan aku."

Arka menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Lilis, hanya dipisahkan meja kecil di antara mereka. Ia menyilangkan tangan di dada, menatap istrinya dengan sorot mata yang tajam namun tetap hangat. Lilis duduk dengan kedua tangan terkepal erat di pangkuannya, gugup.

"Baik, Mas dengar," ucap Arka tenang. "Sekarang ceritakan semuanya dari awal."

Lilis menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian.

"Jadi gini, Mas. Kemarin malam, setelah Mas tidur, HP aku dapat pesan dari nomor tidak dikenal. Isinya singkat, cuma Lilis, ini Syafa. Aku perlu bertemu denganmu. Besok sore di kafe dekat sekolah, jam 2 siang. Tolong jangan bilang siapa pun dulu.'"

"Aku kaget, Mas. Syafa itu... istri dari laki-laki yang dulu mau menikahiku. Aku tidak pernah kenal dia sebelumnya, tidak pernah bertemu. Aku juga bingung dia dapat nomor HPku dari mana."

Arka mengernyit. "Terus kenapa kamu diam saja? Kenapa tidak cerita ke Mas?"

"Karena aku penasaran, Mas," jawab Lilis jujur. "Sejak pagi aku gelisah, konsentrasiku buyar. Aku takut kalau ada sesuatu yang penting. Dan... aku juga malu, Mas. Malu karena dulu aku hampir terjebak dengan laki-laki yang sudah punya istri. Aku ingin menyelesaikan sendiri tanpa membebani Mas."

Arka menghela napas panjang, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Lis, kamu bukan beban buat Mas. Mas menikahimu justru karena Mas mau berbagi semua beban itu dengan kamu."

"Maaf, Mas," Lilis menunduk. "Aku cuma tidak mau Mas ikut campur dengan urusan kotor masa laluku."

Arka mencondongkan tubuh ke depan, meraih kedua tangan Lilis.

"Lalu? Apa yang dibicarakan Mbak Syafa tadi?"

Lilis mengangkat wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Dia... dia mengucapkan terima kasih, Mas. Katanya, dia bersyukur aku dulu tidak jadi menikah dengan suaminya. Ternyata Mas Rama—laki-laki itu—masih seperti dulu. Saat Mbak Syafa hamil besar, dia sudah mencari perempuan lain."

Arka mengepalkan rahangnya. "Laki-laki brengsek."

"Dia hanya ingin memperingatkanku, Mas. Agar aku tidak menjadi sasaran berikutnya. Mertuanya juga mendukung suaminya untuk menikah lagi. Mbak Syafa bilang, dia tidak ingin perempuan lain terjebak di lubang yang sama."

"Lalu sudah? Hanya itu?"

Lilis mengangguk. "Setelah itu dia pamit pulang. Aku juga langsung mau pulang, tapi Mas sudah keburu sampai di kafe itu."

Arka terdiam sejenak, memproses semua informasi. Lalu ia menggenggam tangan istrinya lebih erat.

"Dengar, Lis. Mulai sekarang, kalau ada hal seperti ini lagi, kamu harus cerita ke Mas dulu. Jangan sembunyi-sembunyi. Mas nggak mau kamu pergi sendirian menemui orang yang tidak jelas maksudnya. Apalagi yang ada hubungannya dengan masa lalumu itu."

"Iya, Mas. Aku janji," bisik Lilis.

Arka bangkit dari kursinya, lalu meraih tangan Lilis dan menariknya berdiri.

"Dan soal Mbak Syafa bisa dapat nomor HP kamu dari mana... itu perlu kita cari tahu. Jangan sampai ada yang berniat jahat."

Lilis mengangguk, merasa lega karena suaminya tidak marah. Arka membawanya ke pelukan hangat, mengusap punggungnya perlahan.

"Kita hadapi semuanya berdua, ya, Lis. Jangan sendirian lagi."

1
Sri Supriatin
seneng ada kemajuan buat Hana 😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
kayanya hamidun tapi g ngidam...janinnya sembunyi🤭🤭🤭
Sri Rahayu
Lilis gundah gulana siapa pr bernama Alia yg chat Arka....kok Arka ga jelasin ke Lilis siapa itu Alia 😇😇😇...lanjut Thorr 😘😘😘
Karmina Karmina
alhamdulilah
akhirnya Hana bisa memaafkan da menerima Ilham
bahagia selalu Hana dan Ilham
Sri Supriatin
Semoga cepat tumbuh janinnya lilis n arka 🙏🙏😍😍
Sri Rahayu
kok Arka jd MANJA bgt...jgn2 Lilis bener hamidun sprt kata Hana 🙃🙃🙃😇😇😇 lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
bagus Elham...kamu gentleman memilih pergi meninggalkan semua demi mempertahanksn kel kecil mu
Yati Susilawati
arka nggak ngasih tau tempat kerjanya?
Yati Susilawati
murid tk ada ujiannya?
Nice1808
jangan ada bibit pelakor ya thor, awas aja🤣🤣🤣
Nice1808
apa bibit pelakor thor🤣🤣
Sarinah Quinn
Hana gak usah keras kepala deh biar bagaimanapun elham Sd mau bertanggungjawab. gemas deh sama Hana jadi gak respect 😤
Aghitsna Agis
tjor jgn ada yg ganggu rumahtangga arka lah
Shabrina Darsih
good job elham benr2 tamggung jawab ke Hana berani melepaskan semua fasikitas dr ayah nua
Sri Supriatin
slmt Arka n Lilis semoga lancar menjalani ngidam😍😍
Aghitsna Agis
selamst srka lilis udah dapet titipan dari allah semiga dapat menjaga amanahnya
Sri Rahayu
aku jg bahagia mas Arka 🤩🤩🤩 atas kehamilan Lilis...semoga sehst trs sampe lahiran nanti...selamat ya Arka dan Lilis... lanjut Thort😘😘😘
Sri Rahayu
wah jgn badai lagi yg hrs dilalui Hana...dia uda bnyk melewati badai bekerja keras utk ibu dan adiknya...semoga dia akan bahagia bersama Elham...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
sebaiknya saling memaafkan...kan Elham uda menyadari kesalahan nya, meminta maaf dan mau bertanggung jaeab...damai ajalah...lanjut Thorr😘😘😘
Dar Pin
semoga bsdainya cepat berlalu beri kesempatan untuk Ilham menebus dosa nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!