Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang tidak di sengaja, berubah menjadi sebuah drama panjang seumur hidup.
Berniat ingin keluar dari lingkungan keluarga yang menurut nya toxic. Membuat Ilona terjebak akan sebuah pernikahan dini dengan dewa penyelamat di masa lalu.
Akan kah Ilona bahagia dengan kehidupan barunya?
Akankah Ilona bisa menyembuhkan luka lamanya dengan kehidupan yang baru?
Dan akankah, Ilona sanggup bertahan bersama laki laki asing yang sudah menjadi pilihan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
...~Happy Reading~...
Krringggg!
Suara alarm pada jam di atas nakas nya, membuat Ilona segera terbangun dari tidur nya. Gadis cantik yang tidur tanpa mengenakan hijab nya itu kini beranjak dari tempat tidur dengan mata yang masih sangat mengantuk.
Seperti biasa, setiap bangun tidur, tak lupa ia selalu mengutamakan kewajiban nya untuk menghadap kepada Sang pencipta sebagai bentuk rasa syukur nya karena masih di berikan kesempatan untuk membuka mata dan menghirup udara di Dunia.
‘’Hari ini mau sarapan apa ya ? Si mbak datang gak ya ?” gumam nya pelan sambil merapikan kembali mukena serta sajadah nya.
Karena tidak ada Ken di rumah, jadilah Ilona memutuskan untuk keluar begitu kamar begitu saja tanpa mengenakan kerudung nya. Sambil mengikat rambut nya ke atas agar terasa lebih fresh, Ilona membuka pintu kamar nya.
Cklek!
Deg!
Seketika itu, tubuh nya langsung mematung dengan nafas yang yang seolah langsung terhenti di tenggorokan saat ia melihat sosok pemilik rumah sudah berada tepat di depan pintu nya.
“K—kenapa kakak disini?” tanya Ilona membuka suara setelah beberapa saat terdiam karena keterkejutan nya.
Gugup, tentu saja. Meskipun sebelumnya Ken juga sudah pernah melihat nya tanpa kerudung, yakni dulu saat dirinya masih SMP, namun sejak saat itu Ilona tidka pernah lagi ceroboh dan membuka kerudung nya. Bahkan, saat tidur pun terkadang ia masih mengenakan kerudung.
Hanya saja, semalam ia melepaskan nya karena ia pikir Ken benar akan menginap di rumah orang tuanya. Tapi, apa ini? Kenapa saat Ilona membuka mata, tiba tiba ia sudah di perlihatkan dengan Ken yang juga sudah menunggu nya di depan pintu kamar.
‘’K—kakak habis darimana?’’ tanya Ilona lagi sedikit ngawur.
‘’Gak mungkin habis nyangkul, Ilona!’’ jawab laki laki itu seraya menghela nafas nya cukup berat.
Benar bukan, pertanyaan Ilona ngawur. Seharusnya, tanpa harus bertanya, Ilona tahu bahwa Ken mengenakan baju koko serta sarung yang mana sudah pasti habis melakukan sholat subuh. Tapi, kenapa Ilona masih harus bertanya darimana.
‘’M—maksud aku, kenapa kakak sudah disini, bukankah semalam—“
‘’Apakah aku tidak boleh pulang ke rumah ku sendiri?” potong Ken dengan cepat mengerutkan dahi kepada Ilona, membuat gadis itu semakin di buat salah tingkah oleh nya.
‘’K—kalau gitu, a—aku masuk dulu, a—aku harus ambil kerudung ku ! A—aku … ‘’
Deg … deg … deg ..
Baru saja Ilona hendak berbalik dan masuk kembali ke dalam kamar nya. Tiba tiba tangan nya kini sudah di cekal oleh Ken, membuat tubuh nya kian mematung dengan detak jantung yang semakin berdetak sangat kencang.
‘’Ilona … ‘’
‘’S—sebentar Kak, h—hanya sebentar! N—nanti Ilo buatin sarapan buat Kakak, ‘’ ucap nya semakin gugup, bahkan gadis itu tidak berani untuk mengangkat wajah nya. Ia hanya bisa menundukkan kepala sambil terus merutuki dirinya di dalam hati, kenapa ia bisa begitu ceroboh dan bodoh.
Ia lupa, bahwa Ken adalah laki laki yang sangat sulit untuk di tebak. Laki laki itu persis seperti bunglon, yang mana selalu suka berubah ubah. Terkadang, Ken terlihat begitu dingin, datar bahkan cuek pada Ilona.
Tapi, terkadang , laki laki itu juga terlihat begitu perhatian, lembut dan penuh kasih sayang memberikan perhatian pada Ilona.
‘’Ilona, kita sudah menikah! Mau sampai kapan kamu akan terus menutup diri seperti ini ?’’ tanya Ken terdengar begitu lirih namun juga menenangkan, “Aku suami kamu, kita pasangan halal, kenapa kamu selalu menutup diri dan bersikap seolah kita bukan mahram.”
‘’K_- kak, i—itu … “
‘’Ilona, kamu bukan gadis SMP lagi. Seperti yang pernah aku katakana dulu, cepat atau lambat, di antara kita memang harus saling membuka diri dan hati. Karena sampai kapan pun kita akan tetap bersama, jadi tolong, mulailah biasakan diri mulai sekarang! Jangan pakai kerudung lagi saat hanya ada aku disini.” Imbuh Ken kini bahkan laki laki itu memberanikan diri untuk menyentuh wajah Ilona dengan tangan nya, hingga membuat mata gadis itu semakin membola dengan perasaan yang sudah tak bisa di ekspresikan.
Hanya sebuah sentuhan tipis namun begitu lembut di wajah nya. Namun nyatanya mampu membuat ribuan kembang api menyala di hatinya.
‘Benarkah ini sudah waktu nya?’ gumam Ilona dalam hatinya.
...~To be continue …. ...
setelah menunggu sekian tahun.. semngat 💪 mom ...aq tunggu up selanjutnya
ada crita barunya mereka agak ya..q kok lm gak baca crita km ya mommy