Jhon Fernando, bos mafia sekaligus CEO terkenal di Britania Raya, memiliki putri bernama Shasya (16 tahun) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Setelah putrinya lahir ke dunia ini,Jhon menjadi sangat protektif dan mengendalikan hidup Shasya.
Bagaikan Tanaman pengikat,Jhon semakin mengikat erat putrinya jika memberontak terhadap otoriter nya.tanpa dia sadari, Tanaman pengikat itu berubah menjadi kecupan mesra dan sentuhan cinta yang membuatnya semakin takut kehilangan putrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tikanovita Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Shasya Unjuk Gigi
Bertarung dengan logika,otot saja tidak cukup. Batin Shasya
Shasya sampai di depan robot tinggi besar itu,gadis itu hanya berdiri biasa tidak seperti orang yang siap bertarung, sedangkan robot itu sudah siap menghantam nya.
PRIIIT suara peluit Heiden
Robot itu mengarahkan pukulan ke wajah Shasya,dengan cepat Shasya mengelak.
GREKK robot itu mengarahkan pukulan ke dada Shasya,gadis itu menahan tangan kanan robot itu dengan kedua tangannya, pukulan keras membuat Shasya mundur kebelakang.
SEEEET robot itu menyleding kaki Shasya,gadis itu hanya melompat
Dengan modal insting dan fokus, Shasya bisa menangkis dan mengelak serangan robot.semua pasukan Fernando kagum dengan Shasya yang sedang fokus.
"HAH..HAH.." nafas Shasya ngos-ngosan saat gerakan robot semakin cepat
waktu sudah setengah menit, Shasya hanya bisa mengelak dari serangan robot,dia belum bisa memukul Robot karena gerakan robot semakin cepat.
SEETT robot itu mengarahkan pukulan ke kepala Shasya,dengan cepat Shasya menunduk lalu
BRAKK Shasya menendang lutut robot hingga robot itu mundur kebelakang
serangan yang luar biasa untuk gadis kecil dan mungil. Batin Heiden bangga
pasukan Fernando bangga melihat kekuatan Shasya yang hebat dan lincah untuk gadis yang masih kecil.
waktu sudah 40 detik, gerakan robot sudah tidak tak karuan,serangan robot menghujam bertubi tubi.gadis itu hanya bisa mengelak.sampai akhirnya Shasya kewalahan dan nafasnya hampir habis.
SET SET serangan tangan robot ke kepala dan lengan Shasya,gadis itu mengelak tapi
BRAKK BRUGH robot menendang paha Shasya hingga gadis itu terjatuh kebelakang
"SSHT.." Shasya meringis kesakitan
Pasukan Fernando ingin menolong tapi Heiden melarang.
SET kaki robot ingin menginjak perut Shasya,gadis itu berguling ke kiri dan langsung berdiri,baru saja berdiri robot itu langsung menyerang bertubi-tubi,gadis itu hanya mengelak serangan robot.
GREPP tangan kanan robot itu mencekik leher Shasya
SEET.. BRUGH Shasya di lempar sejauh 2 meter,gadis itu jatuh terlentang
"UHUK UHUK HAH..HAH.." nafas Shasya hampir habis
"SHASYA,AWAS!" teriak Heiden
Waktu sudah 55 detik, Shasya melihat robot itu berlari ke arahnya,gadis itu berjongkok
SEET SET kaki kanan dan tangan kiri robot mengarah pada kepala Shasya,gadis itu menunduk lalu
"HIYAAAK" teriak Shasya memeluk kaki kiri robot
SEET..BRAKK Shasya memelintir kaki robot itu hingga robot jatuh tersungkur,lalu Shasya berdiri dan berjalan di atas robot dan kedua kakinya menginjak kedua lengan robot.
"HIYAAAK..." teriak Shasya dengan wajah memerah
BRAKK BRAKK kedua kaki Shasya menginjak punggung robot bertubi tubi lalu badannya membungkuk
KREKK kedua tangan Shasya memelintir kepala robot ke kiri hingga robot itu bergetar hebat
BRAKK BRAKK BRAKK kaki Shasya menginjak leher robot itu
DRREETT DRREETT robot itu korslet
"HAH..HAH.." nafas Shasya terengah-engah
PRIIIT suara peluit Heiden,waktu telah selesai.
PROK PROK PROK tepuk tangan meriah dari pasukan Fernando untuk Shasya,gadis itu tersenyum lega memandangi robot yang sudah korslet.
"ternyata...lumayan juga.." ucap Shasya lirih, mata gadis itu sayup ingin terpejam
BRUGGH Shasya jatuh pingsan di samping robot
"NONA!!" teriak Heiden panik,lalu semua pasukan Fernando berlari menghampiri Shasya yang pingsan di tengah lapangan panas.
Dengan sigap Heiden menggendong Shasya ala bridal style.
"Latihannya di lanjutkan,aku yang akan membawa Nona!" ucap Heiden tegas, pasukan Fernando mengangguk
Lalu Heiden berlari sambil menggendong Shasya menuju Mansion.sampai di dalam Mansion, Heiden berlari menuju ruang tamu,di sana ada Sinta, Zakh dan Zoya sedang duduk di sofa.
Tiga orang yang sedang duduk langsung berdiri dan berlari menghampiri Heiden dengan wajah panik
"KENAPA DENGAN SHASYA!!APA KALIAN TELAH MENYIKSANYA?!" teriak Sinta sambil menangis
Heiden masih diam dan berjalan ke sofa
.Sinta, Zakh dan Zoya berjalan cepat mengikuti Heiden,lalu Heiden membaringkan tubuh Shasya di sofa.
"Dokter,cepat kemari!" ucap Zoya menelpon Mike,Zoya mematikan telepon sepihak
"hiks hiks,apa suamiku benar benar menyuruh mu untuk melatih Shasya dengan keras?!" tanya Sinta menangis
"Maaf Nyonya,ini arahan dari Tuan Jhon,saya tidak berani melanggar" jawab Heiden lembut
"DASAR KALIAN MANUSIA KEJAM!!" teriak Sinta menatap Heiden, Heiden hanya diam
"Ibu,sabar.." ucap Zakh memeluk ibunya dari belakang
"Nyonya,Tuan muda,saya pamit" ucap Heiden menunduk hormat,lalu pergi ke arena latihan
Zakh melepas pelukannya,lalu mengelus punggung ibunya supaya tenang.Sinta memandangi putrinya yang terbaring lemah di sofa,lalu dia mengecek tubuh Shasya.
"Ya Tuhan...kasihan sekali kamu sayang.." ucap Sinta menangis saat melihat lebam melingkar di pergelangan kaki putrinya
Zakh dan Zoya terkejut melihat lebam itu, Zoya berlari mengambil salep di kotak P3K.
"Sepertinya Shasya berlatih sama sepertiku waktu dulu,aku yakin Ayah tidak mengurangi apapun dan tidak pandang bulu.tantangan nya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia Shasya" ucap Zakh iba
Mendengar itu Sinta semakin menangis tak tega membayangkan putrinya berlatih seperti putranya dulu,dimana tubuhnya di pukul dan membawa beban berat.
Tangan Sinta membersihkan wajah Putrinya yang basah dengan keringat dan terlihat pucat
"Shasya... bangunlah nak..jangan tinggalkan Ibu.." ucap Sinta menangis
"Ibu dari dulu sama saja,dia kan hanya pingsan " ucap Zakh santai
"iya!kau sama teganya dengan ayahmu itu.." ucap Sinta sedih
"Apa Ibu lupa dengan ucapan Ayah?kita ini mafia,jika kita tidak tega, Shasya akan terus menjadi wanita yang lemah." ucap Zakh serius
Sinta hanya diam menatap Shasya, perkataan Zakh memang ada benarnya juga.
"Ibu dulu pun tak tega saat melihat ku berlatih seperti itu,tapi karena didikan dari Ayah lah yang membuatku menjadi orang yang lincah kan" ucap Zakh, Sinta hanya mengangguk
Akhirnya Zoya datang membawa salep di tangannya dan mendekati Sinta
"Zoya,Biarkan aku saja yang mengoleskan salepnya" ucap Sinta mengulurkan tangannya,Zoya mengangguk lalu menyerahkan salep itu
Sinta mengoleskan salep di pergelangan kaki putrinya yang lebam.
"siapa yang sakit?!" suara Mike panik yang baru saja sampai di mansion.
Semua orang menatap Mike,Sinta berdiri lalu menatap Mike. Dokter itu melihat Shasya yang berbaring di sofa dengan mata terpejam. Ingatan Mike kembali pada masa Zakh yang lebam setelah berlatih.
"hah..apa seperti dulu lagi?" tanya Mike frustasi meremas kepalanya
"Iya,cepatlah Mike, periksa bagaimana keadaan Shasya!" jawab Sinta khawatir
Mike berjalan mendekati Shasya,dia duduk di samping Shasya dan mulai memeriksa keadaan gadis itu.
"bagaimana?apa ada masalah yang serius?" tanya Sinta khawatir
"Tidak,dia hanya terlalu letih, tubuhnya sedang beradaptasi dengan aktivitas berat yang belum pernah dia lakukan" jawab Mike menatap Sinta
"Aku ingin mengecek di bagian tubuhnya, sepertinya ada bagian yang lecet,apa kau mengizinkan?" tanya Mike pada Sinta, Sinta mengangguk
SREEK Mike merobek celana Shasya yang berlubang di bagian lutut kanan
"Kan benar!pasti lukanya ada di mana mana!" ucap Mike serius
Mereka melihat lutut Shasya yang berdarah cukup banyak, padahal kemarin baru saja sembuh.
SREEK Mike merobek lagi celana Shasya yang berlubang di lutut kiri,di lutut itu ada luka lebam berwarna ungu
"Ya ampun..." ucap Mike frustasi lalu mengobati luka di lutut Shasya
"Kasihan sekali dia,apa besok ayahmu tetap menyuruh Shasya berlatih?" tanya Sinta pada Zakh
"Iya Ibu, Ayah tidak akan menerima alasan apapun, latihan tetap berjalan hanya saja levelnya di kurangi sedikit " jawab Zakh,Sinta mendengar itu sedikit lega
"Tapi, walaupun sedikit tetap terasa menyiksa" ucap Zakh membuat Sinta melotot
"Karena Ayah ingin anaknya tidak menjadi lemah saat terluka, seorang mafia harus tetap kuat di kondisi apapun sebelum benar-benar menjemput ajal" imbuh Zakh serius
"Kenapa kedua anakku harus menjadi mafia!?" ucap Sinta frustasi meremas kepalanya
Zoya dan Zakh hanya diam mendengar Sinta frustasi, sedangkan Mike masih fokus mengobati luka Shasya
"Sudah selesai,aku akan memberikan vitamin untuk menjaga stamina Shasya" ucap Mike lalu berdiri lalu memberikan vitamin pada Sinta
"Minum ini tiap pagi, jangan lupa istirahat dan makan yang cukup" ucap Mike lembut,Sinta mengangguk paham
"Terimakasih Mike" ucap Sinta tersenyum,Mike hanya mengangguk
"Baiklah,aku pamit kembali ke rumah sakit" pamit Mike,semua orang mengangguk dan berterimakasih
Semua orang menatap Mike yang keluar menuju mobil.
"Nyonya,ada kabar bagus!" ucap Zoya
"kabar apa?" tanya Sinta
"Saya mendapatkan informasi dari jenderal Heiden,bahwa Nona Shasya berhasil menjalankan semua perintah di arena latihan.bahkan Nona Shasya berhasil mengalahkan robot hebat milik Tuan Jhon" jawab Zoya tersenyum
Mendengar itu Sinta dan Zakh terkejut dan tersenyum bangga.
"Hmm,sudah aku duga, adikku memang anak yang cerdas dan selalu fokus!" ucap Zakh
"Syukurlah kalau begitu,tapi aku tetap khawatir" ucap Sinta iba menatap putrinya yang masih pingsan
"Zakh,sebaiknya Shasya di bawa ke kamarnya, Ibu ingin mengecek bagian tubuhnya apakah ada luka yang lainnya" ucap Sinta serius menatap Zakh
"Baik, Ibu" jawab Zakh,lalu dia menggendong adiknya ala bridal style menuju kamar gadis itu
bersambung ~
cinta besar pada anak, orang tua, dan kesetiaan baik pada pasangan, persahabatan, semuanya bagus sekali 👍👍👍👍
lanjut 💪
lanjut lagii Thor.. seru lohh... Shasya dikelilingi laki2 dewasa yg super keren semua nya 👍👍😂😂😇
semangat lanjut 💪🤗
yg sebenarnya dia tambah keren.. tapi malah dikiranya dia aneh sampai diliatin gtu sama temen2 nya 😁😁