Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
"Mas ini kopi-" Aliya tak meneruskan ucapan nya karena kaget melihat perempuan sedang duduk bersama Farel,Selin juga kaget melihat ada perempuan di apartemen Farel.
"Al kenalin ini Selin sekertaris ku" ucap Farel,Aliya hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kecil.
"Selin datang untuk mengambil berkas,tadi aku buru-buru pulang takut kamu nya kelaparan" jelas Farel karena tak ingin Aliya salah paham.
Aliya menatap Selin lekat,dia hampir melupakan sesuatu kalau Selin dan Farel memang dekat bahkan Dikta pernah mengatakan kalau Farel memiliki selera yang sama dengan Dikta menyukai sekretaris.
Aliya meletakkan kopi di meja dan segera membalik badan yang tapi sayang nya Aliya gegabah hingga kaki nya menabrak sofa.
"Aww...." ringis nya kecil,Farel segera berdiri.
"Hati-hati Al,kamu hampir saja menyakiti nya". Ujar Farel sambil berjongkok mengelus kaki Aliya.
"Maafin bunda ya dek,adek Nggak papa kan" lanjut Farel lagi beralih mengusap perut Aliya membuat Aliya tidak enak hati dengan Selin.
"Ma-s lanjut saja ya,aku mau ke kamar dulu ya" pamit Aliya gugup
"Hati-hati Al" ingat Farel dan di anggukki Aliya sedangkan Selin yang melihat pemandangan di hadapan nya saat ini menjadi bingung karena setaunya Farel belum menikah tapi kenapa sekarang ada perempuan hamil di apartemen Farel? Kapan. Pernikahan bos nya ini terjadi kenapa dia bisa kecolongan begini,hati Selin mendadak panas dia cemburu dengan Aliya yang diperlakukan lembut sekali oleh Farel.
"Ini Sel, sudah saya tanda tangani kamu bisa antar sekarang,oh ya untuk besok saya datang nya agak siang ya karena ada keperluan" ucap Farel memberikan berkasnya.
"Keperluan apa pak?" tanya Selin tiba-tiba merasa kepo dengan kegiatan Farel
"Saya mau antar Aliya kontrol dulu kerumah sakit sudah jadwal nya periksa kehamilan"
"Ba-ik pak" jawab Selin tidak suka
Selin segera pamit dari apartemen Farel pupus sudah harapan nya mendekati sang atasan, padahal sudah berbagi cara Selin lakukan tapi pada hasil nya Nol besar membuat nya kecewa berat.
****
"Huek......huek....."
"Kenapa Nas?" tanya bu Retno pada sang menantu.
"Nggak tau ma dari semalam aku nggak enak badan" jawab Nasya
"Kamu sudah periksa?"
"Periksa apa ma?"
"Ya cek kehamilan nas,siapa tau kamu hamil dan Vania akan punya adik"
"Hamil!" Gumam Nasya pelan,mana mungkin dia hamil karena dia baru sekali melakukan nya dengan Dikta,apa mungkin langsung hamil?
"Nas,mama rasa sudah waktunya Vania punya adik lagi dan itu bisa jadi senjata untuk kamu,Dikta akan berpikir dua kalia untuk bercerai jika kamu hamil lagi Nas,anak itu bawa rezeki percaya sama mama" ujar bu Retno bersemangat.
"Tapi ma-"
"Nas,kamu periksa ke dokter ya kalau memang belum hamil kamu ikut program saja jika sudah hamil Alhamdulillah itu berita baik"potong Bu Retno
"Besok saja ma hari ini aku malas sekali bergerak, tubuh ku sakit semua ma" jawab Nasya
"Tidak apa-apa yang penting periksa secepatnya Nas" ujar sang mertua dan di anggukki Nasya,sejak Dikta pulang kerumah bu Retno sering datang untuk mengontrol rumah tangga anak nya ini dia tidak mau kecolongan lagi dengan ada nya perempuan lain,bu Retno juga sudah meminta pihak perusahaan memecat Aliya dia tidak mau perempuan itu datang lagi ke dalam hidup Dikta.