Chamila Burst, seorang wanita keturunan dari keluarga konglomerat sekota menjadi bahan bullyian dari kakak dan ibu tirinya tidak sengaja mengaktifkan sistem Harem dan membuat Harem di kotanya.
Arfan Adiputra Wijaya, seorang pria bangsawan berasal dari keturunan Wijaya sedang mencari informasi mengenai tunangannya selama dia tidak berada di sisi tunangan tetapi tidak sengaja menemukan kembali tunangannya.
Mereka berdua tidak sengaja bertemu setelah Chamile menjadi pusat perhatian para pria di kota M membuat Arfan langsung saja menahan tunangannya dan segera menikah dengan tunangannya.
Bagaimana kisah hidup Chamila sebelum mendapatkan sistem? Apakah ada campur tangan dari sang ibu? Bagaimana sikap Arfan setelah bertemu dengan tunangannya?
Update setiap hari Selasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bam25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
033
Sementara pria yang membuka kamar nomor 4010 langsung terkejut ketika mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya dengan kasar jika itu adalah istrinya. TIdak hanya pria tersebut yang terkejut, wanita tersebut tidak kalah shock ketika mengetahui jika pria tersebut adalah benar-benar suaminya sendiri.
“F—Fiona, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, sayang,” elak suaminya yang rupanya wanita tersebut adalah Fiona membuat Fiona langsung saja naik pitam lalu masuk menghajar suaminya tersebut.
“L—Leon!! Kamu kurang ajar!! Berani-beraninya kamu bermain di belakangku? Tidak seperti yang dipikirkan ? Apa maksudmu ? Kau mau membohongiku apalagi!!” teriak Fiona yang langsung menampar pipi suaminya dikarenakan sudah emosi karena mengetahui jika seorang Leon Burst bermain api di belakangnya.
“F—Fiona, aku tidak membohongimu kok tetapi mengapa kamu berada di sini? Apa kamu juga melakukan hal yang sama di luar sama karena kamu memakai baju yang seperti itu?!” tanya Burst dengan nada menyelidik begitu melihat sang istri memakai yang mengundang hasratnya untuk menggagahi istrinya tersebut.
Sementara Fiona yang mendengar pertanyaan cukup tajam dari suaminya sempat berdegup ketakutan membuat cewek panggilan Leon ikut berbicara karena dirinya tidak terima jika wanita tersebut merupakan istri sah dari lelaki yang terkadang memakai jasanya dengan jumlah yang cukup besar.
“Sayangku, pasti dia sedang mencari kesenangan di luar sana, lihatlah bentuk badannya yang indah itu sudah berapa banyak pria yang dia puaskan itu,” hasut wanita simpanan yang tidak salah dan juga tidak benar mengenai Fioline membuat Leon yang mendengarkannya langsung naik pitam dan menarik tangan halus serta langsing istrinya untuk membawa keluar dari kamar hotel PEACH meninggalkan wanita panggilan yang baru menyadari jika dirinya tidak diajak oleh Leon sehingga membuatnya marah-marah dan menaruh dendam kepada Fiona yang sudah membuat keonaran.
Dasar siluman ubah! Dia tidak sadar jika dirinya sama saja malah dia tidak dibayar!
Batin wanita panggilan Leon yang marah lalu menelepon staff untuk membelikan baju untuknya dikarenakan habis ini dia harus melayani yang memakai jasanya.
Sementara itu di luar hotel PEACH tepatnya di parkiran mobil terlihat jika pasangan suami istri sedang bertengkar sedangkan istrinya sedikit berteriak sehingga memacu orang-orang untuk melihat kericuhan yang dibuat oleh mereka berdua.
“Shh… Leon, kau menarik dan menyakitiku, lepaskan aku!” ucap Fiona yang berteriak kesakitan sembari sedikit mengeluarkan suara rintihan disertai dengan d*s*h*n kecil membuat Leon menggelap lalu mengangkut tubuh seksi istrinya serta melemparkannya ke dalam mobil dengan cukup kasar membuat Fiona menjerit kesakitan.
“Diam kamu! Apa kamu mau membuat nama keluarga Burst hancur karena sikap j*l*ngmu itu?!” tanya Leon dengan nada marah lalu dirinya masuk ke dalam mobil tersebut dengan menutup kasar tetapi tidak terlihat jika Leon masuk ke dalam kursi pengemudi membuat Fiona bertanya-tanya apa gerangan dan perbuatan yang diperbuat oleh suaminya tersebut.
“K—kamu mau ngapain hah?!” tanya Fiona dengan nada sedikit membentak karena sedikit ketakutan melihat suaminya mendekat ke arah dirinya sembari menatap tubuhnya dengan cukup beringas.
“Kamu katakan dengan jujur kepadaku! Kamu aslinya dari sedang apa hingga sampai bertemu denganku? Apa benar kamu berniat selingkuh denganku?” tanya Leon dengan nada amarah kepada Fiona.
Fiona yang terkejut mendengarkan perkataan Leon yang dituduhkannya kepadanya yang membuatnya bungkam karena ada benarnya tetapi bukan namanya Fiona meski dia juga melakukan hal yang tidak patut dipuji, dia pasti akan bersikeras tidak melakukannya bahkan menuduh serta memojokkan orang yang berani mengatakan kebenaran di depannya.
”B—bukan begitu honey, kau tahu percintaan kita, aku mana mungkin mengkhianatimu!” ucap Fiona sedikit gemetar karena takut jika Leon menyelidiki kebenaran selama ini yang dia sembunyikan dari keluarga Burst meski sebenarnya meski tidak diketahui oleh dirinya jika seluruh kediaman Burst mengetahui keburukan pasangan liar ini yang memalukan dan tidak beradab dengan peraturan Burst.
”Fiona! Aku tahu kamu berbohong kepadaku! Katakan pria siapa lagi yang berani menyentuhmu!” ucap Leon dengan nada amarah sembari mulai melakukan kegiatan kasar meski membuat Fiona sedikit mengeluarkan suara laknatnya akibat sentuhan-sentuhan suaminya meski secara kasar.
Dengan nada ketakutan karena dirinya paling benci jika suaminya memaksa dan mengekang kebebasannya.
”L—Leon, percayalah kepadaku, aku tidak seperti yang kamu pikirkan,” ucap Fiona dengan akal busuknya mencoba menarik dan memasang mimik memelas yang membuat Leon sedikit terenyuh sehingga memelankan gerakan kasarnya sembari memperingati jika Fiona adalah miliknya.
Sialan wanita tersebut, dia masih berani membicarakan dengan nada sombong! Aku akan membalaskannya perbuatannya sehingga dia mengetahui jika dirinya adalah seorang rendahan. Batinnya sembari berusaha memasangkan mimik melasnya membuat Leon merasa bersalah karena sudah mencoba menyakiti wanita yang cukup dia sayangin.
Jujur aku menyayangi Fiona tetapi aku tidak bisa menghentikan perbuatanku karena wanita di luar juga bisa memuaskan adikku. Batin Leon sembari menatap wajah sendu dan memelas istrinya yang menurutnya sangat cantik di matanya.
”M—maafkan aku Fi, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya tidak mau jika kamu disentuh oleh orang lain karena sampai kapan pun Fiona hanya adalah milikku seorang, milik Leon Burst!” ucap Leon yang memperingati istrinya jika dirinya tidak menyukai jika istrinya mencari kesenangan di luar tanpa sentuhan dirinya membuat Fiona bergidik ngeri karena mengetahui dan baru menyadari jika Leon adalah pria bajingan dan egois.
Dasar pria gila! Kau juga tidak sering menyentuhku dan berani bermain serong di belakangku dan malah sekarang kau seenak jidat melarangku untuk memuaskan nafsuku yang sudah besar sejak aku belum bertemu denganmu! Asal kau tahu jika kau masih berguna untuk merebut semua harta dari keluarga Burst karena sekarang anak j*l*n* dan jelek itu yang memegang hak dari warisan keluarga Burst padahal aku sudah menyingkirkannya hingga tidak pernah bertemu lagi. Batinnya sembari menatap jijik sehingga otaknya yang sepertinya tidak kehabisan akal licik berusaha untuk memojokkan Leon, suaminya agar tidak semena-mena mengekang dirinya dengan memerintahnya tidak bermain dengan pria lain di belakangnya.
”Fiona! Apa kau mendengarkanku?! Aku ingin kau mengerti jika kau adalah milikku, aku tidak mengizinkan kamu untuk menerima sentuhan selain sentuhanku!” ucap Leon yang mulai mencium cangkruk leher serta menciumi leher jenjang terawat milik istrinya yang mampu membangkitkan gairahnya sementara Fiona yang teringat dengan percintaan suaminya mulai menahan tubuh suaminya yang sudah tidak sebugar dan sebidang pada masa mudanya.
”L-Leon… u—uhh… t—tunggu dahulu,” ucap Fiona yang memberontak melepaskan dirinya dari sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Leon membuat suaminya langsung menatap dirinya dengan tajam membuatnya takut karena tatapan tajam suaminya.
”Ada apa, Fi? Bukannya kau sangat menyukai sentuhan-sentuhanku? Aku berani melakukannya denganmu dan mengkhianati Chacha demi dirimu sehingga Fioline terlahir kedunia ini,” ucap Leon dengan nada tidak suka akan penolakan istrinya itu.
Sementara Fiona bergidik ngeri mendengarkan ucapan tidak masuk akal dari Leon sehingga berusaha melepaskan tangan nakal suaminya yang mulai menggerayangi, menyentuh dan m*r*m*s kedua asetnya yang tetap terawat seperti sediakala sehingga dapat dia banggakan hingga saat ini.
...----------------...
Wah… wah… Fiona, sadar diri dong, masa kamu tidak? Jangan sok suci dan menghakimi orang lain. Main playing victim saja Fiona, merasa dirinya korban hingga sok-sok jijik terhadap Leon. Pasangan yang sangat serasi dan sempurna sekali. maaf ya Author gantung lagi
Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja.
bikin pusing Thor...
rahasia rahasia in nama nya Mulu
.