Aku terbangun setelah pingsansaat bekerja lembur di kantor. saat aku membuka mata aku lagi, aku sudah tidak lagi berada di kantor “dimana ini?” belum sempat memahami situasi seseorang berteriak dari arah pintu “Permaisuri!!”.
Permaisuri? Siapa? Aku?
“syukurlah anda telah sadar permaisuri” ujarnya sambil menangis. “ dimana permaisuri?” semua terlihat sangat terkejut. “anda permaisuri, permaisuri Alena. Alena de Mois”
Alena de Mois? Sepertinya aku pernah mendengar nama ini, jangan bilang permaisuri jahat yang menyiksa anak tirinya? Dan di bunuh akibat pemberontakan?
Tidakkk...! jangan bilang aku merasuki novel dan menjadi penjahat ! kenapa aku di hidupkan kembali jika pada akhirnya aku akan mati lagi? Bahkan lebih mengenaskan? Aku akan memutuskan kali ini aku akan mati dengan cara yang baik, setidaknya bisa mati dengan nyaman?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mois, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
“Yang mulia!”
Teriakan Ben membuka pintu Kantor dengan paksa membuat suasana hening menjadi ricuh. Tanpa ragu Ben mendekatiku sambil mengatur napas. Apa yang membuatnya berlari ke sini?
“yang mulia, maafkan kelancangan saya, tapi ini sangat mendesak, baginda.. baginda.. uhuk” Ujarnya masih dengan napas yang tidak teratur.
“Baiklah Ben, atur napasmu dan katakan padaku perlahan, ada apa dengan baginda?” tanyaku
Setelah mengatur napasnya, menarik napas dalam.. lalu membuangnya perlahan. Menyapu keringat yang ada di keningnya, setelah itu menatap ku dengan tatapan serius.
“Permaisuri, hari ini ada begitu banyak hal yang terjadi. Baginda melakukan penyelidikan terhadap Stela setelah keributan terakhir kali” jelas Ben
Akhirnya, baginda membuka mata dan hatinya. Ku harap ini bisa berakhir sesuai harapan, di beri sanksi berat atau minimal di usir dari sini. yah, semoga baginda tidak terlalu lembut pada wanita itu.
“Lalu saat Stela di panggil ke ruangan baginda, ia menjadi kelewatan sehingga membuat baginda marah, baginda berusaha menahan amarah beliau dengan menekan mananya sehingga..”
Belum selesai Ben dengan penjelasannya aku sudah sangat mengerti apa yang terjadi, aku sontak berdiri memotong pembicaraan Ben dan berusaha bergerak cepat, saat ini kita bermain dengan waktu, jika terlambat sedikit saja bisa berbahaya.
“aku mengerti Ben, dimana baginda sekarang? Kita tidak punya waktu banyak” tanyaku
“anda mengerti?”
tatapan terharu Ben seolah melihat pelangi dengan cahaya yang terang benderang. Aku tidak tau kenapa dia begitu senang? Dengan cepat ia menyadarkan dirinya, mengerti bahwa tidak ada waktu untuk membahas hal lain.
“ah, anda benar, kita tidak memiliki waktu banyak. Baginda di kamar beliau” ujar Ben sigap
“Baiklah, Anna.. siapkan teh madu lalu segera setelah itu bawakan ke kamar baginda, aku akan ke sana terlebih dahulu. Ben.. jangan biarkan siapapun masuk ke kakar baginda setelah aku masuk, kecuali Anna yang mengantarkan teh madu, jangan pernah biarkan siapapun masuk, perintahkan kesatria untuk menjaga dengan ketat, kalian mengerti?” ujarku
Tidak boleh satu orang pun selain orang terdekat kaisar yang boleh tau kondisi kaisar saat ini, itu akan membuat kekacauan, oleh sebab itu penjagaan adalah pilihan terbaik.
“Baik yang mulia” Jawabnya anna dan Ben.
Aku berlari menuju kamar kaisar.
Tidak.. ayo cepat.. !
teriakku dalam hati.
Segera sampai di depan pintu kamar kaisar, tanpa basa-basi aku membukanya dengan paksa. Melihat reaksinya aku tau ia tidak menyukai tindakan tidak sopan ini, tapi kita tidak memiliki waktu banyak.
Situasi ini di mana baginda kaisar menahan mananya akan berakibat fatal. Ini pernah di ceritakan di karya aslinya dimana kaisar dengan kekuatan sihir paling kuat di kekaisan ini pernah mengalami ledakan mana akibat menahannya terlalu kuat setelah mengeluarkannya terlalu banyak.
Ini bisa berbahaya untuknya, jika itu terjadi dia membutuhkan pemulihan yang sangat panjang dan lama. Itu dapat menimbulkan masalah di kekaisaran. Suatu pemerintahan tanpa seorang pemimpin, aku sangat tau kekacauan seperti apa yang akan terjadi, melihat para bangsawan yang licik dan serahkan itu.
Belum lagi jika pihak musuh mengetahuinya, akan ada perang. Mereka akan dengan mudah menyerang kekaisaran karena mengetahui orang terkuat yang sekaligus pemimpin di kekaisaran sedang tidak dalam kondisi baik.
Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Oleh sebab itu, aku akan menanggung amarah kaisar saat ini demi kepentingan semua.
Di karya aslinya, hanya Sabrina yang mampu menyembuhkan kaisar. Jika aku tidak salah, Sabrina menyembuhkan kaisar dengan air suci yang ia dapatkan dari kuil, saat itu hanya Sabrina yang tau bahwa air suci itu mampu menyembuhkan kaisar.
Tapi kali ini berbeda, setelah kejadian terakhir kali di saat kaisar tumbang terakhir kali, aku mengetahui sesuatu yang bahkan tidak di ceritakan di karya aslinya, yaitu kekuatan Alena.
Pertama kali mengetahui hal ini aku terkejut. Alena..? Alena yang itu? Sang antagonis? Mengapa bisa ia memiliki kekuatan seperti itu?
Aku masih belum menemukan jawabannya, tapi untuk saat ini, hal ini berguna. Setelah memaksa kaisar berbaring, aku mencoba mengalirkan kekuatan yang dimiliki tubuh ini ke kaisar.
Benar saja tubuh Alena sang memiliki kekuatan ini, dengan reflek mengeluarkan cahaya dan mengalirkan cahaya tersebut ke tubuh kaisar, seolah mengenali cahaya dari tubuhku, cahaya mana kaisar menyambutnya dengan baik. Layaknya seperti sambungan listrik yang terkoneksi.
Seoalah-olah Alena dan Kaisar secara alami terkoneksi.
Kaisar sangat terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Yah, itu juga reaksiku saat pertama kali tau kekuatan ini. Saat menemani kaisar yang tidak sadarkan diri di kamarnya terakhir kali.
Dengan itu, aku mengetahui bahwa Alena mampu menyembuhkan kaisar, aku tidak tau ini kekuatan apa dan darimana asalnya serta mengapa Alena memilikinya, aku sama sekali tidak tau, di karya aslinyapun tidak pernah di beritahukan.
“kau, bagaimana bisa?” tanya kaisar
“sayapun tidak tau yang mulia, saya hanya tau kekuatan ini mempu menenangkan sihir anda, sayapun baru mengetahui ini saat anda pingsan terakhir kali” jawabku.
Wajah kaisar masih kebingungan. Namun di sisi lain terlihat sangat lelah.
“kita akan mencari jawabannya perlahan yang mulia, saat ini anda memerlukan istirahat” tambahku.
Aku menarik selimut kaisar, memastikan ia dalam keadaan nyaman dan perlahan kaisar mulai tertidur.
Hah~
Syukurlah, ini sangat melelahkan. Tubuhku terasa berat. Sepertinya energiku terkuras habis hanya dalam hitungan menit.
“uhukk!”
Batuk yang tiba-tiba, aku menutup mulutku dan benar saja.. telapak tanganku di penuhi dengan darah.
Yah.. aku tau kekuatan ini memiliki efek samping. Terakhir kali aku mimisan dan sekarang batuk darah. Selama aku tidak mati, itu tidak masalah..
Aku menyeka darah dengan sapu tanganku.
Hah~
jika ada yang melihat sapu tangan ini, kehebohan apa lagi yang akan terjadi?
Sudahlah, aku tidak memiliki tenaga untuk berfikir, apa yang akan terjadi nanti mari kita fikirkan nanti, saat ini aku merasa sangat mengantuk.
“yang mulia, maafkan saya.. hanya sebentar, izinkan saya meminjam tempat tidur anda sebentar saja, saya tidak memiliki tenaga untuk pindah saat ini, saya akan berbaring sedikit di samping anda, hanya sebentar, lalu setelah beberapa menit saya akan pundah” ucapku dengan berbisik.
Aku berbicara dengan orang tidur. Benar, lagipula jika kaisar dalam kondisi sadar, aku tidak akan berani meminta izin akan hal seperti ini. Jika kaisar dalam kondisi sadar aku akan memaksa tubuhku untuk keluar dari ruangan ini walaupun risikonya aku akan pingsan sebelum memasuki kamarku.
Kali ini saja, sebentar saja izinkan aku beristirahat disini, aku benar-benar lelah.
POV Anna
“yang mulia, saya membawakan teh madu atas perintah yg mulia, saya izin masuk”
Aku membuka pintu perlahan lalu membawa teh yang di pesan yang mulia, tak lupa membawa sedikit makanan ringan siapa tau yang mulia membutuhkannya.
“astaga...”
Betapa terkejutnya aku melihat pemandangan ini.
“wahh..”
Tanpa sadar senyuman terlintas di wajahku. Senangnya melihat mereka berdua tidur bersama. Sudah lama sekali mereka tidak menghabiskan waktu bersama.
“Yang mulia, saya letakkan teh ini di sini, jika anda membutuhkan sesuatu panggil saya” ucapku berbisik. Walaupun aku tau mereka tidak akan menjawab karena tertidur pulas.
Aku keluar dengan perasaan gembira. Untunglah teko teh itu memakai teko yang di lengkapi oleh sihir, jadi tehnya akan tetap hangat walau dibiarkan berjam-jam.
Pemandangan yang hangat.
Aku sangat menyukai permaisuri dari saat pertama kali beliau datang ke istana. Saat itu beliau masih sangat muda. Mereka berdua sudah di jodohkan dari kecil, jadi dari kecil permaisuri sudah di biasakan untuk tinggal di istana walaupun tidak menetap secara permanen, beliau harus terbiasa dengan lingkungan istana karena akan menjadi permaisuri masa depan.
Saat itu aku masih muda, yang mulia berbeda beberapa tahun denganku. Saat bertemu yang mulia pertama kali, aku terkejut melihat ada sosok secantik itu. Imut sekali seperti boneka, hangat dan pemalu, sangat menggemaskan. Beliau suka berbincang dengan pelayan, karena saat itu yang mulia masih kecil, beliau senang bermain dengan para pelayan, dan kamipun menyambutnya.
Aku sudah di sini saat mendiang ibuku menjadi pelayan mendiang permaisuri sebelumnya, jadi bisa di katakan aku sudah bertemu dengan baginda kaisar dan permaisuri saat mereka masih kecil. Masa itu sangat menyenangkan, melihat mereka bermain bersama sangat menyenangkan, mereka berdua sangat imut dan baik hati.
Tapi yang mulia permaisuri berubah perlahan-lahan saat beranjak dewasa. Aku tidak tau apa yang terjadi tapi beliau sering murung, untunglah baginda kaisar selalu menyemangati beliau, oleh karena hal itu aku bisa mengatakan bahwa mereka pasangan sejati.
Tapi semuanya hancur saat selir baginda masuk istana, bagai petir di siang bolong keadaan istana menjadi berantakan. Permaisuri menjadi kejam dan pemarah, beliau tak segan-segan menghukum pelayan dengan keras jika ada hal yang tidak beliau inginkan.
Beliau juga sering mengurung diri di kamar serta menghancurkan barang-barang. Semenjak perubahan itu hubungan permaisuri dan kaisar hancur, mereka semakin renggang hingga seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.
Kaisar juga berubah, beliau menjadi sosok yang dingin dan kasar terhadap permaisuri. Oleh karena perubahan sifat permaisuri, para pelayan perlahan menjauh, termasuk aku. Aku menyesal, tapi permaisuri benar-benar menakutkan saat itu.
Sampai saat permaisuri mengalami kecelakaan bersama selir kaisar. Kaisar membenci permaisuri karena telah selamat dari kecelakaan sedangkan kekasihnya meninggal. Saat itu aku sedikit kesal dengan kaisar, bisa-bisanya dia berfikir begitu.
Berbulan-bulan permaisuri tak sadarkan diri, saat tiba saatnya beliau sadar tanpa di sangka beliau mengalami amnesia. Tapi anehnya beliau kembali ke sifat beliau semula, saat beliau masih muda. Aku terkejut, terharu sekaligus senang. Tapi ada juga kekhawatiran, jika ingatan permaisuri kembali, apakah beliau akan kembali menjadi kejam?
Entahlah.. saat ini nikmati saja masa-masa damai ini.
Permaisuri! Saya akan setia melayani anda sampai mati! Aku sangat bahagia hari ini hahaha
Aku berteriak d dalam hati..
Tenggelam dalam pemikiran yang menyenangkan, aku tidak sadar Ben telah menatapku sedari tadi.
“Astaga tuhan!”
Aku terkejut smpai rasanya jantungku akan meledak.
“Ben..!!! Kau mengagetkanku!! Tatapan macan apa itu? Menyeramkan!!” teriakku
“ ada apa denganmu? Mengapa kau tertawa sendiri seperti orang gila?” Ujarnya
“Entahlah~ aku sangat bahagia hohoho” jawabku
Ben menyipitkan matanya menatapku dengan penuh kecurigaan .
“Ku rasa kau memang harus menikah, sebelum kau menjadi gila.. ku sarankan segeralah menikah, akan tidak baik bagimu untuk kedepannya” Ujarnya sambil menggelengkan kepala tanda khawatir
“Ben! Ini tidak seperti yang kau pikirkan” ujarku kesal
Dasar pak tua ini, masih saja suka menggoda orang, bikin kesal saja. Baru saja moodku baik, dia menghancurkan segalanya. Menyebalkan!
“Lalu?” tanya Ben
“begini.."
aku memberikan kode pada Ben bahwa aku ingin membisikkan sesuatu, Ben dengan peka mengikutiku serta mendekatkan telinganya. Aku menceritakan semuanya dengan berbisik. Seketika wajah Ben merona dan ekspresi wajahnya penuh haru.
“Benarkah?” tanyanya
Aku mengangguk setuju
“jika begini, aku akan meti dengan tenang.. hiks” ujar Ben sambil mengusap airmatanya dengan sapu tangan.
“Beennn!!! Kenapa kau memikirkan mati sekarang? Kau harus hidup lama agar bisa melihat yang mulia Rudine dan Serina menikah!” ucapku semangat
“Kau benar Anna” Jawabnya sambil menarik ingusnya dalam-dalam
Iyeuh pria tua ini benar-benar...
“hari ini adalah hari yang membahagiakan Anna,, aku bahagia” ucap Ben sambil meninggalkanku dengan penuh senyuman, bersenandung melewati lorong istana. Akupun menatapnya dengan penuh senyuman sambil berucap di dalam hati
Kau benar Ben, hari ini adalah hari yang membahagiakan