Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Salah satu dari Tiga Keluarga Dewa-Bumi Dahua.
Keluarga Qian.
Di dalam sebuah ruang rahasia yang gelap dan aneh.
Ini adalah tempat khusus ruang kerja kepala keluarga Qian, kecuali terdapat masalah yang serius, yang mengharuskan rapat rahasia, jika tidak, semua orang dilarang memasuki ruang rahasia tersebut.
Bahkan para tetua yang paling senior dan terkuat sekalipun, dilarang memasukinya kecuali mendapatkan izin pemilik ruangan, tidak peduli apakah ada masalah penting atau laporan situasi yang membahayakan seluruh keluarga, tanpa izin, tidak ada yang bisa memasukinya!
Dari sini terlihat, bahwa Otoritas kepala keluarga Qian tidak bisa diganggu gugat!
Dalam ruang rahasia yang gelap dan aneh tersebut, yang sebelumnya tenang dan hening, kini samar-samar terdapat gejolak energi beberapa elemen yang bercampur membentuk aliran kacau, energi tersebut berputar perlahan.
Dari dalam energi yang kacau, samar-samat terlihat seorang pria paruh baya berambut emas, setiap helainya tersusun rapi di sisir kebelakang.
Jika diperhatikan dengan seksama, sesosok yang keluar dari aliran energi kacau tersebut adalah ayah Qian Yu!
Qian Feng berlutut dengan satu kaki, tinju tangan kanannya diletakkan di dadanya, dan menundukkan kepalanya dengan sedikit hormat.
"Qian Zhong mengucapkan salam kepada Kepala Keluarga!" Qian Feng berkata, suaranya tidak keras, tapi setiap kelimatnya terdengar sangat jelas.
"Hanya menerobos, dan mencapai ambang kultivasi, apakah dirimu merasa tidak terkalahkan di keluarga Qian?"
"Puluhan tahun berlalu, apakah sekarang kamu ingat jalan pulang? Sebelumnya, aku sempat mengira bahwa kamu sudah mati."
Di iringi tekanan yang menakutkan, sebuah suara yang agung terdengar dari tempat gelap di depan Qian Feng yang berlutut, suaranya menggelegar, jika seseorang mendengarnya, mereka tidak akan dapat membedakan apakah suara tersebut diucapkan oleh seorang pria atau wanita.
"Penguasa Ekstrem tidak betniat kembali, kali ini hanya ingin menyampaikan laporan, sekaligus permintaan." Qian Feng berdiri, dengan tatapan tegas, ia dengan berani menatap kegelapan di depannya.
Seolah tekanan yang menakutkan tersebut tidak ada!
Namun, jika diperhatikan dengan jelas, sudut bibirnya mengeluarkan darah yang mengalir pelan.
"Berbicara..." Dalam kegelapan, suara yang agung terdengar kembali, tidak ada emosi dalam nada suaranya.
Meskipun tidak ada emosi dalam suaranya, kepala keluarga Qian diam-diam terkejut, karna kekuatan yang di tunjukkan Qian Feng beberapa kali lipat lebih kuat saat terakhir kali ia menemuinya.
"Peraturan keluarga boleh mengusir orang yang bersalah, tapi tidak boleh menelantarkan anak yang tidak bersalah! Apakah itu benar?"
"Tentu saja!"
"Anakku, Qian Yu, mendapatkan warisan sejati para dewa, kekuatan warisan yang diperolehnya melebihi Tingkat Raja, yang berarti patung dewa yang diwariskan lebih kuat dari Raja Dewa Zeus!"
"Orang terkuat di blue star saat ini, suatu hari dia pasti bisa dilampauinya, hal tersebut hanya tinggal menunggu waktu."
Qian Feng berkata dengan suara yang dalam, sebagai orang tua, tentu saja dia bangga dengan pencapaian sekaligus keberuntungan anaknya.
Juga, sebagai seorang ayah, dirinya akan melakukan sesuatu yang memang seharusnya akan dimiliki anaknya.
"Warisan yang melebihi tingkat Raja?"
"Jangan khawatir, meskipun anakmu tidak memiliki bakat, bahkan tanpa warisan dewa, darah yang mengalir dalam dirinya tetap merupakan bagian dari kami.."
"Tidak lama lagi, seseorang dari keluarga akan menjemput anakmu, apakah masih ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"
Nada suara yang agung tidak pernah berubah, seolah semua hal baginya terasa biasa, tidak ada yang istimewa.
"Jika Tuan berkata begitu, maka... Saya, sebagai pendosa keluarga, akan pergi dengan tenang."
Sambil mengatupkan kedua tangannya penuh hormat, dengan energi kacau yang berputar liar di sekelilingnya, Qian Feng menghilang dari ruangan tersebut, seolah dirinya tidak pernah ada di tempat sebelumnya!