NovelToon NovelToon
Asisten Special

Asisten Special

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Berbaikan / Tamat
Popularitas:85.2k
Nilai: 5
Nama Author: threecatra

Amina gembira dirinya diterima sebagai asisten pribadi CEO di sebuah perusahaan properti. Ia ingin membantu biaya kuliah adiknya dan bertekad untuk bekerja keras untuk masa depan ia dan adiknya.
Tapi alangkah terkejutnya Amina ketika bertemu CEO yang ternyata adalah laki laki yang pernah dikerjai dimasa lalu.
diary berisi curahan hati sang CEO pada kekasihnya yang ia temukan jadi alasan Amina untuk meminta Bastian berpura pura jadi suaminya didepan bos mesum Amina.
dua tahun menghilang setelah ingkar janji.
Amina harus terima konsekuensi untuk dikerjai balik oleh Bastian. Tugas yang harus ia lakukan adalah membatalkan pertunangan yang akan dilaksanakan oleh ibu Bastian dengan rekan bisnis ayahnya...
pertunangan belum batal ia malah dinikahi Bastian karna kesalahpahaman.
mampukah Amina menghadapi ibu mertuanya yang galak tapi baik hati dan melawan galau saat kekasih Bastian datang kembali untuk merajut cinta mereka yang tertunda ? baca yuk romansanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon threecatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berikan hakku, Ami

Selesai menemui klien disebuah jamuan makan malam di sebuah hotel. Bastian memesan sebuah kamar hotel. Hotel yang berada di dekat pantai itu menurut Bastian bisa mengendurkan urat urat saraf yang tegang karena seharian bekerja dan tentu saja ia ingin memenuhi tuntutan junior yang beberapa hari ini harus tertunda.

Untuk hal itu Bastian sudah mempersiapkan hal yang mendukung mereka untuk melakukan itu. Ia menyerahkan paper bag berisi lingerie dan parfum pada Ami yang terlihat pias saat mereka masuk kamar hotel.

" Kenapa gugup, kan sebelumnya juga pernah " ucap Bastian sambil memeluk Ami dari belakang dan perlahan menyibak rambut Ami agar leher itu tersingkap. sebuah ciuman lembut mendarat disana.

" Kak ! apa sebaiknya kita jangan lakukan dulu sebelum dapat restu mami " Ami berusaha mengurai pelukan. Bastian memutar tubuh Ami agar menghadap padanya.

" Lama mi, aku tahu tadi mami membahas gosip tentang kita dan minta kamu menjauhi aku, ya kan ? " Ami mengangguk pelan dan mengigit bibirnya.

" Nanti, kita bahas itu sekarang mandilah dulu. Jangan lupa pakai pakaian yang ku minta " Bastian menarik tangan Ami agar masuk ke kamar mandi.

Bastian tak ikut mandi karna ia harus menjawab telpon yang sejak tadi berdering. Amira menghubunginya, wanita itu terus memohon agar mereka bisa bertemu. Tentu saja Bastian menolaknya. Ia tak ingin hasratnya tak tersalurkan lagi setelah beberapa hari tertunda.

Bastian memesan makan malam, ia pun mulai menanggalkan kemeja yang sudah dipenuhi keringat. Dua jam ia berdiri jadi pembicara di acara jamuan makan malam. Dari tadi siang, banyak acara yang harus mereka ikuti. beruntung, esok adalah hari libur. Makanya Bastian memutuskan untuk tidak pulang ke rumah. itung itung anggap ini bulan madu.

Ami yang keluar dari kamar mandi dengan bathrope terkesiap ketika melihat tubuh yang hanya mengenakan boxer sedang meregangkan otot ototnya.

Ia memalingkan wajah dan mengatur nafas yang naik turun. degup jantungnya jinkrak jingkrak tak karuan. matanya tak bisa mendustakan bahwa ada sensasi bahagia ketika melihat roti sobek dilelehi keringat.

" Kak, aku sudah siap kakak bisa mandi sekarang " ucap Ami sambil membelakangi Bastian. Laki laki itu tersenyum melihat tingkah malu malu istrinya.

" Nggak sopan tau mi, kalau bicara ga melihat mata lawan bicara apalagi sampai dibelakang gitu, balik gih badannya "

Ami menutup matanya ketika berbalik. Ami mendengar langkah mendekat, degup itu semakin menaikkan ritmenya.

" Kenapa ditutup ? " bisik Bastian ditelinga Ami. Ami berlahan membuka matanya.

" bukan matanya tapi ini " Bastian menunjuk tali pengikat bathrobe. perlahan jemarinya membuka. Ami tak ada alasan untuk mencegah itu. Bastian adalah suaminya, ia juga bukan istri siri karna pernikahan mereka sudah tercatat. Justru ia berdosa jika menolak permintaan suaminya untuk mereka memasuki surga dunia lagi.

" Indah " puji Bastian saat bathrobe itu luruh ke lantai, Ami menutupi bagian yang terbuka dengan kedua telapak tangannya.

" Kakak ga mandi dulu ? " tegur Ami ketika Bastian mencoba menyingkirkan telapak tangan Ami dari sesuatu yang ingin dilihatnya. Bastian tersenyum dan mengangguk.

" Makanlah dulu, makan yang banyak karna kakak mau minta lebih dari yang pertama " ucap Bastian sambil mengusap bibir Ami.

Ami mencoba menenangkan diri dengan mendengar debur ombak. Ia mencoba meresapi kata kata Bastian yang mengatakan cepat atau lambat nyonya Winda akan menerima pernikahan mereka.

Selesai mandi, Bastian mematikan ponselnya. Ia tak ingin terganggu lagi malam ini. Ketika Ami minta izin ke kamar mandi, gawai istrinya berdering, Bastian melihat nama Bagas tertera di layar. Dengan kesal ia mereject panggilan itu.

" Siapa kak yang telpon aku ? " Tanya Ami.saat keluar kamar mandi, ia mendengar hpnya berdering dan hp itu ada ditangan Bastian.

" Kecoa ! " rutuk Bastian

" Kecoa ? perasaan nggak ada nama itu di kontak " Ami mengambil hpnya yang di letakkan diatas nakas.

" Bukan di kontak mu, tapi di daftar kontakku namanya kecoa..lama lama tu anak bagusnya disemprot pestisida..biar nggak ganggu istri orang terus " ucap Bastian kesal.

Ami tertawa mendengar itu, ia melihat nama Bagas tertera di panggilan tak terjawab. Ada bahagia menyusup hatinya saat melihat raut kesal Bastian ketika nama Bagas muncul dalam kebersamaan mereka.

Bastian cemburu, berarti ia cinta. Ami menggigit bibirnya dan ada yang memperhatikan rona pipinya yang memerah.

" kok senyum senyum, kamu mikirin dia ya ? " tuduh Bastian membuat Ami mengerucutkan bibir.

" Siapa lagi mikirin dia, lagi mikirin bos aku..eh.." Ami menutup mulutnya, ia keceplosan dan itu sungguh membuatnya malu. orangnya ada di depan.

" Sungguh ? " Bastian menarik tubuh Ami hingga menempel di dadanya dan menguncinya dengan kedua tangan kekarnya.

" Jadi malam ini kamu mau kan berikan hakku malam ini.." bisik Bastian lirih. Ami menatap netra yang mengunci fokusnya. ia mengangguk perlahan.

" Sebentar aku punya hadiah untuk asisten bawelku " ucap Bastian, ia mengambil sesuatu dari tasnya. sebuah kotak mungil.

Bastian mendudukkan Ami di depan kaca. dengan lembut ia menyibak rambut Ami.

" Kamu lupa pakai mahar ini " ucap Bastian seraya memakaikan sebuah liontin emas ke ke leher Ami.

" ini aku beli saat aku berumur sepuluh tahun. pakai uang jajanku "

Ami mengungkai senyum saat kalung sudah terpasang.

" Makasih kak " ucap Ami, entah kenapa tangannya meraih tangan Bastian dan mengecupnya perlahan.

" Aaa.." Ami terkejut ketika tubuhnya dibawa ke udara. Bastian menggendongnya tiba tiba dan membaringkannya di ranjang. junior sepertinya tak bisa menunggu lama lagi.

Ami yang ingin bicara terpaksa bungkam karena Bastian sudah menautkan bibir mereka, debur ombak menutupi decapan itu. Kali ini ia tak malu lagi mengeluarkan suara suara lenguhan dan ******* yang ingin di dengar Bastian.

Sampai mereka sama sama terkapar bersimbah peluh, tiba tiba kalimat peringatan Winda terngiang ditelinga Ami dan tatapan tajam yang menghujam. Ami menutup mukanya, ia mulai menangis. Bastian terkejut. ia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka yang polos.

" Kenapa sayang? apa aku main kasar tadi ? " Ami menggeleng.

" Mami.., mami akan benci aku karna kita melakukan ini " isak Ami, Bastian menghela nafas. Ia mengerti ketakutan istrinya jika ibunya mengetahui pernikahan mereka padahal ibunya sudah mempersiapkan acara pertunangan untuk anak semata wayangnya.

Bastian menarik kepala Ami agar bersandar di dadanya. ia mengelus bahu Ami.

" nggak apa apa dek, semua ini tanggung jawab kakak, kakak yang akan berhadapan dengan mami "

Bastian membiarkan Ami menangis di dadanya hingga keduanya tak sadar sudah terlelap.

Keesokan hari setelah membersihkan diri, Bastian ingin mengajak Ami menikmati udara pagi sambil jalan jalan di tepi pantai. Ia lebih dulu turun dan meminta Ami menyusuri Ami di restoran yang ada di hotel untuk sarapan pagi.

Dengan langkah gontai Ami berjalan mendekati restoran yang di maksud Bastian. dari kejauhan ia mendengar suara ribut ribut.

" Dasar kau perempuan murahan ! apa yang kau lakukan dengan tunanganku di hotel ini ? ''

Plak !

Ami melihat seorang perempuan ditampar perempuan lain.

" Nana, hentikan !" Ami mendengar suara Bastian membentak. ia melangkah mendekat.

" Kamu ga pa pa Ra..? " tanya Bastian lembut sambil mengusap pipi Amira yang di tampar Nana. Ami tertegun dengan usapan dan pelukan itu. sebuah anak panah melesat menembus jantungnya tapi luka itu tak berdarah namun sakitnya luar biasa. baru semalam ia merasa, hanya ia yang berhak memeluk tubuh itu. kini perempuan lain ikut merasakannya.

" kak.eh pak ada apa ? " tanya Ami menerobos kerumunan, Bastian terkejut melihat kehadiran istrinya dan berusaha mengurai pelukan tapi Amira menahannya.

" Sudah Ra.., banyak orang " bisik Bastian. Nana yang menarik paksa Amira melepaskan pelukannya di tubuh Bastian.

" Dasar murahan !" teriak Nana.

" Diam kamu Na ! " bentak Bastian

Amira yang melihat Ami langsung menubruk tubuh Ami dan memeluk Ami erat. Ia menangis di bahu Ami yang menatap Bastian penuh makna. Bastian yang membaca kemarahan tersirat itu menatap istrinya dengan perasaan bersalah.

" Kenapa, kamu membela dia mas, aku calon istrimu, aku akan laporkan kelakuanmu ini pada mami " hentak Nana kemudian berlalu pergi.

" Kamu tenangkan Amira, mi. aku mau ke luar sebentar " ucap Bastian dengan wajah tertunduk. tak berani menatap mata Ami yang nanar saat melihatnya memeluk Amira.

Ami mendudukkan Amira di kursi di sudut restoran. Ia mencoba tenang meski hatinya bergemuruh, riak tanya itu kembali mengemuka dalam hatinya.

Apakah aku disentuh dengan cinta ?

" Aku akan hadapi apapun mi untuk mendapatkan Bastian kembali meski harus berhadapan dengan ibunya yang tak merestui hubungan kami " ujar Amira dengan kesungguhan. Ami menghela nafas berat, ia yang seharusnya mengucapkan kalimat itu.

1
Dwi Desnita
bagus
Titin Nur
😍😍😍👍👍👍😍😍😍😍👍👍😍😍
AR Althafunisa
ah... iya, si Nana kagak di inget gegara nama awalnya N dan double N sama-sama gila orangnya 🤣
AR Althafunisa
😂😂😂🤣🤣🤣🤣
AR Althafunisa
beuhhh .. Nindi 😡😡😡
AR Althafunisa
Nindi sama ibu Rendra ini masih meresahkan 😌
AR Althafunisa
sengaja kah menjatuhkan diri? 😄
AR Althafunisa
emang enak, kurang apa coba istri. Baru lihat pelukan sama lelaki lain udah kelabakan malah langsung pergi tanpa mendengar penjelasan kali perempuan begitu wajar, lah... laki-laki. Coba giliran dia, pas bangun-bangun di samping ada perempuan tanpa menggunakan busana lebih parah walau ga ngapa-ngapain juga. Patahan dia 🤦😡😌
AR Althafunisa
kacau kacau kacau .. 😫😫😫😫😫
AR Althafunisa
diriku jadi ikutan Bastian Prustasi 😫😫😫😫
AR Althafunisa
kacau balau semua nyerang, pelakor dimana-mana, saudara jahat ngejar terus. Hadeuhhhhhh....
AR Althafunisa
Ok. mungkin anaknya menikah dengan pengusaha tapi hanya bisa menghabiskan harta orangtua ditambah harta suaminya, sedangkan Bastian menikah dengan perempuan kampung tapi dengan segudang prestasi dan hasilnya perempuan kampung itu yang membantu menambah pundi-pundi uang dan peningkatan dalam perusahaan. Jadi mana yang lebih berharga ? 🤣🤣🤣🤣
AR Althafunisa
Bastian payahhh ga tegas bet 😌😌😌
AR Althafunisa
mas ganteng 😂😂😂
Eli Aryanti
da konflik tapi ,
Eli Aryanti
Mungkinkah itu ulah dari Ibu tirinya mensabotase mobil nya
Eli Aryanti
Heem sepertinya Perempuan itu Mama Rendra , perempuan itukan memang sangat jahat
Kusnul Chotimah
/Good/
Rina Pangestuti
niat hati mau pura2 sakit malah jatuhnya langsung berdarah benjol pasti itu
Dinasty
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!