NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Hari yang dinantikan Kevin akhirnya tiba. Sejak pagi, aura ketegangan sekaligus kebahagiaan menyelimuti dirinya. Di meja kerjanya, sebuah kotak hadiah berukuran besar dengan pita satin berwarna perak sudah siap dikirimkan. Di dalamnya, terdapat sebuah gaun indah berwarna biru navy lembut, senada dengan warna laut yang tenang, lengkap dengan selembar kartu ucapan yang ditulis tangan oleh Kevin sendiri.

​"Selamat ulang tahun, Arini. Malam ini, luangkan waktumu sedikit untukku. Aku ingin mengajakmu makan malam di sebuah tempat yang spesial. Aku sangat berharap kamu bersedia memakai gaun ini malam nanti. Aku akan menjemputmu jam tujuh tepat."

​Di ruang kerjanya, Arini menerima kotak tersebut dengan senyum yang tak bisa disembunyikan. Saat membuka penutup kotak dan melihat gaun sutra yang begitu anggun, hatinya menghangat. Perhatian Kevin yang konsisten selama dua tahun terakhir ini selalu berhasil membuat Arini merasa dihargai sebagai seorang wanita. Tanpa ragu, ia membalas pesan Kevin dengan satu kalimat singkat namun manis

"Terima kasih, Kev. Aku akan bersiap,aku akan tampil cantik malam ini."

Kevin tersenyum lebar membaca balasan dari Arini. Ternyata Arini menyambut baik ajakannya. Sungguh usaha yang tidak sia-sia.

​Tepat jam tujuh malam, mobil Kevin berhenti di depan halaman rumah Arini. Malam itu, rumah tampak sedikit sepi. Papa Arini sedang tidak berada di rumah karena sedang ada acara di luar, sebuah situasi yang sebenarnya sudah diatur oleh Kevin yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan calon mertuanya itu.

​Arini keluar dari pintu rumah dengan penampilan yang sangat cantik dan memukau. Gaun pemberian Kevin melekat sempurna di tubuhnya yang anggun, rambutnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya. Kevin sempat terpaku beberapa detik di samping pintu mobil yang ia bukakan untuk Arini.

​"Kamu cantik sekali malam ini, Rin," puji Kevin dengan tulus.

​Arini tersenyum, pipinya sedikit bersemu merah. "Terima kasih, Vin. Gaun pilihanmu sangat pas."

​Sebelum masuk ke dalam mobil, Kevin menoleh ke arah dalam rumah yang sepi.

"Oh, maaf, Papa sepertinya sedang keluar karena ada acara, dan beberapa asisten rumah tangga sedang sibuk di belakang. Tadi aku sudah bilang kepala pelayan kalau aku akan pergi dengan mu untuk makan malam, jadi kita bisa langsung pergi sekarang. Tadi aku juga sudah bilang sama papa kok."

​Kevin mengangguk paham. "Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat sebelum jalanan semakin padat."

​Perjalanan malam itu dipenuhi dengan obrolan ringan, meskipun Kevin sesekali harus menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh. Sesuai rencana, mobil mereka berhenti di depan sebuah restoran mewah yang sangat populer di pusat kota.

​Saat mereka melangkah masuk, lobi dan area utama restoran tersebut tampak sangat ramai oleh pengunjung. Arini sempat mengira bahwa mereka hanya akan menikmati makan malam biasa di antara hiruk-pikuk restoran tersebut. Namun, Kevin tidak menghentikan langkahnya di area utama. Ia membimbing Arini berjalan lebih dalam, melewati sebuah lorong berdinding kaca yang menuju ke bagian belakang restoran.

​Begitu pintu kayu besar di ujung lorong dibuka, langkah Arini seketika terhenti. Matanya membelalak tak percaya.

​Di hadapannya membentang sebuah taman privat yang luas, sangat sunyi dan terpisah dari keramaian restoran di depan. Taman itu telah disulap menjadi tempat yang begitu indah. Ratusan lampu gantung kecil berwarna kuning hangat berpendar seperti kunang-kunang di antara pepohonan. Di tengah taman, sebuah meja panjang telah dihiasi dengan bunga-bunga anggrek putih segar kesukaannya.

​Namun, yang membuat air mata Arini langsung menggenang di kelopak matanya bukan sekadar dekorasi indah tersebut, melainkan orang-orang yang berdiri di sana. Papa Bayu dan kedua orang tua Kevin, serta beberapa teman baiknya sudah, berdiri berjejer sambil tersenyum hangat.

​"Selamat ulang tahun, Arini!" seru mereka kompak, diiringi alunan gesekan biola yang lembut memainkan lagu ulang tahun.

​Arini menutup mulutnya dengan kedua tangan, tak kuasa menahan rasa haru. "Kevin... ini semua... kamu yang merencanakannya?" bisiknya dengan suara bergetar.

​Kevin tersenyum lembut di sampingnya. "Ini hari spesialmu, Rin. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan ini bersama orang-orang menyayangimu."

Kevin menuntun Arini menuju kue ulang tahu yang sangat besar dan meminta Arini untuk memotong kuenya.

"Potongan kue pertama, untuk papa. Yang sudah menjadikan aku seperti sekarang. " Arini memberikan potongan kue pertama itu kepada papanya dan diterima penuhh haru oleh Pak Bayu.

"Potongan ke dua, untuk Kevin. Yang selalu ada untuk ku selama ini, dan menjagaku dengan baik. Thanks Ya, Vin. "

Kevin menerima potongan kue itu dan tersenyum tulus kepada Arini.

​Acara dilanjutkan dengan makan malam yang berlangsung dengan sangat intim dan penuh tawa. Arini merasa seperti kembali memiliki sebuah keluarga yang utuh, sebuah perasaan aman yang sudah sangat lama hilang dari hidupnya.

​Di pertengahan acara, saat hidangan penutup baru saja disajikan, suasana perlahan-lahan menjadi lebih tenang. Kevin berdiri dari kursinya, berjalan mendekati Arini, lalu meminta perhatian dari semua tamu yang hadir. Musik biola berganti memainkan nada yang lebih romantis.

​Kevin menatap tepat ke dalam manik mata Arini. Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru biru tua, lalu membukanya di hadapan Arini, memperlihatkan sebuah cincin berlian yang berkilau indah di bawah cahaya lampu taman.

​"Arini," suara Kevin terdengar dalam dan penuh kesungguhan. "Dua tahun ini, aku diberi kesempatan berharga untuk berdiri di sampingmu, menjagamu, dan melihat bagaimana kamu bangkit menjadi wanita yang luar biasa. Aku tidak ingin lagi menjadi sekadar bayangan yang menunggumu di waktu lelah. Malam ini, di depan orang tua kita dan para sahabat, aku ingin bertanya padamu... Maukah kamu menikah denganku, dan membiarkanku menjadi pelabuhan terakhir dalam hidupmu?"

​Suasana taman seketika menjadi sangat sunyi. Semua mata tertuju pada Arini. Jantung Arini berdegup kencang, kejutan ini benar-benar menghantam dinding hatinya yang terdalam. Rasa bahagia, haru, dan cinta berbaur menjadi satu.

​Arini menatap Papa-nya yang mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca memberikan restu, lalu menatap orang tua Kevin yang tersenyum penuh harap. Akhirnya, Arini mengangguk perlahan.

​"Iya, Kevin. Aku mau," ucap Arini pelan namun jelas.

​Sorak kebahagiaan dan tepuk tangan langsung pecah di taman privat tersebut. Ibu Kevin tampak memeluk suaminya dengan haru. Kevin segera menyematkan cincin itu di jari manis Arini, lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya yang hangat.

​Namun, saat Kevin mendekap tubuh Arini dan menatap wajahnya dari jarak dekat, insting Kevin yang tajam menangkap sesuatu yang lain. Di balik senyuman manis dan air mata bahagia yang terpancar dari wajah Arini, Kevin menangkap sebuah kilatan keraguan dan ketakutan yang samar di sudut matanya. Entah apa yang membuat Arini seolah menahan sebagian hatinya untuk merayakan kebahagiaan itu.

1
Ade Chubi
pede banget si Galang
partini
nipu kamu aja yg gampang jadi laki 50/50 lah kalian berdua
Mefiani
semoga galang mau sembuh biar bisa membalas perbuatan dita...
Anita Rahayu
Thor karma dita kapan nich di tuli penasaran kali
Eys Resa: hehehe, nanti kak.
total 1 replies
I Love you,
mati ajah biar 🤔😤ga siksa
Ma Em
Selamat untuk Arini ternyata Arini tdk mandul dan sekarang Arini sdh hamil , vonis mandul itu ternyata hanya kebohongan dari Galang agar Arini mau merawat anak Galang bersama perempuan lain dan sekarang Galang nya sdh dapat balasan nya .
Eys Resa: nanti kejutannya di bab 41 kak
total 1 replies
Mefiani
rasane q melu terharu n bahagia..😘
Mefiani: ok...gak sabar nunggu..
total 2 replies
I Love you,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰 sehat sehat ya .!
Eys Resa: aamiin❤
total 1 replies
Mefiani
selamat...selamat...arini dan kevin...calon ortu baru..😘
Mefiani
tanda2 hamidun itu...semoga saja
Mefiani: sorry...sorry..baru tau q...q kira sama aja artine sama hamil biasa...terima kasih dah beritau..😘
total 2 replies
Ayudya
mampir kak
Eys Resa: makasih kak🌹
total 1 replies
Titien Prawiro
Kevin, Arini. selalu bahagia ya
Titien Prawiro
Senjata makan tuan.
Titien Prawiro
Enak Lang jadi miskin, kembali ke asal.
Titien Prawiro
Tunggu tgl mainnya Galang, kamu bisa menikmati kemiskinnanmu
Titien Prawiro
tulllll
Titien Prawiro
Galang kamu jgn kaget kalau kamu gk punya apa2 lagi ya. selamat Galang.
Titien Prawiro
perusahaannya Galang diambil alih ke Arini, Galang jadi miskin.
Titien Prawiro
Hancurkan perusahaan Galang Arini, balas dendam dengan elegan.
Titien Prawiro
Kalau Galang minta gono gini gk perlu soalnya gk ada surat nikahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!