Gadis berusia 21 tahun itu terduduk lemas dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya. Namun, bukannya langsung pergi kerumah sakit, ia malah memilih pergi dan menjauh saja.
Mobil mewah yang baru saja mengalami kecelakaan, tepat sepuluh kilometer dari tempatnya terduduk saat ini. Telah hangus terbakar oleh kobaran api, yang bisa saja ikut menelan dirinya, jika ia tak berusaha menyelamatkan dirinya sendiri tadi.
"Kenapa aku di lupakan? " Ujarnya dengan suara lirih, menyeka air mata yang jatuh dengan sendirinya tanpa diminta lagi. Sambil menatap sebuah mobil pengangkut barang, yang tadi pergi membawa Ibu dan juga saudaranya untuk kerumah sakit.
Siapakah, dia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopita Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pujian Zein
Tak!
Tak!
Tak!
Ketukan boldpoin yang sejak tadi selalu di mainkan oleh Zein. Membuat Han mengerutkan dahi sedikit kesal. Lantaran, Zein sejak tadi hanya memainkan benda itu saja. Bahkan, ia terlihat tidak fokus.
"Tuan, apa ada masalah? " Akhirnya, Han bertanya. Karena sudah hampir hilang kesabaran nya.
"Kau sudah selidiki apa yang terjadi di bagian barat? " Tanya balik Zein mulai serius.
"Masih di kerjakan, tuan. Dan anggota kita belum ada yang melaporkan masalah disana" Han menjawab dengan jujur. Sebab, sejak kemarin ia juga sudah menunggu laporan dari anggotanya tersebut.
"Atau, apa harus saya sendiri yang turun tangan langsung, tuan? " Saran Han, seakan ia tahu kekhawatiran Zein saat ini.
Zein langsung menggeleng kan kepalanya cepat. "Tak perlu!. Biarkan orang-orangmu yang mengurusnya. Aku curiga jika semua ini, memang sengaja di lakukan. Agar, salah satu dari kita keluar" Ucap Zein dengan firasat yang ada di dalam pikiran nya sejak mereka pindah.
Han memberikan tabletnya. Yang mana, disana masih hangat sebuah berita besar. Tentang kematian seorang politikus yang gantung diri di kediaman nya sendiri. Melihat itu, Zein langsung menatap Han dengan serius.
"Kapan beritanya mulai terbit? "
"Baru bebebnya jam yang lalu, tuan" Jawab Han, yang sudah menyelidiki semuanya.
"Ck,,, mereka pasti akan membawa bisnis ku dalam kasus ini" Ungkap Zein, sudah menebaknya dengan yakin.
"Saya bisa urus semuanya, tuan! Anda tak perlu harus menjadi pusat perhatian publik! " Han, tahu betul. Jika, Zein tak suka berada di depan kamera wartawan. Masa lalunya, begitu kelam, dengan hal-hal berbau publik. Dan, mungkin rasa trauma Zein belum begitu pulih. Sehingga, Han takut. Kalau itu akan memicu isu miring tentang bisnis properti mereka.
Sementara, bisnis dibawah tanah itu. Sama sekali tak pernah di lakukan secara terang-terangan. Yang pasti, semua bisnis yang di lakoni Zein, dengan nyata. Itu bersih dari jeratan hukum. Berbanding terbalik dengan semua yang mereka lakukan di luar sana.
"No!. Kita harus penuhi undangan mereka!.Jika, itu yang mereka inginkan! " Jawab Zein, dengan seringai liciknya.
Seorang mantan Aktor ternama. Pasti, bisa melakukan tugasnya dengan baik. Kemampuannya di dunia akting dulu tak usah di ragukan lagi. Jadi, tak heran. Jika, Han percaya. Kalau Zein sedang merencanakan hal lebih gila kali ini.
"Apa rencana anda, tuan? " Tanya Han mulai penasaran. Namun, Zein bukannya menjawab. Ia malah hanya mengangkat bahunya acuh.
Melihat reaksi Zein, Han pun hanya bisa diam. Akan tetapi, ia paham. Sikap Zein saat ini, terlihat santai dan teratur. Itu artinya, ia sedang tak main-main. Untuk memberikan kejutan, bagi orang-orang yang mulai mengusik bisnisnya.
Saat ini mereka berdua masih ada di dalam ruangan kerja. Yang ada di dalam gedung hotel mewah di kota tersebut. Ya, Zein tampaknya sudah mulai ingin serius menekuni bisnis resort dan properti nya. Sikap, pria itu sangat berbuah saat ia tahu istrinya hamil. Sementara, bisnis dibawah tanah. Ia pasrakan kepada Han. Satu-satunya orang yang setia padanya sejak dulu.
"Kau sudah periksa CCTV di mension, Han? " Tanya Zein yang tak mau sedikitpun terjadi sesuatu hal buruk pada istrinya.
"Semuanya aman, Tuan" Jawab Han jujur, memperlihatkan rekaman CCTV beberapa menit lalu.
"Semoga Selena bisa membuat Isa betah! " Gumam Zein dengan helaan nafasnya sedikit kasar.
"Anda tak usah khawatir, tuan!. Isa adalah salah satu anggota kita yang kompeten, untuk merawat dan mendampingi bumil. Lagian, dia juga sudah sangat terlatih" Han begitu yakin. Sebab, Isa adalah anggota nya yang ia latih sendiri. Sehingga, kecerdasan gadis itu bisa menjadi hal berguna untuk mereka nanti.
Ya, asisten baru Selena adalah wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter obgin. Di rumah sakit ternama di kota ini. Namun, saat panggilan dari Han. Ia rela meninggalkan karir nya sementara. Hanya, untuk menjadi tangan kanan istri dari pemimpin mereka. Yang mana, Zein telah banyak berkorban untuk menjadikan mereka orang-orang yang berhasil dan sukses.
"Kau memang selalu bisa di andalkan, Han! " Puji Zein dengan bangga.