NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir Alam bersinggah

Siapa yang mengikuti gerakan suara membayang membisik suara mengerikan?

Ketukan kata hati

Satu keinginan Ming sesegera mungkin anaknya Fengsi terbebas dari masalah. Atas persetujuan sang putri, Ming membawa Feng berobat ke seorang tabib. Meskipun dia mengetahui penyakit anaknya bukanlah penyakit medis, tapi besar harapannya dengan ramuan penenang di harapkan Feng terlepas dari penderitaannya.

Sebelum pergi, Aluna memberikan sebuah benang hitam ke tangan Ming. Dia berjanji akan datang ke alam lain membantu menemukan benang hitam jika di pakaian ke tangan Feng. Namun pandangan yang terlihat bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Sebelum memasangkan benang di tangan Feng, dia harus memastikan tidak akan terputus sehingga Aluna bisa mencari keberadaanya ketika di alam lain.

Mencoba menjalani pengobatan dari tabib kepercayaan Kerajaan tidak menyembuhkan gejala aneh pada Feng. Tepat di malam hari Feng melayang, kemudian dia menempelkan tubuhnya di dinding. Setelah menjerit sekuat-kuatnya.

Tin_tin__

Klakson mobil rombongan mahasiswa teman sekampus Feng beramai-ramai datang menemui Feng. Tiga dari enam orang yang berdiri di depan pintu itu memasang wajah tertekuk kecut. Pandangan mereka langsung tertuju ke dalam ruangan. Terutama Cira yang melingak-linguk mencari Feng.

“Ajuma Ming, kami datang mau menjenguk Feng. Kami dengar Feng sedang sakit..”

“Cira, terimakasih sudah mau datang dan terimakasih juga pada teman-teman Feng yang lainnya. Mari masuk, Feng ada di kamarnya” jawab Ming membuka Tirai gorden kamar anaknya.

Tiga teman perempuan masuk dan tiga anak laki-laki mencari kursi sandar di samping ruangan. Ming menyuguhkan minuman dan kue di dalam toples-toples kaca. Cira membantu meletakkan di meja lalu mendekati Ming untuk menyampaikan pendapatnya.

“Ajuma..... Maaf sebelumnya perihal Cira yang tidak tau apa kaitan Feng dengan lokasi akan kami teliti lebih lanjut.Tugas kampus menuju daerah pedalaman di daerah Barat. Kami baru mengetahui beberapa hari lalu, Feng mengatakan tempat lokasi kami belajar di dekat rumah nenek Feng.”

“Cira, Ajuma tidak tau harus berbuat apa. Satu harapan Ajuma yang menginginkan Feng lekas sembuh.”

......................

Dua minggu berlalu

Feng tampak mulai sehat dan kembali sedia kala. Akan tetapi Ming di kejutkan mendengar ucapan anaknya sepulang dari kampus. Keinginannya yang kuat pergi ke wilayah Barat sambil singgah ke rumah sang nenek.

“Feng, kita sudah membahas sebelumnya. Ada sesuatu yang memberatkan keluarga kita sehingga tidak lagi berpijak di tanah tersebut.”

“Bu, Feng sudah besar dan bisa jaga diri. Ini keputusan Feng bu, sepertinya nenek memanggil Feng untuk pulang kampung..”

Feng membujuk ibunya tanpa henti, Ming sangat berat melepaskan anaknya walau hanya beberapa hari. Dia meminta Feng memakai gelang tali hitam dan berjanji agar jangan pernah melepaskannya. Perjalanan panjang di mulai di pagi hari yang mendung, Ming yang masih tidak tenang berkali-kali memeluk anaknya.

Mobil melaju selama tiga jam, sepanjang perjalanan hanya ada pepohonan di bagian samping kanan dan kiri. Berjarak satu meter dari lepas pantai, mereka beristirahat sembari menikmati pemandangan. Cira melupakan amanat dari Ming, dia yang terlalu penat hingga terkesima melihat pemandangan lepas pantai berlarian hingga berpose di depan kamera dengan teman-temannya.

“Ci, si Feng mana?” tanya Uza yang tampak kebingungan.

“Ya ampun aku baru ingat si Feng! Gawat, Ajuma Ming pasti marah besar sama aku kalau tau aku nggak menjaganya. Aku kira Feng sedari tadi sama kamu za!”

Cira berlari mencari di susul teman-teman yang lainnya. Uza paham betul akan sifat Feng yang tidak suka akan keramaian. Uza menemukan dia berjongkok menghadap ke pohon yang tampak angker. Batang-batangnya yang tinggi dan berimpitan, Uza menepuk pelan pundaknya.

“Ming, kamu ngapain? Aku cariin kamu dari tadi..”

“Aku lagi ngobrol sama adik-adik kecil, mereka kehausan Za.”

“Udahan yuk kita lanjutin perjalanannya keburu malam.”

Za menggandeng tangan Ming, sekali lagi dia menoleh ke belakang. Tidak terlihat seorang anak pun disana.

Setengah perjalanan yang panjang di isi dengan senda gurau. Feng mulai kelelahan tanpa terasa tertidur bersandar di pundak Uza. Benang yang terkait di pergelangan tangan Feng perlahan mulai terlepas dari tangannya. Feng mengalami mimpi buruk, suara –suara yang memanggilnya semakin jelas terdengar. Antara sulit membuka mata, tubuh terasa tertindih seolah nafas tergantung di tengah tenggorokan.

Sebuah acara tradisional pertunjukan tari-tarian, wajah-wajah penari yang pucat fasih. Feng di tarik sosok wanita tua yang tersenyum memperlihatkan giginya berwarna hitam. Dia di giring ke bagian tengah, memasangkan beberapa kalung di lehernya.

Kalung panjang hingga menjulur ke bagian perut di ronce berbagai macam bunga yang wanginya sangat menyengat. Kalung kedua aksesoris tulang-belulang yang di rangkai membuat Feng bergidik membayangkan tulang hewan apa yang ada di kalungnya. Pada kalung ketiga, Feng berteriak karena tidak kuat lagi menahan rasa takut.

Berlari di dalam kesibukan orang-orang yang melakukan menatapnya melotot di sela melakukan kegiatannya. Feng tersandung batu nisan, perlahan sosok tangan dari dalam tanah menariknya dengan cengkraman yang sangat kuat.

“Feng! Feng!”

Berkali-kali Uza membangunkan sampai Feng benar-benar dalam posisi sadar. Di depan tanda papan nama jalan, terlihat jalan masuk yang sangat sempit sehingga tidak memungkinkan kendaraan masuk ke dalamnya. Uza berdiri paling belakang, dia membawa barang-barang Feng dan memastikan melewati jalan tikungan pandangannya tetap tertuju agar tidak kehilangan jejaknya.

Ada dua cabang memasuki pedesaan, satu cabang adalah desa wilayah Barat dan satunya lagi desa wilayah Khusus pemilik suku asli.

“Kita belok kiri aja, jangan sembarangan langsung meneliti sebelum melakukan ritual atau persyaratan di tempat ini” ucap Yopi mengingatkan.

“Tapi kan di bagian kanan udah jelas kalau itu rumah nenek aku. Kok harus pake pamit ke warga lain? Huffhh!”

“Feng benar Yop, udah mulai turun hujan nih. Kita ambil jalur kanan aja yuk..” Cira berteriak berlari mendahului yang lain.

Berhenti mengamati rumah panggung berciri khas adat tingkat tiga yang terbuat dari bahan material kayu sedangkan atapnya terbuat dari ijuk. Memasuki pintu depan ada puluhan anak tangga, di bagian tangan tangga banyak di tumbuhan lumut hijau yang menempel.

“Nenek!” teriak Feng.

Di depan pintu yang terbuka separuh, telah berdiri seorang wanita memakai penutup kepala berwarna hitam melebarkan senyuman melihat Feng. Tanpa sepatah kata pun yang terlontar, dia menarik tangan Feng ke dalam. Teman-temannya ikut masuk, di dalam rumah berlampu cahaya redup berwarna merah, mereka di kagetkan mendengar suara tawa wanita-wanita yang tertawa duduk di bagian sudut.

“Arghh!” teriak Yopi bergerak keluar tiba-tiba pintu terbanting tertutup.

“Huhh! Hampir lepas jantung ku!” Cira yang mulai curiga melihat keanehan rumah.

“Feng, kamu yakin ini rumah nenek kamu?” bisiknya bernada bergetar.

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!