Rose seorang gadis muda yang terjebak di dalam sebuah novel akan tetapi bukan menjadi pemeran utama, antagonis,ataupun pembantu melainkan hanya menjadi seekor kupu-kupu. Rose harus berusaha bertahan hidup di dunia yang bahkan sangat aneh baginya dalam bentuk kupu-kupu.
Tapi tanpa ia sadari jatuh cinta pada dewa kehancuran yang sedang menjalani ujian. Sedangkan sang dewa karena berhutang budi pada Rose dan memutuskan untuk menikahi gadis tersebut. Akan tetapi, dewa tersebut sudah memiliki rencana akan meninggalkan gadis itu suatu hari.
Hei pembaca setia untuk novel karya Aif kali ini author pingin ala ala fantasi gitu wkwk bosen aja romansa modern tapi tenang aja kok romansanya pasti ada dong wkwk jadi silahkan baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aif04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak akan meninggalkan lagi
''Aku memiliki seseorang yang menyayangiku disini.''
''HAHAHA kakak ku yang baik kau sungguh sangat naif.'' Gadis itu tiba-tiba saja tertawa dengan tawa yang mengejeknya.
''Kau di tipu kak hahaha,'' Ujarnya membuat Rose membulatkan matanya.
''Apa maksudmu ?''
''Lelaki yang kau percaya itu telah menipumu kak.'' Ujarnya yang kali ini dengan ekspresi yang sangat serius.
#######
Di sebuah lorong tampak seorang gadis yang saat ini tengah terdiam sendirian. Matanya menampilkan luka yang di alami oleh hatinya.
Pandangan gadis itu tampak kosong hingga akhirnya kakinya tidak dapat lagi untuk berdiri. Ia benar-benar terluka seluruh tenaganya telah hilang. Bahkan hanya untuk bernafas saja sudah sangat sulit baginya.
''Ke-kenapa aku yang harus mengalami i-ini.'' Ujarnya dengan suara bergetar.
Akhirnya gadis itu memilih untuk menyelaraskan kakinya lalu meletakkan kepalanya di atas lututnya mencoba untuk memeluk dirinya sendiri. Dalam diam dia terus saja menangis hingga air mata pun sudah sangat susah untuk keluar.
Sedangkan di tempat lain tampak sosok pria yang tengah sibuk mencari seseorang. Dia adalah Ithel yang sedang mencari Rose. Padahal tadi ia hanya sebentar saja pergi untuk memberi instruksi pada kusir kuda yang tak lain adalah Rey yang tengah menyamar. Namun pada saat ia kembali ke tempat di mana Rose berdiri betul saja gadis kecilnya yang penurut sudah hilang dari tempatnya. Yang lebih membuat pria itu bertambah panik karena sihir pelacak yang ia gunakan sama sekali tidak dapat menemukan gadis tersebut.
''Dimana kamu Rose ?'' Ujarnya yang mulai tampak frustasi.
''Tenang yang mulia saya yakin gadis itu pasti baik-baik saja.'' Rey mencoba untuk menenangkan pria tersebut.
''Para manusia yang banyak ini menghalangi pandanganku, lebih baik kulenyapkan saja mereka.'' Ujar Ithel atau Alexander yang tampak tidak sabaran.
''Jangan yang mulia bagaimana jika gadis itu ada di antara mereka maka itu akan sangat berbahaya baginya.'' Bujuk Rey.
''Sial.'' Umpat pria itu hingga akhirnya ia mulai merasakan di mana gadis itu berada.
Dengan cepat pria tersebut berjalan kearah lorong tersebut dan benar saja sosok yang sedari tadi ia cari sedang berada disana dengan meringkuk.
''Rose kamu disini ? aku sangat khawatir...dari tadi aku mencarimu.'' Ujarnya dengan sangat khawatir.
Gadis itu tidak bergeming hingga akhirnya pria tersebut mengelus lembut surai birunya. Menyadari hal itu Rose mengangkat kepalanya dimana saat ini hanya pandangan kosong yang ada disana.
''Rose kamu tidak apa-apa ?''tanya pria tersebut tapi juga tidak ada respon dari gadis itu.
''Rose...'' Ucapnya lagi dengan sangat lembut.
'Ada apa dengannya ?' pikir pria itu saat menyadari bahwa Rose yang sudah berubah bahkan wajah ceria gadis itu hilang begitu saja.
''Ayo kita pulang.'' Ajaknya tapi tidak ada respon dari gadis tersebut.
Akhirnya pria tersebut memutuskan untuk menggendongnya dan membawa gadis tersebut ke penginapan yang memang ingin mereka tuju tadi.
Sepanjang perjalanan orang-orang hanya terus memperhatikan mereka berdua tapi tampaknya pria tersebut sama sekali tidak perduli.
''Kamu istirahat di kamar sebentar ya, aku akan keluar sebentar.'' Ujar pria itu yang membaringkan tubuh gadis tersebut tapi lagi-lagi gadis tersebut tidak merespon apapun. Hingga akhirnya pria tersebut menghentikan niat hatinya untuk meninggalkan Rose disana.
''Kamu kenapa ? kalau ada masalahkan bisa cerita ke aku jangan diam aja. Atau mungkin aku ada salah jika memang begitu aku benar-benar minta maaf.'' Ucapnya tapi tidak ada jawaban dari gadis itu bahkan kali ini Rose lebih memilih untuk memunggungi pria tersebut.
''Hmm SAYANG aku mohon bicara apa salahku...'' Pinta pria tersebut.
Mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh pria tersebut membuat Rose kembali menangis tersedu hingga tubuhnya pun ikut bergetar.
''Kenapa menangis lagi ? ada yang sakit ? atau ada yang menyakitimu ? atau kamu bertemu dengan sosok yang kemarin lagi ? akau benar-benar minta maaf, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi.'' Ithel benar-benar khawatir dengan gadis itu.
Mendengar hal tersebut Rose yang masih menangis menghadapkan dirinya tepat di mana Ithel berada.
''Hmm hiks...hiks kamu jahat Ithel....hiks ....kamu benar-benar jahat.'' Ujar gadis itu yang saat ini sudah dalam posisi duduk menghadap pria tersebut.
''GREP.'' Pria tersebut langsung memeluk erat gadis tersebut.
''Maafkan aku, aku berjanji tidak akan membiarkanmu sendiri lagi....aku janji...'' Bisiknya dengan lembut.