Cerita ini bermula ketika seorang lelaki yang notabene nya bersifat dingin dan cuek memiliki pacar yang baru mengenal arti kata Cinta. Namun dengan teganya ia mampu membagi cinta dan kasihnya dengan wanita lain.
Bukannya lelaki yang sifatnya dingin hanya mampu mencintai 1 wanita saja ?
Mustahil...
Lalu mengapa ia mampu membagi cintanya dengan wanita lain ketika ia hanya harus dipisahkan oleh jarak dengan kekasihnya hanya kurung waktu 2 bulan saja ??
Secepat itukah lelaki membagi kasihnya ??
Apakah lelaki di dunia ini semua sama saja ? Yang tidak mampu mengendalikan perasaan serta hawa nafsu nya dan hanya mampu membagi cintanya kesana kemari ...????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amaliah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghianatan I (Marco-Vio)
BAGI PEMBACA YANG BELUM CUKUP UMUR, HARAP DI SKIP DAN BAGI PEMBACA DI ATAS UMUR HARAP MAKLUM
.
.
.
.
.
.
.
FLASHBACK ON
Saat itu mereka masih terbawa dalam perjanjian permainan yang mereka sendiri mainkan.
Dengan posisi Marco yang sedang baring dijatuhi Vio dengan wajahnya membenam di perut Marco, sedangkan tangan kiri memegang **** Marco dan tangan kanannya memegang ****** Marco yang sudah agak mengeras karena peristiwa tadi.
Aduh, kenapa harus jatuh. Kenapa juga adek gue lo pegang!!! Batin Marco tegang
"Eh, sorry kak. Gak sengaja sumpah. Tadi kesandung karpet" ucap Vio menyesal langsung bangun dari posisinya berdiri tegap
Marco hanya diam tak menanggapi. Vio pun langsung berbaring disamping Marco dengan menutupi badannya dengan selimut
Hening....
"Kak" ucap Vio memecah keheningan malam
"Hmm" ucap Marco datar
"Maaf kak, tadi aku beneran gak sengaja" ucap Vio masih menyesal
"Sudah, gak usah dibahas. Mending lo tidur" ucap Marco membelakangi Vio tidur
Vio yang masih belum mendengar kata permintaan maafnya di terima, ia tidak mau berhenti mengucapkan kata maaf ke seniornya itu. Hingga ia mendekat ke punggung Marco ingin minta maaf langsung di depan wajah Marco.
Vio yang posisinya tepat dibelakang Marco. Kini kepalanya sudah berada di depan pundak Marco, tangan kanannya sudah di depan perut Marco dijadikan sebagai tumpuannya. Vio merengek minta maaf layaknya anak kecil yang merengek minta permen. Tanpa Vio sadari kedua miliknya menyentuh punggung Marco.
Marco yang sejak tadi diam karena menahan gairahnya kini ia tidak bisa menahannya lagi. Dibaliknya langsung tubuh Vio. Kini posisi mereka sekarang, Vio berada di bawah Marco. Marco sudah mengunci Vio dengan kedua lengannya.
"Kan tadi gue sudah bilang gak usah dibahas lagi. Gue nyuruh lo tidur bukan ngegodain gue" ucap Marco
Vio yang mendapat serangan mendadak, ia kaget karena posisinya sekarang sudah dibawah seniornya.
Glekk. Vio menelan salivanya melihat wajah Marco sangat dekat
Ingat Vii kata Natasha,, lo gak boleh ngeladenin Marco. Batin Vio mengingatkan
"Ta.. ta..pi kak, aku gak ngegoda kak Marco" ucap Vio terbata
"Gimana lo gak ngegoda gue, jelas jelas punya lo ini menyentuh ****** gue yang berusaha untuk gue tidurin" ucap Marco sembari memegang tangan kanann Vio
"Dan ini menyentuh punggung gue naik turun seperti ingin di ****h " ucap Marco lagi sembari memegang dan me***as lembut kedua punya kenyal Vio
"Aahhh" ucap Vio saat Marco dengan sengaja meremas miliknya tadi
Marco yang mendengar desahan Vio, langsung ******* bibir Vio dengan ganas. Kini ia benar benar tidak bisa menahan gairahnya
Vio yang mendapat itu kaget. Ia berusaha mendorong tubuh Marco dengan tangannya namun ia kalah kuat. Vio pun menggerakkan wajahnya ke kanan dan kekiri menghindari ciuman Marco. Namun bukannya bisa menghindar, bibirnya malah digigit oleh Marco dan ketika bibirnya terbuka, dengan sigap Marco memasukkan li*** nya dan menuntun Vio untuk membalas kiss nya.
Vio yang awalnya memberontak tidak ingin membalas, lama kelamaan ia hanyut dalam suasana itu dan membalas ciuman Marco
Marco yang merasa kiss nya dibalas, ia tersenyum. Bukan hanya disitu saja, tangan kirinya mulai bergerak me***as punya kiri Vio, dan tangan kanannya memegang tengkuk Vio untuk memperdalam kiss nya.
Vio yang mengeluarkan suaranya membuat Marco makin menjadi jadi.
Kini ia ******* leher Vio meninggalkan jejak permainannya. Kini tangan kanannya beralih ke **** ***** Vio sembari meng***** naik turunkan tangannya, dan tangan kirinya memegang punggung Vio.
Vio semakin terbawa suasana. Ia semakin bersuara keras nan lembut. Marco yang saat ini ingin memasukkan jarinya kedalam ****** ***** Vio, tangannya ditangan oleh Vio
"Jangan kak" ucap Vio menggelengkan kepalanya sembari masih menutup matanya
"Pelan pelan kok, gak sakit" ucap lembut Marco di telinga Vio
Vio tetap menggelengkan kepalanya. Menurutnya ini sudah salah.
"Sudah kak. Kita sudah kelewatan" ucap Vio mengingatkan
Namun Marco serasa seperti terhipnotis oleh pergulatannya itu tidak mendengar kata kata Vio. Ia yang mendapat larangan untuk tangannya di masukkan, ia langsung menurunkan badannya di atas Vio dan meng*****kan *****nya di **** ***** Vio.
Vio semakin mengerang mendapat perlakuan itu. dan Marco yang awalnya meng*****kan dengan pelan, ia mulai meng*****nya dengan cepat. Ia merasa erangan Vio seperti power pergaulannya itu.
Vio yang sejak tadi sudah basah dibawah sana dan sudah lelah, membuatnya tidak bertenaga lagi. Marco yang melihat itu pun semakin mempercepat gerakannya dan mendapatkan pelepasannya.
"Aaaggghhhh" ucap Marco saat ia pelepasan
Kini mereka berbaring terlentang
"Lo jangan bilang ke siapa siapa terutama ke Angel kalo kita melakukan ini. Ini salah lo sendiri yang mancing mancing gue" ucap Marco dingin
Tanpa disengaja, air mata Vio mengalir di sudut matanya. Ia merasa ada ribuan pisau yang menusuk hatinya ketika mendengar Marco mengatakan itu
Sakit. Batin Vio sembari menghapus air matanya yang mengalir
Vio berusaha rilex dan berusaha menganggap kejadian yang tadi tidak pernah terjadi
"Kak, gimana dengan kamera itu ? itu sudah merekam kita" tunjuk Vio dengan dagu nya.
Marco langsung menyadari itu dan menyuruh Vio untuk mengambil kamera itu
"Sana ambil"
"Tapi kak, paha aku sakit"
"Ahh, manja banget sih lo" ucap Marco sembari berjalan mengambil kamera dan menghapus file nya
Deg
Secepat itukah sifat kakak berubah ? Baru beberapa menit yang lalu kak Marco bicara lembut denganku. Apa kak Marco memiliki kepribadian ganda ? Mengapa dengan mudahnya ia berubah dari lembut menjadi kasar. Berubah dari lelaki cool menjadi fakboy . Apa kak Marco emang dari dulu brengsek tapi menyembunyikan brengseknya dengan berpura pura baik dan dingin ??. Batin Vio bertanya tanya sembari nangis diam diam menaik turunkan pundaknya tanpa bersuara.
"Sekarang lo jalan sana di depan kamar mandi, cepat!!" Bentak Marco
Dengan langkah tertatih, Vio menuju depan kamar mandi
"Oke, sekarang gue udah mulai merekam. Lo berjalan ke tempa tidur, langsung tidur aja" ucap Marco
"1 lagi, awas kalo lo sampai ngebocorin rahasia kita berdua" ancam Marco
Vio pun menurut apa kata Marco
Mereka pun tertidur layaknya seperti tidak ada adegan tambahan dikamarnya. Hingga pagi pun datang siap menyambut pagi hari yang ceria
FLASHBACK OFF
.
.
.
.
.
.
Marco jahat😫😫😫
.
.
.
.
.
Lanjut ????
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Penasarannn ??? 🤸♀️🤸♀️🤸♀️😬😬
Sama akuu jugaa😄😄🙈🙈
Cari tau yukk gaiisss
.
.
.
.
.
Stayytuneee teruss yahhh💚💚💚
Jangan lupa tinggalin jejak kalian..
Kalian boleh mengkritik dibawah ini apa yang kalian tidak suka, atau ada yang ingin beri masukan, boleh🤝🤝🤝
Like, komen, rate and vote yahhh💚💚😬😬
Terima Kasih💚💚
malah laura di salahkan..dia dlm keadaan sadar. marco pengaruh obat.
Pst dulu thor lulusan matematika 😂😂😂