NovelToon NovelToon
Celana Dalam

Celana Dalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Chicklit
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Fujianti

Celana dalam berhasil mengubah kehidupan seorang wanita kampung, sukses dengan celana dalam buatannya dia juga bertemu Ceo tampan yang menjadi teman celana dalamnya dalam dunia nyata.
ikuti kisah Vika dan celana dalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Fujianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Ayu yang mengintip dari balik dinding, ikut mengeluarkan air matanya. Dia juga merasa beruntung bertemu bude Rahma dan Mba Vika.

Ibu Cantika yang melihat kepala Ayu kadang muncul kadang hilang. Penasaran kenapa Ayu seperti itu. Ibu Cantika memberi kode pada Vika dengan bibirnya.

Vika yang melihat kode dari Bu Cantika menoleh kebelakang. Kebetulan Vika duduk membelakangi Ayu yang nguping mereka bicara.

"De, kenapa jadi nguping. ngapain nangis sendiri disitu. Sinilah.. Haa" Vika dan yang lainnya tertawa lihat Ayu ketahuan menguping dan menangis sendiri.

"hiks hikss, mba Vika.." memeluk Vika dari belakang.

"Ayu sedih, aku susah mba lebih susah lagi. Aku gak mau sekolah deh mba. Aku mau bantu mba Vika biar kita jadi kaya dan tidak dihina orang mba." ucap Ayu yang masih menangis, bergelayut manja dibelakang Vika.

"Janganlah de, kamu tetap sekolah setidaknya tamat SMA." kata Ayu yang mengelus tangan Vika yang masih bergelayutan.

"Aku ambil paket C saja mba sudah bisa masuk kuliah, teman aku dulu dikampung gitu mba" ucap Ayu yang duduk disebelah Vika.

"Betul juga, Ibu pernah dengar seperti itu nak Vika" Jawab Bu Rahma.

"Tapikan waktu itu mba sudah daftar kamu de, nanti berkasnya gimana" tanya Vika menatap Ayu.

"Gampang lah mba, tinggal ditarik. Sayang uang SPPnya mending buat masuk kuliah nanti hee" jawab Ayu cengegesan.

"Wes lah yu, terserah kamu. Kamu yang sekolahnya"

"Asik makasih mba, Ayu mau bikin jahitan yang banyakkkkk. Biar mba Vika kaya, aku ikut kaya juga."

"Jadi orang kaya gak gampang nak Vika, lihat anak Ibu. Sibuk bekerja, tapi Ibu tidak diperhatikan." ucap Bu Cantika.

"Wah serba salah ya" ucap Ayu garuk-garuk kepala.

"Sudah malam bu, apa kita pamit dulu. Biar Bapak siapin surat menyurat toko" ucap Bapak yang merasa lama meninggalkan rumah yang tidak terkunci olehnya.

"Ya sudah pa, nak Vika Ayu Bu Cantika kami pamit ya. Ibu makasih Nak sudah membeli toko ini. Tapi Ibu tetap bantu kamu, dari pada sepi dirumah"

Bu Cantika masuk kamar untuk beristirahat, Vika mengurungkan niatnya untuk mendengar cerita Bu Cantika. Vika dan Ayu bergelut dalam mesin jahit mereka masing-masing.

Tidak ada pembicaraan diantara mereka, yang ada hanya bunyi mesin jahit. kegiatan menjahit ini Vika lakukan agar pagi mereka bisa melayani pembeli.

Orderan yang masuk semakin banyak, tapi mereka tidak ingin orderan menjadi beban. Mereka membuat orderan dengan santai tapi rapi dan pelanggan puas.

Nota orderan setiap hari masuk, Vika selalu menggantungnya di papan orderan. Orderan yang terselesaikan dan diterima pelanggan Vika simpan dalam album.

Ayu lebih dulu kekamar setelah pamit beristirahat, Ayu menyelesaikan orderannya dan siap dikirim esok hari.

Vika juga kembali beristirahat, sebelum tidur Vika menyempatkan sholat dan berdoa padaNya untuk mengucap syukur atas nikmat hidup yang diberikan. Vika mengucap syukur atas kehadiran orang-orang yang baik dikelilingnya.

Ibu Cantika yang sempat terbangun, meneteskan air mata mendengar doa Vika. Takut Vika terganggu istirahatnya, bu Cantika tidak ingin Vika tahu dia bersedih. Jadi Bu Cantika kembali memejamkan matanya.

Pagi Hari

~Kediaman Rymon~

Rymon bangun lebih awal dari biasanya, karena Cikko membangunkannya untuk Sholat dan menemani Tuannya untuk memulai hidup sehat. Sulit memang karena candu, tapi demi hidup lebih baik. Rymon siap dengan segala resikonya.

Hari mulai terang, Rymon berlari kecil ingin mengelilingi komplek. Cikko yang ada dibelakang membuntuti tuannya dengan sabar.

Tapi belum 5 menit berlari kecil Rymon tidak kuat, dia ingin duduk dipinggir jalan tapi Cikko melarangnya. Bahkan rumah saja masih terlihat ucap Cikko saat menemani tuannya Joging.

"Berisik kamu Cikko, saya ini baru mulai wajar saja saya lelah. Tubuh saya masih beradaptasi dengan aktivitas ini" ungkap Rymon yang kesal dilarang duduk dan meminta air pada Cikko.

Cikko yang mendengar itu, hanya terdiam. Baik pikirnya dia membiarkan untuk kali ini, mungkin benar tubuhnya tuan masih perlu beradaptasi.

"Ayo tuan 5 menit lari 10 menit tuan beristirahat" ucap Cikko yang melihat jam ditanggannya.

"Ais, kamu keterlaluan Cikko. Kenapa aku punya sekeretaris seperti kau!" kesal Rymon dan kembali berlari.

Kali ini Rymon berlari lebih kencang agar lebih cepat sampai tujuan mereka. Tapi Rymon salah, justru dia lebih lelah dan terasa capenya dari awal mulai.

"Kenapa berhenti Tuan, lihat tempat kita berdiri tadi saja hanya berjarak 3 meter"

"Tapi aku merasa sudah jauh Cikko! Kenapa hanya sampai segini saja " ucap Rymon yang mengatur nafasnya dengan tangan dipinggang.

"Begini saja Tuan, kita jalan kaki saja dulu beberapa hari ini. Nanti kalau terasa ringan baru kita berlari bagaimana?" usul Cikko

"Astaga Cikko kenapa tidak dari tadi saja bilang itu, ahhh kamu ini" geram Rymon yang kembali berjalan sampai depan komplek dan berjalan kembali kearah rumahnya.

Penjaga rumah Rymon menyapa tuannya yang terlihat kelelahan. Rymon hanya menggangguk saat menyahut sapaan penjaganya.

Cikko yang ada dibelakang tuannya, disapa juga oleh penjaga dan mereka melakukan tos tangan saat bertemu.

Kenapa penjaga dan Art dirumah ini lebih akrab dengan Ibu dan Cikko. Tapi dengan saya mereka seperti melihat hantu dan ketakuktan. Gumam Rymon yang terus berjalan memasuki rumah dan pergi kekamarnya.

Seperti setahun rasanya Rymon meninggalkan tempat tidurnya. Tempat ternyaman saat ini gumam Rymon dalam hatinya setelah berjalan beberapa km tadi.

tok tok tok

Tidak ada sahutan, Cikko membuka kamar dengan pelan. Astaga tuan masih terbaring ditempat tidur, lekas Cikko masuk dan membangunkan tuannya.

Beberapa kali goyangan ditubuh Rymon membuat Rymon terbangun dan langsung duduk.

" Apa-apaan kamu membangunkan tidur saya, baru saja baring." geram Rymon.

"Tuan ini sudah pukul 7, sudah sejam Tuan berbaring dari joging kita tadi"

"Masa rasanya aku baru terbaring, aku mau tidur. Hari ini tidak masuk kerja" ucap Rymon kembali tidur.

"No no no, tidak seperti ini perkataan tuan kemaren. Kamaren tuan semangat akan mengikuti joging kenapa hanya kata-kata saja, bangun tuan dan makan sarapan dietmu" kata Cikkoa yang bersusah payah menarik Tuannya agar bangkit dari pembaringan.

"Astaga Cikko kenapa kamu jadi cerewet melebihi Ibu sih? Ucap Rymon geram dan bangkit menuju kamar mandinya.

Sepanjang langkahnya menuju kamar mandi mulut Rymon tidak henti-hentinya memaki Cikko yang selalu mengganggu tidurnya.

Cikko tidak patah semangat, meskipun sulit mengatur pola sehat tuannya. Dia tidak mau kalah, karena semua demi tuannya.

Beberapa menit berlalu, Rymon sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit dipinggang. Menuju lemari bajunya, dia melihat Cikko masih ada dikamarnya.

"Ngapain masih disini, tunggu saya dibawah saja. Macam istri menunggu suaminya pakai baju saja kamu"

"Saya mau menunggu tuan, takut tuan kembali tidur. Dan saya menunggu tuan juga agar bisa sarapan bersama" ucap Cikko yang sudah berdiri dari duduknya.

"Astaga Cikko, segitunya kamu. Terserah, salah saya harus minta kamu yang menemani joging bawel macam wanita" jawab Rymon yang kembali memasang pakaiannya.

setelah beberapa lama menunggu Rymon bersiap, mereka keluar bersama menuju meja makan.

Meneliti meja makan yang ada hanya menu sayur mayur dan segelas susu. Dimana makanan beratnya gumam Rymon dalam hatinya.

Cekatan Cikko menarik kursi tuannya dan Rymon duduk dikursi yang disiapkan Cikko.

"ini sarapan saya Cikko? Mana makanan beratnya?" tanya Rymon yang meminum segelas susu yang tandas diminum Rymon

"Tidak ada makanan berat tuan, karena mulai sekarang tuan akan memakan sayuran ini sepanjang hari. Kalau Tuan ingin makan daging ikan ada harinya tuan tidak bisa setiap hari" kata Cikko panjang lebar dan duduk jauh didepan tuannya.

"Mbeeeeee" Rymon meniru suara kambing.

Art yang menguping Rymon dari tadi cekikikan saat Tuan mereka menirukan suara kambing.

"kamu pikir saya kambing sapi gitu sayur seperti ini, ihhh tidak Cikko. Silahkan kamu makan saya tunggu kamu dimobil" ucap Rymon yang berdiri dari kursinya. Lekas Rymon menarik tangan tuannya untuk duduk kembali.

"Sialan kamu Cikko, saya ini bos kamu. Berani kamu memaksa saya seperti ini" geram Rymon yang masih menahan gemuruh emosu didadanya, tunggu meledak maka habislah Cikko.

"Saya hanya membantu tuan, semua ini untuk anda."

Cikko membisikkan sesuatu ditelinga tuannya dan lekas Rymon memakan makanan yang ada dihadapannya. Enak juga gumam Rymon karena sayuran itu bercampur dengan buah-buah yang manis dan ada saus mayones yang menemani.

Bersambung

1
Bonaria Simbolon
knp lama x up nya sih thor ceritanya?
HIll Diamond
tetap semangat kak..ceritany bagus..
HIll Diamond
baguss..saya suka ceritany...tetap semangat kak
sigit daryanto
knp g uuuuup uuup sih
Dwi Setiari
kenapa upnya kok lama banget ya thor....
Bonaria Simbolon
good rymon, kamu lgsg to the point sm vika, semoga vika bisa terima kamu ya ?
Bonaria Simbolon
lanjut lg thor ceritanya ?
Bonaria Simbolon
waduh gawat tuh pak gunawan, korry belum bisa juga utk tdk lg berbuat kesalahan, malahan korry akan melakukan bala dendam. thor di lanjut up lg ya ?
Dwi Setiari
kami tunggu updatenya ceritanya cukup ringan dan tidak membosankan
Rere: trmks byk 🙏🙏
total 1 replies
Bonaria Simbolon
bagus pika,tetapkan pendirian kamu,jgn takut menghadapi sesuatu masalah krn kamu benar,kamu tdk salah.
Rere
trmks, diusahkn 😘
Bonaria Simbolon
cikko bucin melihat ayu sampai melamun,😂😂. thor dilanjut up lg yg byk bab ceritanya ya.
Diana Budhiarti
ya sepertinya jodoh ..terkadang ada yg mendapat petunjuk seperti itu,karna ak juga pernah ngalamin ketemu seseorang melalui mimpi
Rere: betul ka, aku belum mengalami tapi mendengar cerita orang juga.
total 1 replies
sigit daryanto
lanjut upp
Diana Budhiarti
nakal bener tuh CEO gendut
Rere: harus dapat serum cinta ditunggu update selanjutnya ❤️🤩
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Semoga sukses ya. Sy sempat lihat karya Kakak di FB. Rajin up date ya...
Lina Zascia Amandia: Semangat...
total 2 replies
Bonaria Simbolon
siapa ya tmn chiko waktu sma dulu, lanjut dong thor ceritanya yg banyak..
Rere: ditunggu yaa kk update nanti malam❤️
total 1 replies
Bonaria Simbolon
asyik jg thor cerita nya, dilanjut dong thor sampai habis ceritanya,😊
infinite soul
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
Bonaria Simbolon
dilanjut lg dong thor ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!