NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Diseret paksa oleh ayahnya untuk menggantikan kakaknya yang kabur sehari sebelum pernikahan, membuat hidup Aneska berubah 360 derajat.

Aneska yang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya, yang sudah bercerai dengan ayahnya itu, akhirnya menerima perintah tersebut dengan berat hati.

Dan saat Danish mengetahui kalau sebenarnya yang dia nikahi bukan Aresha, melainkan Aneska, membuat ia menjadi sangat marah, dan bahkan tidak mempedulikan Aneska. Terlebih setelah fitnah yang Aresha lakukan pada adiknya sendiri.

Sementara Aneska menjalani kehidupan terburuknya setelah pergi dari Danish, dan ditinggal sang ibu untuk selamanya, tiba-tiba teman masa kecilnya datang. Pria itu juga membawa Aneska jauh dari kota tersebut, membuat Aneska meninggalkan kenangannya dengan sang suami, membawa benih cinta yang tertanam di rahimnya.



***
Original story by MYLIHU
Image from Freepik
Edited by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbagai rasa

Rasanya, bagai tersambar petir di siang bolong. Meluluh lantakkan hati yang kini hancur jadi berkeping-keping. Petir itu tak hanya membuat perasaan dalam dada terasa terbakar, tapi juga menghancurkan hingga nadi terdalam.

Manik sayu itu tak kuasa menatap sang wanita, yang kini berdiri tegak di depannya. Wajah yang dulunya tak asing itu, kini terasa sangat asing. Bahkan sang pria seperti tak lagi mengenal wanitanya.

Perasaan menyesal dan penuh rasa bersalah kini bersarang di hati sang pria. Ia merasa sangat marah pada dirinya sendiri.

Andai saja dulu ia tak bersikeras bodoh, dan juga lebih mempercayakan istrinya sendiri, maka ia tak akan kehilangan WAN yang dicintainya ini.

Dan perandai-andaian itu terus merusak perasaan hingga jadi tak menentu. Dan perasaan itu trust bergejolak hingga memberitahu sensasi menyakitkan.

Hingga sang pria patah hati, tak dapat menopang tubuhnya sendiri. Ia ketakutan, ia kesakitan, ia marah, ia menyesal, dan semua rasa bercampur aduk menghancurkan perasaannya.

Melihat pria didepannya hendak tumbang, lekas Liam menangkap sang atasan, dan membawanya untuk duduk di kursi terdekat.

"Aku baik-baik saja," ucap Danish. Dan Liam sangat tahu, kalau yang Danish katakan adalah sebuah kebohongan.

Sedangkan sang wanita yang sudah membuat dunia sang pria menjadi hancur, hanya bisa menatap dengan mata kelam. Ia lalu meraih tangan pria yang berdiri di belakangnya, lalu menarikan untuk segera pergi dari sana. Menunggu seorang laki-laki dengan kepingan luka, yang membuat hatinya hancur lebur.

"Bisa tolong bungkus saja makanannya?" Laki-laki lain, yang tadi tangannya digenggam untuk segera pergi dari tempat itu bertanya pada pelayan. Dan tentu saja wanita yang memakai seragam kerja itu mengangguk.

Tio berjalan mengikuti Aneska yang sudah lebih dahulu pergi ke luar. Ia juga membuka kunci mobilnya hingga Aneska bisa masuk.

"Kita tunggu makanannya sebentar, ya?" tanya Tio Dnegan lembut. Dan debu anggukan kepala Aneska berikan sebagai bentuk jawaban.

Tio tersenyum, lalu menutup pintu mobil. Ia berjalan kembar masuk ke dalam area restoran, untuk mengambil makanannya.

Dan dari kejauhan, Tio melihat bagaimana Danish yang tampak hancur karena penolakan yang Aneska berikan. Terlepas dengan kata-kata perceraiannya yang keluar dari mulut pria itu.

Tapi, Tio sadar kalau dirinya tak bisa berbuat apapun. Dirinya tak ingat menjadi manusia munafik ataupun sok baik. Karena dirinya sendiri mengakui, kalau dia mencintai istri dari pria yang sedang hancur itu.

Tak sadar sudah berapa lama berdiri menunggu makanannya selesai di bungkus, akhirnya pelayan tadi kembali datang, dan menyerahkan bungkusannya. Sebelumnya, Tio sudah membayangkan makanan itu.

Dengan langkah kaki yang membawanya keluar dari restoran itu, Tio meletakkan makanannya di jok belaka mobil. Lalu berjalan mengitari mobil untuk masuk dan duduk di kursi kemudi.

Saat dirinya baru saja mendudukkan dirinya di kursi khusus itu, ia terkejut saat melihat Aneska yang menutup wajahku, hingga perlahan suara isakan itu membuat perasaan Tio bagai tertikam belati.

"An? Sayang?" Tio panik. Ia tak bisa jika harus melihat Aneska menangis. Karena baginya, Aneska tak diperbolehkan mengeluarkan air mata, kecuali jika itu adalah air mata kebahagiaan.

Aneska semaki. Rapat menutup wajahnya, hingga Tio merasa kehilangan arah. Lekas ia membawa wanita itu ke dalam pelukan, dan mengusap punggungnya dengan lembut.

Rambut hitam yang terasa sangat lembut itu, juga Tio usap. Dan seseorang menciumi dengan perasaan bersalah. Kenapa Aneska bisa menangis di saat bersamamu dengannya.

"An? Sayang? Jangan menangis, aku mohon." Tio masih berusaha membuat Aneska tenang. Menyalurkannya energi positif agar wani cantik yang sangat dicintainya itu bisa lebih tenang.

Aneska kemudian mengangkat kepalanya, menatap mata Tio.

"Aku benci dia, Kak. Aku sangat membencinya!" Isak tangis Aneska menunjukkan, kalau ia tak main-main dengan kata-katanya. Perasaan benci itu terasa sampai ke hati Tio. Dan Tio sendiri tidak tahu harus menjawab seperti apa.

"Hanya karena kebohongan yang dikatakan oleh gadis sialan itu, dia langsung membenciku tanpa mau mendengarkan penjelasan ku. Bahkan setelah aku menghilang darinya, ia bahkan tak berniat untuk mencariku. Dan kini, setelah dia tahu semuanya, dengan seenaknya dia bilang minta maaf dengan wajah itu. Aku sungguh membenci, Kak!"

Semua rasa sakit yang selama ini Aneska tahan sendiri, akhirnya tumpah juga. Tumpah ruah hingga membanjiri perasaannya.

Rasa sakit yang selama ini dipendamnya, akhirnya meledak hari ini. Hingga kata-kata benci akhirnya terucap. Dan itu terucap dari bibir seorang wanita, yang sebelumnya sangat mencintai, seseorang yang kini dia benci itu.

Tio memejamkan matanya. Merasakan sakit yang Aneska rasakan, hingga membuat dadanya terasa sesak.

"Apa aku perlu melakukan sesuatu, supaya perasaan kamu jadi lebih baik?" Tio bertanya, dengan rasa amarah yang tiba-tiba saja mencuat. Jika sebelumnya ia merasa iba pada Danish, kini perasaan benci jadi tak tertahankan. Bersemayam dalam dadanya, hingga membuat balas sesak.

Aneska mendongak. Lalu ia menggelengkan kepala.

"Tidak usah. Cukup Hany dengan kamu tetap disini bersamaku, aku sudah merasa jauh lebih baik," ucap Aneska, yang kemungkinan semakin membenami dirimu dalam pelukan Tio.

Dan rasa hangat yang disalurkan oleh pria baik hati, yang selama lebih dari setengah umurnya, ia habiskan untuk mencintai dirinya, membuat Aneska menjadi lebih tenang.

"Sudah merasa lebih baik?" tanya Tio saat Aneska melepaskannya pelukannya. Bukannya menjawab pertanyaan sang kekasih. Aneska malah terkaget saat melihat kemeja Tio yang basah karena air matanya.

"Jangan dipikirkan! Ayo kita pulang sekarang," ucap Tio saat Aneska menatap kemejanya.

Mendengar itu, Aneska mengangguk setuju. Jika dirinya lebih lama lagi berada di area ini, maka mungkin saja ia akan melihat Kevin lagi. Sedangkan Aneska sudah tak mau melirik wajah tersebut.

Ternyata, memendam rasa marah, benci, dan juga penyesalan itu, memang bisa bertahan, selama kita tak melihat wajah orang yang menjadi dalang dari semua rasa itu.

Tapi, jika melihat orangnya secara langsung, membuat kita tersadar, jika itu bukan hanya sekadar rasa marah biasa. Tapi rasa marah yang membuat perasaan benci itu tertumpah ruah, hingga membuat sang pembenci tak kuasa menahan dirinya sendiri.

Mobil yang Tio kemudikan, perlahan berjalan meninggalkan area restoran itu. Mereka berdua akan langsung pulang ke rumah setelah ini. Lagipula, Aneska butuh istirahat. Ia kehilanganmu banyak tenaganya hari ini, terlebih wanita itu juga belum makan siang.

"Merindukan si kembar?" tanya Tio, saat ia melihat Aneska yang sedang memperhatikan wajah kedua anaknya dari layar ponsel.

Aneka lalu mengangguk. "Pasti sekarang mereka baru tiba di sekolah," ucapnya.

Tio lalu mengangguk mengiyakan.

Dan tiba-tiba saja, sesuatu terlintas di kepala Aneska. Ia baru ingat, jika Danish sangat menyukai makanan laut. Dan itu pindah kepada kedua anaknya. Memikirkan itu saja, membuat hati Aneska berdenyut sakit.

Penderitaannya selama ini seperti tak kunjung usai. Selalu ada masalah baru yang harus ia hadapi.

Melihat Aneska yang terdiam seperti memikirkan sesuatu, sebenarnya membuat Tio sangat ingin bertanya. Tapi ia meng urungkan niatnya. Dengan statusnya dan Aneska, membuat Tio sadar, kalau dirinya tak harus tahu semua yang dipikirkan kekasihnya tersebut. Terkecuali, jika Aneska membagikan cerita itu pada dirinya.

Selama dalam perjalanan, baik Tio dan juga Aneska tak ada yang membuka suara. Dan ketika pintu gerbang rumah besar Tio terbuka secara otomatis, mobil yang Tio kendarai berhenti didepan pintu utama. Aneska dan juga Tio turun dari dalam mobil.

"Pak, tolong bawa makanan yang ada di jok belakang ke dapur, ya. Minta tolong bibi buat siapkan makanannya, soalnya nyonya belum makan!" Tio memberikan perintah pada Mang yang menyambut kedatangan keduanya.

Laki-laki paruh baya tersebut lalu mengangguk, dan segera mengerjakan apa yang Tio suruh.

Sedangkan Tio, setelah memberikan perintah itu, ia membawa Aneska masuk ke dalam rumah. Dan membawa wanita itu duduk di sofa.

"Aku akan ambillah minum," ucap Tio. Dan langsung saja Aneska menahan tangannya, hingga Tio tak bisa bergerak, hingga akhirnya duduk di samping Aneska.

"Ada sesuatu yang menganggu?" tanya Tio, saat ia sudah tak kuasa lagi menahan rasa penasarannya. Walaupun ia menebak, jika ini pasti ada hubungannya dengan Danish.

"Tidak. Aku hanya ingin seperti ini sebentar saja. Cukup seperti ini, dan aku akan merasa lebih baik setelahnya."

***

Selamat membaca!

1
A&R
hmmm
Fi Fin
aku heran kenapa Danis ga mo ngaku ke zoya kalo Anes istri nya
Fi Fin
kok Danis ga bilang ke zoya kalo Anes tuh istrinya
Rafanda 2018
ko endingnya begini,,untung liat endingya dulu,jadi ga tau ceritanya kenapa bisa aneska sama tio,,trus danis???
Hera Dita
ingat belum ada perceraian....
Ika
semoga aneska sama tio
Wika
🤣🤣lama" kasihan juga sama danish
Wika
jangan satukan danish sama aneska thor ... kecewa banget sama danish
Fadil Kuun
sangat menarik
Fadil Kuun
keren
Wika
mampus danish aneska strong jangan kasih t4 sedikit pun si danish
Wika
alhamdulillah aneska teguh pendirian .. hempaskan danish 🤭
Arini aqlla
ma tio okey...orgnya baikk...
Arini aqlla
kecewa upnya pndek sx......
Asri Widiastuti
ya Aneska pilihanmu sdh tepat, pergi menjauhlah dr Danish dan raih kebahagiaanmu dgn orang yang mencintaimu dgn tulus dan percaya dgnmu. buat apa kmu pertahankan rmh tangga yg di dlmx tdk ada kepercayaan dan membencimu. biarkan Danish menyesali tindakannya di kemudian hari.
Arini aqlla
bagus aneska pergi jauh.....toh gk pulang jg gk ada peduli dan mncari kabarnya...dan msih berharap anes cerai dari denis.....hidup happy ma anknya kelak....jgn buat mereka balikn sperti cetita novel2 lainnya thort
Arini aqlla
bagus pergi aja tinggalin org2 terdekatmu yg mnyakitimu...lbh baik hidup susah miskin dr pd hidup bnyak harta km sll dihina dkit hti
Arini aqlla
buat aneska stelah ini pergi jauh dr denis dan otg tuanya....gk papa dia hidup jd gembel atau pengemis yg pnting bhagia....dr pd bergelimangharta tp tersakiti fisik dan hatinya
Siti ani
kasihan Aneska semoga dia kuat merimanya
Reni Anjarwani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!