NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Teguran

Tiba- tiba dari kejauhan tampak seseorang berjalan mendekat ke arah mereka.

Sejurus pandangan pun tertuju ke arah orang tersebut, dia membawa senter. Langkahnya terdengar cukup keras sehingga mengundang perhatian mereka.

"Tumben ada orang malam- malam ke sini? Ini bukannya wilayah yang jarang dilewati orang ya?" ucap Atep.

"Apanya yang salah sama orang yang lewat sini?" Bajul menimpali. "Namnya juga jalan umum. Siapa aja bisa lewat."

Jalan itu memang jarang dilintasi karena jalan itu adalah jalan lama yang membuat lintasan menjadi lebih jauh setelah ada pembangunan jalan baru di wilayah itu.

"Selamat malam, anak muda!" sapa seorang bapak yang menghampiri mereka, menggunakan sarung serta peci hitam.

"Malam, Pak! Ada apa, Pak?" ucap Atep.

"Jadi begini, Pak Rt ingin membicarakan sedikit hal kepada kalian. Bisakah kalian menemui Pak Rt sekarang?" tanya bapak itu dengan senyum sopan.

Semuanya bertukar pandang. Tak mau memberikan jawaban. Kecuali Akhmar yang menatap bapak itu dengan tatapan mendominasi.

"Bisa. Kami akan ke sana!" jawab Akhmar.

"Baik, saya permisi." Bapak itu berlalu pergi.

"Ada apaan Pak Rt memanggil kita?" Atep bertanya- tanya.

"Apa masalah perkelahian Akhmar di masjid waktu itu?" sahut Bajul.

"Kalian pada mau tau apa yang akan disampaikan Pak Rt kan? Ayo, ke sana!" Akhmar sudah menunggangi motor dan mengendarainya.

Gegas teman- temannya mengikuti Akhmar.

Sesampainya di rumah Pak Rt, mereka bertamu dan duduk di sofa seperti yang diminta oleh Pak Rt.

Mereka disuguhi minuman hangat, serta cemilan yang manis- manis.

"Ada apa, Pak Rt? Apakah Bapak ingin membahas mengenai perkelahian di masjid waktu itu?" tanya Akhmar.

"Bukan soal itu. Kalau masalah keributan di masjid sudah diurus sama Pak Kades," jawab Pak Rt. "Sayangnya sampai sekarang Jamed malah menghilang entah kemana."

Akhmar mendengarkan dengan seksama.

"Jadi begini, tanpa perlu memperpanjang waktu, saya selaku ketua RT yang dipercayakan mengemban tugas di wilayah ini, saya mendapat keluhan dan laporan dari warga yang merasa resah atas kegiatan kalian yang selalu ngumpul- ngumpul di persimpangan jalan, dan katanya sambil menggunakan barang haram," sebut Pak Rt dengan ekspresi yang diwarnai dengan senyum. Ramah, juga sopan. 

Wajah- wajah pemuda itu tampak tegang seketika, bertukar pandang. Kecuali Akhmar yang terlihat tenang, membalas tatapan Pak Rt dengan santai. Begitu juga dengan Bajul yang hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Akhmar.

Semuanya diam, menunggu sang komandan yang bicara. Mereka memang selalu mengandalkan Akhmar sebagai juru bicara.

"Saya merasa ini perlu dibicarakan baik- baik. Jika memang kalian masih bisa diajak bicara dari hati ke hati, untuk tidak lagi melanjutkan kegiatan itu, saya rasa tidak perlu saya bicara dengan orang tua kalian untuk membahas ini," ucap Pak Rt lagi. "Saya tahu ini akan membuat kalian bermasalah dengan orang tua bisa saya menyampaikan ini, dan bahkan belum tentu masalah ini akan selesai dengan mengadu pada orang tua kalian. Oleh sebab itu, kita bicarakan secara kekeluargaan. Saya yakin kalian sudah dewasa dan berpikir baik untuk hal ini."

"Jadi maunya bapak bagaimana?" tanya Akhmar.

"Sebagai pemuda di lingkungan ini, tolong untuk menghentikan kegiatan kalian itu. Jangan lagi memakai barang haram, sebab kami bisa bertindak ke pihak yang berwajib. Bisakah ucapan saya ini dimengerti?" Pak Rt tersenyum.

"Bisa. Kami menyesal dan akan mengubah kebiasaan kami. Terimakasih bapak sudah mengingatkan," ucap Akhmar.

"Alhamdulillah. Kalau begitu, supaya saya bisa percaya dan tidak meneruskan kasus ini, demi keamanan bersama, saya minta tes urin kalian bulan depan sebagai pembuktian kalau kalian betul- betul berhenti. Setuju?" tanya Pak Rt.

"Boleh." Akhmar mengangguk.

"Ya sudah, silakan cemilannya dimakan." Pak Rt mengambil sebuah kue.

"Makasih, Pak. Kami nggak bisa lama di sini. Jadi langsung pamit." Akhmar bangkit berdiri meninggalkan rumah itu diikuti oleh teman- temannya.

Mereka mengendarai motor dengan pikiran yang menghantui kepala masing- masing, semuanya bertanya- tanya, siapa yang melaporkan masalah itu ke Pak Rt?

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!