[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Semua siswa berkumpul di lobby sekolah begitu melihat kedatangan artis terkenal yang tidak lain adalah Mami Kala dan juga seorang direktur dari perusahaan terkenal yang tidak lain adalah Papah Reja.
Disisi lain Nasya berada di ruang BK bersama Airin dan juga ketiga temannya, gadis itu diminta penjelasan atas dirinya yang ada di vidio tadi.
"Nasya siapa yang akan menjadi walimu?" tanya guru BK.
"Orang tuanya pasti tidak akan datang karena malu setelah mengetahui jika anaknya seorang pencuri." imbuh Airin yang langsung di senggol oleh ibunya.
"Nasya kamu bisa jelaskan?" tanya Walikelasnya yang duduk di samping dirinya.
"Aku difitnah, aku sama sekali tidak mencuri barang-barang itu."
"Mana ada seorang pencuri yang mengaku?" seru Nara.
"Ini masalahku kenapa kalian ikut campur?" tanya Nasya kepada Airin dan ketiga temannya.
"Kau!"
Suara ketukan pintu membuat mereka menjadi diam, guru BK yang ada disana berjalan kearah pintu dan langsung membukanya.
Guru tersebut sangat terkejut saat melihat Mami Kala dan juga Papah Reja.
"Ada keperluan apa ibu dan juga bapak disini?" tanya guru BK tersebut.
"Kami wali Nasya." jawab Mami Kala sambil tersenyum.
"Baiklah, silahkan masuk." kata Guru BK itu sambil mempersilahkan Mami Kala dan juga Papah Reja masuk.
Airin dan juga ketiga temannya begitu terkejut saat melihat kedatangan Papah Reja dan juga Mami Kala, terutama orang tua mereka berempat.
"Selamat siang, perkenalkan nama saya Reja dan ini istri saya Kala, kami wali dari Nasya." ucap Papah Reja sambil membungkukan badannya untuk memberi hormat begitupun dengan Mami Kala.
"Silahkan duduk." kata walikelas Nasya.
Mami Kala dan juga Papah Reja pun duduk disebelah Nasya, Mami Kala tersenyum kearah gadis itu dengan tangan yang terulur untuk menggenggam erat tangan menantunya tersebut.
"Jadi seperti ini pak, ibu. Nasya di duga pernah mencuri perhiasan teman-temannya di sekolah lama, vidionya tersebar di situs sekolah ini."
"Boleh saya melihat vidionya?" tanya Papah Reja.
Guru BK langsung memberikan ponselnya kepada Papah Reja, ia pun langsung melihat vidio yang dimaksud oleh guru tersebut.
"Semua siswa ingin Nasya di skors dari sekolah karena mereka takut jika Nasya akan mencuri barang-barang mereka." kata walikelas
Papah Reja memberikan kembali ponsel tersebut ke guru BK, laki-laki paruh baya itu menatap lekat wajah menantunya.
"Saya tidak yakin jika anak saya melakukan hal tersebut. Nasya, apakah kau bisa menjelaskannya kepada Papah?"
Nasya menganggukan kepalanya lalu dengan satu tarikan nafas Nasya pun mulai menceritakan kejadiannya.
***
Papah Reja, Mami Kala dan juga Nasya keluar dari ruang BK. Nasya di beri izin oleh walikelasnya untuk pulang kerumah.
Masalah ini sudah di tangani oleh Papah Reja dengan baik, laki-laki itu akan berkonsultasi kepada kepala sekolah dan juga walikelas lama Nasya.
Saat ini mereka bertiga sedang berada di restoran untuk makan siang, Mami Kala mengambil lauk dan memberikannya kepada Nasya.
"Makan yang banyak, sayang." ucap Mami Kala seraya tersenyum hangat.
Nasya menganggukan kepalanya lalu melahap makanan itu kedalam mulutnya, gadis itu bersyukur bisa bertemu dengan Mami Kala dan juga Papah Reja yang selalu membelanya.
"Terima kasih pah sudah datang ke sekolah Nasya, maafkan jika itu merepotkan Papah dan juga Mami."
"Tidak apa-apa, itu sudah menjadi kewajiban kita berdua untuk menjagamu."
Nasya tersenyum dan kembali melanjutkan makannya, ia berpikir Ibu dan juga Ayah kandungnya tidak akan mungkin memperlakukannya seperti itu.
Setelah selesai mereka bertiga langsung keluar dari restoran, Mami Kala ingin mengajak Nasya untuk pergi ke lokasi syutingnya lagi.
Sesampainya disana Nasya dan Mami Kala langsung menghampiri Bima, laki-laki paruh baya itu senang atas kehadiran Nasya.
"Nasya, Nendra menunggumu di ruang rias." ucap Bima
"Aku tidak tahu ruangannya di mana."
"Naela akan mengantarkanmu kesana." ucap Mami Kala dan diangguki oleh Naela.
Nasya memasuki ruangan rias begitu sampai disana, gadis itu melihat Nendra yang sedang memainkan ponselnya.
Saat mengetahui kehadiran Nasya, Nendra langsung meletakan ponselnya di atas meja.
"Ada apa?" tanya Nasya.
"Aku ingin mengajakmu untuk makan malam bersama."
"Aku?" tunjuk Nasya kepada dirinya sendiri.
Nendra menganggukan kepalanya, laki-laki itu tersenyum sambil memperhatikan Nasya.
"Tapi sepertinya aku tidak bisa."
"Tante Kala yang mengajakmu, apakah aku harus memberitahunya jika kau tidak ingin ikut makan malam bersama-"
"Baiklah, aku akan ikut." potong Nasya.
Seorang wanita tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan tersebut, terlihat umur wanita itu tidak jauh dari Nasya.
"Siapa dia?" tanya wanita itu sambil menatap Nasya dari arah cermin.
"Dia-"
"Apakah dia asisten barumu?" tanya wanita yang bernama Lisandra itu.
"Bukan." sahut Nasya dengan cepat
"Lalu? bukankah tempat ini tidak boleh di masuki oleh sembarangan orang?"
"Dia temanku, aku yang mengajaknya kesini." seru Nendra
Lisandra menganggukan kepalanya lalu memainkan ponselnya tanpa memperdulikan orang sekitarnya.
"Aku akan keluar."
"Kau jangan pulang dulu, setelah selesai syuting aku akan menjemputmu." kata Nendra lalu diangguki oleh Nasya.
Setelah Nasya keluar, Lisandra langsung menatap Nendra tidak percaya.
"Seleramu buruk sekali, berteman dengan orang seperti dia." ucapnya
"Tidak masalah, daripada aku harus berteman denganmu lebih baik aku berteman dengan Nasya saja."
"Apakah kau mengajaknya pergi ke perjamuan nanti malam?"
Nendra menganggukan kepalanya tanpa menatap wanita itu.
"Seharusnya kau menjauhi orang seperti itu."
Disisi lain Reygan sedang tidur di dalam kelas dengan kepala yang ia letakan di atas lengannya.
Semua murid yang ada di kelas itu pergi ke lapangan untuk melihat pertandingan sepak bola.
Seorang wanita masuk ke dalam kelasnya sambil bersenandung kecil.
Wanita itu duduk di kursi yang ada di depan Reygan, ia tersenyum sambil memperhatikan Reygan yang sedang tertidur.
Reygan tersadar dan langsung mengangkat kepalanya, laki-laki itu menatap dingin wanita yang ada di hadapannya itu.
"Kau selalu menatapku seperti itu, sangat menakutkan."
"Sedang apa kau disini?" tanya Reygan.
"Seharusnya kau menanyakan kabarku, apakah kau tidak merindukanku?"
Reygan hanya diam saja tidak ingin menjawab pertanyaan wanita yang ada dihadapannya itu.
Wanita itu bernama Joanna, ia adalah wakil ketua osis. Joanna harus pergi ke Singapura selama satu minggu karena harus mengikuti ayahnya yang mendapat tugas disana.
Hubungan antara Reygan dan juga Joanna tidak terlalu dekat, Reygan tahu jika Joanna menyukainya, saat masih kelas sepuluh gadis itu selalu mengejar cinta Reygan tetapi sayangnya saat itu Reygan sudah berpacaran dengan Zora.
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah