NovelToon NovelToon
Sebelum 365 Hari

Sebelum 365 Hari

Status: tamat
Genre:Horor / Roh Supernatural / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sukangarang

Dalam tahap revisi.

like, komentar, dan vote

Bermula dari pertengkaran Mawar dengan kedua orang tuanya, yang tidak memberi restu hubungannya dengan Marsel kekasihnya, Mawar memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. Di malam yang tengah turun hujan deras, Mawar mengendarai sepeda motornya tanpa arah dan tujuan. Hingga dia sampai dipertengahan jalan yang kanan-kirinya dikelilingi pohon yang menjulang tinggi. Jalan itu seperti tak berujung, Mawar lalu melihat seorang gadis seumurannya. Mawar berhenti dan bertanya arah jalan keluar. Gadis tersebut memberitahu Mawar untuk terus berjalan lurus, sampai ada jalan yang bercabang, Mawar diperintahkan untuk berbelok kiri. Mawar menuruti semua kata-kata gadis tersebut, lalu Mawar meneruskan perjalanannya. Sangat jauh jalan yang ia tempuh, hingga ia menemui jalan bercabang, ia berbelok kiri dan terjatuh karena menabrak sosok hitam tinggi besar. Seketika Mawar pingsan ditempat.

Sosok apa yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sukangarang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Akhirnya Pak Kyai Datang

Setelah selesai makan malam, mereka berbincang sebentar di teras sambil menikmati gorengan yang disajiikan oleh Bi Minah.

Adam merasa tidak betah karena dia belum mandi dan masih mengenakan seragam pabriknya. Ia sesekali menyenggol lengan Wulan untuk memberi kode, bahwa ia ingin pulang.

"Apaan sih, Mas!" kata Wulan dengan suara lirih.

"Pulang!" jawab Adam sambil menunjuk jam tangan di pergelangan kirinya.

"Iya sebentar!" jawab Wulan kembali.

"Nak Adam, mandi di sini saja! Nanti pake baju saya!" tawar Ruman yang melihat kerisihan Adam pada dirinya sendiri.

Adam kaget saat Ruman menawarinya. Apakah Om Ruman mendengar percakapan dirinya denga Wulan? Ataukah Om Ruman bisa menebak kegelisahan Adam yang terlihat tidak nyaman.

"Eh— iya Om, terimakasih!" ucap Adam sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum.

"Saya serius, Nak Adam! Monggo kalo mau mandi di sini! Nanti, Bi Minah yang siapkan bajunya. Kebetulan baju saya waktu jaman muda dulu juga ada, Bi Minah yang simpan. Tentunya, kalo kamu gak keberatan,"

Adam hanya tersenyum, dan kemudian melirik ke arah Wulan untuk meminta pendapatnya.

Wulan menganggukan kepalanya tanda setuju bahwa Adam harus mandi di rumah Mawar.

"Kalo begitu, saya permisi dulu, Om!"

Adam kemudian melangkahkan kakinya menuju toilet belakang.

"Iya, iya! Saya akan panggilkan, Bi Minah untuk menyiapkan bajumu!" jawab Ruman kemudian memanggil Bi Minah. "Bi, Bi!"

Bi Minah kemudian muncul lagi dari belakang menemui tuannya.

"Iya, Tua! Ada apa?"

"Tolong siapkan baju buat, Nak Adam yah! Baju jaman muda saya!" perintah Ruman dengan nada halus.

"Iya, Tuan!" jawab Bu Minah kemudian pamit ke belakang lagi.

"Kamu bilang, Pak Kyai sedang dalam perjalanan kemari, Nak Wulan! Bagaimana kalo kalian menginap saja di rumah kami. Supaya nanti pas Pak Kyai datang, kami tidak canggung. Kan yang kenal sama beliau itu kamu, Nak Wulan!" Saras memberikan usul.

"Emm, boleh saja, Tante! Kebetulan, besok kan hari minggu juga, Mas Adam tidak lembur. Kalo kamu sendiri, libur nggak, Sel!" tanya Wulan. Kepada Marsel yang tengah sibuk melamun.

Marsel tidak langsung menjawab pertanyaan Wulan karena ia tengah memikirkan sesuatu.

Wulan kemudian menyenggol lengan Marsel.

"Sel!" kata Wulan dengan nada tinggi.

Ruman dan Saras saling menatap satu sama lain, karena Marsel tidak bersikap seperti biasanya. Marsel yang kaget langsung berpaling ke arah mereka, dan tersenyum lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Eh, maaf, maaf! Aku gak denger, Lan! Maaf Om, Tante!" kata Marsel seraya mengangguk dan tersenyum.

"Apa yang sedang mengganggu pikiranmu, Nak Marsel! Saya perhatikan, kamu dari tadi melamun terus," tanya Ruman.

"Tidak ada apa-apa, Om! Saya cuman teringat Mawar saja," jawab Marsel kemudian menunduk.

Iya jujur saja, setiap hari, Marsel memikirkan keadaan Mawar di sana. Marsel berharap ia bisa segera bertemu dengan kekasihnya itu.

Mendengar jawaban Marsel, Saras dan Ruman saling memandang. Mereka merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Marsel juga.

"Marsel, saya dan suami saya, minta maaf yah! sebab, masalah ini timbul karena kami," ucap Saras dengan raut wajah sedihnya.

"Jangan seperti itu, Tante! Saya tidak menyalahkan siapa pun di sini! Mungkin ini sudah kehendak illahi. Kita berdo'a saja untuk keselamatan Mawar, Tante!" jawab Marsel.

"Yang dikatakan Marsel benar, Tante, Om! Untuk saat ini, lebih baik kita fokus kepada pencarian Mawar saja."

Mereka kemudian saling terdiam satu sama lain.

Marsel, Wulan, dan Adam, memutuskan untuk menginap di rumah Mawar. Karena mereka akan menyambut kedatangan Pak Kyai.

Setelah subuh berlalu, rombongan Pak Kyai sampai di rumah Mawar. Persiapan penjamuan sudah disiapkan.

Kedatangan Pak Kyai membuat semua orang di sana merasa bahagia. Mereka berebut untuk salaman dengan Pak Kyai dan Kang Ridwan.

"Terimakasih, Pak Kyai sudah menyambangi rumah saya!" ucap Ruman sambil terus memandang wajah sang Kyai dengan kagum.

Raut wajah Pak Kyai dan Kang Ridwan mampu menemtramkan hati mereka.

Saras dan Wulan mempersilahkan rombongan untuk beristirahat dahulu. Sebelum berbincang masalah Mawar.

1
Dara Ra
greget sama mawar lemah,lemot ga kaya miraa
Bulan Hampa
luar biasa
Um Andri
penuh makna d dalam nya
Nadhira💦
rasanya koq aneh ya...manggil istrinya "Nduk "...
nduk itu kan panggilan orgtua ke anak perempuannya
semangat ya thor..
Ning Diyah
bagus alur runtut
🥀🥀Anggita.🥀🥀
iihhh Bambang ngerii bngt lu ah, gadaa takut2 nya ngobrol gitu 😧😧🤣🤣tp mungkin itu adalah Mada kembaran Mawar, mungkin dia baik, tp kematian kakek mereka yg mnjadi misteri, jd penasaran aq tuhh. 🤣
Ricka Monika
kisahnya sangat menyentu hatiku👍💕
🥀🥀Anggita.🥀🥀
waduh peran mawar ko lelet bngt ya, 😞😒bikin greget aj
Ricka Monika
wah bakalan jd budak demit nih sang sopir kalau gak kuat iman
Ricka Monika
waduh jangan di diamin Marsel kamu harus cerita sm pak ustad dan pak ridwan
Ricka Monika
inilah yg i sebut lelaki egois,mentang mentang kepala keluarga gak mau mendengarkan istrinya,tukar pikiran dan mencari solusi itu perlu dan pihak ketiga jg dibutuhkan
Ricka Monika
tamu yg tidak ada malu malunya ya Adam 🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
ngeri bngt ya, smoga mawar bisa keluar y😢😢
🥀🥀Anggita.🥀🥀
bikin Mawar pura pura nurut aja thor 😅bikin dia selalu ingat Allah.
aq rasa mawar disesatkan didunia lain.
Ricka Monika
keselong artinya apa ya🤔maklum bukan suku Jawa😁
aas
ceritanya bagus thor, haduuh merinding pas bagian yg d rumah 🤭👍
aas
hadeeeh si Pak Ruman harus banget gitu 😩
aas
waduuh ini si Bambang kok malah suka sama si Mada 😩 nti kalo dibawa k alamnya gimanaa
aas
ngeri banget si Bambang malah diladenin 😅
Omar Diba Alkatiri
orang tau agama kok ga tau bedanya musrik sama nggak ... kalo luka fisik berobat ke dokter ,kalo hal gaib ya ada pakar nya sendiri ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!